Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 60 Bertemu Rehan


__ADS_3

"Sudah lah mas, aku sudah pikirkan mateng - mateng lebih baik kita pisah aja dari pada kamu terus nyakitin aku, tentang kandungan aku, kamu nggak perlu pusing anak kita kn tetap ikut denganku..". Ucap Desi tanpa melihat ke arah suaminya.


Rehan dan Wahida saling bertatapan dengan pikiran yang masih sejalan yaitu tidak ingin Desi pergi dari hidup mereka. Wahida menggeleng keras tidak ingin semua itu terjadi.


"Jadi anak kita tidak apa - apa sayang?". Tanya Rehan dengan wajah gembira, dia mencoba mengelus perut istrinya tapi di tepis oleh yang empunya.


"Kamu jangan gini dong sayang! mas minta maaf jika mas sudah nyakitin kamu, mas janji tak akan mengulangi kesalahan itu lagi, kita sama - sama rawat anak kita yah!". Mohon Rehan menggenggam erat tangan Desi.


"Aku kurang percaya dengan ucapanmu mas". Jawab Desi menarik kasar tangannya.


"Mas mesti buktikan dengan cara apa agar kamu percaya? Mas janji akan memenuhi segala permintaan kamu meskipun semua harta yang mas punya di ubah atas nama kamu dan anak kita nanti". Ucap Rehan dengan yakin.


"Kamu serius dengan ucapan mu mas?". Desi mulai menatap Rehan tidak percaya, tidak menyangka bisa segampang ini mendapatkan semua yang dia inginkan.


Rehan mengangguk yakin, sesekali melirik reaksi ibunya tentang ucapannya dan ibunya tidak keberatan asal Desi tetap menjadi menantunya.


"Beri aku waktu untuk berpikir". Kata Desi sok jual mahal tapi dalam hatinya menjerit kegirangan sebentar lagi dia akan menjadi ratu dalam kerajaan yang sudah usah paya ia bangun.


"Baik lah, sayang! Kamu istirahat lah dulu, sehat nanti kita baru kita bincangkan lagi, ok". Ujar Rehan menolong istrinya berbaring dengan nyaman.


Di ruangan yang tak jauh dari situ, Aisyah sedang berbaring di kasur empuk dengan di temani bik Saras dan Albar yang sedang asik bermain lego di dekatnya.


"Albar sebenarnya pintar, cuma fisiknya saja yang sedikit lambat dari usianya yang sebenar, tapi jika di perhatikan ketika dia bermain, dia cukup cerdas kok. Lihat Lego itu di susun cantik seperti itu...". Ucap bik Saras.

__ADS_1


"Semoga aja dia sehat - sehat saja ya bik! Aku khawatir jika dia besar nanti akan mendapat perlakuan tidak baik dari teman sekolahnya seperti di buli atau di kucilkan...". Balas Aisyah sambil menatap lekat anaknya yang sedikit berbeda.


"Kita berdoa yang terbaik saja yang, nak!". Saran bik Saras mencoba menyalurkan semangat pada Aisyah.


Di saat mereka asik menatap baby Albar bermain, terdengar keributan dari luar antara pengawal dan seseorang yang mencoba masuk ke ruangan ini. Karena penasaran, bik Saras melangkah keluar mencoba menyelidiki penyebab keributan itu.


"Ada apa ini?". Tanya bik Saras melihat seorang wanita cantik dengan beberapa orang lelaki sedang beradu mulut dengan pengawal yang menjaga ruang rawat Aisyah.


"Aku ini tunangan bos kalian! Lancang kalian melarang aku masuk ke dalam menjenguk saudara angkat tunangan ku, aku akan pastikan kalian semua di pecat detik ini juga..". Ancam Cleo dengan wajah kejamnya. Tampak ayu tapi dari tatapannya saja sudah bisa membunuh seseorang.


"Maaf kan kami nona! Kami hanya menjalankan tugas kami, jika nona ingin mengadukan pada tuan Zack, silahkan! Dalam daftar nama orang yang di benarkan masuk tidak tercantum nama nona di sana". Jawab salah satu pengawal dengan wajah datar.


"Hei perempuan tua! Kenapa kamu di benarkan masuk sedangkan aku tidak...". Tanya Cleo dengan wajah sinis nya.


