
"Saatnya mengirim foto ini ke WA istrinya dan beres deh!". Gumam Susan sambil mengotak - atik ponsel milik nya.
Sementara di tempat lain, lebih tepatnya di Villa milik Desi yang terletak di pulau Dewata, Desi sedang terlelap hingga tida menyadari ada beberapa pesan masuk ke dalam ponsel nya.
Keesokan harinya Desi memaksa tubuhnya bangun dari peraduan untuk membersihkan diri segera. Di Villa ini masih ada Aldo yang pasti membutuhkan pelayanan darinya. Memang ada ART yang sudah menyiapkan sarapan untuk mereka tapi sebagai wanita yang ingin mengait hati Aldo, ia mesti berkelakuan layaknya istri idaman.
Setelah membersihkan diri, Desi mencoba mengecek ponselnya siapa tau ada kabar gembira dari suaminya, Rehan. Dari semalam ia tidak habis - habis menghubungi lelaki itu tapi tak kuncung terhubung sedangkan dia sangat penasaran dengan kabar rencana mereka, berhasil atuh malah Zonk.
Bukannya mendapat balasan dari suami, ia malah mendapat pesan dari seseorang yang tidak ia kenal. Pesan itu berisi beberapa foto dan pesan teks yang masih download. Jaringan di Villa ini memang sedikit lemot karena letaknya di pinggir hutan dan pantai.
Desi keluar dari kamar karena penasaran dengan pesan yah masih buram. Ia berniat menaiki teras paling tinggi yang di sediakan untuk menjemur pakaian demi mencari siknal di ponselnya.
Aldo yang baru saja keluar dari kamar tamu tampak heran dengan tingkah Desi yang seperti tergesa - gesa. "Selamat pagi, Des. Kamu sedang apa ?". Tanya Aldo.
"Pagi, Aku lagi cari siknal nih, susah banget di sini harus ke teras atas dulu baru lancar". Jawab Desi lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Aldo.
Aldo yang khawatir dengan wanita nya dengan sabar mengikuti langkah wanita itu hingga sampai ke teras atap.
Tiba - tiba mata Desi berembun dan akhirnya meneteskan air mata dengan deras. Foto yang ia lihat sangat membuatnya syok, bahkan pesan dari wanita yang tidak ia kenali sangat menusuk ke jantungnya. Aldo yang prihatin langsung merangkul tubuh Desi masuk ke dalam pulukannya.
"Nangis lah jika itu bisa membuatnya lebih tenang, tapi jika kamu menangis hanya untuk merarapi suami kamu yang tidak tahu diri itu lebih baik kamu berhenti! Karena aku tidak suka kamu sedih hanya karena lelaki yanh tidak menghargai kamu". Imbuh Aldo.
__ADS_1
Desi mendongak dengan mata yang sudah basah. "Dia selingkuh, Do". Seru Desi lirih.
"Kan kamu tau sendiri, ia selingkuh dengan mantam istrinya, kenapa kamu malah sedih begini?". Sahut Aldo.
Desi menggeleng. "Dia selingkuh dengan wanita lain, hikh hikh". Kata Desi sendu.
"Udah hapus air mata kamu! Aku tidak mau kamu terpuruk terus seperti ini, kamu harus kuat jangan terlihat lemah depat suami kamu itu!". Aldo mengusap sisa air mata di pipi Desi.
Desi tersentuh, kelembutan yang ia terima dari pria bernama Aldo ini membuat hatinya kembali merasakan apa itu cinta yanh sesungguhnya. Selama ini ia pikir Rehan adalah cinta hatinya, meskipun kadang mendapatkan perlakukan cuek dan kasar dari suaminya itu tapi ia masih bisa memaafkan. Tapi mendapatkan perlakukan manis dari Aldo saat ini membuat hatinya berbalik ara untuk mencintai Aldo.
"Aku pikir dengan kepergianku dari sisinya ia merasa kehilangan tapi nyatanya ia makin menjadi, bukan hanya aku yang di jadikan korban tapi mantan istrinya...". Ucap Desi.
"Jika seorang lelaki sudah memiliki sifat suka mendua, maka dalam hidup nya tidak hanya akan sekali menyakiti perasaan pasangannya, ia akan terus selingkuh tanpa henti karena jenis lelaki seperti itu tidak akan pernah puas dengan satu wanita dalam waktu lama, ia akan cepat bosan, jenuh dan memilih pelampiasan di luar".
