Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 277 Bagaimana?


__ADS_3

Sementara itu, Zack meratapi nasi nya dengan menatap keluar jendela sambil meneteskan air mata. Mental nya saat ini mengalami gangguan. Ingin pergi ke psikiater tapi ia nggak memiliki waktu sedikit pun untuk memikirkan dirinya sendiri. Saat ini yang menjadi beban pikirannya, "bagaimana jika Aisyah sadar nanti dan aku beluk bisa menemukan keberadaan Albar?"


"Ia pasti sedih, dan aku nggak akan pernah sanggup melihatnya bersedih. Apa lagi ini tentang keselamatan putra semata wayang nya. Aku harus bagaimana sekarang? Ahk!!!!". Zack berteriak sangat frustasi dengan keadaan ini.


"Kamu yang tenang, Zack. Aisyah pasti tidak akan menyalahkan kamu dalam hal ini. Tenang dan fokus lah untuk menyembuhkan Aisyah, aku yakin kok Rafa pasti akan menyembunyikan Albar di tempat yang aman. Dia itu sangat menyayangi anak kecil, jadi kamu tenang saja yah...". Imbuh Jasmin menenangkan Zack.


"Bagaimana aku bisa tenang Jasmin? Aku bingung mau jelasin pada Aisyah bagaimana? Aku sudah berjanji pada nya untuk melindungi nya dan juga Albar. Aku menyayangi mereka berdua lebih dari nyawa ku sendiri. Meskipun nanti ia nggak menerima aku masuk dalam hidup mereka sebagai pria yang bertanggung jawab atas di mereka. Aku ikhlas asal mereka bahagia dengan ketidakhadiran ku itu. Tapi bagiamana jika kondisi nya seperti ini?". Lirih Zack frustasi.


"Sudah lebih baik kita pulang aja sekarang, aku yakin Albar nggak di sembunyikan di kota mati ini. Memang Rafa menculik Albar tapi bukan untuk menyiksa anak itu, hanya saja dia ingin melihat kamu dan kita semua menderita dengan aksi nya itu. Jadi jangan tunjukkan kalau kamu lemah di depan Rafa, dia pasti akan merasa menang jika kamu bersikap seperti itu di hadapannya". Jasmin nggak menyerah membujuk sahabatnya agar tidak lemah seperti saat ini.


Zack membenarkan ucapan Jasmin. Meskipun saat ini ia sedang banyak masalah, tapi jangan sampai musuh nya tertawa senang dengan penderitaan nya ini. "Aku akan tunjukkan pada mereka semua kalau mereka salah memilih lawan bermain". Gumam Zack menyemangati diri nya sendiri.


Zack bangkit dari keterpurukan nya, ia ksegera menghubungi Pundas untuk mendengar laporan terkini dari orang kepecayaan nya.


"Bagaimana? Apa kalian mendapatkan petunjuk tentang di mana Albar di sembunyikan?". Tanya Zack pada Pundas.


"Maaf tuan, kami sudah menggeledah setiap bangunan di kota mati ini tapi sama sekali nggak membuah kan hasil, kami nggak menemukan keberadaan Albar, petunjuk apa pun sama sekali tidak terbaca. ..". Sahut Pundas melaporkan tugas nya.

__ADS_1


"Sudahi pencarian. Albar kemungkinan tidak di sembunyikan di sini, dia sudah di bawa pergi oleh Rafa m beberapa minggu yang lalu jadi mustahil jika ia membawa Albar ke sini dalam waktu lama. Kembali lah kita akan keluar dari kota mati ini sekarang!". Titah Zack.


"Baik tuan, kami akan segera kembali ke bangunan itu". Sahut Pundas lalu mematikan panggilan..


Pundas kemudian mengarahkan semua anak buah nya untuk kembali. "Semuanya, saat nya kita kembali. Kita lakukan pencarian di tempat lain tapi sebelumnya obati dulu dulu kalian di rumah sakit...". Imbuh Pundas pada semua anak buah nya.


Sesampai di sana, Titin, Tias, bu Sukma sudah berada di dalam mobil dan bersiap untuk berangkat, sementara Dilan dan Rafa akan di tempat kan di mobil yang berbeda demi menjaga keamanan bersama. Pundas memutuskan untuk semobio dengan mereka agar bisa mengawasi kedua nya agar tidak terjadi masalah di luar kendali mereka.


