Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 220 Pemainan pak Santo


__ADS_3

Bu Saras sudah berada di rumah sakit di mana mantan suaminya di rawat sebelum di nyatakan meninggal. Hanya ia yang datang sebagai keluarga korban. Pak Santo tidak lagi memiliki keluarga di kota ini semenjak memilih menikah dengan istri keduanya, yaitu ibu kandung Zack dan meninggalkan seluruh keluarga besarnya di kampung.


Bu Yanti yang merupakan istri sah pak Santo saat ini tidak bsa hadir karena berada dalam penjara khusus di sebuah pulau terpencil. Ia hanya di kabarkan melalui pihak penjaga sel.


"Maaf mengganggu pak, istri dari almarhum apa sudah di beri tahu akan kematian suaminya di sini?". Tanya bu Saras pada pihak polisi yang bertugas mengurus jenazah pak Santo.


"Kami sudah mengirim pesan ke kantor penjara istri almarhum. Menurut pihak penjaga, istri almarhum sama sekali tidak memberi tanggapan, sikap nya biasa - biasa saja. Tanpa mengucapkan sepatah katapun ia langsung meninggalkan kantor lalu melanjutkan makan siang nya seperti tiada apa - apa". Jawab polisi tersebut.


"Apa dia tidak di beri izin untuk melihat suaminya untuk terakhir kalinya sebelum suaminya ini di kafan kan?". Tanya bu Saras lagi.


"Jika ia sudah berada di penjara khusus itu maka sangat sukar untuk keluar, izin apa pun tidak di benarkan kecuali ada yang datang menjaminnya dengan harga yang sangat mahal. Tapi tiada siapa pun yang datang untuk menjemputnya bahkan istrinya sendiri bersikap biasa saja. Sama sekali tidak memohon untuk datang melihat suami nya untuk terakhir kali". Jelas pak polisi itu.


Bu Saras tidak lagi banyak bertanya, memang pak Santo masih mengisi hatinya tapi bu Yanti lebih layak berada di sini sekarang bukan dia yang hanya seorang mantan. Jika bukan atas permintaan putri mereka maka dia sangat malas untuk datang.


"Kemana lah si Mawar ini. Kok dari tadi belum muncul - muncul juga? Apa dia juga memberi tahu Zack akan kematian ayah mereka?". Gumam Bu Saras gelisah menunggu putrinya. Ia sangat malas berlama - lama di sini. Kebenciannya mengalahkan rasa prihatin yang ia miliki.


Sementara di tempat lain, Mawar sedang berada di dalam mobil yang di kemudi oleh pengawal menuju rumah sakit di mana ayah nya meninggal dan ibunya sedang menunggu dengan perasaan dongkol pada nya. Sesampai di rumah sakit, Mawar langsung di di hantar oleh seorang suster menuju kamar jenazah ayah nya.


Almarhum pak Santo kini sudah siap untuk di sholat kan, Mawar hanya bisa melihat dari luar proses demi proses tanpa bisa ikut serta karena sedang datang bulan. Air matanya terus mengalir membasahi pipi nya melihat tubuh ayah nya di baluti kain kafan. Tanpa terduga tiba - tiba ada yang melewatinya. Seseorang yang tidak asing baginya.

__ADS_1


"Zack??". Seru Mawar kaget.


Zack menatap Mawar dengan tatapan yang sukar di artikan. Terdapat dendam dan juga kesedihan di dalam nya. "Dia memang tidak memperlakukan ku layak nya seorang anak kandung. Tapi aku tetap anak nya, aku tidak akan ada di dunia ini jika ia juga tidak ada. Aku tidak mau menjadi seperti dirinya, memperlakukan keluarga sendiri seperti orang lain. Aku tetap anak nya yang harus selalu mengirim kan doa untuknya. Ini merupakan kali pertama dan terakhir aku datang untuk dirinya". Sahut Zack menjelaskan sekilas perasaan nya yang menjadi anak terbuang.


Mawar terharu dengan kesudian Zack menyertai pihak polisi dan beberapa pihak rumah sakit untuk menyolati ayah nya. Perbuatan nya ini merupakan pertama dan terakhir kali nya ia melakukan sesuatu untuk pria yang merupakan ayah kandung nya.


Selesai di sembahyang kan, jenazah di bawa untuk di kebumikan di sebuah pemakaman umum kota. Zack juga ikut tapi tangan nya tidak lepas dari menatap ponselnya. Mawar tidak menegurnya, ia sudah cukup bersyukur Zack mau menyelesaikan pngebumian ayah mereka. Setelah ini mereka tidak akan lagi menemui pria yang berstatus ayah kandung mereka itu. Mereka kini sudah beda alam.


