
Melihat puluhan Pedang-Pedang Es yang terbang melaju ke hadapan nya, raut wajah Ratu Santet pun mulai terlihat panik.
Pada detik itu barulah Ratu Santet menyadari nya jika kekuatan Jendral Es jauh melampaui nya.
Namun semuanya sudah terlambat, kelengahan Ratu Santet di sebabkan oleh kesombongan nya.
"Di ranah kultivasi alam harimau level puncak, tenaga dalam nya menyamai kultivasi di ranah alam siluman, gawat......"
"Wanita ini bukan lawan ku, sebaik nya aku segera kembali ke dunia ku..." Gumam Ratu Santet lalu mulai memasang segel portal ilusi santet untuk kembali ke aliansi Sanbon tempat di mana tubuh nya dan tubuh Arung berada.
Ratu Santet pun menengadahkan tangan nya ke atas langit, seberkas sinar hitam pun melesat ke angkasa.
Sebuah portal berdiameter 50 meter pun muncul di langit, tak lama berselang beberapa pedang es pun berhasil mencincang tubuh bagian sebelah kiri Ratu Santet.
"Akhhhhhhh..........." Teriakan Kesakitan Ratu Santet yang begitu melengking.
"Aku harus segera kembali...." Gumam nya lalu melesatkan seberkas sinar hitam dari telapak tangan nya yang sebelah kanan ke tanah.
Sinar hitam itu pun mendorong tubuh Ratu Santet memasuki portal yang ada di atas langit, di saat yang bersamaan puluhan zombie-zombie itu pun tewas terkena pedang es pada otak mereka.
"Brukkkk........"
"Brukkkk......."
"Brukkkk........" Suara saat tubuh-tubuh zombie itu ambruk dan roboh ke atas tanah.
Walaupun kecewa, Jendral Es pun langsung melesat terbang ke arah potongan tangan Ratu Santet lalu melepaskan cincin hitam nya.
"Dup........" Suara saat tapak kaki Jendral Es mendarat di dekat potongan telapak tangan Ratu Santet.
"Dasar rubah licik, dia melarikan diri....."
"Aku harus segera mencari penawaran buat Arung....." Ucap Jendral Es lalu mulai memeriksa isi cincin Ratu Santet tersebut.
Di dalam cincin tersebut terdapat banyak sekali benda yang identik dengan santet, Jendral Es yang notabennya adalah seorang alkemis pun berhasil mendapat kan beberapa ramuan obat-obatan.
"Aku tidak tahu mana penawar dari racun tapak santet beracun itu, aku akan meminumkan nya semua pada Arung..." Gumam Jendral Es kemudian terbang ke arah perisai kultivasi tumbuhan.
"Di luar sudah aman...."
"Cepat buka perisai ini, aku ingin menolong Arung...." Ucap Jendral Es.
Perlahan perisai kultivasi tumbuhan pun perlahan menghilang, tampak raut wajah Nagita terkejut saat melihat kesekitar nya.
"Bagaimana caranya???"
"Dalam waktu beberapa menit, seluruh zombie-zombie tewas???" Gumam Nagita.
Jendral Es pun berjalan ke arah Arung, ia pun mulai duduk bersimpuh kemudian memangku kepala tunangan nya tersebut.
"Sudah tidak ada waktu lagi, aku harus segera meminumkan seluruh ramuan obat ini......" Gumam Jendral Es lalu mulai meminumkan satu persatu ramuan obat yang di dapat nya dari dalam cincin milik Ratu Santet.
Beberapa saat kemudian, Arung pun membuka kedua belah mata nya.
"Sayang........."
"Syukurlah kau sudah siuman...." Ucap Mitha lalu mulai memeluk tubuh Tunangan nya tersebut.
"Mitha....."
__ADS_1
"Mana Ratu Setan itu???" Tanya Arung.
"Ia sudah melarikan diri ke dalam portal raksasa itu....." Ucap Mitha sambil menunjukkan portal di atas langit.
"Portal kecil itu...." Ucap Arung.
Saat ini portal telah menyusut menjadi tiga meteran.
"Kecil......" Gumam Mitha sambil menengadahkan kepala nya ke atas.
Mereka berdua pun kemudian saling bertatapan dan pada akhirnya mulai menyadari jika portal itu adalah jalan keluar dari dunia tersebut.
"Itu jalan keluar nya, kita harus segera memasuki portal itu, ..."
"Sayang...." Ucap Mitha dengan mesra kemudian mulai bangun dan menjulurkan tangan nya kepada Arung.
Arung pun bangun sambil berpegangan pada tangan Mitha.
"Tunggu dulu Mitha....." Ucap Arung yang mencegah Mitha untuk terbang sebab Pendekar Setengah Naga tersebut hendak berpamitan dengan Nagita.
