
Portal Black Hole pun muncul di dalam lambung kingkong tersebut, saat mereka keluar dari portal Arung langsung menggunakan jurus teleportasi nya untuk membuat ketiga wanita tadi melayang.
Tampak di bawah kaki mereka di penuhi dengan danau asam berwarna hijau, ada ratusan essensi di atas permukaan danau asam tersebut.
"Ugh.........."
"Bau bingits......." Ucap Selir Keysha.
"Makhluk ini pasti berumur ratusan tahun, jumlah essensi yang ada di lambung nya hampir sama dengan jumlah essensi yang ada di dalam lambung kera itu....." Gumam Arung.
"Kalian bertiga, coba perhatikan di sekitar permukaan danau ini, apa ada benda pusaka yang berharga......." Ucap Jendral Naga.
Arung pun mulai mentelekinesis mereka ke tiga sisi yang berbeda.
"Aku akan mulai menyimpan essensi-essensi ini...." Gumam Arung kemudian mulai mentelekinesis essensi-essensi tersebut.
Essensi dengan warna dan ukuran yang berbeda-beda pun mulai terbang dan masuk ke dalam cincin ruang Pendekar Don Juan tersebut.
Para Wanita pun sedang mengamati di sekitar nya lalu mulai menemukan beberapa benda pusaka.
"Wah......."
"Itu seperti sebuah gunting raksasa???" Gumam Selir Nora lalu mengeluarkan elemen pengendali tali nya.
Sebuah tali pun melesat dari kedua jari nya kemudian menarik gunting raksasa tersebut, sang Selir pun menyimpan senjata suci tersebut kedalam cincin nya.
Mereka berempat pun saat ini seperti sedang memanen harta pusaka yang banyak.
"Dengan essensi sebanyak ini, mungkin Arung bisa menjadi Raja Sage Sejati...."
"Siapa ya yang bakal di ajak nya untuk berkultivasi bareng......" Gumam Kira.
-[Keesokan Pagi nya di dalam lambung Kingkong Laut]-
Arung pun membuat sebuah pulau dari elemen perak nya yang berada di tengah-tengah lautan asam tersebut.
Sebuah tenda pun di bangun di atas nya, Arung juga melapisi pulau perak tersebut dengan perisai kultivasi sehingga bau yang menyengat di luar tidak masuk ke dalam.
Saat ini mereka baru saja tidur karena kelelahan, tampak para wanita tidur di ranjang yang berbeda dan Pendekar Setengah Naga itu tidur di ranjang yang lain nya.
"Zzztttttttt.....,......"
"Zzztttttttt............."
"Zttttttttttt............" Suara tidur mereka.
Tampak di luar pulau perak seluruh esensi dan juga senjata pusaka sudah habis di kumpulkan oleh perwakilan Aliansi Naga tersebut.
-[Sore Hari nya]-
Arung pun mulai bangun, ia pun langsung keluar dan memandangi danau asam tersebut.
"Ketika berada di Lambung Kera Dewa aku tidak pernah menyelam ke dasar lambung tersebut,"
"Bisa jadi jika di bawah air asam ini terdapat pusaka yang tenggelam???" Gumam Arung.
Selir Nora pun keluar dari dalam tenda dan langsung pergi ke sebelah Suami nya tersebut.
__ADS_1
"Kau sedang melihat apa???"
"Apa kau berniat menyelam, Sayang???" Tanya Gadis Cantik nan jelita tersebut.
"Tidak mungkin aku berenang dalam kolam beracun ini, aku sedang berpikir bagaimana cara nya agar bisa sampai ke dasar lambung ini..." Ucap Arung.
"Itu gampang sayang...."
"Kau tinggal menguras lambung ini saja...." Ucap Selir Nora dengan bercanda.
Sebuah ide pun muncul di kepala Pendekar tersebut.
"Kau benar, Nora...." Ucap Arung.
Ia pun mulai mengayunkan lengan nya beberapa kali, sebuah portal Black hole pun muncul.
"Jadi dia benar-benar ingin menguras danau ini, aku kan hanya bercanda tadi...."
"Aku pun tidak tahu bagaimana cara nya menguras kolam ini..." Gumam Selir Nora.
Arung pun mulai mentelekinesis air danau tersebut masuk ke dalam portal, portal lain nya pun muncul di atas laut merah di pinggiran pantai.