Pemakaman berjalan dengan lancar, tiada drama apa pun saat mengebumikan jenazah, dari memandikan nya pihak polisi biasa saja, jenazah tercium harum. Saat di sembahyangkan juga di kebumikan sangat memudahkan orang lain. Pak Santo selama di dalam penjara sudah tobat dan menyesali perbuatannya. Ia sudah meminta maaf pada semua orang yang ia sakiti. Dengan menyerahkan diri pada pihak polisi dan menjadi saksi atas kejahatan orang lain sudah membuktikan kalau dia sudah sangat menyesak telah jahat selama ini.


Tapi Zack sama sekali tidak ingin memaafkan ayahnya. Baginya yang menjadi orang tua nya yang sebenarnya adalah Mega dan Panji. Jika mereka berdua yang di timpa masalah, baru lah dia merasakan khawatir dan cemas. Ia akan melakukan segala cara untuk membantu mereka keluar dari masalah itu.


"Aku akan langsung ke rumah sakit menemani Aisyah. Aku tidak akan tenang meninggal kan nya sendiri di sana hanya di kawal oleh pengawal. Aku tidak mau kejadian sama terulang banyak kali. Mereka semua tidak becus menjaga Aisyah...". Imbub Zack bergegas menuju mobil nya.


"Terima kasih kamu sudi datang untuk ayah kita. Aku mewakili ayah berterima kasih pada mu". Sahut Mawar lirih.


Zack menatap Mawar lekat. "Kamu tidak marah dengan ucapan ku tadi saat di rumah sakit?". Tanya Zack memastikan.


"Tidak, kamu pantas marah pada ayah. Tapi aku harap itu tidak mempengaruhi hubungan di antara kita ke depannya. Aku sama sekali tidak marah pada mu, ayah memang pantas untuk di benci oleh mu atas apa yanh sudah ia lakukan pada kamu. Tapi kamu harus ingat Zack. Kamu tidak akan bertemu mommy dan Daddy jika bukan karena ayah menyayangi mu. Walau bagaimana pun ia masih berusaha membuatmu masuk dalam keluarga yang bisa membahagiakan kamu sama dengan apa yang dia lakukan pada ku".

__ADS_1


"Keadaan yang mendesaknya berlaku kejam pada kamu dan yang lain nya. Aku berkata seperti ini bukan karena membela ayah, tapi karena paham dengan kondisi ayah. Tapi semua itu tidak penting sekarang, aku tetap bersyukur kamu sudah mau menemui ayah untuk terakhir kali nya". Tutur Mawar dengan senyum cerah nya.


Bu Saras tidak ingin mengganggu waktu kedua nya. Mereka memerlukan waktu untuk berbicara berdua meluruskan masalah di antara mereka berdua. Ia juga masih takut untuk mendekati Zack atas kesalahan yang sudah ia lakukan mengakibatkan Aisyah celaka.


"Maaf kan ibu, Syah. Ibu tidak berani datang menjenguk kamu di rumah sakit. Mental ibu tidak sekuat Mawar dalam menghadapi sikap dingin Zack". Lirih bu Saras dalam hati.


Mawar selesai berbicara dengan Zack lalu menghampiri ibu nya yang berdiri di pojokan. Sedangkan Zack langsung masuk ke mobil nya menuju rumah sakit di mana Aisyah di rawat. Ia akan mengurus perpindahan Aisyah ke rumah sakit keluarga Purbalingga agar ia mudah diawasi bersama kedua orang tuanya.


*


*


Sementara di tempat lain, Rafa dan teman yang lain sedang berusaha menghidupkan ponsel yang mereka temui di tempat kejadian. Mereka sama - sama deg - degan mencari tahu siapa sebenarnya dalang di dalam semua kejadian yang menimpa Aisyah ini..


"Semoga dalam ponsel ini kita bisa menemukan petunjuk yang kita cari". Gumam Rafa.


"Iya, semoga saja". Sahut yang lain nya.


Mereka mulai mengotak atik ponsel itu dan melihat isi di dalam nya. Panggilan dan semua pesan masuk dari beberapa aplikasi tidak lepas dari perhatian mereka.

__ADS_1


Mereka semua saling melirik antara satu sama lain setelah mengetahui kenyataan baru yang mereka dapat kan. Sangat membuat merek syok sehingga tidak habis pikir jika hal ini bisa terjadi.


__ADS_2