Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 281 Detik - detik


__ADS_3

"Hah, biar betul tua orang makan. Teringat aku dengan mantan mertua ku yang bawel nya nggak ketulungan itu buk. Awal nya nggak suka tapi sembunyi - sembunyi makan saat nggak ada orang lihat sampai habis lima piring saking suka nya dia. Gengsi ketahuan makan yang selalu dia hina makan sampah tapi nyatanya ia juga makan...". Imbuh Desi mengingat kenangan bersama mantan mertuanya.


"Kamu di sini dulu yah. Puas kan ingat mantan mertua kamu, siapa tahu kalian akan kembali di pertemukan dalam keadaan yang nggak di sangka - sangka. Bunda mau ke depan dulu berikan sayur dan ikan ini pada perempuan itu". Kata Mayang menggoda putrinya. .


"Ih, bunda apa - apaan sih. Nggak lucu tahu...". Kesal Desi. Wajah bu Wahida teringat di pikirannya bahkan wajah Rehan juga tiba - tiba melintas di penglihatan nya.


Tapi dengan cepat ia menggeleng kan kepala agar bayangan mereka berdua menghilang.


"Untuk apa aku mengingat mereka, pria kejam itu sekarang pasti sedang menikmati tubuh wanita lain. Terserah saja mereka mau melakukan apa sekarang aku sudah nggak peduli. Aku hanya ingin fokus membesar kan putri ku dan merawat kedua orang tua ku. Tapi kalau terus tinggal di desa ini sama saja aku ini menjadi beban mereka tanpa memberi bantuan apa pun. Tanpa memiliki suami juga nggak bisa, aku harus menemukan pasangan hidup agar tidak merepotkan mereka lagi, tapi siapa pria yang akan aku nikahi seperti ny sekarang aku sudah trauma pada pria...".


Desi terus bergumam memikirkan jalan hidup nya. Tapi tetap seperti biasa, dia tidak menemukan hasil yang memuaskan dirinya.


Sementara Mayang keluar untuk menyerahkan sayur dan ikan lele pada Keysyah.


"Ini sayur dan ikan nya". Ucap Mayang menyerahkan dua kantong kresek pada Keysyah.


Keysyah langsung bangkit dan menerima bungkusan itu. "Harga nya berapa buk?". Tanya Keysyah sambil mengeluarkan dompet dari saku celana nya.


"Nggak perlu, itu gratis untuk kamu. Lagi pula kamu sudah memborong banyak sayuran dan ikan lele ku kemarin jadi ini adalah gratisannya...". Tolak Mayang.


"Benar kah? Wah terima kasih banyak ya buk. Saya sangat bersyukur sekali bisa kenal dengan orang baik seperti itu. Semoga rezeki nya melimpah ya buk. Kalau begitu saya pamit pulang dulu, saya harus mulai memasak sekarang sebelum majikan ku yang bawel itu kelaparan..". Pamit Keysyah.


"Iya... Hati - hati di jalan". Mayang melepas kepergian Keysyah dengan senyum di wajah nya.


"Sebahagia ini bersedekah. Bukan nya membuat rezeki berkurang, tapi malah semakin membuka pintu rezeki karena doa - doa mereka setelah menerima bantuan. Hati juga rasa nya seneng dan sebahagia ini. Nggak salah kami memilih tinggal di pedesaan dan selalu menghadiri pengajian, semua ini membuka pikiran kami bahwa sikap kami selama ini sudah salah...". Batin Mayang bersyukur.


*


*

__ADS_1


Zack saat ini sedang berada di kamar nya memilih pakaian mana yang akan ia gunakan untuk menyambut Aisyah nanti.


"Semua baju ini adalah pemberian Aisyah. Semenjak dia hadir di antara kami, baju yang ada di dalam lemari ini dia yang membeli kan nya. Sementara aku langsung meminta bu Saras untuk membuang baju yang lama...". Gumam Zack bingung memilih baju se lemari penuh di hadapannya.


Mata Zack tertuju pada satu baju yang terakhir Aisyah berikan pada nya tapi sebagai identitas yang berbeda. Saat itu ia sedang menyamar menjadi seorang pengawal yang romantis bernama Syskir. Baju ini sangat cocok dengan selera berpakaian nya.


"Kayak nya aku harus mengakhiri drama percintaan kami. Aku yakin melihat baju ini ada di tubuh ku ia langsung bisa menyimpulkan jika aku dan Syakir itu adalah orang yang sama...". Zack memutuskan memakai baju itu.


Setelah menyemprotkan parfum ke tubuh dan kembali memperbaiki rambutnya yang sudah sempurna, Zack mengambil kunci mobil dan keluar kamar dengan wajah yang merona.


