Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 221 Pertengkaran


__ADS_3

Rafa langsung menghubungi Dilan untuk datang ke markas membicarakan tentang perkara ini. Dilan harus tahu, ia merupakan orang yang selama ini menyelidiki tentang sebuah misteri yang terjadi pada keluarga bos mereka. Jika ia melihat isi ponsel ini, maka dapat di pasti kan jika ia akan sangat senang.


"Ada apa? Aku tiada masa untuk bermain - main dengan kalian semua. Jika nggak ada hal penting, lebih baik jangan hubungi aku". Ujar Dilan cuek, ia berniat mematikan panggilan tapi dengan cepat di cegah oleh Rafa.


"Tunggu, bang! Ini benar perkara penting. Jika bang Lan tidak percaya lihat aja di markas sendiri. Kami menemukan sesuatu yang pasti akan membuat bang Lan tertegun sekaligus berterima kasih pada kami". Imbuh Rafa meyakinkan Dilan.


"Katakan saja sekarang, aku ada kerjaan di sini". Tolak Dilan tidak percaya dengan ucapan Rafa.


"Ini akan memudahkan pekerjaan yang selama ini kamu selidiki, datang saja ke sini sekarang, kamu pasti akan senang jika melihatnya secara langsung. Kami tunggu sampai jam lapan malam, jika kamu tidak datang maka sampai kapan pun yang kamu sedikit tidak akan membuahkan hasil, melainkan kami yang akan menemukan petunjuk itu...". Sahut Rafa langsung mematikan panggilan sepihak. Ia tidak mau mendengar penolakan Dilan lagi.


Sementara Dilan di buat kesal karena ia lagi - lagi di ganggu saat melakukan penyelidikan. Ingin mengabaikan ajakan Rafa ke markas tapi ia sangat penasaran dengan apa yang ingin di tunjukan oleh Rafa padanya.


"Ahhh, Sial!". Maki Dilan saat melihat komplotan Zack sedang berkumpul di sebuah bar untuk menghibur diri mereka dengan minuman dan wanita. Ia sudah menyusun rencana untuk menjebak mereka agar jujur tapi lagi - lagi rencana nya harus di tunda. Ia menghubungi rekan nya untuk membatalkan rencana mereka, setelah itu ia langsung tancap gas menuju markas senjata rahasia klan Naga Merah..

__ADS_1


"Jika mereka hanya ingin bermain - main dengan ku, maka aku juga akan bermain - main dengan nyawa mereka". Gumam Dilan kesal.


Sesampai di markas ia muncul tepat waktu sebelum Rafa dan yang lain ingin meninggalkan markas. "Eh, bang Lan ternyata datang. Kami pikir bang Lan tidak berminat dengan apa yang akan kami tunjukkan ternyata bang Lan penasaran juga. Tapi sayang nya kami hanya bergurai. Kami hanya iseng karena merindukan mu bang Lan". Ujar Rafa memancing emosi Dilan.


Tatapan tajam Dilan berikan pada Rafa. Ia maju dan melayangkan satu pukulan di perut Rafa. "Kamu pikir saya ini sedang bersantai dan bermalas - malasan seperti yang kalian lakukan. Aku sibuk dan sangat sibuk, BODOH!". Maki Dilan menjuk satu persatu wajah rekannya.


"Jangan marah dulu bang Lan! Kami cuma bercanda kok, soal nya kami kesal pada bang Lan, selalu melakukan semua hal sendiri. Kami ingin menemani penyelidikan tapi bang Lan selalu menolak kami. Sekarang kami menemukan petunjuk itu untuk bang Lan...". Arpa menyentuh bahu Dilan dan menenangkan nya.


"Petunjuk apa yang kalian dapat kan? Aku tiada masa meladeni lelucon kalian yang hanya ingin mengganggu penyekidikan ku. Dengar ya, aku sedang sibuk tidak ada waktu bermain - main. Aku tidak suka melihat tuan Zack terus saja di timpa masalah. Aku tidak bisa tenang seperti kalian". Tutur Dilan.


