Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 21


__ADS_3

Desi yang setia menjadi pendengar Rehan yang sangat antusias menceritakan awal pertemuannya dengan Aisyah membuat hatinya terbakar api cemburu. Tapi dia tidak berhak marah dan ngambek dengan kekasihnya, itu semua terjadi juga sebab dirinya yang sudah tega meninggalkan nya demi lelaki lain. Dia tidak menyangka jika Rehan sudah melalui masa sulit bersama Aisyah, pasti Rehan sangat bersyukur ada Aisyah yang memberinya dukungan dan motivasi hingga bisa sukses seperti sekarang.


Walaupun tidak bisa membangun perusahaannya kembali, tapi Rehan sebenarnya lebih beruntung bisa menjadi direktur di salah satu cabang perusahaan Purbalingga berbanding menjadi pendiri perusahaan yang belum tentu menghasilkan keuntungan tinggi. Itu juga berkat Aisyah yang lelah memberi idea cemerlang hingga dia bisa dengan Sudah di angkat menjadi direktur.


Sekarang Desi bisa kembali menjadi Ratu dengan kekayaan yang Rehan miliki setelah menikah dengan lelaki itu nanti. Dia akan berusaha menyingkirkan istri pertama Rehan dan menjadi satu - satunya istri Rehan.


"Ibu kenapa tidak merestui hubungan mas dengan Aisyah?". Sebenarnya Desi sudah tahu, tapi dia rasa mustahil bakal mertuanya itu tidak suka dengan wanita yang sudah bersama - sama Reham hingga sukses seperti sekarang.


"Itu karena Aisyah hanya anak yatim piatu yang di besarkan di panti asuhan, ibu kayak minder punya menantu yang berstatus rendah dengan teman - teman arisannya. Jadi dia sangat tidak menyukai Aisyah walau apapun yang pernah Aisyah lakukan terhadap keluarga kami". Balas Rehan tampak sedih. Kesihan dengan nasib istrinya dengan ketidak sukaan ibunya terhadao istrinya itu.


"Ohh". Walau cemburu melihat wajah sedih Rehan, tapi dia tetap tersenyum senang mengetahui kelemahan Aisyah dan akan menjadikan itu senjata untuk melawan dan menyingkirkan istri pertama Rehan itu.


**


Setelah mengantarkan Desi dan ibunya pulang ke rumah masing - masing, Rehan kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit untuk menemani Aisyah dan anaknya yang sedang di rawat.


Hatinya tiba - tiba merindukan Aisyah, setelah menceritakan awal pertemuan mereka pada Desi, perasaa kagumnya pada istrinya itu kembali teringat olehnya. Dia yakin itu cuma perasaan kagum dan bukan cinta, karena selama ini cinta di hatinya hanya di sematkan untuk satu wanita yaitu kekasih gelap nya sekarang.


"Kamu sedang apa, sayang?".


Aisyah tidak bergeming dan tetap fokus membaca alQuran di aplikasi ponselnya. Dia tidak ingin berhenti hanya untuk menjawab pertanyaan suaminya yang hanya basa - basi.


Bukannya marah dengn sikap cuek istrinya, Rehan malah tersenyum hangat memperhatikan Aisyah yang fokus membaca dengan suara yang di kecil kan. Dia kemudian duduk di samping Aisyah dan mendengatkan lantunan ayat suci yang di bacakan istrinya itu dengan merdu. Hatinya seolah sejuk mendengar bacaan itu.


Beberapa menit kemudian Aisyah mengakhiri bacaannya, berpaling melirik Reham yang sudah tertidur pulas dengan dengkuran kecil sambil duduk bersandar di sofa lembut.


Aisyah menarik nafas dalam dan menghembusnya berat, dia harus tetap menekan sakit akibat hirisan kecil yang di lakukan Rehan di hatinya. Semua dia lakukan agar perceraian mereka nanti berpihak kepada dirinya.

__ADS_1


Panggilan khusus darinya untuk Rehan sudah berubah, dari panggilan 'Abang' kembali ke panggilan 'mas' seperti sebelum mereka menikah. Dia tidak tahu bila panggilan itu kembali berubah, karena hatinya cukup kesal dengan perbuatan suaminya hingga tidak sadar panggilan sayang itu tidak lagi dia gunakan.


"Mas? Bangun!". Aisyah mendorong bahu Rehan dengan jari telunjuk.


"Emmm". Rehan meregangkan tubuhnya karena pegal tidur hanya bersandarkan sofa.


"Kenapa mas kembali lagi ke sini? Harusnya mas tidur aja di rumah, mas pasti akan pegal - pegal tidur di sini". Kata Aisyah.


"Aku merasa kasihan membiarkanmu di sini sendirian menunggu Albar. Kamu pasti kesepian, jadi mas datang untuk menemani wanita istimewa mas ini". Goda Rehan dengan memegang dagu Aisyah lembut.


Aisyah mundur sedikit menghindari tubuh Rehan, dia merasa heran dengan tingkah suamihya itu, baru kali ini selama kedatang kembali Desi di tengah hubungan mereka, Rehan bergelagat seperti memberi kode pada Aisyah untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang istri di atas ranjang.


