
Cleo yang tidak ingin memulai perdebatan di sela rasa bahagianya tidak ingin mengubris perkataan calon suaminya itu. "Katakan apa pun yang ingin Kamu katakan lelaki arogan. Sebentar lagi kamu pasti akan menjadi miliki seorang, aku akan memusnahkan siapa saja yang ingin membuatmu jauh dariku. Terutama wanita itu!".
Cleo menatap punggung lelaki itu yang mulai hilang dari pandangannya, walaupun sikap Zack masih tidak berubah, tapi dia sudah bisa tersenyum puas. Jalannya semakin terbuka lebar untuk menakluki hati lelaki itu.
Dia memilih melangkah masuk kembali ke ruang rawat Daddy Panji dengan senyum yang tidak luntur di wajahnya.
"Kenapa kamu sendirian saja, mana Zack?". Tanya Anjas pada anaknya yang masuk kembali tanpa di dampingi calon suaminya.
"Katanya ada urusan di perusahaan, tadi asisitennya Call memintanya untuk segera ke perusahaan, jadi dia tidak sempat pamit, dia minta Cleo yang sampaikan karena terburu - buru..". Jawab Cleo. Dia tidak berbohong, karema sebelum pergi tadi Zack memang sempat mengangkat panggilan seseorang sengan wajah panik dan langsung bergegas pergi meninggalkannya.
"Beberapa hari ini dia tidak tidak pernah pergi kantor, hanya meminta Pak Jefri yang menghandle sementara perusahaan...". Jelas Mega mendengar ucapan calon menantunya. Dia sebenarnya kesihan dengan anaknya itu, walaupun dia sibukkan dengan urusan perusahaan, tapi dia dapat ketepikan semua itu demi menemaninya.
Panji, Mega, Anjas dan Shela beralih berbincang tentang acara sederhana pertunangan anak mereka untuk sementara menunggu Panji sembuh kemudian baru bisa melangsungkan ke majlis pernikahan yang meriah. Cleo hanya mengamati keempat paruh baya itu antusias merencanakan majelisnya.
__ADS_1
*
*
Sementara Zack sampai di perusahaan, dia melangkah diiringi asistennya memasuki ruang meeting, sesampai di ruangan semua yang menunggu kedatangan Zack serentak berdiri menyambut kedatangannya. Pak Jefri sebagai Direktur manager dengan cepat mengatakan poko permasalahan yang menimpa perusahaan mereka sekarang.
"Maaf jika saya terpaksa mendatangkan pak Zack langsung dalam meeting ini, perusahan sedang mengalami penurunan harga saham yang begitu drastis mengakibatkan banyak pemegang saham marah dan meminta anda untuk mundur dari catatan anda...". Ucap Pak Jefri setelah Zack duduk di kursi miliknya.
Belum selesai dengan masalah pribadi yang menghantam pikirannya, kini Zack harus berhadapan dengan masalah perusahaan yang tiba - tiba mengalami penurunan harga saham. Menurut info yang di dapatkan, ini semua berpunca dari lawan bisnisnya yang merupakan paman Cleo yang sakit hati pada nya, padahal dia sudah memutuskan untuk setuju untuk menikahi Cleo, mungkin paman nya tidak akan semudah itu memaafkannya.
Setelah semua bubar, tinggal Zack dan asisitennya yang berada di ruang meeting itu, lelaki itu menghela nafas berat sambil menekan pelipisnya yang serasa pusing.
"Pak Zack butuh air?". Tawar asistennya.
__ADS_1
Zack hanya mengangkat tangannya menolak, "kamu keluar aja dulu, saya ingin sendirian di sini sebentar". Ucapnya.
"Baik pak, jika perlu sesuatu hubungi saya saja". Asisten bernama Danial itu langsung keluar meninggalkan Zack sendirian di ruangan itu.
Dalam kesendirian dan kekalutannya sekarang, Zack hanya terpikir satu nama, Aisyah Rahayu. Baru saja dia ketemu beberapa jam sebelumnya ketika wanita itu memintanya untuk menyamar, tapi kini hatinya begitu merindukan sosok itu hadir di hadapannya melunturkan segala beban yang medera pikirannya kini.
Terdapat beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari Aisyah tapu tak sempat di baca karena ponsel sengaja di senyap kan sedari tadi.
"Kamu kenapa tidak menunggu aku dulu sih, baru pergi?"
"Tau nggak, rencana kita berhasil, mas Rehan sekarang marah banget dengan aku yang terlihat akrab dengan kamu tadi, dia sempat lupa sejenak dengan kekasihnya..(emosi senyum)".
"Tapi sekarang dia kembali cuekin aku...(emosi sedih)".
__ADS_1
"Tapi terima kasih yah kamu mau menolong aku...Mas Zaki!".
Beberapa pesan dari Aisyah di baca satu persatu dengan senyum yang merekah entah sejak bila. Dengan memikirkan wanita itu, segala beban yang berada di bahunya seketika sirna. Sejak dulu dia menjadi penggemar yang selalu memperhatikan wanita itu secara diam.