
"Zack! Meetingnya udah selesai?". Tanya Aisyah salah tingkah.
Sikapnya tadi sangat tidak sopan karena mencerca Zack dengan pertanyaan yang tidak masuk akal apalagi wanita di sampingnya menatap seperti tidak suka dan pasti menganggapnya remeh.
"Memangnya kamu berharap siapa yang datang, hem?". Zack menghampiri Aisyah dan mendapati meja belum ada cangkir atau pun cemilan. .
"Alena belum datang bawakan kamu minuman?". Tanya Zack tidak habis pikir, biasanya Alena jika di minta buatkan sesuatu pasti akan segera di kerjakan.
"Iya, eh maksudnya nggak...". Aisyah bingung harus menjawab apa.
"Saya sudah bilang pada tuan sebelumnya kan, OG yang namanya Alena itu hanya minta perhatian sama tuan Zack makanya kalau anda yang minta itu laju sedangkan kalau orang lain pasti lelet. Sudah pak pecat aja sekalian, nggak becus juga kerjanya". Kata Clara menjelekkan Alena.
Aisyah yang mendengarnya tampak tidak suka dan menatap sekertaris Zack itu dengan sinis.
Clara memang tidak menyukai sosok Alena karena Zack lebih suka meminta wanita itu untuk di buatkan minuman sedangkan dia sering menawarkan diri tapi di tolak mentah - mentah. Bahkan kebanyakan karyawan pria yang bekerja di kantor ini suka dengan sosok Alena yang katanya cantik alami, baik hati, ringan tangan dan ramah pada siapa pun tapi ramah pada tempatnya.
"Nur sudah datang tadi, cuma karena aku ngobrolnya sangat nyambung makanya sampai lupa deh". Imbuh Aisyah masih menunggu.
Tiba - tiba pintu ruangan terbuka dan Aisyah langsung senang melihat sosok yang berusaha membuka pintu itu.
"Maaf menunggu lama Aisyah, aku tadi buatkan kamu minuman yang spesial jadi buatnya sedikit lama". Seru Alena menarik troli makanan memperlihatkan punggungnya saja.
"Enggak pa...". Belum sempet Aisyah menghabiskan perkataanya Clara sudah membuka suara berkomentar.
"Kamu tuh tahu sopan santun nggak sih? Nggak reti ketuk pintu dulu baru masuk, main nyelonong aja kayak maling". Kritik Clara.
Menyadari dalam ruangan sudah ada orang lain, Alena langsung putar balik badannya menghadap ke dalam ruangan dan memasang wajah menyesal.
__ADS_1
"Maaf saya nggak sengaja, saya pikir tadi hanya Aisyah yang berada di dalam jadi saya tidak ketuk dulu, lain kali saya tidak akan buat lagi saya menyesal, maaf kan saya!". Sahut Alena menunduk.
"Apa? Nggak sopan kamu yah, memanggil nona Aisyah tanpa embel - embel nona. Emang kamu siapa, hah!". Clara semakin menjadi membentak Alena melampiaskan ketidaksukaannya pada wanita itu.
Alena semakin tertunduk.
"Dia sahabat ku, aku yang memintanya tidak perlu memanggilku nona. Dan kamu masih ada perlu apa kamu di sini kenapa tidak keluar aja? Zack yang punya ruangan diak aja kok malah kamu yang banyak komentar". Aisyah akhiratnya mengungkapkan ketidaknyamannanya dengan kehadiran Clara.
Clara tercengang, ia tidak percaya bahwa dirinya di usir tapi buka Clara namanya jika ia mengambil hati dan membiarkan orang lain menindas nya walaupun itu adalah pemilik perusahaan sekali pun. Menurutnya yang dia lakuakan semuanya benar.
"Tapi Nona, itu sudah peraturan dan dia lancang melanggarnya bahkan berlaku tidak sopan dengan anda. Tadi aja nona bilang kalian asik ngobrol sampai lupa menyediakan minuman sekarang nona pasti merasa sangat kehausan. Saat masuk juga dia masih berlaku tidak sopan dengan tidak mengetuk pintu dan memanggil no....". Kata Clara mencoba membela diri. ..
