
Keesokan Siang Nya.
Rayla Poison Snake saat ini sedang pergi ke luar bersama Rike Vampir dan meninggalkan suami nya berada seorang diri di dalam kamar tersebut bersama dengan Dhieng Vampir yang sedang hamil tua itu.
Gadis Cantik dengan perut yang sedikit membesar itu mulai mengeluarkan segelas air kemudian mulai melarutkan Pil SIV ke dalam nya, kemudian mulai meminum arak vampir nya kembali.
"Glek...... "
"Glek...... "
"Glek...... " Suara saat Dhieng Vampir mulai meneguk arak tersebut beberapa kali teguk kan.
Terlihat wajah Dhieng Vampir begitu sedih nya dan kelihatan sangat murung sambil menoleh beberapa kali ke arah pembunuh suaminya yang kini harus di nikahi nya karena tradisi.
"Ini semua akibat kesombongan mu Exian aku sampai harus menikahi Pemuda lemah ini,"
"Dia pun berasal dari Ras yang berbeda dengan kita, guru pasti akan sangat marah dengan ku,"
"Ini semua gara-gara kesombongan mu Exian." Gumam dan keluh kesah Dhieng Vampir sambil meneguk kembali arak vampir di hadapan nya itu.
"Glek...... "
"Glek...... "
"Glek...... " Suara tegukkan saat Dhieng Vampir meneguk Arak Vampir tersebut.
Beberapa saat kemudian Arung pun mulai bangun dari tidur nya.
"Hoam.... " Suara menguap Arung sambil melempangkan tubuh nya.
Ia pun mulai mengamati keadaan di sekitar nya, saat ini Dhieng Vampir sedang mengenakan Daster Merah ttransparan yang sangat menggoda, dengan mode mata api milik Arung tersebut ia dapat melihat dengan sangat-sangat jelas lekukan-lekukan dan tubuh polos Vampir Betina tersebut.
"Ugh...... "
"Vampir Betina ini begitu sexi nya saat ini, apa maksud dirinya sebenar nya berpakaian minim seperti itu di hadapan ku?" Gumam Arung lalu mulai bangun dari ranjang tempat tidur nya tersebut.
"Pemuda kejam yang membunuh Exian sudah bangun." Gumam Dhieng Vampir saat menyadari Arung telah bangun dari tempat nya.
"Tuan, perkenalkan namaku adalah Dhieng Vampir,"
"Mulai saat ini aku akan menjadi istrimu." Ucap Dhieng dengan nada suara yang sedikit bergetar dan tidak rela.
Pernyataan singkat dari Gadis yang sedang hamil tua tersebut membuat Pemuda Berambut Biru tersebut sangat-sangat terkejut ketika mendengar nya.
"Kau menjadi istri ku?"
"Aku kurang paham maksudmu, bukankah aku baru saja membunuh suami mu?" Tanya Arung kemudian mulai bangun dan duduk di hadapan Dhieng Vampir.
"Baik lah Naga Muda, aku akan mulai menjelaskan tradisi bangsa vampir kami." Ucap Dhieng Vampir kemudian mulai menjelaskan perihal Pertarungan Hidup dan Mati tersebut yang mana pemenang nya akan mendapatkan segala nya.
Jika tidak menuruti tradisi tersebut racun vampir yang ada di dalam tubuh Manusia Beast Vampir akan mulai aktif dan membunuh pelanggar tersebut.
-[Di Kedai Minum Arak, di Sebelah Rumah Bordir Gadis Vampir]-
__ADS_1
Di saat yang sama Rayla dan Rike tengah minum arak vampir bersama di sebelah Rumah Bordir Gadis Vampir tersebut.
Rike baru saja menjelaskan perihal pertarungan hidup dan mati tersebut kepada Rayla Poison Snake yang mana pemenang mendapatkan segalanya.
"Ugh....."
"Baru saja aku menikah dengan nya beberapa hari yang lalu, saat ini dia sudah menikah kembali,"
"Jika tahu akan begini jadi nya akan lebih baik jika Rike di penggal saja saat itu." Gumam Ratu Kejam yang tidak rela di madu tersebut.
"Jika tidak ada Arung, mungkin aku sudah jadi mayat saat ini,"
"Nona Rayla begitu beruntung bisa menikahi Naga Muda yang memiliki jiwa Pendekar Sejati tersebut." Ucap Rike Vampir.
Mendengar perkataan Rike yang menyebut Arung dengan sebutan Naga Muda, opini Ratu Racun yang sebelum nya menduga jika Arung itu adalah seorang Pendekar Setengah Naga semakin menguat dengan pernyataan Rike tersebut.
