Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Kesalahpahaman Vladmira.


__ADS_3

-[Malam Hari nya, Mansion Putri Naga Kecil]-


Di Ruang Tengah, tampak Arung sedang duduk bersama dengan Vladmira di sofa tersebut. Vladmira telah menyuguhkan kopi susu panas dan beberapa daging panggang di atas meja giok tersebut.


Arung tampak sedang melahap salah satu daging panggang sambil membaca kitab jurus.


"Malam ini tampilan Bos gagah banget, apa mungkin dia benar-benar mau meniduri Putri,"


"Aroma wangi tubuh nya pun begitu harum, aku jadi curiga???" Gumam Vladmira sambil melahap daging panggang di sofa lain nya.


"Vladmira, bagaimana keadaan Putri,"


"Apa dia sudah kuat malam ini???" Tanya Arung yang membuat Vladmira salah paham.


"Tuch kan.... "


"Kayak nya, Putri Widuri mau di sikat sama Bos... "


"Dasar Naga **** Boy... " Gumam Vladmira.


"Kaki nya masih kurang sehat, tapi fisik lain nya baik-baik saja, Bos,"


"Kalau Bos, pelan-pelan pasti bisa... " Saran Vladmira.


"Pelan-pelan, nih Perempuan pasti salah paham,"


"Dia pikir aku laki-laki apaan???" Gumam Arung lalu melanjutkan melahap daging panggang nya sambil meneguk kopi.


Suasana pun menjadi sedikit tegang, Vladmira pun langsung duduk dengan sopan.


"Aku tidak boleh membuat Bos haus, aku harus duduk dengan sopan,"


"Kalau gak, aku-aku bakalan di sikat nya malam ini." Gumam Vladmira.


"Daging nya enak yach, Vladmira... " Ujar Arung yang membuat Vladmira kembali salah paham.


"Lebih enakan Daging Putri lagi, Bos... " Jawab Vladmira.


"Uhuk..... "


"Uhuk...... "


"Uhuk....... " Suara batuk Arung saat mendengarkan jawaban menohok dari Vladmira tersebut.


"Ya sudah, aku akan mengecek Putri dulu... " Ucap Arung lalu bangun dan beranjak ke dalam kamar.


"Jangan bilang mau ngecek Bos, bilang aja mau test drive... " Gumam Vladmira yang kembali salah paham tersebut.


"Krakkk....... " Suara saat pintu kamar tersebut di buka oleh Pendekar Don Juan tersebut.


Jantung Putri Widuri pun berdegup kencang saat sosok Pendekar Berambut Putih dan Berubah Putih itu memasuki kamar.


"Dup............ " Suara saat pintu kamar tersebut kembali di tutup nya.


"Mampus aku, sepertinya keperawanan ku akan hilang malam ini... " Gumam Putri Widuri yang sedang rebahan sambil menyandar di kepala tempat tidur tersebut.


Arung pun duduk di kursi di dekat mata kaki milik Putri Widuri yang cedera tersebut, ia pun memandangi mata kaki yang telah di perban tersebut.


Arung pun menusuk-nusuk perban tersebut dengan perlahan menggunakan jari nya.

__ADS_1


"Apakah sakit Putri... " Tanya Arung.


"Aduh..... "


"Tidak Pendekar... " Jawab Putri Widuri.


Percakapan mereka pun terdengar hingga keruang tengah yang kembali membuat Vladmira salah paham.


"Bos, maen kasar aja... "


"Gak ada foreplay nya sama sekali... "


"Dasar egois... " Gumam Vladmira dari sofa.


"Baiklah, Putri... "


"Ini mungkin sedikit sakit aku akan menyalurkan nya,"


"Setelah itu aku akan keluar, kau dapat beristirahat dengan tenang... " Ujar Arung.


"Baik Tuan Pendekar... " Sahut Putri Widuri dengan lemah lembut dan begitu patuh tersebut.


Percakapan kali ini kembali membuat Vladmira salah paham.


"Apa........ "


"Menyalurkan sama dengan tembak dalam... "


"Apa yang di pikirkan Bos, kenapa dia bisa sekotor ini... " Gumam Vladmira yang kembali salah paham tersebut.


Wajah Vladmira pun tampak semakin tegang dengan kesalahpahaman nya tersebut.


"Akh...... " Jerit kecil Putri Widuri yang merasa nyeri saat mata kaki nya berdenyut.


Jerit kecil itu pun kembali membuat Vladmira salah paham di luar.