"Aku setuju dengan kamu bang. Biar saja bang Lan mencari nya seorang diri. Lihat sampai sekarang belum menemukan hasil sedikit pun, ia selalu menganggap remeh kita yang menurutnya lemot ini". Arpa membantu Rafa bangkit setelah menerima pukulan dari Dilan.


"Kenapa malah kalian yang marah pada ku? Aku yang seharusnya marah sekarang, kalian memanggil ku ke sini hanya untuk memperbodohkan ku. Aku sudah lama merencanakan sesuatu untuk menjebak anak buah Danish. Tapi kalian dengan egois nya sengaja mempermainkan ku sehingga aku harus membatalkan semua rencana ku". Kata Dilan tidak habis pikir dengan yang di lakukan rekannya.

__ADS_1


"Lebih baik berikan saja pada nya bukti itu, biar dia tenang dan tidak berpikiran negatif tentang kita. Lagi pula kita tidak memerlukan perhatian lebih dari Tuan. Kita menolongnya ikhlas tanpa meminta balasan. Dari pada kita berseteru seperti ini lebih baik kita yang mengalah. ..". Ujar Pama memberi solusi.


"Apa maksud kamu,? Jadi kalian serius menemukan petunjuk tentang perkara yang aku selidiki?". Bingung Dilan dengan ucapan Pama.


"Iya kami menemukan ponsel ini di tempat kecelakaan mobil yang menculik non Aisyah. Kami sudah mengetahui semuanya dengan jelas. Kalau kamu mau ambil, ambil saja ponsel itu, kami tidak perlu. Semoga ponsel itu memberi manfaat untuk mu berbanding kami teman kamu..".. Rafa akhirnya memberikan ponsel itu sesuai saran Pama. Ia tidka ingin terjadi pertikaian di antara mereka.


Kini terserah Dilan saja mau menerima baik setiap teguran teman seperjuangan nya atau tidak. Jika ia selama ini memang seperti yang di tuduhkan teman nya, menyelidiki seorang diri tentang kejanggalan yang ia rasakan tentang masalaha Zack karena ingin mencari perhatian lebih dari tuan nya itu. Tapi jika yang di tuduhkan rekan nya sama sekali tidak benar, maka ia akan mewakili rekannya menyerahkan petunjuk itu pada Zack.


Rafa dan yang lain nya sudah pergi meninggalkan Dilan seorang diri di markas. Mereka sudah muak dengan sikap dan kata - kata pedas yang di lontarkan Dilan pada mereka. Jika Zack yang selalu berkata kejam pada mereka, mereka tidak ambil hati karena memang posisi Zack jauh di atas mereka. Berbeda dengan Dilan. Jika pria itu yang berkata maka mereka serentak sakit hati. Posisi Dilan memang tinggi berbanding mereka tapi tidak seharusnya ia merendahkan orang lain.


Dilan mulai menghidupkan ponsel itu, memeriksa setiap aplikasi, pesan dan rekaman yang ada di dalam nya. Sama dengan reaksi rekannya saat mengetahui semua itu, Dilan saat ini juga di buat kaget. Meskipun ia sudah curiga jik akan ada hal ini, tapi bia tetap saja kaget. Tidak menyangka jika penyekidikan selama ini dengan mudah nya di pecahkan oleh mereka semua.


"Ternyata benar dugaan ku selama ini. Meskipun non Cleo sudah di penjarakan, tapi ia masih tidak menyerah membalas dendam pada tua n Zack dan suruh keluarga nya. Ternyata wanita itu benar - benar psikopat. Ia rela mengorbankan apa saja demi menggapai tujuannya. ..". Gumam Dilan setelah mengetahui setiap rahasia yang ada di dalam ponsel itu.

__ADS_1


Ponsel yang merupakan milik si penembak jitu yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Ternyata yang menculik Aisyah bukan anak buah dari Danish atau suruhan Rehan. Melain kan anak buah Cleo. Pembunuh bayaran yang di sewa Rehan ternyata sudah menyelidiki semuanya. Ia merupakan seorang pembunuh yang sangat professional dan melakukan pekerjaan. Semua yang bersangkutan dengan tugasnya ia ketahui secara keseluruhan.


__ADS_2