
Malam hari, Zack pulang ke mansion untuk menemani Mbah Suryo ngobrol dan menceritakan semua tentang hidup nya pada pria tua itu. Ia akan jujur pada Mbah Suryo tentang hidup yang ia jalani saat ini.
"Teh nya Mbah. Saya sengaja membuatnya sendiri karena saya khawatir jika orang lain yang membuatnya tidak sesuai selera mbah...". Ujar Zack sambil meletakkan secangkir teh hangat di hadapan mbah Suryo.
"Kamu repot - repot saja, nak. Duduk lah, kamu terlihat begitu banyak beban yang sedang kamu pikul di pundak mu. Cerita lah, mbah akan mendengarnya". Tawar mbah Suryo seakan mengerti keinginan Zack.
"Selain guru bela diri, mbah ternyata seorang peramal juga". Balas Zack menggoda.
Mbah Suryo hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala nya. "Jika kamu berpikir seperti itu, mbah hanya bisa pasrah saja". Sahut mbah Suryo..
"Beberapa jam tinggal di rumah besar ini pasti membuat mbah bingung. Begitu banyak foto yang terpajang di setiap sudut rumah tapi tiada siapa pun yang mbah lihat secara langsung. Dulu rumah ini ramai, bahkan riuh dengan suara dan tangis suara anak kecil dan wanita yang bersahutan dalam menjaganya. Tapi sekarang...". Kata - kata Zack terputus saat mengingat kembali memori indah bersama keluarga nya yang lengkap.
"Lalu kemana mereka semua?". Tanya Mbah Suryo penasaran.
"Di sana, itu foto lengkap kami sekeluarga. Paling hadapan adalah kedua orang tua angkat ku, mereka mengadosi ku di panti asuhan. Berkat mereka hidup bisa berubah seperti saat ini. Rumah besar ini juga milik mereka. Dua wanita itu yang adalah bu Saras dan Mawar, yang melayani mbah saat makan malam tadi....". Zack kembali terdiam saat ia melihat wajah ceria Aisyah sedang merangkul lengan nya dengan sebelah tangan. Sedangkan Albar berada dalam gendongannya dan sedang tertawa lepas.
"Mereka berdua pasti istri dan anak mu, kan". Tebak mbah Suryo. Dari foto keluarga itu terlihat jelas bahwa Aisyah dan Zack sangat serasi dan Albar yang berada di antara mereka melengkapi keserasian mereka berdua.
Zack tersenyum kecut dengan tebakan mbah Suryo. "Wanita cantik itu, anak kandung keluarga ini, nama nya Aisyah. Bayi yang aku gendong itu anak nya bersama mantan suami nya dulu, kami memanggilnya Albar. Dia hanya saudara angkat ku mbah. Sama status dia dengan Mawar...". Jelas Zack tak lepas menatap wajah Aisyah dari kejauhan. Tapi setiap sudut penglihatannya hany di penuhi wajah Aisyah.
"Tapi dari ekspresi kalian di foto itu, mbah boleh merasakan cinta di hati kalian berdua. Tapi karena status kalian menjadi penghalang untuk kalian jujur dengan perasaan kalian masing - masing. Lalu kemana mereka? Apa kah ada urusan di luar sehingga tidak bisa pulang hingga selarut ini?". Tanya Mbah Suryo.
__ADS_1
"Mbah terkadang terlihat seperti ahli nujum pak belalang, tapi tak semua bisa mbah ramal ternyata?". Goda Zack sedikit tergelak.
"Ahli nujum pak belalang? Pekerjaan apa itu?". Bingung mbah Suryo.
"Ha ha ha. Maaf mbah, ahli nujum itu bermaksud peramal dalam bahasa negara tetangga dan pak belalang itu nama orang. Mbah paham kan maksud ku?". Jelas Zack.
"Oh, mbah paham sekarang. Tapi kamu belum menjawab pertanyaan mbah...". Kata mbah Suryo.
"Mereka tidak ada urusan di luar kok, mbah. Mereka hanya tidak bisa pulang ke rumah ini, aku yang hanya anak angkat bertanggung Jawab akan semua harta yang mereka miliki padahal aku sama sekali tidak membutuhkan nya. Banyak yang bilang semua yang terjadi pada mereka karena aku yang berusaha merebut harta mereka. Tapi aku sama sekali tidak berniat melakukannya". Lirih Zack sedih.
