
-[Keesokan Pagi nya]-
Tampak ada tiga ratus prajurit telah berbaris di luar gerbang markas besar Jendral Naga, beberapa kereta barang yang berisi persediaan makanan dan juga tawanan tampak di belakang para prajurit-prajurit tersebut.
Arung dan kelima Selir menaiki kereta kencana, begitu pula Jendral Dracule dan juga Perdana Menteri Max.
Komandan Afar dan komandan-komandan lain nya menaiki kuda dan memimpin jalan di depan.
"Semuanya..... "
"Bersiap, kita akan menyelamatkan Raja Geitetsu... "
"Kita akan berperang habis-habisan kali ini... "
"Semua nya siappppp........ " Ucap Komandan Afar menggunakan jurus auman petir nya.
Sontak saja para prajurit-prajurit itu menjawab secara bersamaan.
"Siapppppppp....... " Teriak para prajurit-prajurit tersebut.
Komandan Afar pun mulai memacu kuda nya di ikuti keempat komandan lain nya, rombongan pasukan Aliansi Jendral Naga pun mulai berangkat ke medan perang.
"Heyaaaa........... " Teriak Komandan Yuri saat mulai memacu kereta kencana nya.
"Aku kurang setuju dengan strategi Jendral Dracule kali ini, bagaimana bisa aku bertarung jika ke lima Selir ini terus menempel pada ku???" Gumam Pendekar Donjuan tersebut.
"Jendral, jika ada yang kau butuhkan..... "
"Bilang saja....... " Ucap Selir Keisha.
Dari arah kereta kencana yang di naiki oleh Jendral Dracule, sang Jendral pun keluar kemudian melesat ke depan pintu gerbang markas besar Jendral Arung tersebut.
Komandan Afar dan yang lain nya pun menghentikan langkah nya.
"Jendral...... "
"Mau apa dia???" Gumam Komandan Afar.
Arung pun ikut keluar dari dalam kereta kencana nya, ia juga penasaran kenapa kereta kencana yang baru saja berangkat itu berhenti.
"Mau apa Jendral Dracule..... " Gumam Pendekar Setengah Naga itu.
Jendral Dracule pun mulai mengumpulkan tenaga dalam berelemen api nya, setelah selang beberapa menit sangat Jendral pun menembakkan beberapa bola api ke arah markas.
"Duarghhhh.......... "
"Duarghhhh.......... "
"Duarghhhh........... " Suara ledakan yang besar, seketika itu juga markas yang di bangun oleh mereka dengan susah payah itu terbakar.
Sang Jendral pun kemudian mengeluarkan Sabit Bulan Hitam nya lalu berdiri sambil memegang nya.
"Kita berperang kali ini sampai titik darah penghabisan..... "
"Tidak ada jalan pulang..... "
"Kita menang...... "
"Atau mati di medan perang..... "
__ADS_1
"Tidak ada kata mundur....... " Teriak Jendral Dracule lalu mengangkat Sabit Bulan Hitam nya ke atas.
"Hidup Jendral Dracule........ "
"Hidup Jendral Dracule........ " Teriak para prajurit tersebut.
"Pidato yang hebat..... " Gumam Arung.
Arung pun kembali masuk ke dalam Kereta Kencana nya, bersamaan dengan itu Jendral Dracule pun melesat ke atas atap kereta kencana nya lalu duduk bersimpuh.
Ia pun memberikan isyarat kepada Komandan Afar untuk mulai berangkat dengan Sabit Bulan Hitam nya.
"Dasar para prajurit, buat apa membangun sebuah markas jika nantinya harus di hancurkan kembali.... " Gumam Kira White Dragon yang duduk di samping Komandan Yuri.
"Jendral Dracule benar-benar seorang Jendral yang berpengalaman menangani peperangan.... " Gumam Komandan Yuri kemudian mulai memacu kuda-kuda nya.
"Heyaaaa.......... " Teriak nya.
Asap pun membumbung tinggi ke angkasa, di bagian hutan lain nya tampak sebuah rombongan wanita yang sedang berkuda menghentikan langkah nya.
Wanita-wanita berpakaian Ksatria dengan sebuah cakram api di pinggang nya itu pun menoleh ke arah asap di kejauhan.
"Komandan Friska..... "
"Apa itu....???" Tanya Jenifer.
"Firasat ku mengatakan, mungkin di sana kita akan menemukan Raja Sage.... "
"Semuanya...... "
"Ayo kita pergi ke arah asap hitam itu... " Ucap Friska Zonbie.