"Sudah! Kamu keluar aja dulu, nanti saya akan panggilan lagi". Kini Zack yang membuka suara mengusir Clara keluar.
Karena yang memintanya adalah Zack mau tidak mau Clara harus nurut dan seger keluar ruangan dengan menghentakkan kaki.
Dari tadi Zack hanya diam melihat untuk melihat bagaimana sikap Clara saat menghadapi Aisyah dan ternyata mereka sangat tidak cocok. Yang Clara fitnah kan pada Alena sebenarnya adalah sikapnya sendiri, dia lah yang mencari perhatian padanya bukan Alena.
Alena yang tahu maksudnya mencoba menahan tawanya sedangkan Zack hanya geleng - geleng kepala tidak mengambil hati.
"Zack!". Panggil Aisyah.
"Hem". Jawab Zack sambil berkutik dengan laptopnya.
"Kamu jangan buat wanita siluman itu selalu berinteraksi dengan ku, kalau boleh jika kita bekerja dalam satu ruangan dia haram menginjakkan kaki di ruangan ini, kalau ada perlu nggak usah masuk suruh aja dia telepon kamu untuk menyampaikan agenda yang perlu kamu lakukan hari itu, kamu paham kan maksud aku!". Tanya Aisyah dengan wajah serius.
"Aisyah! Tugas kita mulai besok adalah sama, bahkan beberapa hari lagi pelantikan kamu sebagai CEO perusahaan dan tugaskan aku hanya mengawasi dan memberi tunjukkan ajar, secara langsung aku tidak memerlukan sekertaris lagi, hanya kamu yang memerlukan itu". Jawab Zack masih menatap laptop.
__ADS_1
"Tapi aku tidak mau dia yang menjadi sekertaris aku, bukannya membuat hari - hari aku bersemangat dia malah membuat aku enek". Jujur Aisyah.
"Jadi kamu mau siapa jadi sekertaris kamu jika bukan Clara? Kamu pilih aja, pria pun ok, supaya kamu lebih semangat kerjanya..". Balas Zack.
"Kalau kamu aja gimana?". Tawar Aisyah memainkan alisnya naik turun.
Ukkkh
Ukkkh
Ukkkh
Zack tiba - tiba batuk karena kaget dengan permintaan Aisyah. "Aku?".
"Iya, bagaimana kamu setuju kan?". Tanya Aisyah.
"Aduh, mau di taruh di mana muka aku jika aku beralih profesi menjadi sekertaris CEO, memang kerja yang bagus sih tapi menurut aku memalukan. Tidak mungkin - tidak mungkin, aku pasti akan malu menghadapi klien jika cabatannku berubah, jik beralih menjadi Direktur lebih baik tapi menjadi sekertaris....?". Gumam Zack dalam hati.
Aisyah yang menatap ekspresi Zack yang tidak suka dan kadang menggeleng - geleng membuatnya tertawa terbahak - bahak sampai Alena yang sedang menyusun cemilan di meja sempat terloncat kaget dan beruntung cemilan di tangannya tidak sampai berserakan di lantai.
"Kamu kenapa ketawa?". Tanya Zack, kini matanya beralih fokus menatap Aisyah menunggu balasan wanita itu.
"Kamu sih lucu banget ekspresinya, malu banget pasti yah apalagi kalau aku memperkenalkan kamu pada klien kita sebagai sekertaris aku yang pernah kamu ketemu dulunya pasti malu banget kan. Kamu tenang aja, aku hanya bercanda kok! Kamu tidak layak kalau boleh aku aja yang menjadi sekertaris kamu bagaimana?". Tawar Aisyah lagi.
"Nasip dia hanya bergurau, kalau serius tadi bisa mati berdiri aku tidak bisa menolak tapi permintaanya menjadi sekertaris aku sudah tentu di tentang oleh mommy dan daddy". Gumam Zack lagi.
"Aku nggak setuju! Kamu tetap harus pada keputusan daddy, menjadi CEO tidak susah kok bawa enjoi aja aku pasti selalu berada di samping kamu untuk memberi tunjuk ajar, ok?". Tolak Zack.
__ADS_1
"Tapi aku ingin mengajukan dua permintaan!". Kata Aisyah kini berubah lagi dengan wajah serius.
"Apa?".