Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Benua Naga Part Ke Tiga


__ADS_3

Arung pun mulai


mentelepatikan rencana nya kepada Delayla, Istri dari Naga tersebut pun


mendengar dengan seksama isi telepati tersebut.


“Arung, Naga


Angin itu sangat kuat.....” Ucap Delayla menggunakan jurus telepati nya.


Seekor Naga Angin


seukuran Black Hole pun muncul di atas permukaan laut tersebut, tampak angin


kencang melingkupi sekitar tubuh nya.


“NAGA,


bertransformasi lah ke wujud Naga mu...”


“Aku ingin


sedikit bersenang-senang dengan mu...” Ucap Naga Angin.


Arung pun terbang


sedikit agak tinggi agar memudahkan nya berhadapan dengan Naga Angin tersebut.


“Aku akan


menggunakan kemampuan dari Jiwa Naga Air....” Gumam Arung lalu mulai


mengeluarkan seluruh tenaga dalam nya.


Permukaan air


yang sebelumnya tenang tampak mulai bergetar, beberapa Naga seukuran Black Hole


muncul di sekitar Arung yang merupakan perwujudan tenaga dalam berelemen air


nya yang sangat besar.


“Apa itu


Shanaz.....”


“Dia tidak


berubah ke wujud Beast nya malahan mengeluarkan tenaga dalam yang sangat


besar...” Ucap Sena.


“Itu wujud pengendalian


air, dia sudah menundukkan Jiwa Naga Air nya, tapi dia tetaplah bukan lawan


yang sepadan dengan Ayah....” Ucap Shanaz.


Sepuluh Naga Air


pun muncul dari dalam lautan, salah satu Naga Air pun membawa pergi Kapal Layar


Naga dengan cepat tanpa di ketahui oleh yang lain nya, Arung pun kembali


mengerahkan tenaga dalam nya yang menyebabkan ombak-ombak di sekitar nya


bergejolak.


“Ho............”


“Ho............”


“Ho............”


Tawa Naga Angin.


“Kau tahu jika


tidak menyerang dengan sekuat tenaga, maka kau tidak akan dapat mengalahkan


ku....” Ucap Naga Angin.


“Dasar Janggut


Merah Bodoh....” Gumam Arung.


“Rasakan


ini.....”Teriak Arung lalu melesatkan Naga-Naga Air tersebut.


Ke sepuluh Naga


Air Raksasa pun menerjang ke arah Naga Angin dan mulai melilitnya, Arung pun


menembakkan semburan api sembilan warnanya yang berbentuk Ular Api Sembilan


Warna Bertanduk Sembilan ke arah Naga Angin.


Naga Angin pun


berputar menjadi sebuah tornado super yang menghempaskan serangan-serangan


dahsyat milik Arung.


“Tornado angin


yang dahsyat.........” Ucap Shanaz.


Tornado angin itu


pun melesat ke arah Pendekar Setengah tersebut dengan ganas nya.


“O....ow.....”


Ucap Arung lalu memasang perisai kultivasi Black Hole di sekitar tubuh nya.


Tornado angin


super pun meledakkan perisai kultivasi tersebut hingga membuat Arung tidak


sadarkan diri.


“Akhhhhhh...........”


Teriak Pendekar Setengah Naga tersebut.

__ADS_1


Laut pun


bergemuruh untuk sesaat, tubuh Arun pun jatuh dan terapung-apung di atas


permukaan laut tersebut.


Naga Angin pun


menjelma kembali ke wujud Manusia Beast nya sesaat setelah lautan menjadi


tenang. Shanaz dan Sena pun terbang mendekati Bajak Laut Janggut Merah, mereka


bertiga tampak kebingungan setelah nya.


“Ayah, kemana


Kapal itu???” Tanya Shanaz.


“Benar Shanaz,


Kapal nya apa di telan oleh lautan saat pertempuran tadi....” Ucap Sena.


“Ho............”


“Ho............”


“Ho............”


Tawa Bajak Laut Janggut Merah tersebut saat menyadari rencana pengalihan oleh


Arung.


“Dia benar-benar


lebih mementingkan anggota nya dari pada diri nya sendiri, Shanaz, Sena...”


“Masukkan Raja


Sage itu kedalam penjara bersama yang lain nya, mungkin dia akan bermanfaat


nanti nya....” Perintah Bajak Laut Janggut Merah tersebut.


“Baik Ayah....”


Seru kedua Putri Berambut Merah tersebut lalu terbang ke arah tubuh Arung yang


terapung-apung tersebut.


Bajak Laut


Janggut Merah pun terbang kembali ke arah Kapal nya.


“Ayah, bagaimana


dengan Kapal itu,”


“Apa kita akan


mengejarnya???” Teriak Sena sambil memapah tubuh Arung bersama Shanaz.


