Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 34


__ADS_3

Hari - hari yang di jalani oleh Aisyah sangat berat dan menyesakkan dada. Dalam hubungan rumah tangga yang hampir retak ini, dia di paksa untuk tetap kuat mempertahankan pernikahannya demi kesehatan baby Albar.


Rehan masih tidak menunjukkan gelagat akan meninggalkan selingkuhannya, Desi. Setiap hari berangkat awal pagi dan pulang setelah larut malam. Aisyah tidak bisa protes atau pun meminta suaminya setia seperti dulu, dia kembali menjadi perempuan bodoh. Hal yang di takutinya sekarang adalah jika suaminya itu nekat ceraikan dia di saat anak mereka sangat membutuhkan kasih sayang keduanya.


Awalnya memang Aisyah sangat kukuh ingin berpisah, tapi lantaran musibah menimpa dirinya melalui anaknya, dia urung dan malah sebaliknya arah, sekarang dia yang takut untuk bercerai.


"Kamu yakin ingin terus bertahan?".


Aisyah tertunduk lesu, tatapannya tidak lepas dari terus menatap baby Albar di pangkuannya.


Kini Aisyah sedang di kafe bersama Jasmin setelah beberapa kali membatalkan pertemuan di sebabkan belum mendapatkan ART yang tepat menurut kriterianya.


"Jika kamu masih ragu dengan keputusan yang kamu ambil ini lantaran memikirkan masa depan anak kamu, lebih baik tanya ke hati kamu yang paling dalam! Apa kamu bahagia dengan keadaan sekarang? Sebab seorang anak hanyabakan bahagia jika ibunya bahagia... Itu yang aku tahu dari beberapa pengalaman menyelesaikan masalah rumah tangga klienku sebelumnya juga. Tapi aku terserah keputusan kamu saja...". Jasmin mencoba memahami apa yang di rasakan klien di hadapannya itu.


Aisyah yang sudah terlanjur yakin dengan apa yang disampaikan waktu itu, seolah tidak terlalu yakin dengan apa yang di sampaikan pengacara cantik ini.


Hufh


Menghembus nafas berat sambil memejamkan mata sejenak. "Aku akan coba memikat hati mas Rehan kembali!". Tekatnya setelah lama terdiam.


"Kamu yakin dengan jalan yang kamu pilih?". Tanya Jasmin ingin memastikan.


"Aku yakin karena melihat penampilanku yang sekarang dekil dan tampak jorok ini pasti membuatnya jenuh hingga dia tega mencari wanita lain untuk memanjakan matanya". Sahut Aisyah meskipun hatinya tidak begitu yakin.


"Jika itu yang kamu pilih, aku bisa apa kan? Aku hanya ingin memastikan kamu akan baik - baik saja, aku sudah menganggap kamu seperti teman ku sendiri, apa lagi kes yang kamu hadapi ini sungguh membuatku prihatin dengarnya...". Jasmin menyerah membujuk Aisyah yang tampak sangat yakin dengan ucapannya.

__ADS_1


"Semoga saja Zack tidak kecewa mendengar semua ini..". Tentu Jasmin hanya bisa mengatakan itu dalam hati, karena tidak ingin membuat Aisyah menjauh dari sahabatnya jika dia tahu tentang perasaan pria itu.


Zack dan Jasmin sudah kenal semenjak kuliah di luar negeri, mereka menjadi sahabat setelah mengetahui Jasmin merupakan anak yang di besarkan di panti asuhan yang sama dengan Zack semasa kecil. Kembali merajut persahabatan mereka setelah lama tidak bertemu.


Setahu Jasmin, Zack tidak pernah terlihat melirik atau memperhatikan mana - mana wanita selama ini. Tapi semenjak bertemu Aisyah pertama kali dan di temani sahabatnya itu, membuat Jasmin yakin wanita cantik yang di perkenalkan langsung olehnya adalah belahan hati nya, dan di perjelas dengan tatapan penuh cinta yang terpancar di netral lelaki itu saat menatap Aisyah.


"Terima kasih atas perhatiannya Jasmin!..". Aisyah terharu dengan Jasmin yang sangat peduli padanya. Dapat di kira dengan jari satu tangan saja untuk menjumlah semua yang peduli pada dirinya di dunia ini.


Setelah lama mengobrol, Jasmin pamit ingin menemui klien lain pada Aisyah. Sedangkan yang ditinggal masih betah duduk sambil merenung apa yang perlu dilakukan selanjutnya.


Saat hendak beranjak dari tempat duduknya, terdengar suara seseorang yang tidak asing sedang menyebut namanya.


"Aisyah?". Tampak bingung beradu kesal melihat Aisyah sedang asik duduk di kafe bersama baby Albar.


"Sedang apa kamu di sini? Pakai bawa - bawa Albar segala lagi, jujur kamu ketemu siapa tadi?". Cerca Rehan dengan ketus, tidak mempedulikan pengunjung lain sedang melihat ke arah mereka.


"A - aku ketemu teman aja mas". Jawab Aisyah sedikit gelagapan. Dia takut suaminya tahu tadi dia sempat bertemu dengan seorang pengacara karena sempat berniat ingin menggugat cerai suaminya.


"Pria atau wanita?". Tatapan tajam di layangkan pada istrinya.


"Ya wanita lah mas". Aisyah merasa lega ternyata suaminya tidak melihat siapa yang dia temui tadi.


"Mas pikir aku habis ketemu dia?". Aisyah balik bertanya karena tahu apa yang ada dalam pikiran suaminya.


"Jika bukan ya bagus lah! Sekarang ikut aku pulang!".

__ADS_1


Karena tidak ingin menambah keruh keadaan, Aisyah menurut untuk ikut pulang bersama suaminya meskipun sebenarnya masih ingin ke panti bertemu ummi sambil menenangkan pikiran.


*


*


"Mas pulang jam berapa malam nanti?". Tanya Aisyah setelah keluar dari mobil Rehan.


"Entahlah, mungkin seperti biasa. Kamu jangan tunggu aku lagi, hanya buat tubuh kamu lelah saja, cukup kamu fokus dengan kesehatan Albar dan jangan terlalu mengurusi urusanku!..". Sahut Rehan sedikit cuek.


Sudah tidak ada lagi perhatian di terima Aisyah, tugasnya sekarang hanya mengasuh Albar. Dia tidak lagi berhak mengatur segala yang di lakukan suaminya di luar.


Aisyah menutup pintu mobil dengan menahan sesak di dadanya. Berusaha sabar dan tegar dengan semua perlakuan yang di berikan, selagi bukan KDRT maka dia masih bisa bertahan.


Mobil langsung melaju kencang meninggalkan Aisyah yang masih tercengang di depan pagar. "Aku akan berubah mendapatkan hatimu kembali mas!". Gumamnya melepas kepergian mobil Rehan hingga tidak lagi terlihat.


*


*


Semua mata sampai tak bisa berkedip melihat seseorang yang berjalan keluar dengan penampilan yang sudah berubah drastis.


"Kamu cantik sekali mbak!". Puji pemilik salon, kak Rendra.


"Aku sudah bilang kak, dia itu semulanya memang cantik, terlihat banget tadi waktu barung masuk, pancaran cahaya wajahnya itu sudah terlihat, cukup di oles sedikit udah bak Putri raja. Mungkin sebelumnya cuma kurang perawatan dan modal dari laki aja gitu...". Ucap salah satu karyawan yang me make over wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2