"Mbah nggak mau menerka - nerka takut menjadi doa buruk untuk mereka...". Imbuh mbah Suryo.
"Dua bulan? Saat kamu masih baru sadar juga dari koma. Kalian mengalami musibah secara bergilir, siapa yang melakukan semua ini? Jahat sungguh mereka". Imbuh Mbah Suryo prihatin.
"Mereka semua adalah musuh ku, mbah. Awalnya hanya aku yang menjadi target mereka, tapi karena keberadaan ku tidak di temui, makanya mereka melampiaskan dendam mereka pada keluarga angkat ku ini...". Lirih Zack merasa bersalah.
Mbah kini mulai paham arah bicara Zack. Masa lalu saat ia masih muda kembali berputar di kepalanya. Tanpa sadar air mata mengalir ke pipi nya mengingat semua memori kelam itu. Sebenarnya, sebelum memutuskan menetap di perkebunan di pinggir hutan, ia dan sang istri pernah tinggal di kota ini, tapi karena masalah keluarga maka nya ia membawa istrinya menjauh sehingga tidak dapat terdeteksi oleh pihak keluarga kedua nya.
Menyadari perubahan ekspresi wajah mbah Suryo. Zack tahu jika saat ini mbah pasti teringat akan sesuatu sehingga sedih seperti sekarang.
"Mbah?". Zack mencoba memanggil tapi tiada respon. Ia kembali memanggil dan menyentuh bahu mbah Suryo secara serentak. "Mbah?".
__ADS_1
"Eh, maaf. Mbah nggak dengar kamu panggil...". Ucap mbah Suryo sambil menyeka air mata yang mengalir ke pipi nya.
"Maaf kalau saya sudah membuat mbah sedih". Kata Zack.
"Nggak papa, bukan salah kamu. Mbah cuma teringat masa lalu yang sangat kelam bersama almarhumah mbah Darmi mu. Tapi nggak papa kok, cuma hal kecil...". Elak Mbah Suryo tidak ingin mengingat kenangan pahit itu lagi.
Zack tidak ingin memaksa. Ia hanya menuntun mbah Suryo kembali duduk di sofa dan memberikan nya minuman agar sedikit lebih tenang.
"Lalu di mana mereka di rawat sekarang? Besok bawa mbah menjenguk mereka...". Ujar mbah Suryo.
"Baik mbah...". Sahut Zack.
"Satu lagi, mbah ingin kamu jujur mengapa kamu dan keluarga ini mengalami hal ini? Semua ini pasti ada kaitannya dengan pekerjaan kamu". Tanya mbah Suryo penuh selidik.
Zack menghela nafas berat, ia tidak menyangka jika mbah Suryo sangat peka dan bisa menebak semua nya. Ia yakin sebenarnya mbah Suryo ini menyimpan banyak kisah kelam dan ilmu yang belum ia ketahui.
"Saya akan jujur sama mbah. Sebenarnya saya mendirikan sebuah kumpulan di mana di dalam nya terdiri orang - orang yang ahli bela diri. Kami menculik, menyiksa, bahkan membunuh orang yang kami benci itu. Musuh kami bertebaran di mana - mana sehingga kami tidak bisa tahu mana musuh sebenar atau musuh dalam selimut. Kami juga bersaing dalam bisnis gelap, yaitu penjualan barang haram, judi bahkan organ manusia yang kami bunuh. Makanya banyak orang yang dendam terhadap kami, semua musuh ingin membuat kami merasakan apa yang mereka rasakan akibat perbuatan kami.....".
Zack menceritakan semuanya pada mbah Suryo tanpa ada yang di sembunyikan. Ia ingin curhat untuk mengurangkan beban pikiran yang sedang ia pikul sendiri saat ini.
Mbah Suryo sama sekali tidak terkejut dengan yang di ceritakan oleh Zack. Waktu masih muda ia sudah tahu dunia gelap, pekerjaan dan semua resiko yang akan di hadapi. Tapi ia melihat sisi baik dan positif dalam diri Zack. Ia belum sepenuhnya menyalahkan Zack tentang pekerjaan yang ia tekuni saat ini.
__ADS_1