
Arung pun mulai
mentelepatikan rencana nya kepada Delayla, Istri dari Naga tersebut pun
mendengar dengan seksama isi telepati tersebut.
“Arung, Naga
Angin itu sangat kuat.....” Ucap Delayla menggunakan jurus telepati nya.
Seekor Naga Angin
seukuran Black Hole pun muncul di atas permukaan laut tersebut, tampak angin
kencang melingkupi sekitar tubuh nya.
“NAGA,
bertransformasi lah ke wujud Naga mu...”
“Aku ingin
sedikit bersenang-senang dengan mu...” Ucap Naga Angin.
Arung pun terbang
sedikit agak tinggi agar memudahkan nya berhadapan dengan Naga Angin tersebut.
“Aku akan
menggunakan kemampuan dari Jiwa Naga Air....” Gumam Arung lalu mulai
mengeluarkan seluruh tenaga dalam nya.
Permukaan air
yang sebelumnya tenang tampak mulai bergetar, beberapa Naga seukuran Black Hole
muncul di sekitar Arung yang merupakan perwujudan tenaga dalam berelemen air
nya yang sangat besar.
“Apa itu
Shanaz.....”
“Dia tidak
berubah ke wujud Beast nya malahan mengeluarkan tenaga dalam yang sangat
besar...” Ucap Sena.
“Itu wujud pengendalian
air, dia sudah menundukkan Jiwa Naga Air nya, tapi dia tetaplah bukan lawan
yang sepadan dengan Ayah....” Ucap Shanaz.
Sepuluh Naga Air
pun muncul dari dalam lautan, salah satu Naga Air pun membawa pergi Kapal Layar
Naga dengan cepat tanpa di ketahui oleh yang lain nya, Arung pun kembali
mengerahkan tenaga dalam nya yang menyebabkan ombak-ombak di sekitar nya
bergejolak.
“Ho............”
“Ho............”
“Ho............”
Tawa Naga Angin.
“Kau tahu jika
tidak menyerang dengan sekuat tenaga, maka kau tidak akan dapat mengalahkan
ku....” Ucap Naga Angin.
“Dasar Janggut
Merah Bodoh....” Gumam Arung.
“Rasakan
ini.....”Teriak Arung lalu melesatkan Naga-Naga Air tersebut.
Ke sepuluh Naga
Air Raksasa pun menerjang ke arah Naga Angin dan mulai melilitnya, Arung pun
menembakkan semburan api sembilan warnanya yang berbentuk Ular Api Sembilan
Warna Bertanduk Sembilan ke arah Naga Angin.
Naga Angin pun
berputar menjadi sebuah tornado super yang menghempaskan serangan-serangan
dahsyat milik Arung.
“Tornado angin
yang dahsyat.........” Ucap Shanaz.
Tornado angin itu
pun melesat ke arah Pendekar Setengah tersebut dengan ganas nya.
“O....ow.....”
Ucap Arung lalu memasang perisai kultivasi Black Hole di sekitar tubuh nya.
Tornado angin
super pun meledakkan perisai kultivasi tersebut hingga membuat Arung tidak
sadarkan diri.
“Akhhhhhh...........”
Teriak Pendekar Setengah Naga tersebut.
__ADS_1
Laut pun
bergemuruh untuk sesaat, tubuh Arun pun jatuh dan terapung-apung di atas
permukaan laut tersebut.
Naga Angin pun
menjelma kembali ke wujud Manusia Beast nya sesaat setelah lautan menjadi
tenang. Shanaz dan Sena pun terbang mendekati Bajak Laut Janggut Merah, mereka
bertiga tampak kebingungan setelah nya.
“Ayah, kemana
Kapal itu???” Tanya Shanaz.
“Benar Shanaz,
Kapal nya apa di telan oleh lautan saat pertempuran tadi....” Ucap Sena.
“Ho............”
“Ho............”
“Ho............”
Tawa Bajak Laut Janggut Merah tersebut saat menyadari rencana pengalihan oleh
Arung.
“Dia benar-benar
lebih mementingkan anggota nya dari pada diri nya sendiri, Shanaz, Sena...”
“Masukkan Raja
Sage itu kedalam penjara bersama yang lain nya, mungkin dia akan bermanfaat
nanti nya....” Perintah Bajak Laut Janggut Merah tersebut.
“Baik Ayah....”
Seru kedua Putri Berambut Merah tersebut lalu terbang ke arah tubuh Arung yang
terapung-apung tersebut.
Bajak Laut
Janggut Merah pun terbang kembali ke arah Kapal nya.
“Ayah, bagaimana
dengan Kapal itu,”
“Apa kita akan
mengejarnya???” Teriak Sena sambil memapah tubuh Arung bersama Shanaz.
“Lupakan Kapal
itu, kita harus mengambil uang tebusan dari Kerajaan Naga Benua Utara,”
ke titik koordinat yang kita telah sepakati bersama dengan pihak kerajaan....”