Air asam yang masuk ke dalam portal itu pun keluar ke atas permukaan laut darah di luar.
Dua Gadis lain nya pun keluar, mereka berdua pun bingung dengan apa yan sedang di kerjakan oleh Jendral Naga tersebut.
"Nora....."
"Apa yang sedang di lakukan oleh Jendral Naga???" Tanya Kira.
"Iya apa yang di lakukan nya??" Tanya Selir Keysha setelah nya.
Kedua Wanita itu pun terkejut.
Sementara itu Arung sedang berkonsentrasi menguras danau asam tersebut.
"Sebaiknya kita tidak mengganggu nya, Nora..."
"Ayo kita siapkan tenda toilet, setelah menguras dia pasti lelah dan ingin mandi..." Ucap Selir Keysha.
"Ya kau benar....." Ucap Selir Nora.
Mereka bertiga pun mulai beranjak ke belakang tenda dan mulai mendirikan tenda toilet.
Sementara itu Pendekar Don Juan itu masih terus menguras danau asam tersebut.
-[Dua Hari Kemudian]-
Akhirnya danau asam pun berhasil di kuras oleh nya, Arung sudah tidak tidur selama dua malam.
Ia pun sangat senang, di dasar lambung ternyata memiliki banyak sekali harta pusaka.
Ketiga Gadis Cantik pun ikut terkejut.
"Nora, Keysha, Kira...."
"Cepat kumpulkan benda-benda pusaka itu...."
__ADS_1
"Aku sangat lelah...."
"Aku ingin mandi lalu beristirahat...." Ucap Arung dengan nafas yang ngos-ngos.
"Nora, Kira pergilah biar aku yang mengurus nya...." Ucap Selir Keysha.
"Hah........"
"Hah........"
"Hah........" Suara nafas terengah-engah Arung tiba-tiba tubuh nya pun mulai goyah dengan cepat Selir Keysha pun langsung memapah nya.
"Kau tidak apa-apa Jendral???" Tanya Kira yang khawatir dengan kesehatan Arung.
"Tidak Kira....."
"Aku hanya kelelahan, ayo Keysha...." Ucap Arung.
Keysha dan Arung pun pergi menuju tenda toilet, sementara itu Selir Nora dan juga Kira mulai terjun ke dasar lambung dan mulai mengumpulkan pusaka.
"Sebenarnya asal usul nya Jendral Naga itu dari mana, kenapa dia bisa sekuat itu..."
"Bahkan dia benar-benar mampu menguras danau asam ini...."
"Dia pasti keturunan bangsawan atau pun keturunan seorang Pendekar Besar....." Gumam Kira White Hole Dragon sambil berjalan menuju salah satu pusaka.
Sesampai nya di tenda toilet, Selir Keysha pun mulai membantu Suami nya melepaskan pakaian nya, Arung pun mulai memasuki bak kayu yang di dalam nya terdapat air susu hangat.
"Gimana Sayang???"
"Air nya gak kepanasan kan???"Tanya Selir Keysha sambil memijit pundak Suaminya tersebut.
"Walaupun Genit, mereka begitu perhatian dengan ku, ..."
"Mereka bahkan menyiapkan air susu hangat untuk ku..." Gumam Arung, benih-benih cinta pun mulai tumbuh di hati nya kepada para Selir.
"Air nya pas Nora...." Sahut Arung.
"Syukurlah, sini aku gosokkan tubuh mu..." Ucap Selir Keysha lalu mulai menggosok punggung suami nya itu.
Adegan selanjutnya pun di sensor.
"Aduh......."
"Pelan-pelan, Keysha..."
"Aku kan geli..." Suara Arung dari balik pintu tenda.
"Maaf....."
"Maaf Sayang, aku terlalu bersemangat tadi...." Suara Selir Keysha dari balik pintu tenda.
Sementara itu di luar Selir Nora pun terkejut saat melihat sebuah kunci raksasa dari giok merah.
"Kunci........"
"Mungkinkah Kunci itu adalah Kunci yang di cari oleh Ratu Medusa???"
__ADS_1
"Jika benar segel yang mengunci kultivasi kami semua bisa terlepas..."
"Aku harus menyimpan nya....." Gumam Selir Nora kemudian mulai menyimpan kunci giok merah dengan panjang dua meteran tersebut.