“Lupakan Kapal


itu, kita harus mengambil uang tebusan dari Kerajaan Naga Benua Utara,”


ke titik koordinat yang kita telah sepakati bersama dengan pihak kerajaan....”


Ucap Bajak Laut Janggut Merah sambil terbang ke arah Kapal.


“Baik Ayah.....”


Seru Sena.


-(Kapal Layar


Naga)-


Delayla pun


menceritakan perihal kemampuan telepatinya dengan Arung dan rencana kabur nya


mereka dari para Perompak tersebut kepada Sonia dan yang lain nya di dalam


ruang nakhoda kapal saat ini. Sonia pun berusaha berkomunikasi secara telepati


dengan Suaminya tersebut namun tidak berhasil sejak tadi.


“Bagaimana


Delayla, kau sudah bisa menghubungi Naga Bodoh itu???” Tanya Sonia.


Dengan wajah


sedih, Delayla pun hanya menggelengkan kepala nya beberapa kali yang menandakan


jika tidak ada kabar dari Pendekar Setengah Naga tersebut.


“Arung, padahal


aku baru saja memberikan ciuman pertama ku kepada mu,”


“Sekarang kau


malah menghilang tiada kabar, aku belum siap menjadi Janda....” Gumam Putri


Widuri yang Bawa Perasaan tersebut (Baper).


“Kita harus


bagaimana sekarang, Delayla???” Tanya Vladmira.


“Kalian berdua


lindungi kapal, aku akan terus berusaha bertelepati dengan Arung,”


“Ashiang,


Ashiong, Delphi.....”


“Tetap lindungi


Putri Widuri, bagaimanapun Putri harus kita pertemukan dengan Ibunda Ratu.....”


Perintah Delayla.


“Siap Bos....”

__ADS_1


Sahut ketiga anggota biro detektif tersebut.


Vladmira dan yang


lain nya pun keluar dari dalam ruangan nakhoda tersebut dan pergi untuk


menunaikan tugas yang di berikan oleh Delayla, sedangkan Sang Detektif sendiri


sedang mengendalikan Kapal Layar Naga sekaligus kembali mencoba bertelepati


dengan Arung.


-(Dek Kapal)-


Sonia tampak


sedang memasang perisai kultivasi jaring-jaring laba-laba emas milik nya untuk


melindungi Kapal Layar Naga.


“Elemen yang sama


dengan Bos, sepertinya mereka berdua telah berbagi essensi....”Gumam Vladmira


saat melihat perisai kultivasi tersebut.


“Hufttt........”


Suara helaan nafas panjang Sonia yang sangat kecapekan setelah Batlle beberapa


waktu sebelumnya.


Kapal pun


berlayar perlahan di tengah-tengah lautan penuh bintang di malam hari tersebut,


tampak Sonia mulai mengeluarkan dua buah kursi kayu dari dalam cincing ruang


milik nya.


Gadis Cantikitu


pun duduk di salahsatu kursi tersebut.


“Vladmira, duduk


lah,”


“Sepertinya para


Perompak itu tidak mengejar kita....”Ucap Sonia.


Vladmira pun


duduk di sebelah Sonia dengan sedikit agak segan dengan Ibu Bos Majikan nya


tersebut, lama-kelamaan mental mantan Jenderal Kekaisaran Vampir itu kian


melemah seiring perlakuan Arung kepada nya selama ini.


“Terima Kasih


Nyonya Sonia....” Ucap Vladmira dengan sopan.


“Nyonya, kenapa


dia memanggilku Nyonya???” Gumam Sonia bingung saat melihat sikap sopan Gadis


Vampir tersebut.


“Vladmira, aku


sebenarnya tidak setuju dengan rencana gegabah Suami ku itu,”


“Bagaimana bisa


Delayla menyetujui nya, Padahal baru beberapa jam bertemu kembali,”


“Kini kami harus


terpisah lagi, malangnya nasib ku....” Ungkap Sonia yang curhat kepada


Vladmira.


“Sabar Nyonya,


Tuan Arung merupakan Pendekar yang hebat,”


“Dia pasti akan


kembali.......” Ucap Vladmira.


“Sangking


hebatnya beberapa jam yang lalu dia telah menaklukan hati Putri Widuri dan


berhasil mendapatkan ciuman nya.” Gumam Vladmira sambil tersenyum agak pahit ke


arah Sonia.


“Kau tidak tahu


jika nanti tiba-tiba White Hole muncul lagi, kita belum tentu dapat melihat nya


lagi ...” Gumam Sonia.


-(Di Dalam Kamar


Putri Widuri)-


Sang Putri tampak


sangat cemas dan sedang duduk di atas ranjang nya dengan wajah yang murung dan


gelisah mengingat keselamatan Arung.


“Bagaimana


keadaan nya???”


“Kenapa Delayla


belum bisa berkomunikasi dengan nya???” Gumam Putri Widuri dengan cemas.


Mohon Vote  dan Like nya Bro....

__ADS_1


__ADS_2