
"Katakan!". Ketus Danish..
"Non Cleo ngamuk dan minta anda agar segera membawanya melalukan operasi plastik hari ini juga. Kalau tidak ia akan menyerahkan diri sendiri ke kantor polisi. Lebih parah nya lagi ia mengancam bunuh diri, ia frustasi jika terus di kurung di apartemen ini karena tidak boleh keluar jalan - jalan dengan wajah nya sekarang....". Imbuh Pundas.
"Dia ingin mengubah wajahnya segera. Tapi aku masih di bali, belum boleh pulang. Kalau begitu aku serahkan semua nya sama kamu Pundas. Lakukan sesuai permintaan nya. Tapi pastikan kamu tidak membuat masalah ini tersebar. Bayar dokter itu untuk tutup mulut!". Tegas Danish.
"Tapi bos...". Pundas ingi menolak tapi tidak bisa.
"Tiada tapi - tapi. Pastikan rahasia ini tidak tersebar luas dan identitas putri ku ketahuan oleh pihak berwajib. Lalukan dengan cermat, kamu paham kan?". Danish tetap tidak ingin mendengar alasan dari Pundas."Katakan!". Ketus Danish..
"Non Cleo ngamuk dan minta anda agar segera membawanya melalukan operasi plastik hari ini juga. Kalau tidak ia akan menyerahkan diri sendiri ke kantor polisi. Lebih parah nya lagi ia mengancam bunuh diri, ia frustasi jika terus di kurung di apartemen ini karena tidak boleh keluar jalan - jalan dengan wajah nya sekarang....". Imbuh Pundas.
"Dia ingin mengubah wajahnya segera. Tapi aku masih di bali, belum boleh pulang. Kalau begitu aku serahkan semua nya sama kamu Pundas. Lakukan sesuai permintaan nya. Tapi pastikan kamu tidak membuat masalah ini tersebar. Bayar dokter itu untuk tutup mulut!". Tegas Danish.
"Tapi bos...". Pundas ingi menolak tapi tidak bisa.
"Tiada tapi - tapi. Pastikan rahasia ini tidak tersebar luas dan identitas putri ku ketahuan oleh pihak berwajib. Lalukan dengan cermat, kamu paham kan?". Danish tetap tidak ingin mendengar alasan dari Pundas.
Pundas tersenyum miring menerima tugas yang di berikan Danish padanya. Malam ini juga ia akan membawa Cleo untuk melakukan operasi plastik di rumah sakit dokter Aya. Mereka melakukan operasi tersebut secara rahasia dan ilegal.
Cleo dan Shela sudah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit. Pakaian nya sangat berbeda jauh dari penampilan nya yang sebenar. Ia memakai pakaian tertutup agat wajah dan keberadaan nya tidak tercium oleh pihak berwajib. Shela pula sudah menyiapkan semua perlengkapan Cleo selama menginap di rumah sakit sampai luka operasi nya sembuh.
"Berapa lama lagi aku harus menunggu kalian datang menjemput? Kalian pikir kalian itu apa, hah sampai aku harus menunggu kalian selama ini. Dasar lemot!". Kesal Cleo memarahi Pundas yang datang menjemputnya secara langsung.
__ADS_1
"Silakan nona membebel sepuasnya, tapi kaki tetap harus melangkah, masa kita tidak banyak, kita harus segera ke rumah sakit sekarang sebelum keberadaan kalian di temukan oleh pihak berkuasa...". Ujar Pundas membantu menyeret koper berisi kelengkapan Cleo selama di rumah sakit.
Cleo terdiam, dan hanya memendam kekesalannya dalam hati.
*
*
Sementara di mansion Purbalingga, Zack masih berada di ruang keluarga bersama mbah Suryo. Ia sudah selesai menceritakan semua perjalanan hidup nya pada mbah Suryo. Ia yakin jika mbah Suryo pasti akan bingung harus memberi tanggapan apa. Terlihat mbah Suryo hany diam sambil merenung jauh ke hadapan.
"Maaf kalau selama ini aku tidak sempat menceritakan semua ini pada mbah. Aku takut mbah tidak sudi mengajarkan ilmu yang mbah miliki pada kami. Tapi satu yang boleh mbah pegang dari kata - kataku. Aku sama sekali tidak pernah memaksa orang untuk bekerja sama dalam bisnis kami, jika mereka memilih untuk berubah ke jalan yang baik, saya sangat mendukung. Kami tidak pernah membunuh orang yang tidak kejam. Semua orang yang mati di tangan kami, memang pantas untuk mati! Hidup mereka hanya merugikan orang lain. Maka nya kami membunuh mereka. ..". Jelas Zack meyakinkan mbah Suryo yang hanya diam dari tadi.
"Apa yang ada dalam diri kamu ini pernah mbah miliki selama masih muda dulu. Pekerjaan yang kamu tekuni sekarang pernah aku jalan kan waktu masih muda dulu....". Sahut mbah Suryo dengan tatapan kosong.