"Aku sudah menduganya jika dia bukan lah manusia normal, dan dia tidak mati setelah melakukan hal tersebut dengan ku,"
"Padahal di dalam tubuhku ini di penuhi dengan racun yang bisa membunuh kultivator di ranah alam bumi ke bawah." Gumam Rayla.
"Iya...... "
"Terima kasih Rike,"
"Oh..... "
"Iya...... "
"Kamu tahu gimana caranya bisa keluar dari Planet Kegelapan ini?" Tanya Rayla.
"Glek..... "
"Glek....."
"Glek.... " Suara saat Rike mulai meneguk arak vampir tersebut.
"Ah...... "
"Arak ini memang begitu lezat nya." Gumam Rike.
"Dalam 100 ribu tahun ini belum ada yang pernah berhasil keluar dari dalam Planet Kegelapan ini,"
"Aku hanya pernah mendengar sebuah dongeng yang menceritakan jika seorang Iblis di tingkat Mahayana level sembilan telah mengurung Ras Iblis dan Planet Kegelapan ini ke dalam sebuah labu milik nya." Ucap Rike.
"Iblis tingkat mahayana, Labu." Gumam Rayla.
"Untuk dapat mengembalikan Planet Kegelapan ini pada orbit lama nya yaitu di dekat Planet Pluto,"
"Dapat di lakukan dengan cara menemukan sembilan buah bola elemen yang tersebar di Planet Kegelapan ini, pihak Kekaisaran di Planet ini pernah mencari nya dan membentuk sebuah divisi khusus untuk mencari benda pusaka tersebut." Ucap Rike.
"Lalu, bagaimana?"
"Apa mereka menemukan nya?" Tanya Rayla dengan sangat antusias.
__ADS_1
"Menurut informasi yang kudapat pihak Kekaisaran Vampir mendapatkan sebuah bola berelemen kegelapan murni,"
"Pihak Kekaisaran saat ini menyimpan benda pusaka tersebut di dalam Ruang Harta di Istana Vampir tersebut." Ucap Rike.
"Sepertinya Rike hanya tahu informasi sebatas ini saja, setelah berlatih di Goa Yin Yang Vampir aku akan mulai mengumpulkan kesembilan Bola Elemen tersebut dan segera keluar dari sini,"
"Aku akan membunuh mu Jendral Es." Gumam Rayla.
"Rayla seperti nya ingin pergi dari Planet ini, tapi kenapa ya?" Gumam Rike.
Mereka pun mulai kembali berbincang ringan dan meminum arak vampir bersama setelah nya.
-[Di Dalam Kamar]-
Setelah mendengar penjelasan panjang dan lebar yang di sampaikan oleh Dhieng Vampir tersebut Arung pun mulai menoleh ke arah perut Gadis Vampir yang membuncit tersebut.
"Ugh...... "
"Walaupun sedang hamil besar, Dhieng merupakan seorang wanita yang sangat cantik,"
"Sepertinya kali ini aku mendapatkan seorang istri lagi sekaligus seorang anak vampir,"
"Sudahlah, aku selalu terlibat konflik yang aneh dengan para wanita di manapun aku berada." Gumam Arung.
"Ini minum lah setengah nya, tanda kita sudah menjadi sepasang suami istri yang sah." Ucap Dhieng Vampir sambil memberikan segelas air yang berisi PIL SIV yang sudah di larut kan itu.
Arung masih merasa was was dengan air pemberian Dhieng tersebut, ia khawatir jika minuman tersebut telah di racuni.
"Ini aman suamiku..." Ucap Dhieng dengan tulus kemudian mulai meminum setengah air yang ada di dalam gelas tersebut.
"Glek....... "
"Glek....... "
"Glek....... " Suara saat Dhieng mulai meminum setengah air di dalam gelas tersebut.
"Sepertinya gadis sombong, kejam, dan angkuh ini tulus memanggil ku dengan sebutan suami." Gumam Arung kemudian mulai meminum setengah air yang tersisa di dalam gelas tersebut.
"Glek....... "
"Glek......."
"Glek......." Suara saat Arung mulai meminum habis air di dalam gelas tersebut.
Dhieng Vampir pun mulai bangun kemudian menarik pergelangan tangan Arung menuju ranjang tersebut.
"Ugh...... "
"Wanita ini begitu agresif." Gumam Arung.
Arung dan Dhieng Vampir saat ini duduk saling berhadapan di atas ranjang tersebut, Gadis Cantik yang sedang hamil tua itu pun mulai mellumat bibir suaminya tersebut.
"Sepertinya sudah di mulai, entah aku beruntung atau ini sebuah musibah." Gumam Arung sambil kembali membalas mellumat bibir wanita sombong dan angkuh tersebut.
__ADS_1
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.