Ada sekitar lima puluh pasukan Zonbie yang ikut bersama nya, beberapa tawanan yang berpapasan dengan mereka di dalam hutan pun menghindari nya bahkan ada beberapa tawanan yang bersembunyi.
"Mau apa para pasukan aliansi Amazon ke wilayah Sanbon, apakah bulan ini sudah memasuki musim kawin mereka???" Gumam seorang tawanan pria yang bersembunyi di balik semak-semak saat melihat rombongan Manusia Beast peranakan setengah manusia dan setengah zombie itu lewat.
Di sisi hutan lain nya, para tawanan langsung melarikan diri saat melihat rombongan pasukan aliansi Jendral Naga lewat.
Rumor mengenai penyerangan besar-besaran ini sudah mulai menyebar ke seluruh penjuru di dalam wilayah Utara Penjara Black Skull tersebut.
"Ternyata rumor itu benar, masih ada juga aliansi dadakan yang berani mendeklarasikan perang dengan Ratu Santet???"
"Apa mereka sudah lupa kisah Ratu Santet yang menaklukan aliansi sebelum nya seorang diri.... " Gumam salah seorang tawanan yang langsung lari saat melihat rombongan besar pasukan Jendral Naga tersebut.
-[Kembali Ke Masa Lima Puluh Tahun yang lalu]-
Seorang gadis cantik dengan sebuah boneka voodoo di pelukan nya berdiri di hadapan pintu masuk menuju menara miring.
Kedua pengawal yang menjaga menara Miring itu pun bingung, saat itu Menara Miring di kuasai oleh Aliansi White Tiger.
"Mau apa kau kemari???" Tanya Salah seorang pengawal aliansi tersebut.
"Joko, tenanglah..... "
"Mungkin gadis vampire ini ingin memberikan tubuh nya secara sukarela kepada Tuan Fang..." Ujar Pengawal Vampire lain nya.
Saat itu aliansi di pimpin oleh manusia beast dari Klan White Tiger, Tuan Fang begitu panggilan akrab Pemimpin pada masa itu.
"Aku akan menaklukkan tempat ini.... " Ujar Ratu Sanbon.
__ADS_1
Kedua pengawal pun mulai tertawa mendengar perkataan Ratu Sanbon, mereka berdua menganggap perkataan Gadis Cantik itu hanya bualan.
"Hag........ "
"Hag........ "
"Hag........ " Tawa kedua pengawal tersebut.
Beberapa pengawal lain nya hanya tersenyum geli saat ikut mendengar perkataan Ratu Sanbon.
Ratu Sanbon pun mulai emosi, ia pun mengambil sebuah paku besar berwarna hitam dari dalam saku celananya.
Ia pun kemudian memperhatikan sekeliling nya sambil komat-kamit membaca mantera.
"Mau apa dia....???" Gumam para penjaga.
"Kalian semua akan ku santet..... "
"Kau........ "
"Kau......... "
"Kau.......... "
"Akan mati........ " Ujar Ratu Sanbon sambil menunjuk ke arah para prajurit-prajurit di sekeliling nya.
Para prajurit-prajurit pun kembali tertawa geli, mereka tidak tahu bencana apa yang akan datang sebentar lagi.
"Hag........... "
"Hag............ "
"Hag............. " Tawa keras prajurit-prajurit tersebut.
Bagaimana mereka tidak tertawa, seorang gadis dengan perawakan tubuh yang ramping dengan ranah kultivasi yang sangat rendah mencoba mengancam aliansi white tiger.
Aura hitam pekat berelemen hantu pun mulai meluap-luap keluar dari dalam tubuh nya.
"Liat........ "
"Dia mulai marah...... "
"Idih...... "
"Takut....... " Ejek salah seorang Prajurit.
Ratu Sanbon pun memegang boneka jerami di tangan kirinya, kemudian mulai menancapkan paku hitam besar itu ke dada boneka voodoo itu beberapa kali.
"Lihat tuch......... "
"Dia udah gila..... " Teriak prajurit lain nya.
"Udah kita giliran aja dia, lumayan dia kan cantik..... " Ucap Prajurit lain nya di kejauhan.
Para tawanan lain nya pun ikut tertawa melihat kelakuan Ratu Sanbon pada saat itu, mereka belum tahu kengerian dari sosok Ratu Ilmu Hitam tersebut.
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1