
"Tetap lah di sini Gold, biar aku yang menghadapi mereka berlima." Perintah Arung.
"Ya, Pendekar.... " Jawab Gold lalu mulai mundur sedikit ke belakang dan bersandar di tembok perak yang berlubang tersebut.
"Arung, semoga kau dapat mengalahkan mereka." Gumam Gold yang cemas dan khawatir dengan keselamatan Penyelamat Hidup nya tersebut.
"Ayo teman-teman, aku sudah tidak sabaran lagi,"
"Jarang-jarang ada Wanita Secantik ini di dalam hutan bagian utara ini, untung saja Bos Gen belum sempat melihat nya." Ucap Salah Satu Bandit tersebut lalu mulai menerjang ke arah Arung dengan niat membunuh yang begitu besar.
"Ayo...... " Sahut ketiga Bandit lain nya sambil menerjang ke arah Arung dengan niat yang sama
Sementara itu Bandit yang satu nya lagi hanya diam dan menyaksikan pertarungan tersebut dari kejauhan.
"Sebaik nya aku memantau saja dulu, keempat teman ku itu selalu saja terburu-buru apalagi jika menyangkut saluran sempit." Gumam Pires Vampir.
Saluran sempit yang di maksud oleh Pires Vampir adalah Gold.
"HYATTTT......... " Teriak Pendekar Naga tersebut sambil menerjang ke arah Bandit-Bandit tersebut.
"Tring....... "
"Tring...... "
"Tring....... " Suara saat Pedang Tornado Api mulai beradu dengan ke empat Golok Vampir tersebut.
"Ugh......... "
"Serangan mereka benar-benar berat." Gumam Arung sambil menahan ayunan berat dari ke empat Golok-Golok Vampir tersebut yang mengayun silih berganti.
"Tring......... "
"Tring......... "
"Tring......... " Suara saat Pedang Tornado Api kembali saling beradu dengan Golok-Golok Vampir tersebut.
Arung pun berhasil melesatkan sebuah serangan telapak tangan yang berelemen api hitam ke dada salah seorang Bandit tersebut.
"Akhhh........ " Teriak Bandit tersebut lalu terpental sejauh beberapa meter akibat serangan tersebut.
"Uhuk...... "
"Uhuk......."
"Uhuk....... " Suara batuk Vampir tersebut lalu mulai memuntahkan darah hitam yang kental dari dalam mulut nya.
"Kesempatan..... " Gumam Arung kemudian mulai berteleport ke arah Bandit yang sedang batuk darah tersebut.
"Blitzzz.......... " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.
"Slasshhhh....... "
"Slasshhhh........ "
"Slashhhhh........." Suara ayunan Golok Vampir saat menebas udara kosong di tempat Arung berada sebelum nya tersebut.
Sementara itu Arung saat ini telah berhasil berpindah tempat ke balik punggung Bandit yang terpental tersebut.
Saat Bandit tersebut hendak bangun, dengan cepat Pendekar Setengah Naga itu menusuk punggung nya dan berhasil menembus jantung nya.
"Jleeebb.......... " Suara saat Pedang Tornado Api berhasil menembus punggung Bandit tersebut.
"Akhhhh........... " Teriak nya lalu tewas seketika.
"B*jingan........."
"Naga itu bergerak dengan sangat cepat... " Gumam Bandit yang saat ini sedang menyaksikan pertarungan tersebut dari kejauhan.
"Lho........ "
"Mana dia?" Gumam ketiga Bandit tersebut lalu mulai menoleh ke arah belakang.
Beberapa saat kemudian, mereka bertiga pun baru menyadari jika salah satu teman nya tersebut telah tewas di tangan Arung.
"Satu sudah mati tinggal empat lagi, aku sudah mulai sedikit merasa lelah." Gumam Arung.
"B*ngsatttt........... " Teriak Ke Tiga Bandit tersebut Kompak kemudian kembali menerjang ke arah Arung.
"Mereka mulai marah... " Gumam Arung.
Kali ini ayunan Golok mereka bertiga semakin powerfull dan di penuhi dengan niat membunuh yang sangat besar.
"Tring......... "
"Tring......... "
"Tring......... " Suara saat Pedang Tornado Api dan Golok-Golok Vampir kembali saling beradu.
Salah satu Bandit tersebut pun berhasil menendang Arung hingga terpental sejauh beberapa meter.
"Duuakkkk............. " Suara saat tendangan keras tersebut berhasil mengenai perut Arung.
__ADS_1
"Pendekarrr........... " Teriak Gold yang mulai khawatir dengan keadaan Penyelamat Hidup nya tersebut.
"Ngapain kamu berteriak Nona, sebentar lagi kamu akan menjanda.... " Gumam Pires Vampir sambil tersenyum tipis.
Ke tiga Bandit pun kembali menerjang ke arah terpental nya Arung saat ini, lagi-lagi mereka bertiga kembali di buat bingung oleh Pendekar Setengah Naga tersebut saat sang Naga tidak lagi berada di tempat tersebut.