Ucap Bajak Laut Janggut Merah sambil terbang ke arah Kapal.
“Baik Ayah.....”
Seru Sena.
-(Kapal Layar
Naga)-
Delayla pun
menceritakan perihal kemampuan telepatinya dengan Arung dan rencana kabur nya
mereka dari para Perompak tersebut kepada Sonia dan yang lain nya di dalam
ruang nakhoda kapal saat ini. Sonia pun berusaha berkomunikasi secara telepati
dengan Suaminya tersebut namun tidak berhasil sejak tadi.
“Bagaimana
Delayla, kau sudah bisa menghubungi Naga Bodoh itu???” Tanya Sonia.
Dengan wajah
sedih, Delayla pun hanya menggelengkan kepala nya beberapa kali yang menandakan
jika tidak ada kabar dari Pendekar Setengah Naga tersebut.
“Arung, padahal
aku baru saja memberikan ciuman pertama ku kepada mu,”
“Sekarang kau
malah menghilang tiada kabar, aku belum siap menjadi Janda....” Gumam Putri
Widuri yang Bawa Perasaan tersebut (Baper).
“Kita harus
bagaimana sekarang, Delayla???” Tanya Vladmira.
“Kalian berdua
lindungi kapal, aku akan terus berusaha bertelepati dengan Arung,”
“Ashiang,
Ashiong, Delphi.....”
“Tetap lindungi
Putri Widuri, bagaimanapun Putri harus kita pertemukan dengan Ibunda Ratu.....”
Perintah Delayla.
“Siap Bos....”
__ADS_1
Sahut ketiga anggota biro detektif tersebut.
Vladmira dan yang
lain nya pun keluar dari dalam ruangan nakhoda tersebut dan pergi untuk
menunaikan tugas yang di berikan oleh Delayla, sedangkan Sang Detektif sendiri
sedang mengendalikan Kapal Layar Naga sekaligus kembali mencoba bertelepati
dengan Arung.
-(Dek Kapal)-
Sonia tampak
sedang memasang perisai kultivasi jaring-jaring laba-laba emas milik nya untuk
melindungi Kapal Layar Naga.
“Elemen yang sama
dengan Bos, sepertinya mereka berdua telah berbagi essensi....”Gumam Vladmira
saat melihat perisai kultivasi tersebut.
“Hufttt........”
Suara helaan nafas panjang Sonia yang sangat kecapekan setelah Batlle beberapa
waktu sebelumnya.
Kapal pun
berlayar perlahan di tengah-tengah lautan penuh bintang di malam hari tersebut,
tampak Sonia mulai mengeluarkan dua buah kursi kayu dari dalam cincing ruang
milik nya.
Gadis Cantikitu
pun duduk di salahsatu kursi tersebut.
“Vladmira, duduk
lah,”
“Sepertinya para
Perompak itu tidak mengejar kita....”Ucap Sonia.
Vladmira pun
duduk di sebelah Sonia dengan sedikit agak segan dengan Ibu Bos Majikan nya
tersebut, lama-kelamaan mental mantan Jenderal Kekaisaran Vampir itu kian
melemah seiring perlakuan Arung kepada nya selama ini.
“Terima Kasih
Nyonya Sonia....” Ucap Vladmira dengan sopan.
“Nyonya, kenapa
dia memanggilku Nyonya???” Gumam Sonia bingung saat melihat sikap sopan Gadis
Vampir tersebut.
“Vladmira, aku
sebenarnya tidak setuju dengan rencana gegabah Suami ku itu,”
“Bagaimana bisa
Delayla menyetujui nya, Padahal baru beberapa jam bertemu kembali,”
“Kini kami harus
terpisah lagi, malangnya nasib ku....” Ungkap Sonia yang curhat kepada
Vladmira.
“Sabar Nyonya,
Tuan Arung merupakan Pendekar yang hebat,”
“Dia pasti akan
kembali.......” Ucap Vladmira.
“Sangking
hebatnya beberapa jam yang lalu dia telah menaklukan hati Putri Widuri dan
berhasil mendapatkan ciuman nya.” Gumam Vladmira sambil tersenyum agak pahit ke
arah Sonia.
“Kau tidak tahu
jika nanti tiba-tiba White Hole muncul lagi, kita belum tentu dapat melihat nya
lagi ...” Gumam Sonia.
-(Di Dalam Kamar
Putri Widuri)-
Sang Putri tampak
sangat cemas dan sedang duduk di atas ranjang nya dengan wajah yang murung dan
gelisah mengingat keselamatan Arung.
“Bagaimana
keadaan nya???”
“Kenapa Delayla
belum bisa berkomunikasi dengan nya???” Gumam Putri Widuri dengan cemas.
Mohon Vote dan Like nya Bro....
__ADS_1