"Kenapa tidak menghubungi tuan Zack aja dulu untuk meminta izin? Lagian nona ini tidak terdaftar dalam nama seseorang yang di larang keras masuk ke ruangan ini bukan". Sambung bik Saras kemudian beralih menatap Cleo. "Silakan nona hubungi sendiri tunangan nona jika memang ada kepentingan bertemu pasien di dalam!".


Cleo tidak menggubris hanya tatapan tajam yang ia berikan pada wanita tua di hadapannya itu, menghubungi Zack sama saja dengan merendahkan marwahnya, lagi pula ia hanya ingin berbicara dengan Aisyah empat mata untuk mengancam wanita itu. Ia akan mikirkan rencana lain untuk melenyapkan wanita yang begitu di jaga oleh tunangannya itu.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Cleo beserta bawahannya pergi membawa perasaan kesal. Bik Saras juga ikut pergi ke lantai di mana anaknya di rawat setelah berpamitan pada Aisyah. Dia selalu menyempatkan menjenguk buah hatinya yang sedang koma dan juga di jaga ketat di rumah sakit itu.


"Sadar lah nak! Bangun lah dan katakan siapa yang telah tega melakukan semua ini padamu nak!". Air mata berjatuhan di pipi bik Saras sambil menggenggam erat tangan Mawar.


"Ibu sendiri yang kan membuatnya menderita sampai dia merasakan semua sakit yang kamu rasakan sekarang! Ibu akan menyiksanya sampai merenggut nyawa..". Ucap bik Saras penuh dendam.

__ADS_1


"Kamu yang kuat yah! Ibu dan keluarga tuan Zack akan mengusahakan yang terbaik untuk kesembuhan mu, kamu harus sembuh dan meluangkan waktu bersama ibu menggantikan semua waktu kita yang sempat terbuang dulu, ibu janji tak akan berpisah dengan kamu lagi kecuali maut yang memisahkan kita berdua...". Gumamnya lagi menyeka air mata yang terus menetes ke pipinya dengan deras.


Dia menangis dan meraung melampiaskan kesedihannya, tapi dia tidak lupa juga membisikkan kata - kata semangat agar anaknya tidak menyerah dan kembali sadar dari komanya. Setelah puas, bik Saras kembali menetralkan perasaanya dan kembali ke ruang rawat Aisyah.


Saat menuju ruangan itu tanpa sengaja bik Saras berpapasan dengan mantan majikan lelakinya yang keluar dari salah satu ruang rawat yang cukup berkelas juga di rumah sakit. Tas sederhana miliknya di angkat menutupi wajah agar tidak terlihat oleh lelaki itu, dengan langkah tergesa - gesa bik Saras melewati Rehan dengan perasaan was - was.


Tapi saat baru saja melewati beberapa langkah, bahu bik Saras di tahan dan di balik secara paksa oleh seseorang yang ternyata lelaki yang begitu dia hindari.


"Bik Saras sedang apa di sini dan melangkah mendekat ke ruang rawat itu? Jangan bilang bibik sekarang...". Tanya Rehan dengan tatapan selidik.


"Aku sekarang bekerja dengan tuan Zack". Potong Bik Saras dengan wajah cemas.


"Bibik jangan bohong! Jadi kenapa bibik menghindar dengan wajah cemas begitu? Aku curiga, jangan - jangan di dalam itu....". Selidik Rehan semakin curiga.


"Kamu jangan berandai yang tidak - tidak! Yang penting sekarang aku tidak ada urusan lagi dengan pak Rehan, saya pergi dulu! majikan baru saya pasti sudah lama menunggu di dalam". Potong Bik Saras lagi.


Wanita tua itu melanjutkan langkahnya dengan cepat menjauhi Rehan. "Tunggu bik, bilang dulu siapa yang di rawat di ruangan itu? Tolong minta izin dengannya aku ingin menjenguk siapa tahu aku bisa semakin dekat dengan keluarga Purbalingga itu?". Teriak Rehan.


Bik Saras tidak menggubris malah semakin melangkah terburu - buru memasuki ruang rawat Aisyah. Sampai di dalam Aisyah yang melihatnya tampak bingung. "Bibik kenapa Sampai ngos - ngosan seperti itu sih? Jumpa hantu di luar yah?". Tanya Aisyah sedikit melawak.


"Ini lebih horor dari hantu, wajahnya ganteng tapi menyeramkan". Jawab bik Saras mengatur pernafasannya.


Beberapa saat kemudian pintu tiba - tiba terbuka memperlihatkan wajah seseorang yang semakin membuat jantung bik Saras berdegup kencang.

__ADS_1


__ADS_2