
Bu Wahida membuang nafas berat, ia kini mengerti bantuan apa yang akan di berikan oleh mereka untuk nya. Tapi ingin menolak tapi saat ini ia sangat membutuhkan uang itu untuk pengobatan Rehan. Membaca dominal harga yang tertera untuk menyerahkan saham yang ia memiliki, jumlahnya sangat menggiurkan.
Jika bukan karena Rehan, maka ia enggan untuk menyerahkan saham yang susah paya ia dapat kan, tanpa mengeluarkan sepeserpun uang untuk mendapatkan nya tapi kini ia mendapatkan begitu banyak uang ketika mengembalikannya. Sebenarnya ia sangat beruntung bisa mendapatkan semua itu. Tapi untuk kesembuhan putranya ia terpaksa melepas semua yang ia bangga - bangga kan.
"Aku setuju dengan permintaan kalian, tapi dengan satu syarat yang pasti tidak akan merugikan perusahaan kalian...". Imbuh bu Wahida meminta kesepakatan yang lain.
"Maaf bu Wahida. Jika anda masih meminta syarat yang lain maka kami tidak bisa, buk. Dominal yang kami berikan sudah cukup jauh dari harga sebenar, jika ibu meminta hal lain sama saja merugikan kami pihak kedua". Tolak pak Zulkifli.
"Tapi saya mohon pak, saya yakin dengan bantuan kalian maka semua nya bisa selesai begitu saja. Saya mohon bantu saya pak Zulkifli!". Lirih bu Wahida memohon. Keangkuhan yang ia tunjukkan tadi berubah menjadi sebaliknya.
"Bukan saya yang memberikan keputusan, bu. Silahkan kan memohon pada atasan saya yaitu tuan Zack. Hanya dia yang berhak memutuskan permintaan ibu sama ada akan setuju untuk membantu atau sekedar sampai di sini saja kesepakatan antara kita". Pak Zulkifli mengelak dan meminta bu Wahida memohon pada Zack.
Bu Wahida terdiam sejenak berpikir. "Kenapa akau harus memohon pada orang itu, sementara yang menjadi dalang semua penderitaan putra ku adalah dirinya dan wanita yang sudah mati itu. Mereka lah yang merusak masa depan putraku. Mereka yang memang harus bertanggung jawab atas semua kesengsaraan kami!". Teriak bu Wahida tidak terim dengan penghinaan ini.
__ADS_1
Semua orang jadi kaget karena sikap bu Wahida berubah - ubah. Zack menjadi syok melihat sikap bu Wahida, jiwa kemanusiaan nya tersentil akibat kata - kata bu Wahida. Meskipun semua yang terjadi antara mereka memang di awali dengan sikap serakah keluarga itu, tapi hati sanubari Zack merasa sedih dan merasa bersalah melihat bu Wahida terlihat seperti sangat tertekan menjalani hidupnya.
"Jika ibu meminta saya membawa pergi putra anda dari sini dan bersembunyi si suatu tempat yang lebih aman. Saya tidak bisa, bu. Dia pantas menerima segala hukuman nya, itu konsekuensi dari semua perbuatan yang sudah ia lakukan. Berdoa saja pada yang maha kuasa agar menurunkan kemurahan hatinya melembutkan hati kerabat korban agar tidak memperpanjang masalah ini ke pengadilan...". Imbuh Zack tahu pertolongan apa yang di perlukan bu Wahida.
"Kamu kenapa bisa se egois ini, hah? Lihat keadaan Rehan saat ini, ia sangat tidak berdaya dan harus menjalani sidang yang pada akhirnya akan menghukum mati dirinya. Kamu sedari nggak kalau semua ia sebab kamu? Kalau kamu nggak muncul menghancurkan kebahagiaan nya ia pasti tidak akan mengalami kesialan ini. Lebih baik kamu jangan kembali, mati saja kamu!". Maki bu Wahida berusaha mendekati Zack untuk melampiaskan kekesalan nya.
Tapi anak buah Zack segera menghalangi sehingga Bu Wahida tidak bisa menyentuh Zack. "Tenang bu. Ada jangan melampiaskan semua kesalahan pada tuan Zack seorang. Ingat bu, semua yang terjadi murni kesalahan putra anda. Tuan kami tidak ada niat menghancurkan kebahgiaan pak Rehan sama sekali, ia hanya mengambil yang sudah menjadi hak nya. Ibu jangan lupa jika pak Rehan memang pada dasarnya mengidap gangguan...". Pak Zulkifli tidak terima dengan kata - kata bu Wahida yang di tujukan pada Zack.