"Ya memang kesepian, sih. Tapi mas kan akan pergi kerja besok, takut badan mas pegal - pegal di kantor dan malah tidak bisa fokus berkerja. Mas pulang aja, gih!". Usir Aisyah lembut pada suaminya, dia pura - pura tidak mengerti kode yang di kirim suaminya.


Rehan tidak menyerah, dia tetap mencari cara agar Aisyah membantunya keluar dari rasa yang tidak tertahankan itu.


"Bagaimana jika kita menginap di hotel terdekat aja? Jika ada apa - apa dengan anak kita, kita bisa cepat datang ke sini dengan cepat. Kamu mau, kan?". Ajak Rehan.


" Ayo lah, sayang! Jangan bengong terus, ke hotel aja, yah! Depan tuh saja". Baru kali ini Rehan rela menurunkan malu nya demi bisa membawa Aisyah ikut dengannya dan menuntaskan hasratnya yang sudah menggebu - gebu itu pada istrinya.


"Ehhh, Albar bagaimana mas?". Kata Aisyah mencoba mengelak.


"Kamu tenang saja! Ada perawat yang menjaganya, mereka pasti tahu mau hubungi kita di mana, mas sudah memberi nomer ponsel kita pada mereka". Jelas Rehan.


"Udah kamu jangan banyak tanya! Ikut mas sekarang juga!". Tegas Rehan dengan mata melotot. Dia berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Aisyah.


"I - iya mas". Aisyah terpaksa menyetujui permintaan suaminya untuk ke hotel. Dia menyambut tangan suaminya dan berjalan keluar dengan bergenggaman tangan.

__ADS_1


Sesampai di hotel, Rehan langsung menuju ke kamar hotel yang sudah dia pesal melalui aplikasi, menutup pintu rapat - rapat dan menguncinya dari dalam. Setelah selesai urusan pintu, Rehan dengan sigab menganggkat tubuh mungil Aisyah menuju kasur.


GLEK


Aisyah menelan ludahnya berat, perempuan itu takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, dia seakan tidak iklas melakulan itu bersama suami sahnya. Memang sebelumnya itu yang amat dia tunggu - tunggu sebelunya, sengaja perayu suaminya dengan pelbagai cara agar suaminya tidak lagi sibuk dengan kerjaan malah cuek padanya. Tapi sekarang semuanya berbeda, jika mengingat pertempuran sengit mereka dia seolah mual dan ingin muntah saking jijiknya.


Tubuh Aisyah di letakkan dengan lembut di atas kasur oleh Rehan. Senyuman nakal terbit di bibir lelaki perkasa itu. Hasratnya sudah tidak mampu tertahan ka lagi olehnya.


Mendapat tatapan seperti itu dari suaminya, Aisyah sontak bergedik ngeri, dia berusaha menyembunyikan ketakutannya dengan tersenyum kecil ke arah Rehan.


Rehan lantas meralih menatap dua gunung yang di sembunyikan Aisyah di balik daster lusuhnya itu. Dia tidak menghiraukan bungkusannya, yang menjadi sasarannya kini adalah dua buah gunung itu masih terlihat kenyal dan mengunggah selera. Tapi dua gunung itu cepat di tutupi oleh dua tangan Aisyah yang mengilang di dadanya.


Dia tidak keberatan, dengan mata yang masih menatap ke arah dada Aisyah, Rehan naik ke atas kasur dengan cara merangkak atau berlutut. Dengan eksperesi aneh, Aisyah menghindar dengan mundur ke belakang.


Rehan terus memajukan lututnya dengan perlahan untuk mengoda Aisyah, dia tahu istrinya itu pasti grogi karena akan melakukan itu pertama kali di hotel. Kini Rehan berhasil berada tepat di atas Aisyah, dia mengungkung tubuh istrinya itu.


"Kamu mau buka sendiri atau mas yang tolong buka kan?". Tanya Rehan dengan wajah yang sudah di penuhi hasrat yang tak tertahankan.


"A a a aku ". Ucapan Aisyah terbata - bata karena suaminya sudah tepat di atas tubuhnya.


Rehan yang sudah tidak tahan lansung menyambar leher Aisyah dan mencumbui kawasan itu dengan ganas. Aisyah terkejut dan merasa geli.


"Aku sudah tidak tahan lagi, mas". Ujarnya.


"Iya mas tahu, kita pemanasan dulu, yah!". Balas Rehan singkat dan lanjud mengecup leher Aisyah hingga meninggalkan bekas merah di sana.


"Bukan itu mas! Aku tak tahan kebelet pipis". Aisyah langsung mendorong tubuh Rehan dengan kuat dan berlari masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Rehan memukul kasur dengan kuat saking kesal istri nya malah pergi di saat dia lagi asik dan tidak bisa menunggu lagi. Tapi dia berusaha bersabar dan menunggu Aisyah keluar setelah mengelurkan cairan pengganggu itu dan dia bisa puas melakukan nya.


**


__ADS_2