"Kemana lagi dia?" Ucap Salah Satu Bandit tersebut sambil mengamati ke sekitar nya.
Tiba-tiba saja Pedang Tornado Api dan Arung melesat dari dalam tanah dan berhasil membelah tubuh salah satu dari Bandit tersebut hingga menjadi dua bahagian.
"Slasshhhh........... " Suara saat Pedang Tornado Api membelah tubuh Bandit tersebut.
"Akhhhh.............. " Teriak kesakitan Bandit tersebut kemudian tewas seketika.
Melihat peristiwa tersebut kedua Bandit lain nya pun kembali menerjang ke arah Arung penuh dengan amarah dan pada akhirnya mereka pun berhasil menebas punggung Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Akhhhh............ " Teriak Arung.
"Pendekarrrr........... " Teriak Gold dengan air mata yang mulai berlinang di pipi nya tersebut.
Dalam kondisi terluka Arung pun berteleport ke balik punggung salah satu Bandit tersebut, kemudian mulai mengayunkan Pedang Tornado Api nya dan berhasil memenggal kepala Penjahat tersebut.
"Slashhhh.......... " Suara saat leher salah satu Bandit tersebut di penggal oleh Arung.
"Dia begitu cepat, kali ini dia pasti muncul di belakang ku." Gumam Bandit lain nya yang sudah memprediksi langkah Pendekar Setengah Naga itu selanjutnya.
Arung pun kembali berteleport sekali lagi dan muncul di balik punggung Bandit tersebut.
Bandit itu pun telah memprediksi serangan Arung tersebut dengan tepat dan langsung berbalik serta menghunuskan Golok Vampir nya.
"Jleeebb........... " Suara saat Pedang Tornado Api tersebut berhasil menancap tepat di jantung Vampir tersebut.
"Jleebbb........... " Suara saat Golok Vampir tersebut juga berhasil menembus perut Arung.
"Akh........... " Teriak Bandit tersebut lalu tewas seketika.
"Uek........... " Suara muntah darah Arung kemudian mulai menendang tubuh Bandit tersebut hingga tersungkur jatuh ke tanah.
"Arungggg......... " Teriak Gold kemudian mulai berlari ke arah Penyelamat Jiwa nya tersebut dan memeluk nya dengan erat dari belakang sambil menangis terisak-isak.
"Hiks........ "
"Hiks........ "
"Hiks........ " Tangis pilu Gold.
Arung pun tetap berdiri dengan gagah di tempat tersebut sambil menatap ke arah Bandit yang terakhir tersebut dengan pakaian bersimbah penuh dengan darah dan niat membunuh yang begitu besar.
"Walau pun dia sudah terluka parah, tapi aku tidak berani mendekatinya atau menyerang nya." Gumam Bandit tersebut yang ciut melihat sosok Naga Muda tersebut.
Niat membunuh yang sangat besar pun terpancar dari dalam diri Pendekar Setengah Naga tersebut, sementara itu Gold masih terus menangis terisak-isak di balik punggung Pendekar Setengah Naga tersebut sambil memeluk nya dengan erat.
"Hiks........ "
"Hiks........ "
"Hiks........ " Tangis Gold.
"Ugh..... "
"B*ngsat, aku akan kembali lagi dan membalas kematian teman-teman ku." Ucap Pires Vampir lalu mulai melarikan diri dari tempat tersebut.
Beberapa menit kemudian.
"Fiuh...... "
"Syukurlah, jika tidak kami berdua pasti mati,"
"Aku sudah kehabisan hampir seluruh tenaga dalam ku." Gumam Arung kemudian keseimbangan tubuh nya pun mulai goyah dan hendak terjatuh.
"Arungg..... " Teriak Gold.
Gold pun langsung menyokong tubuh Penyelamat Hidup nya tersebut lalu mulai memapah tubuh Arung tersebut.
"Berhenti menangis Gold, sebaik nya kita segera pergi dari sini." Ucap Arung dengan nada suara yang lemah.
"Hiks....... "
"Hiks........ "
"Hiks....... " Tangis Gold.
"Tapi kau sedang terluka parah Arung." Ucap Gold sambil menyeka air mata yang berlinang di pipi nya tersebut.
"Tidak apa-apa Gold, dia saat ini pasti sedang memanggil teman-teman nya yang lain dan kembali kesini,"
"Kita harus segera pergi dari sini." Ucap Arung.
"Baik....... "
"Arung..... " Ucap Gold.
__ADS_1
Gold pun mulai memapah Arung pergi meninggal kan tempat tersebut dan mencari tempat persembunyian yang baru.
"Bertahanlah Arung.... " Gumam Gold.
-[Markas Gen Vampir, Salah Satu Kelompok Aliansi Tahanan SANBON Utara]-
Beberapa menit kemudian, Bandit terakhir yang melarikan diri yang bernama Pires Vampir itu pun tiba di markas tersebut. Tampak beberapa rumah kayu sederhana berada di wilayah hutan tersebut.