Desi mengangguk. "Aku ingin menggugat cerai mas Rehan secepatnya". Sahut Desi mulai tenang.
"Itu yang mau ku dengar dari bibir mu, aku akan selalu menemanimu kemana pun kamu pergi, aku khawatir kamu di apa - apakan oleh suami kamu itu. Aku yakin jika ia tahu kamu datang menggugat cerai dirinya di pengadilan, dia pasti murka dan akan menyerangmu sewaktu - waktu". Ujar Aldo tulus.
Desi terharu, perhatian dari Aldo mampu mengubah prinsipnya yang awalnya hanya memanfaatkan lelaki itu malah sekarang benar - benar jatuh cinta. Matanya sampai tidak mampun untuk berkedip menatap Aldo penuh perasaan.
"Maaf kan aku mas Rehan, kamu yang mengibarkan m m bendera perang di antara kita, kamu memintaku bekerja sama membuat rencana agar Aisyah mau rujuk sama kamu, aku setuju hingga sanggup tinggal terasing disini demi kamu, ternyata kamu hanya memanfaat kan aku saja dan kamu di sana malah bermain api dengan wanita lain, lihat saja aku akan membuatmu jadi gelandangan selepas ini". Tekat Desi dalam hati.
__ADS_1
"Sudah lebih tenang kan? Ayo kita turun sarapan dulu dan aku akan menemani kamu jalan - jalan, pemandangan di luar sangat indah untuk di nikmati bersama kamu. Kita habis kan waktu di sini dulu supaya kamu lebih bersemangat sebelum kita kembali ke kota untuk membalas perselingkuhan suami kamu". Ajak Aldo menarik tangan Desi untuk sarapan di bawa.
Dosa kah jika kita merasa bahagia di atas kesedihan orang yang kita cintai, aku rasa nggak. Begitu juga yang Aldo rasakan saat ini, ia bahagian di atas kesedihan yang di rasakan Desi karena setelah Desi resmi bercerai maka jalan di hadapannya untuk mendapatkan wanita itu semakin terbuka lebar.
*
*
Rehan baru saja bangun daru tidurnya. Ia mendapati dirinya saat ini masih berbaring di dalam kamar yang sama semalaman. Tapi sosok Aisyah tidak lagi terlihat, ingat banget jika semalam ia memadu kasih bersama mantan istrinya itu.
"Apa aku hanya bermimpi, mana mungkin Aisyah datang menghampiriku semalam dan mau melayaniku lagi di atas ranjang. Aku harus memastikan semua ini...". Rehan bergegas bangun membersihkan dirinya dengan cepat memakai bajunya yang tersedia di atas sofa.
Tiada pilihan lain selain memakai baju itu, baju yang ia kenakan semalam datang ke club udah nggak terlihat lagi di kamar ini.
Sebelum keluar ia mencari semua barang miliknya dan beruntung semua masih lengkap tersimpan di nakas samping kasur, ponsel, kunci mobil dan dompet masih lengpa isinya. Ia menyadari ponselnya lowbat, seger ia mengecas ponselnya karena kebetulan tersedia pengecas yang cocok dengan ponsel miliknya.
Saat ponselnya berhasil dihidupkan. Rehan segera memeriksa panggilan masuk dan pesan yang masuk. Ada berpuluh panggilan tidak terjawab daro istrinya, ada juga dari ibu yang khawatir dengan luka di tangannya. Tapi saat membaca pesan dari Desi membuatnya kaget setengah mati.
(Kamu yang mengibarkan bendera perang antara kita mas. Jangan pikir aku wanita yang mudah kamu bodoh begitu saja! jangan lupa jika hartamu akan menjadi milikku seutuhnya jika kamu mengingkari perjanjian hitam di atas putih yang pernah kita sepakati! Kamu akan hancur karena ulahmu sendiri).
Bingung plus cemas beradu menjadi satu dalam dirinya, "Bukankah kita sepakat tidak mempermasalahkan jika aku membuat pendekatan dengan Aisyah? Tapi kenapa sekarang Desi malah mengirim pesan mengancam seperti ini? Ada yang nggak beres nih, jangan - jangan wanita semalam bukan....".
__ADS_1
Rehan terus berperang dengan pikirannya hingga pinti kamar terbuka mengagetkannya.