Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 190 ketemu


__ADS_3

Selepas sholat subuh, ketiga penghuni gubuk di tengah perkebunan terbiar kini sudah dalam suasana haru. Mboh Darmi tak habis - habis nya meneteskan air mata perpisahan. Meskipun Zack sudah bilang hanya pergi sebentar dan akan kembali setelah keadaan sedikit aman, tapu mbah Darmi tetap saja menangis terisak..


"Sudah lah tuh, dek. Kami seperti itu hanya akan memberatkan langkah nya untuk pergi. Hentikan tangis mu, aku tidak suka lihat kamu seperti ini". Imbuh mbah Suryo..


"Kayak kamu nggak sedih aja, mas. Semalam siapa yang nangis sendirian saat aku dan Zack udah tidur. Aku heran aja kok ada suara aneh gitu, eh tenyata ada orang nangis". Ejek mboh Darmi tidak mau kalah.


"Semalam itu aku ngigau aja sebentar, tiba - tiba udah bangun nangis aja. Malah aku curiga kamu udah mukul aku saat aku sedang tidur". Elak Mbah Suryo tidak mau ketahuan.


"Kan, mas ngaku sendiri semalam nangis alasan nya pasti cuma borongan aja. Lebih baik kamu ngaku deh, mas". Mboh Darmi tetap memaksa.


"Udah - udah. Kalau pertengkaran kalian bisa di lanjutkan nanti setelah aku pergi. Jika menunggu kalian akur bisa - bisa aku lambat gerakannya..". Ujar Zack mengenengah pertengkarang antara mbah Suryo dam istrinya.


"Tuh kan, Kamu sih mas nggak mau ngaku kam kita nggak ada habis - habis nya adu mulut. Dasar suami nggak pengertian!". Kesal mboh Darmi memalingkan wajahnya dari suami tercinta nya.


"Tapi karena itu sekarang kamu tidak nangis lagi, kan". Mbah Suryo mulai berbicara lembut untuk membujuk istri nya.


"Hah, gitu dong. Kan aku jadi lega, bisa ninggalin kalian sebentar. Jadian pasangan yang saling melengkapi yah. Aku akan usahakan mengirim seseorang untuk melihat kalian disini, jika kalian sudah siap aku akan datang sendiri menjemput kalian ikut aku tinggal di kota...". Zack menghampiri mbah Suryo untuk menyalami nya.


"Aku pamit pergi dulu yah mbah. Doakan perjalanan ku lancar dan aman - aman aja yah". Pamit Zack. Mbah Suryo mengangguk sambil menggenggam bahu Zack erat dan mulai merapalkan doa dalam hati memohon perlindungan Allah agar perjalanan Zack aman dan di lindungi oleh yang maha kuasa.


Zack beralih pada mboh Darmi yang sudah sedikit lebih tenang dari sebelumnya. "Mboh jaga kesehatan yah. Jangan terlalu memikirkan kepergian ku, lihat mbah Suryo cemburu gitu kalau mboh perhatian sama aku. Kali ini aku bagi kesempatan untuk dia di manjakan oleh mboh tapi setelah aku kembali jangan harap ia akan mendapatkan nya lagi". Goda Zack sambil melirik manja pada mbah Suryo yang mulai memperlihatkan wajah jengah.


"Iya, kamu hati - hati di jalan yah, kalau udah sampai dan ketemu keluarga kamu tolong sampaikan salam mboh dan mbah kamu yah". Ucap Mboh Darmi dengan senyum hangat khas dirinya.

__ADS_1


Tiada apa - apa yang Zack bawa hanya ponsel dan dompet milihnya yang ia sembunyikan di balik pakaian nya. Penampilannya saat ini udah seperti orang lain, mboh Darmi berhasil merubah penampilan nya menjadi sangat berbeda dari dirinya.


Sebelum benar - benar pergi, Zack ingin kembali menatap ke arah gubuk tapi dengan cepat di cegah oleh mbah Suryo.


"Jika kamu udah keluar dari rumah untuk pergi jauh jangan sesekali menatap kebelakang kembali, pamali!". Jelas mbah Suryo mencegah Zack memutar balik tubuhnya.


Zack tidak bisa membantah dan urung membalikkan tubuhnya. Niat untuk menatap wajah mereka berdua untuk mengambil sedikit lagi semangat tapi ia tidak bisa melakukannya karena pantangan mbah Suryo.