Pires pun langsung beranjak pergi ke sebuah Rumah Kayu dengan dua orang Penjaga yang berjaga di depan pintu nya tersebut.
"Pires, mau apa kau?" Tanya salah satu Penjaga tersebut.
"Aku harus melaporkan sesuatu kepada Bos Gen, ada yang berani membunuh anggota kita di Hutan Tengkorak Bagian Utara ini." Ucap Pires.
"Apa....... "
"Siapa Tahanan bodoh itu, apa dia tidak tahu jika Kelompok kita adalah salah satu kelompok yang beraliansi dengan Aliansi SANBON Utara?" Ucap Penjaga tersebut.
"Baiklah, kau tunggu di sini aku akan segera melaporkan nya ke Bos Gen." Ucap Penjaga lain nya tersebut.
Penjaga tersebut pun mulai memasuki rumah kayu tersebut, beberapa menit kemudian Penjaga tersebut pun kembali keluar.
"Pires, masuk lah Bos Gen sedang menunggu mu." Ucap Penjaga tersebut.
"Baik.... " Ucap Pires Vampir lalu mulai memasuki tempat tersebut.
-[Di Dalam Ruangan Di Rumah Kayu tersebut]-
Tampak seorang Pemuda Paruh Baya dengan rambut gondrong berwarna merah darah mengenakan pakaian ala Pendekar dengan motif kulit harimau. Disekitarnya terdapat lima orang wanita cantik dengan kaki di rantai sedang duduk di lantai seperti hewan peliharaan yang hina.
Terdapat beberapa bekas luka memar di wajah mereka, Gen Vampir sangat terkenal di wilayah tersebut sebagai seorang Pemuda yang suka bermain-main dengan wanita sambil menyiksa nya.
"Ugh........ "
"Bos Gen memang menakutkan, jika bukan karena kematian teman-teman ku,"
"Aku gak akan pernah mau berurusan dengan nya." Gumam Pires Vampir yang ternyata setia kawan tersebut.
"Hei........ "
"Nama mu Pires kan, coba ceritakan Tahanan Gila mana yang berani membuat kekacauan di wilayah ku ini?" Tanya Gen Vampir.
"Aku harus mulai mengarang cerita... " Gumam Pires Vampir.
"Sebelumnya kami sedang berjalan-jalan di dalam hutan dan menemukan sesosok Wanita yang sangat cantik secantik Ratu Adrienne, Bos,"
"Kami bermaksud menangkap wanita tersebut dan memberikan nya kepada Bos Gen, namun Kekasih nya tidak terima,"
"Kami berlima pun bertarung dengan nya habis-habisan, Pemuda Naga itu ternyata begitu kuat, Bos,"
"Lalu ke empat teman ku itu pun tewas semua di tangan nya Bos Gen." Ucap Pires Vampir yang baru saja mengarang cerita bohongan tersebut.
"B*ngsat........ "
"Naga br*ngsekkkk....... "
"Hei...... "
"Wanita yang kau katakan tersebut benar-benar cantik kan?" Tanya Bos Gen yang sebenarnya lebih tertarik kepada Gadis Cantik daripada balas dendam anak buah nya tersebut.
"Benar Bos, aku tidak berani menipu di depan mu." Ucap Pires Vampir.
Bos Gen pun mulai bangun dari tempat nya dan tampak begitu bersemangat wajah nya terlihat begitu cerah saat mengetahui ada wanita secantik Ratu Adrienne di Penjara Tengkorak Hitam tersebut.
"Kalau begitu kau ikut dengan ku, aku akan membuat perhitungan dengan Naga Br*ngsek tersebut." Ucap Bos Gen lalu mulai berdiri.
"Baik Bos..... " Ucap Pires Vampir kemudian membungkuk.
Beberapa saat kemudian,
Bos Gen beserta 50 orang anak buah nya pun mulai bergerak mengejar Arung dan Gold.
"He.... "
"He..... "
"He..... " Tawa kecil Bos Gen.
"Kebetulan aku sudah mulai bosan dengan ke lima selir ku itu, aku sekarang sedang membutuhkan selir tambahan yang baru,"
"Bruce pun sudah lama tidak mengunjungi ku, biasa nya wanita yang di bawanya cantik-cantik." Gumam Bos Gen sambil melesat menggunakan Jurus meringankan tubuh milik nya tersebut.
Ke 50 Bandit lain nya dan juga Pires Vampir pun melesat dengan Jurus meringankan tubuh yang sama di belakang Bos Gen Vampir tersebut.
"Whus........ "
"Whus........ "
"Whus........ " Suara hempasan angin saat Kelompok Bos Gen melesat di dalan Hutan Tengkorak Kera Hitam Bagian Utara tersebut.
___________________________________
__ADS_1
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.