"Diam kamu! Kamu tidak berhak mengatakan anak ku sakit. Dia sehat dan kalian lah penyebab semua ini! Kalian harus menyelesaikan masalah yang sedang kami hadapi, aku akan selalu mendoakan kalian agar celaka di dunia ini. Ingat doa orang yang teraniaya di makbul kan oleh yang maha pencipta". Sahut Bu Wahida tidak terima.
Bu Wahida tidak percaya begitu saja dengan tuduhan yang di tujukan pada putranya. "Jangan membalikkan fakta kamu, putra ku mana mungkin melakukan hal kejam seperti itu sehingga membunuh orang lain. Kamu pikir aku akan percaya begitu saja dengan tuduhan kamu pada putraku!...". Bantah Bu Wahida tidak percaya.
"Anda jangan terlalu meninggikan anak ibu. Pada hakikatnya diri anda sendiri pun sering mengalami kekerasan fisik yang di lakukan Rehan secara sadar dan tidak sadar. Percaya mau pun tidak, Rehan memang sudah melakukan banyak pembunuhan berantai, jika ibu ingin saya tetap diam dan tidak menambah hukuman pada Rehan. Ibu sebaiknya tanda tangan di surat penyerahan itu agar urusan di antara kita selesai. Lagi pula ini juga menguntungkan ibu, kan? Ibu menyerahkannya dengan tidak cuma - cuma. Saya cuma tidak bisa membantu anda pergi dari sini. Jika uang sudah ibu terima terserah jika anda pergi dari sini atau tetap tinggal itu urusan ibu...". Kata Zack.
__ADS_1
Bu Wahida terdiam dengan ancaman yang di berikan padanya. Tiada pilihan lain, Bu Wahida tiada pilihan lain selain menandatangani dokumen penyerahan saham milinya. Ia akan memikirkan cara untuk pergi dari sini setelah Rehan menjalani operasi otak dan bisa di bawa pergi.
Bu Wahida di hantar kembali ke rumah sakit oleh supir pak Zulkifli. Uang yang begitu banyak sudah ia terima dan masuk ke dalam rekening pribadi miliknya.
*
*
Ditempat yang cukup jauh, Pundas dan beberapa rekannya sudah berhasil sampai ke sebuah pulau terpencil, letak Cleo di penjara karena melakukan kejahatan berantai. Dengan bantuan orang dalam, mereka semua di tuntun ke jalur yang aman dan jarang di lewati keamanan penjara Internasional itu. Melewati saluran pembuangan yang menyambungkan laut dan penjara mereka lewati dengan sedikit menjijikan.
"Kalian gunakan baju ini untuk menyamarkan identitas kalian, aku juga sudah membuatkan kartu identitas untuk mengelabuhi pihak keamanan yang sesungguhnya. Kartu sama sekali tidak berfungsi untuk membuka mana - mana pintu, jika kalian nekat menggunakan nya maka keberadaan kalian akan terdeteksi secara otomatis. Jadi kalian harus berhati - hati menggunakan kartu ini". Jelas Yusuf, seorang penjaga kebersihan saluran pembuangan.
Meskipun pekerjaan nya sedikit menjijikkan, tapi gaji nya cukup menguntungkan berbanding orang kantor yang bekerja di kota. Ia juga bisa leluasa masuk ke dalam penjara dan mencari tahu informasi yang di perlukan Pundas untuk membebaskan Cleo. Dia di beri kepercayaan karena selama ini tidak pernah melakukan kesalahan atau kecurangan di pulau ini.
__ADS_1
"Terima kasih bantuan nya, Yusuf. Kamu sangat berjasa dalam misi ini. ..". Imbuh Pundas berterima kasih.
"Nggak perlu segan, aku dulu pernah menjadi anggota kalian tapi karena tuntutan keluarga yang memerlukan uang maka saya terpaksa hengkang dari klan. Tapi saya tetap ada di pihak kalian, jika da kesempatan untuk menolong maka dengan senang hati saya akan tolong. Tapi untuk sekarang setakat sampai di sini aja, saya tidak bisa bergerak lebih takut mereka curiga...". Sahut Yusuf denga hangat.