Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Benua Naga Part Ke Delapan.


__ADS_3

Beberapa jam pun telah berlalu dan kini mereka berdua sampai di kawasan segitiga bermuda naga, tampak ada sebuah pusaran air raksasa di lautan naga utara tersebut.


"Kenapa ada pusaran air di sini, padahal hari sangat cerah hari ini???" Tanya Arung kebingungan.


"Dia tidak tahu tentang segitiga bermuda naga ini, sudah tentu di Klan Naga dari Benua Naga Selatan... "


"Sepertinya aku harus memberikan sedikit penjelasan kepadanya... " Gumam Putri Laura.


"Ini adalah wilayah segitiga bermuda Naga, jika kita hendak memasuki pelabuhan Naga, kita harus melewati daerah ini,"


"Pelabuhan Naga sudah tidak jauh lagi, Arung... "


"Tempat ini tidak berbahaya, kecuali terjadi hujan kepiting di sini.... " Ujar Putri Laura.


"Hujan kepiting????" Tanya Arung yang tambah bingung dengan statemen Putri Laura tersebut.


"Benar, konon hujan itu terjadi setiap seratus tahun sekali, lautan Naga akan sangat berbahaya bila musim hujan kepiting itu tiba..." Ungkap Putri Laura.


Beberapa saat kemudian langit tiba-tiba menghitam, petir pun mulai menyambar di sekitar mereka.


"Jderrrr......,..... "


"Jderrrr............. "


"Jderrrr............ " Suara sambaran-sambaran petir di sertai dengan angin kencang.


Arung pun mulai memasang perisai kultivasi api sembilan warna di sekitar mereka, tak lama berselang hujan pun mulai mengguyur deras.


"Byurrrrr............. " Suara hujan deras.


"Untung saja hanya hujan biasa..... " Ujar Arung.


Sementara itu Putri Laura menengadah kan kepala nya ke atas, Tiba-tiba saja kepiting-kepiting kecil mulai berjatuhan dari langit bersamaan dengan air hujan.


"Ini...... "


"Ini...... "


"Hujan Kepiting, Arung.... "


"Gawat..... "


"Kita harus segera keluar dari Lautan Naga ini.... " Ucap sang Putri dengan cemas.


"Tapi tidak ada bahaya di sini Laura, hanya ada beberapa sambaran petir saja.... " Ucap Arung.


Beberapa saat kemudian dari permukaan laut muncul Beast-Beast Kepiting Cahaya, yang mulai berterbangan.


Beast-Beast Cahaya itu memiliki kekuatan setara dengan Pendekar di ranah alam bumi, makhluk-makhluk tersebut memiliki diameter ukuran tubuh sebesar tiga meteran dan berwarna putih.

__ADS_1


Kepiting Cahaya pun mulai bertambah banyak dan mulai memenuhi langit di atas permukaan lautan di sekitar Arung dan Putri Laura.


"Arung lepaskan akar-akar ini, aku akan membantu mu bertarung..... " Ucap Putri Laura.


"Baik...... " Jawab Arung kemudian mulai mengayunkan lengan nya seketika itu juga akar-akar tersebut mulai menghilang.


Tatapan makhluk-makhluk berkaki banyak dan bercapit itu mulai tertuju ke arah Arung dan Putri Laura yang berdiri di atas Pedang Terbang.


"Huftttt.......... " Suara helaan nafas Putri Laura.


Sang Putri pun mengeluarkan golem manusia Naga nya dari dalam kantong ruang nya.


Golem itu pun melayang di sekitar pedang terbang, golem tersebut memiliki tinggi sekitar lima meteran dan berkepala Naga dengan sebuah giok di dahi nya.


"Arung, aku akan masuk ke dalam Golem itu.... "


"Golem Naga Salju.... " Ucap Putri Laura.


"Ya, Laura.... " Jawab Arung.


Seketika saja tubuh Putri Laura berubah menjadi seberkas cahaya hijau dan melesat kedalam giok putih di dahi Golem Naga Salju tersebut.


"Apakah itu pasword untuk memasuki Golem Naga itu.... "


"Golem Naga Salju, aku sudah mengingat nya... " Gumam Arung yang takjub melihat Golem berwarna putih tersebut.


Golem berkepala Naga itu pun mulai bergerak dan bersiap bertarung, dari genggaman tangan nya tiba-tiba saja muncul pedang berwarna putih berelemen salju.


"Sebelum Dewa Monster Lautan muncul.... " Ucap Golem Naga Salju.


