
-[Di Ruang Pernikahan, Pasca Arung dan Delayla Jangbaek terbang meninggalkan tempat tersebut]-
"Hah.......... " Suara nafas panjang Sonia saat melihat kepergian Suami dan istri madu nya itu.
"Tidak ada acara yang berjalan dengan lancar jika menyangkut Naga Jantan dan Naga Betina tersebut." Gumam Sonia dengan ketus nya.
Pelukis Pernikahan pun beranjak bangun sambil menyerahkan lukisan yang belum selesai tersebut kepada Sonia dengan jengkel nya karena kepergian mendadak Arung dan Delayla Jangbaek.
"Dasar..... "
"Apa mereka pikir pernikahan adalah hal yang main-main." Gerutu Pelukis Pernikahan tersebut lalu pergi meninggalkan Sonia dengan wajah yang tidak mengenakkan.
Para Anggota-Anggota Pasukan Pengawal pun baru menyadari jika Putri Raja Aliansi Pedagang telah di culik saat melihat kepergian Ketua nya yang tiba-tiba tersebut.
"Gawat, seperti nya Putri Raja Aliansi Dagang telah di culik, mangkanya Kakak buru-buru pergi"
"Kita harus segera berpencar dan mencari nya Teman-teman." Ucap Delphi Chen dengan panik nya.
"Ayo...... " Sahut kompak Anggota-Anggota Pasukan Pengawalan lain nya lalu mulai meninggalkan tempat tersebut.
"Tunggu dulu...... " Ucap Sonia berniat mencegah kepergian Delphi Chen dan yang lain nya tersebut.
"Kraakkk.......... " Suara saat pintu ruangan tersebut terbuka.
Saat ini di tempat tersebut hanya tinggal Sonia bersama dengan Kultivator Security dan juga Juru Nikah, dengan senyuman tipis dan muka tebal Gadis Cantik itu pun mulai membungkuk kepada mereka berdua serta berniat pergi juga.
"Tuan, maafkan Suami dan Istri Suamiku tersebut, mereka memang tidak ada sopan-sopan nya,"
"Kalau begitu aku permisi dulu Tuan-Tuan." Ucap Sonia sambil memberikan hormat lalu mulai menyimpan kado-kado pernikahan tersebut dan mulai pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Dasar edan..... " Gumam Juru Nikah tersebut.
"Selamat bersenang-senang Putri Jendral Api." Gumam Kultivator Security tersebut.
"Kraakkk......... " Suara saat pintu ruangan tersebut di buka oleh Sonia Golden Spider.
-[Kembali Ke Arung dan juga Delayla Jangbaek]-
"Whusss.......... " Suara hempasan angin saat mereka berdua terbang di langit di atas Ibu Kota Kerajaan Jangbaek tersebut.
Tampak Delayla Jangbaek sedang mengendus-endus bau dari Putri Raja Aliansi Dagang tersebut.
"Delayla kayak anjing pelacak aja, aku tidak tau jika Kaum Naga bisa mengendus-endus seperti itu?" Gumam Arung yang menatap Delayla Jangbaek yang sedang mengendus-endus bau tersebut.
"Mereka belum jauh My Husband, penculik itu masih bisa terkejar,"
"Arah dari bau yang kucium tersebut seperti nya mengarah ke luar Kota." Ucap Delayla Jangbaek sambil menunjuk ke arah luar kota tersebut.
"My Husband, wah..... " Gumam Arung yang sedikit senang saat di panggil dengan sebutan My Husband tersebut.
"Kalau begitu ayo kita bebaskan Putri yang lagi di culik itu, Delayla." Ucap Arung lalu mulai menambah kecepatan terbang nya.
__ADS_1
"Whusss.......... " Suara hempasan angin saat Arung menambah kecepatan terbang nya.
"Ini aneh, kok malah dia yang begitu bersemangat membebaskan Putri?"
"Apa mereka berdua memiliki suatu hubungan?"
"Aku jadi sedikit curiga melihat nya?" Gumam Delayla Jangbaek lalu mulai meningkatkan kecepatan terbang nya juga sambil menatap sinis ke arah Arung di hadapan nya.
"Whussss......... " Suara hempasan angin saat Delayla Jangbaek menambah kecepatan terbang nya juga.
Sepasang Suami Istri yang baru saja menikah beberapa menit tersebut pun mulai terbang dengan cepat nya di atas langit di Ibu Kota Kerajaan Jangbaek tersebut mengejar Penculik tersebut.
-[Di Hutan Jangbaek]-
Tampak Assasin tersebut sedang melesat di atas pepohonan tersebut sambil memboyong tubuh Putri Raja Aliansi Dagang yang tidak sadarkan diri di atas pundak nya tersebut.
"Bagaimana mereka bisa tahu jika aku melarikan diri ke arah hutan ini, aku telah menghilangkan hawa keberadaan ku dan Gadis ini?"
"Pasti dia meninggal kan sebuah pusaka atau yang lain nya di sekitar tubuh Gadis Pembangkit Seratus Elemen tersebut." Gumam Assasin tersebut sambil terus melesat di antara pepohonan tersebut.
Beberapa saat kemudian Arung dan juga Delayla Jangbaek pun tiba di hadapan Assasin tersebut dan menghadang nya.