"Kamu pasti tidak akab pernah menyangka jika pria yang kamu pikir baik ini sebenarnya pernah melakukan dosa yang cukup besar. Sebelum bertemu mbok mu. Mbah adalah pria bajingan brengsek dan tidak berperi kemanusiaan. Jika bukan karena bujukan wanita yang ku cintai mungkin sampai saat ini aku masih tergelam dalam dunia gelap ini....". Jelas mbah Suryo sambil menjauhi Zack.
"Maksud nya mbah dulu pernah tinggal di kota ini?". Tanya Zack penuh selidik.
"Mbah lahir di sini, nak. Keluarg mbah juga semua nya tinggal di sini. Tapi karena terpisah puluhan tahun, mbah tidak tahu sekarang bagaimana kabar mereka? Tinggal di mana? Mbah juga kurang pasti. Mbah juga nggak mau lagi mengingat mereka...". Ujar mbah Suryo. Mulutnya berkata lain tapi tatapan nya menyisyaratkan maksud yang berbeda.
"Sebab mengapa mbah tidak ingin meninggalkan perkebunan itu ada sangkut pautnya dengan masalah mbah di kota ini?". Zack masih sangat penasaran dengan kehidupan mbah Suryo.
"Benar, meskipun mboh mu sering membujuk untuk keluar. Tapi mbah sangat takut keberadaan kami diketahui oleh keluarga kami. Aku sangat ketakutan untuk bertemu mereka lagi. Tapi setelah kepergian mboh mu, mbah tidak terlalu takut lagi. Aku akan menghadapi mereka tanpa takut akan dipisah kan oleh wanita yang mbah cintai". Lirih mbah Suryo mulai meneteskan air mata.
__ADS_1
Zack mulai paham dengan permasalahan yang sedang di hadapi mbah Suryo sebelum memutuskan tinggal di perkebunan.
Tiba - tiba Zack menerima pesan dari Pundas yang melaporkan jika malam ini juga Cleo akan melakukan operasi plastik.
"Sudah hampir tengah malam, mbah. Lebih baik kita istirahat sekarang saja". Tawar Zack. Ia tidak ingin membuat Mbah Suryo larut dalam kesedihannya. Masa tua nya harus di habis kan dengan ibadah dan bahagia. Bukan malah sedih dan menderita dengan mengingat masa lalu yang cukup kelam.
Mbah Suryo menghapus air mata, ia setuju untuk masuk istirahat karena besok mereka akan ke rumah sakit menjenguk kedua orang tua angkat Zack dan juga Aisyah.
Setelah menghantarkan mbah Suryo ke dalam kamar nya. Zack bergegas menuju rumah sakit dokter Aya, ia ingin memastikan kerjasama mereka masih tetap di laksana kan oleh dokter Aya.
Sesampai di rumah sakit, sebelum keluar mobil, Zacke memakai topi dan maskernya untuk mengelabuhi orang lain, termasuk Cleo dan ibunya. Ia memasuki ruang kerja dokter Aya untuk mengingatkan permintaan nya.
"Tuan Zack?". Sapa Dokter Aya sedikit terkejut.
Dokter Aya sudah memakai baju khusus, sebentar lagi operasi akan segera di lakukan untuk mengubah wajah sebenar Cleo menjadi wajah Jasmin, kembarannya.
"Dokter tidak perlu takut, saya cuma datang untuk mengingatkan kembali permintaan saya. Jika anda tidak melakukan itu baru lah dokter merasa takut pada ku. Aku tidak akan membuat hidup dokter nyaman jika berani melanggar permintaan saya". Ujar Zack dengan tatapan mengancam.
"Tuan Zack tenang saja. Saya pasti akan melakukan semua itu demi kepuasan anda. Saya melakukan semua ini karena takut pada anda, melainkan saya menganggap anda adalah rekan seperjuangan yang saling menguntungkan. Tuan sudah memberikan bayaran yang jauh lebih mahal. Saya pasti akan melaksanakan tugas saya sangat memuaskan...".
"Kalau begitu saya permisi dulu, saya harus segera masuk ke bikin operasi agar semua nya cepat selesai. Silakan tunggu di sini jika tuan berkenan. Saya harus pergi sekarang". Pamit dokter Aya sudah tidak tahan menerima tekanan dari Zack.
Zack tidak menghalang, melihat ekspresi takut di wajah dokter Aya sudah cukup meyakinkan diri nya. Setelah dokter Aya keluar, ia juga ikut keluar ingin bertemu dengan Zack membincangkan perkara lain pula yang juga tak kalah penting. Pundas merupakan tangan kanan yang sangat cermat, melakukan semua tugas dari Zack dan juga Danish secara bersama anda.
__ADS_1
Meskipun Pundas juga berada di bawah naungan Danish, tapi Zack sama sekali tidak meragukan kesetiaan Pundas pada nya. Pundas sendiri yang mengabdikan dirinya dalam situasi seperti saat ini. Pusing mengurus dua atasan yang bermusuhan.