"Seperti nya sudah di mulai, battle malam ini... " Gumam Vladmira lalu mulai meneguk arak yang ada di atas meja tersebut.


"Glek......... "


"Glek......... "


"Glek........." Suara saat Vladmira meneguk Arak tersebut.


Detik demi detik berlalu, menit demi menit pun berlalu tidak terasa beberapa jam pun terlewati. Suasana sangat hening di dalam kamar tersebut, tanpa di sadari oleh Vladmira saat ini Putri Widuri dan juga Arung telah tertidur karena kecapean.


Keadaan yang hening itu pun kembali membuat Vladmira salah paham, sambil berbaring dengan menutupi diri nya dengan selimut tebal Gadis Vampir itu pun berpikir yang tidak-tidak terhadap Bos nya tersebut.


"Setelah Battle pasti mereka tidur bareng karena kecapean, Bos memang **** Boy.... "


"Dasar Serigala Berbulu Domba... " Gumam Vladmira lalu mulai memejamkan mata nya dan berusaha tidur di atas sofa tersebut.


-[Di Dalam Kamar]-


Tampak Arung tertidur dengan kepala menyandar di atas paha Putri Widuri dengan posisi duduk, dan sang Putri tertidur sambil menyenderkan tubuh nya di kepala tempat tidur.


"Zzzttttt............ " Suara saat Arung tidur.


"Zzzttttt............ " Suara saat Putri Widuri tidur.

__ADS_1


-[Langit Di Atas Gunung Salju]-


Tampak anggota Biro Detektif Delayla dan Sonia sedang berkemah di pegunungan salju tersebut, Kerang-Kerang Langit pun tampak sedang tertidur.


Delayla dan yang lain nya pun sedang duduk mengelilingi api unggun di temani bintang-bintang di langit yang cerah di malam tersebut.


"Hatsyimmmm...... " Suara bersin Ashiong.


"Disini dingin banget, Del.... " Ujar Ashiong.


"Kalau panas kita berada di Gurun Pasir, Ashiong... "


"Namanya juga kita berada di Gunung Salju, di puncak nya pula... " Ucap Delphi Chen dengan ketus.


Delayla pun mendengar keluhan anggota nya, ia pun mengayunkan lengan nya.


Seketika api unggun pun bertambah besar, suhu udara di sekitar pun menjadi hangat.


"Bos memang the best... " Puji Ashiang.


Sementara itu Soni tampak memandangi langit penuh bintang tersebut, wajah sosok Pendekar Tampan pun terbayang di antara bintang-bintang tersebut.


"Sudah 50 tahun, kapan kau akan muncul Arung... " Gumam Sonia dengan busur Arjuna di punggung nya.


Ashiang pun mulai mengeluarkan beberapa daging beast dan mulai membunuhi nya dengan bumbu kemudian memanggang nya bersama Ashiong dan juga Delphi Chen.


Delayla pun mengetahui isi pikiran Sonia saat ini.


"Dia pasti kepikiran Naga Jantan itu... " Gumam Delayla.


Beberapa saat kemudian daging beast itu pun selesai di panggang, aroma wangi pun menyebar di tempat tersebut.


"Bos, ambillah sudah matang nih... " Ujar Ashiang sambil memberikan sepotong daging panggang kepada Detektif Delayla.


"Terima Kasih Ashiang... " Jawab Detektif Delayla.


"Nona Sonia.... " Ucap Ashiong.


Sonia yang sejak tadi terbengong pun tersadar dari lamunan nya karena suara panggilan Ashiong.


"Ashiong, ada apa???" Tanya Sonia.


"Ini Nona, daging nya sudah matang... " Ucap Ashiong lalu memberikan sepotong daging kepada Sonia.


"Terima Kasih Ashiong... " Jawab Sonia.


Aroma daging panggang itu pun tercium hingga ke sebuah goa di dekat kemah mereka. Di dalam Goa tersebut tidur seekor Beruang Salju di ranah alam naga puncak.


Beruang tersebut berkulit putih dengan panjang sekitar sepuluh meter, cakar-cakar nya terbuat dari emas hitam.


Kelopak mata nya pun terbuka, Beruang itu pun terbangun karena mencium aroma daging panggang yang begitu lezat tersebut.


"Aurghhhhhhhhh........... " Suara raungan Beruang Putih tersebut lalu bangun dan beranjak keluar dari dalam goa tersebut.


Beast-beast serigala es yang ada di mulut goa pun merasa tertekan dengan kehadiran Beruang Putih tersebut. Grizzly Es itu pun mulai mendaki ke arah puncak pegunungan salju tersebut.


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2