"Akhirnya tiba juga, sepertinya aku harus melemaskan otot-otot ku yang sedikit mengendor ini?" Gumam Assasin.
Asaasin tersebut pun mulai meletakkan tubuh Putri Raja Aliansi Dagang di puncak pohon tersebut sambil memasang Segel Assasin Hitam di sekitar nya.
Tampak sebuah bola hitam pekat mulai menutupi tubuh sang Putri, Assasin itu pun mulai terbang ke hadapan Arung dan Delayla Jangbaek dengan begitu tenang dengan perawakan gagah nya.
"Lawan kali ini sangat kuat." Gumam Arung saat menganalisa kultivasi Pria Bertopeng tersebut.
"Lepaskan Wanita itu Penjahat.. " Ucap Delayla Jangbaek dengan lantang nya.
"Siapa orang bodoh yang akan melepas tangkapan besar seperti Pemilik tubuh Pembangkit 100 elemen tersebut,"
"Lagipun Segel Assasin Hitam itu hanya bisa ku lepas atau terlepas saat aku mati saja." Ucap Assasin Level Lima tersebut.
"Kalau begitu kau akan kubunuh." Teriak Delayla Jangbaek lalu mulai mengeluarkan Pedang Halilintar Ungu milik nya.
"Wanita Bodoh..... " Ucap Assasin tersebut lalu mulai mengeluarkan Pedang Assasin nya.
"Dasar Naga gegabah.... " Gumam Arung lalu mulai mengeluarkan Golok Kematian milik nya juga.
"HYAATTTT.......... " Teriak Delayla Jangbaek lalu mulai melesat ke arah Assasin bertopeng tersebut, begitu pula dengan Arung.
Pertarungan pun mulai terjadi di langit di atas Hutan Jangbaek tersebut tampak Arung dan juga Delayla Jangbaek bekerja sama dengan baik menebaskan Golok maupun Pedang nya ke arah Penjahat Bertopeng tersebut.
"Tring........... "
"Tring........... "
"Tring............" Suara saat Golok Kematian dan Pedang Halilintar Ungu menekan Pedang Assasin milik Pria Bertopeng tersebut.
__ADS_1
Dengan tenang Assasin tersebut menahan serangan-serangan mereka berdua dengan Pedang Assasin Hitam nya sambil tersenyum tipis mengejek.
"Dengan kemampuan segini kalian berani menantang ku... " Ucap Assasin tersebut dengan tenang nya.
Arung pun mulai berteleport ke balik punggung Pria Bertopeng tersebut berniat memberikan serangan mendadak kepada nya.
"Blitzzzz.............. " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.
"Jurus yang aneh, tapi jika hanya kecepatan seperti itu,"
"Kau bukan lah tandingan ku." Gumam Assasin tersebut kemudian mulai melesatkan sambaran petir ke arah Arung yang berada di balik punggung nya tersebut sambil menahan serangan Pedang Halilintar Ungu.
"Jderrr........... " Suara sambaran petir hitam mengenai dada Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Akhhhh......... " Teriak nya lalu terhempas ke arah pepohonan di bawah nya.
"My Husband........ " Teriak Delayla Jangbaek kemudian semakin kuat mengayunkan Pedang Halilintar Ungu nya ke arah Pria Bertopeng tersebut.
"Tring........ "
"Tring........ "
"Tring......... " Suara saat Pedang Assasin dan Pedang Halilintar Ungu saling beradu, tampak percikan petir ungu dan hitam di sekitar nya.
"My Husband bertahan lah.... " Gumam Delayla Jangbaek.
Dengan Jurus Langkah Petir sempurnanya, Assasin itu pun melesat ke belakang Delayla Jangbaek kemudian berhasil melesatkan Telapak Tangan nya yang di penuhi dengan tenaga dalam berelemen petir hitam tersebut ke punggung nya.
"Akhhhh........ " Teriak Delayla Jangbaek lalu terhempas ke arah pepohonan.
Beberapa saat kemudian sepuluh bilah Golok berelemen kegelapan pun melesat ke arah Assasin tersebut dari arah jatuh nya Arung sebelum nya.
"Whusss.......... " Suara hempasan angin saat-saat Golok-Golok Kematian tersebut melesat ke arah Pria Bertopeng.
"Arung, Syukurlah kau tidak apa-apa." Gumam Delayla Jangbaek saat melihat serangan-serangan tersebut dari tempat nya terhempas sambil memegang dada nya.
"Laki-laki yang keras kepala, kau bukan nya lari malah menyerang ku.. " Gumam Assasin tersebut kemudian mulai melesat ke arah ke sepuluh bilah Golok tersebut kemudian menghempaskan nya dengan ledakan tenaga dalam petir hitam dari tubuh nya.
"HYAATTTT......... " Teriak Pria Bertopeng tersebut.
Sambaran-sambaran petir hitam yang dahsyat pun keluar dari tubuh nya dan menghantam ke seluruh penjuru dan kembali mengenai Arung dan juga Delayla Jangbaek.
"Akhhhh............ " Teriak Arung lalu kembali terhempas untuk yang kedua kali nya ke tempat yang sama.
"Akhhhh............ " Teriak Delayla Jangbaek lalu kembali terhempas untuk yang kedua kali nya di tempat yang sama pula.
_________________________
To be Continued..............,
Bro di Vote, Like, and Comment ya untuk support nya, Terima Kasih... TTD NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1