Zack memutuskan tidak ke rumah sakit miliknya dan hanya meminta sebagian anak buah nya yang terluka ke sana. Mana kala sebagian lagi yang tidak mengalami luka serius akan ikut bersama nya ke rumah sakit di mana mbah Suryo berada. Ia akan menggunakan obat - obatan dari mbah Suryo untuk menyembuhkan Tias, bu Sukma, Dilan dan Rafa.


"Kamu tenang saja ya nak Zack. InsyaAllah dengan izin Allah Luka mereka pasti cepat sembuh dengan herbal ini. Tapi ingat luka bakar ini nggak boleh terkena air dulu karena akan membuat herbal itu kurang efektif. ..". Imbuh Mbah Suryo memberi petuah.


"Baik mbah". Sahut Zack. "Kamu dengar sendiri kan apa yang di sampaikan mbah Suryo tadi". Zack beralih pada Titin.


"Saya dengar tuan. Saya nggak akan membasuh luka merek mulai sekarang". Sahut Titin tidak keberatan.


Mbah Suryo beralih pada Rafa dan Dilan.

__ADS_1


"Lebih baik jangan obati luka mereka mbah! Mereka berdua itu pengkhianat, mereka sekarang adalah musuh utama kami". Imbuh Pundas menghalangi mbah Suryo untuk mengecek luka yang ada oada Dilan dan Rafa.


"Minggir Pundas! Biar kan luka mereka cepat sembuh agar kita bisa cepat mengeksekusi mereka". Sahut Zack menyingkirkan Pundas dari menghalangi Mbah Suryo menyembuhkan luka mereka.


"Sudah cukup tuan menjadi malaikat penolong bagi mereka! Semakin tuan berbaik hati semakin mereka ingin menginjak marah tuan. Selama ini mereka hanya mencari perhatian tuan untuk mengelabuhi tuan. Jangan percaya pada mereka berdua lagi!". Pundas nggak mau menyerah dan nggak akan membiarkan Zack mengobati luka Rafa dan Dilan..


"Selama ini aku ikhlas menolong mereka Pundas. Aku sama sekali nggak pernah meminta merek untuk mengambilkan diri mereka pada ku. Tapi melihat kegigihan mereka dalam mempelajari ilmu bela diri, membuat aku terpanggil untuk membawa mereka masuk ke kumpulan kita. Jadi nggak ada yang bisa aku lakukan selain menolong mereka, jika mereka memilih mengkhianati ku aku hanya bisa menjadi kan mereka lawan mulai sekarang tapi bukan berarti aku tega melihat mereka sengsara terluka seperti ini". Jelas Zack panjang lebar.


"Kenapa tuan jadi berubah seperti ini? Dulu tuan adalah orang yang paling kejam dalam menghadapi musuh kita. Sekarang mereka jelas - jelas sudah terbukti berkhianat tap tuan masih mau memaafkan mereka. Aku nggak tahu apa yang sedang tuan pikir kan sekarang?". Pundas mundur dan menatap Zack bingung.


Pundas beralih pada Dilan yang semakin di buat dilema dengan pilihannya.


"Kamu dengar sendiri kan brengsek! Tuan Zack sangat menyayangi kalian berdua seperti saudara nya sendiri tapi kalian malah mengkhianati nya. Membuat hidup nya semakin sukar untuk di jalani. Dari dulu kita bekerja di dunia gelap ini untuk menolong orang susah dan memerlukan bantuan kita. Iti karena tuan Zack sebenarnya punya hati yang lembut dan bersih. Jika tidak maka kita akan membunub begitu saja tanpa niat positif apa pun. ..". Pundas mencoba membuka mata Dilan agar tidak memilih ke jalan yang salah yaitu memilih persahabatan nya dengan Rafa yang belum tentu juga akan terus setia bersama nya.


Rafa yang berada di samping Dilan mencoba mengangkat tangan nya dan memegang lengan Dilan agat tetap milihnya. Hanya Dilan yang bisa membawanya keluar dari kenangan Zack saat ini. Jika sebelumnya Dilan masih bisa di pengaruhi ia berharap dengan melihatnya tidak berdaya seperti ini semakin menyentuh hati Dilan untuk menolongnya pergi.


Perlahan Dilan menyingkirkan tangan Rafa dari lengan nya. "Maaf Rafa. Aku nggak bisa menolong mau lebih dari ini. Tuan Zack sudah bermurah hati membiarkan kamu hidup sampai sekarang juga sudah sangat baik. Lebih bak kamu menyerah saja dan jelaskan semua pada kita - kita kenapa semua ini bisa terjadi di antara kita". Dilan bangkit dan menghindari Rafa.

__ADS_1


__ADS_2