"Walaupun mereka banyak, ini masih belum terlalu berbahaya, Laura..... " Ucap Arung kemudian mulai memasang kuda-kuda untuk melesatkan jurus tapak api Sembilan warnanya.


Api ungu pun mulai membungkus tubuh nya, para Kepiting Cahaya pun tampak mulai mengumpulkan tenaga dalam di capit nya.


Capit milik kepiting-kepiting cahaya itu pun mulai bercahaya terang.


Para Beast-Beast pun mulai menembakkan laser cahaya dari capit nya ke arah Arung dan juga Laura.


Arung pun melesatkan telapak tangan raksasa berelemen api yang menghempaskan laser putih tersebut.


"Jurus yang dahsyat.... " Gumam Golem Naga sambil menepis laser-laser tersebut dengan Pedang Besar nya.


"Laura, ayo..... " Teriak Arung sambil terbang melesat di antara kepiting-kepiting cahaya tersebut.


Golem Naga pun terbang di belakang Arung sambil menepis serangan laser-laser yang mengarah ke arah nya tersebut.


Dengan lincah mereka berdua melesat di antara ratusan Kepiting-kepiting cahaya yang melayang di atas permukaan laut tersebut.


Kepiting-kepiting cahaya pun terus menembakkan serangan laser panas ke arah mereka berdua.

__ADS_1


"Rasakan ini..... " Ucap Arung sambil menembakkan jurus tapak black hole nya.


Jurus itu pun berhasil membunuh beberapa kepiting-kepiting cahaya tersebut, Golem naga pun ikut menebaskan Pedang Naga Salju nya.


"Whussss......... "


"Whussss......... " Beberapa pedang berelemen raksasa pun melesat dari arah tebasan pedang milik Golem Naga yang berhasil membelah tubuh beberapa kepiting- kepiting cahaya itu menjadi dua bagian.


"Ternyata, Laura ahli juga dalam pertempuran.... " Gumam Arung yang sedang menepis beberapa serangan sinar laser yang mengarah ke arah nya tersebut.


-[Di Bawah Permukaan Laut Yang Sedang Di Landa Hujan Kepiting di dekat Arung]-


Seekor Beast Cumi-cumi Super Besar mulai muncul dari kedalaman lautan, Beast itu adalah Kraken salah satu Raja Air yang kekuatan nya setara dengan Pendekar di ranah kultivasi alam siluman level puncak. Kraken pun mulai berenang ke atas, matanya yang berwarna merah menatap tajam menembus lautan.


Makhluk itu pun mengarahkan tentakel-tentakel hitam nya ke arah Arung dan juga Putri Laura yang sedang menepis serangan-serangan laser dari kepiting-kepiting cahaya.


Tentakel-tentakel itu pun keluar dari permukaan lautan dan membuat para Beast-Beast tersebut terkejut begitu pula dengan Arung dan juga Putri Laura.


"Apa lagi ini..... " Ucap Arung sambil berteleport menghindari terjangan tentakel raksasa tersebut.


Di tempat lain nya, Putri Laura pun melesat dengan kencang dan bersusah payah menghindari serangan tentakel raksasa tersebut.


"Hampir saja..... " Ucap Golem Naga Salju.


Para kepiting- kepiting cahaya pun mulai meninggalkan permukaan lautan tersebut, para makhluk-makhluk itu menyadari jika salah satu Beast Penguasa Lautan akan muncul.


Tentakel-tentakel raksasa itu pun kembali kedalam lautan, keadaan pun menjadi hening untuk sejenak. Pada saat ini yang terdengar hanya rinai hujan dan beberapa suara sambaran geledek.


"Arung, ada yang tidak beres.... "


"Kenapa makhluk-makhluk itu terbang pergi meninggalkan kita.... " Ucap Golem Salju.


"Firasat ku tidak enak... " Ujar Arung lalu terbang mendekat ke arah Putri Laura.


"Jderrr.............. "


"Jderrr.............. "


"Jderrr............... " Suara sambaran petir di kejauhan.


kepiting-kepiting kecil pun berjatuhan bersamaan rintik hujan dari atas langit, dari permukaan lautan sesosok cumi-cumi raksasa pun mulai menampakkan wujud nya.


"Kraken....... "


"I.... I.... I.... Itu..... "


"Kraken sangat Raja lautan...... " Ujar Putri Laura dengan mimik yang ketakutan.


"Makhluk itu besar sekali, bahkan lebih besar dari Ikan Koi Langit yang muncul di Kota Awan Hitam dulu.... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.

__ADS_1


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2