Walaupun tidak saling menatao tapi perasaan mereka saat ini sama - sama perih atas perpisahan sementara ini. Kenangan yang sudah mereka lalui selama beberapa bulan di gubuk ini sudah menciptakam ikatan yang cukup kuat antara mereka bertiga.


"Aku akan datang lagi untuk menjemput kalian". Gumam Zack dalam hati.


"Mulai detik ini kita akan kembali melalui hari - hari kita berdua aja, mas". Imbuh mboh Darmi sambil bersandar d dada kurus sang suami.


"Amin". Seru mboh Darmi.


*


*


Setelah berada di desa KarangJati, pedesaan yang menjadi tetangga terdekat gubuk Mbah Suryo. Zack dengan langkah yang hati - hati berjalan menyusuri setiap jalan sempit di belakang rumah warga. Setelah berada di belakang rumah yang ia tuju ia pun perlahan mendekat ke arah pintu belakang rumah itu.


Rumah arwah pak Arya adalah tempat persinggahan nya saat ini untuk melakukan sebuah urusan penting.

__ADS_1


"Ini pasti rumah pak Arya, arwah suami bu Markona". Gumam Zack meyakinkan dirinya. "Assalamualaikum, saya tumpak ngecas ponsel saya sebentar ya pak". Zack mencoba permisi pada pemilik rumah.


Terdengar konyol tapi Zack tetap harus melakukan gerakan ya sesuai ajaran mbah Suryo. Bukan apa nya, rumah yang sudah lama di tinggal pasti akam ada penghuni baru nya, apa lagi pak Arya sekeluarga mati di bunuh di rumah nya ini. Zack yang merupakan generasi kini yang sebenarnya udah tidak percaya perkara takhayul seperti itu hanya melakukannya sebagai bentuk permisi pada tuan rumah yang udah meninggal dunia.


Zack sebelumnya udah mendapat izin dari bu Markonah di hari sebelumnya untuk mengisi daya ponselnya. Baru saja memasukkan colokan tiba - tiba terdengar suara langkah kaki dari arah depan rumah. Zack bingung harus bagaimana sekarang, ingin terisi sedikitpun daya, ingin tetap tinggal pasti akan pergi tapi ponselnya belum membahayakan dirinya sendir


Cek lek.


Pintu utama berhasil di buka dan Zack belum beranjak dari posisi nya. Menatap ponselnya yang di cas sambil berpikir.


"Kamu diam - diam di sini yah, kebedaraan mu pasti tidak ketahuan kok di sini...". Pesan Zack pada ponsel nya..


Langkah kaki semakin mendekat ke arah dapur. Zack bergegas menyembunyikan ponselnya dengan sebuah rak piring penuh alat makan, kemudian dia bersembunyi di bawah kolom dapur. Karena tubuhnya yang besar, pintu tempat persembunyiannya tidak bisa tertutup dengan rapat. Ia bisa melihat sepasang kaki pria berjalan menghampiri dapur sambil mencari -cari sesuatu.


Semua pintu di buka oleh pria itu dengan sangat hati - hati. Tidak terdengar sedikit pun suara hentaman, tapi saat sudah semakin dekat, pria itu malah berpatah balik keluar dari ruangan.


Huufff. Zack membuang nafas lega. Tapi tiba - tiba sesuatu benda menjalar menaiki kaki nya. Ular bersaiz besar mencoba memasukkan seluruh tubuhnya ke dalam tempat persembunyian Zack saat ini. Zack mencoba untuk tetap tenang dan yakin jika ular itu pasti tidak akan ngapa - ngapain dia.


Pria tadi juga tiba - tiba kembali, awalnya pria itu tampak tertegun sejenak lalu pergi lagi. Zack tetap tidak berani bergerak sedikit pun, ular itu sudah benar - benar dekat dengan wajahnya. Entah ia harus berbuat apa sekarang. Ingin menyelamatkan diri dari ular itu tapi di luar tidak tahu lebih aman atau lebih berbahaya lagi.


Pria itu kembali dengan membawa sebuah tongkat di tangannya. Zack hanya berani melirik dengan bola matanya saja yang bergerak. Perlahan namun pasti, pria misterius itu semakin mendekat dan mencoba membuka pintu persembunyian Zack.


Prak....

__ADS_1


"Zack!!".


__ADS_2