"Bu Saras!! Mawar!!". Zack memanggil kedua wanita itu dengan suara lantang nya


"Aku turut bahagia mendengar Zack kembali bersemangat seperti itu. Dengar lah bu, dia begitu teruja menyambut sada nya Aisyah dari koma nya yang cukup lama...". Imbuh. mawar sambil memperbaiki penampilan nya di depan cermin.


"Iya, ibu juga turut bahagia, tapi kita juga harus segera bersiap sekarang sebelum Zack murka karena menunggu kita...". Ujar bu Saras terburu - buru menyisir rambutnya.


"Tenang lah bu. Selama ini Zack begitu baik pada kita, dia sama sekali nggak pernah marah mau pun membentak kita...". Sahut Mawar tenang. "Aku udah siap, mari kita ke rumah sakit untuk menjenguk pewaris sesungguh nya". Sambung nya bersemangat.


"Kalian kenapa lama banget sih?". Cerca Zack.


"Maaf lah, Zack kami juga harus tampil bahagia seperti kamu saat ini. Lihat lah betapa berbeda nya kamu dengan baju jerah dan menawan ini". Goda Mawar dengan senyum mengejek.


Zack tidak membantah ucapan kakak nya. Yang ia tahu sekarang mereka harus segera berangkat ke rumah sakit.


"Sudah jangan goda adik mu yang sedang bersemangat ini. Kita harus ke rumah sakit sekarang, jangan sampai Aisyah sadar dan tidak melihat kita ada di samping nya". Ujar bu Saras menarik lengan Mawar menuju mobil.


Mereka bertiga akhirnya berangkat bersama ke rumah sakit dengan di hantar oleh pak Sabaruddin.


Tak lupa juga Zack meminta pak Sabaruddin untuk ke restoran mereka mengambil pesanan untuk mengisi perut semua anak buah dan keluarga nya. Setelah mengambil pesanan satu mobil penuh dengan tapau. Zack dan Mawar harus memegang sebagian makanan itu tapi tiada terlihat wajah keberatan, malah mereka senang bisa membawakan makanan untuk semua orang.

__ADS_1


Sesampai di rumah sakit, Zack meminta anak buah nya membawakan beberapa tapau ke ruangan nya sementara yang lain di agihkan untuk anak buah nya yang lain.


Sementara Zack, bu Saras, Mawar dan pak Sabaruddin langsung ke ruang rawat Aisyah untuk melihat kondisi wanita itu sekarang.


"Maaf lama menunggu. Mbah pasti merasa kesepian". Sapa Mawar ramah..


"Mbah malah kaget kok Zack cepat banget datang nya?". Goda mbah Suryo.


"Jangan kan mbah, kami saja heran. Dia kok mandi dan bersiap nya sebenar banget. Kami saja yang hanya berdandan sebentar kalah dengan nya. ..". Sahut Mawar membenar kan ucapan mbah Suryo.


"Bagaimana keadaan Aisyah, mbah?". Tanya Zack berubah gelisah..


"Kata dokter tadi obat bius nya akan membuat Aisyah istirahat selama dua jam. Dan ini baru sejam lebih semenjak ia di periksa. Kamu tenang saja yah, mungkin sebentar lagi dia bangun". Jelas mbah Suryo.


Dokter yang merawat Aisyah menghampiri mereka. "Selamat siang semua, saya akan memeriksa pasien ke dalam dulu yah". Dokter langsung pamit masuk ruangan.


"Selamat siang dokter, silahkan dokter". Seru mereka semua serentak.


Di luar semua menunggu dengan tidak sabar. Beberapa menit kemudian dokter keluar.


"Bagaimana keadaan Aisyah, dok?". Mereka pun serentak mencerca dokter itu dengan pertanyaan.


"Efek Obat nya sebentar lagi akan hilang. Berkemungkinan sebentar lagi Aisyah akan membuka matanya". Balas dokter memberi semua nya angin segar.


"Kami bisa masuk untuk menunggu kan dokter?". Tanya Mawar mengalah Zack.


"Sudah tentu, saya keluar juga ingin mengajak kalian untuk masuk bersama menunggu momen bahagia ini bersama..". Imbuh Dokter. "Tapi sebelum nya saya ingat kan sekali lagi, sebelum Aisyah sadar di harap tetap tenang dan jangan menimbulkan keributan, cukup memberi nya dorongan agar bangun dengan perlahan". Pesan Dokter. .


"Baik lah dokter, kami paham". Seru mereka.

__ADS_1


"Kalau begitu kita bisa masuk sekarang". Ajak dokter mempersilahkan semua nya masuk.


__ADS_2