"Nagita, aku dan Mitha pergi dulu...."
"Sampai jumpa lagi...." Ucap Arung sambil tersenyum.
"Iya Bang Arung....." Jawab Nagita.
"Dasar...."
"Pakek acara pamitan segala dengan makhluk ilusi itu...." Gumam Mitha lalu mulai terbang ke arah portal tersebut dan berhasil memasuki nya.
"Yah........"
Beberapa saat kemudian sekumpulan Polisi pun tiba di lokasi kejadian, tampak keempat avatar Arung masih berjaga di sekitar Nagita.
"Ada apa ini Mbak???"
"Kenapa ada banyak mayat di sini???" Tanya salah seorang inspektur polisi.
"Waduh........"
"Bagaimana cara menjelaskan nya Yach????"
"Apa mungkin mereka akan percaya...." Gumam Nagita lalu memutuskan untuk menceritakan kejadian yang sesungguh nya.
"Ehm......."
"Ehm......" Suara gereheman Nagita.
"Begini Pak cerita nya...." Ujar Nagita lalu mulai menceritakan segala nya.
Di dalam lorong antar dimensi, tampak Jendral Es dan juga Arung saling berpegangan.
"Akhirnya kita berhasil mengalahkan Ratu Setan itu..."
"Seneng nya...." Ucap Mitha lalu mulai memeluk mesra Arung.
"Ya sayang....." Jawab Pendekar Setengah Naga itu.
Tiba-tiba saja tubuh Jendral Es tertarik dan meninggalkan lorong dimensi tersebut.
__ADS_1
"Arung........" Teriak Mitha.
"Mitha........" Teriak Arung.
Beberapa saat kemudian Arung pun terjaga di hadapan Ratu Santet yang tengah terduduk dengan tubuh tercincang sebagian itu.
"Kau bagaimana bisa selamat???" Tanya Rat Santet tersebut.
"Ratu Setan, ternyata kau masih hidup....."
"Kau tidak boleh di biarkan hidup...." Ucap Arung lalu mulai mengeluarkan Pedang Es dan mulai memenggal kepala Ratu Setan tersebut.
"Slashhhh........." Suara saat Pedang Es memenggal kepala Ratu Setan.
"Brukkkk.........." Suara saat kepala Ratu Ilmu Hitam tersebut jatuh ke atas lantai.
"Huftttt........" Helaan nafas panjang Arung.
"Aku harus segera membantu yang lain nya...." Gumam Arung lalu mulai mengambil kepala Ratu Setan tersebut dan mulai menjebol dinding ruangan tersebut.
"Whussss........" Suara hempasan angin saat bola api berelemen api hitam melesat keluar dari telapak tangan Arung dan menjebol dinding.
Di luar tampak Komandan Afar dan prajurit-prajurit aliansi naga terdesak oleh prajurit-prajurit aliansi Sanbon.
Tiba-tiba saja para prajurit-prajurit dari aliansi Sanbon terpaku dan mengarahkan pandangan nya ke atas, Komandan Afar dan yang lain nya pun penasaran dengan gelagat para prajurit-prajurit aliansi Sanbon.
"Jendral Naga...." Ucap Komandan Afar.
Pendekar Setengah Naga pun terbang turun dari menara miring sambil memegang kepala Ratu Sanbon.
"Ratu telah tewas....." Ucap Salah Satu Prajurit Aliansi Sanbon.
Mental beberapa Prajurit Aliansi Sanbon pun mulai merosot melihat kepala pemimpin nya tersebut.
Ke Sembilan Penatua pun tampak terpaku menyaksikan peristiwa tersebut.
"Setelah Kakak, kali ini kau membunuh Ratu....."
"Dendam ini baru akan terbalas saat aku memenggal kepala mu...." Gumam Tabib Santet.
"Dup........." Suara saat tapak kaki Pendekar Setengah Naga tersebut mendarat di atas tanah.
"Komandan Afar, apa lagi yang kalian tunggu..."
"Bantai seluruh prajurit-prajurit aliansi Sanbon itu....." Perintah Jendral Naga.
Ucapan Arung itu pun kembali menaikkan semangat juang para prajurit-prajurit aliansi naga.
"Bunuh mereka......" Ucap beberapa prajurit aliansi naga.
"Siap Jendral......" Ucap Komandan Afar.
Para prajurit-prajurit aliansi naga pun menyerang ke arah prajurit prajurit aliansi Sanbon dengan penuh semangat.
"Serang.............." Teriak Komandan Afar.
Arung pun menyimpan kepala Ratu Santet di dalam cincin ruang nya lalu ikut menerjang ke arah prajurit-prajurit aliansi Sanbon.
Mohon dukungan dan Vote nya...
__ADS_1