Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Ular Kegelapan Bertanduk Sembilan Bagian Ke Tiga


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Wanita Berkimono merah tersebut pun kembali sambil membawa satu set kartu remi di tangan nya dengan ekspresi yang kaku.


"Sebelum kita memulai permainan nya, Anak Muda kau berjudi untuk dirimu sendiri?"


"Atau ikut juga berjudi mewakili dua Vampir yang ada di belakang mu itu?" Tanya sang Ratu Ular.


Arung pun menoleh ke belakang kemudian menatap tajam ke arah keduanya kemudian kembali menoleh ke arah sang Ratu Ular.


"Ya........."


"Tentu saja aku juga berjudi untuk kedua teman ku ini." Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Baiklah......."


"Kalau begitu menang ataupun kalah kau harus menyetujui tiga buah permintaan dari ku." Ucap sang Ratu Ular terus sambil menghisap tembakau nya.


"Whussss............. " Suara hembusan asap tembakau sang Ratu Ular.


Tampak kedua Wanita Berkimono merah tersebut saling menatap tajam yang seolah-olah merasa heran saat mendengarkan permintaan aneh dari sang Ratu Ular tersebut.


"Ini semakin aneh saja buat apa dia memberikan syarat seperti itu,"


"Tapi saat ini kami bertiga bagaikan lalat yang sudah terperangkap di atas kertas lem,"


"Kami tidak bisa-bisa kemana-mana lagi, hanya sang Ratulah yang dapat membebaskan kami atau pun membunuh kami." Gumam nya.


"Baik, aku setuju...... " Ucap Arung.


"Ugh........ "


"Gawat, apa yang di pikirkan Jendral,"


"Dari pernyataan yang di keluarkan oleh Ratu Ular, sepertinya dia memang tidak berniat melepaskan kita bertiga, Jendral." Gumam Komandan Gilbert yang semakin tegang di situasi yang menegangkan tersebut.


"Baiklah Anak Muda, aku akan segera memberitahukan tata cara dari permainan poker ini,"


"Aku akan memberikan mu sepuluh batang emas seberat 1 kilogram, setiap satu batang emas tersebut di pergunakan untuk sekali pasang dalam permainan poker tersebut,"


"Aku juga akan mendapatkan sepuluh batang emas sama dengan mu, Anak Muda,"


"Siapa yang memiliki lima belas batang emas berarti dialah pemenang nya." Ucap Ratu Ular tersebut.


"Fiuh.......... "


"Kenapa aku yang tegang ya?" Gumam Komandan Yuri.


"Baik Ratu.... " Ucap Arung.


Wanita Berkimono merah lain nya pun mulai membagikan kesepuluh batang emas tersebut kepada Ratu Ular dan juga Arung.


"Mulai..... " Ucap Ratu Ular sambil kembali menghisap tembakau nya.


"Whusss.............. " Suara asap tembakau milik sang Ratu Ular tersebut.


Wanita Berkimono merah itu pun mulai mengocok kartu remi tersebut dengan mahir nya, kemudian mulai membagikan kartu kepada mereka berdua.


Wanita itu pun kemudian mulai meletakkan tiga kartu di atas alas permadani tersebut, tampak satu buah kartu As Sekop, sebuah kartu King Keriting, dan sebuah kartu J love yang muncul.


"Aku kena straight.... " Gumam Ratu Ular yang memiliki sebuah kartu Quen sekop dan sebuah kartu 10 love.

__ADS_1


Sementara itu Arung tidak membuka kartu nya sama sekali, ia dapat melihat tembus pandang dengan mode mata api nya sehingga Pendekar Setengah Naga tersebut dapat mengetahui jika kedua kartu milik nya yang masih dalam keadaan tertutup di atas meja tersebut adalah kartu As Keriting dan juga kartu As Love.


"Jika aku all in sekarang, aku belum tentu menang, sementara kartu milik Ratu Ular Straight." Gumam Arung yang dapat melihat tembus padang tersebut.


"Bagaimana Anak Muda, aku all in,"


"Kau ikut?" Tanya Ratu Ular tersebut.


"Aku fold Ratu...... " Ucap Arung.


"Hah......... "


"Nafasku hampir saja berhenti, bagaimana caranya Jendral Arung bermain poker tanpa melihat kartu nya." Gumam Komandan Gilbert.


"Ganbatte Jendral, semoga kau menang... " Gumam Komandan Yuri.


"Apakah dia tahu kartu ku?" Gumam Ratu Ular tersebut.


Beberapa menit kemudian,


"Mulai..... " Ucap Ratu Ular.


"Whussss.......... " Suara hembusan asap tembakau milik sang Ratu.


Wanita Berkimono Merah itu pun kembali mengocok kartu remi tersebut dengan mahirnya dan mulai membagikan kartu-kartu tersebut kepada Arung dan juga Ratu Ular.


"Ugh..... "


"Mantap........"


"Kali ini kartu ku adalah King King." Gumam sang Ratu Ular sambil sedikit tersenyum.


Tampak suasana di dalam ruangan tersebut menjadi sedikit hening dan juga semakin tegang, seperti kejadian sebelum nya Pendekar Setengah Naga itu tetap tidak membuka kartu nya kali ini.


"Kartu ku As As, dan kartu milik Ratu adalah King King,"


"Penentuan kemenangan saat ini adalah kartu ketiga kartu yang akan ada di atas alas ini, sesaat lagi." Gumam nya.


Wanita Berkimono merah itu pun mulai meletakkan kembali ketiga kartu di atas alas permadani tersebut. Tampak dua buah Kartu As dan sebuah Kartu King berada di atas nya kini.


Raut wajah sang Ratu pun terlihat senang karena merasa sudah pasti menang saat melihat sebuah Kartu King tersebut yang menandakan kartu milik nya adalah Full House.


"Full House..... " Gumam Ratu Ular tersebut.


"Aku all in.... " Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut sambil menyorong ke sembilan batang emas miliknya tersebut kedekat ketiga kartu itu.


"Jendral apa yang kau lakukan, kau bahkan tidak melihat kartu mu." Ucap Komandan Gilbert yang makin menegang di situasi yang tegang itu.


"Aduh...... " Ucap Komandan Yuri yang sudah merasa kalah dan pasrah terhadap keadaan tersebut.


"Hag...... "


"Hag......."


"Hag......." Tawa sang Ratu Ular.


"Kau sungguh lucu." Ucap Ratu Ular sambil ikut juga menyorong seluruh batang emas yang di miliki nya tersebut.


"Mati kita..... " Gumam Kompak kedua Komandan tersebut.

__ADS_1


Sementara itu kedua Wanita Berkimono Merah tampak ttersenyum kecil dan kedua orang Prajurit Ular pun sama. Kedua kartu lain nya pun mulai di letakkan di atas alas permadani tersebut, tampak kartu 9 love dan juga kartu 2 love yang muncul setelah nya.


Dengan raut wajah begitu gembira dan berseri-seri sang Ratu pun mulai membuka kedua kartu nya tersebut dengan Jurus Telekinesis milik nya.


"Fullhouse, Anak muda,"


"Kau kalah, aku akan memakan jiwamu danjuga jiwa kedua teman mu itu." Ucap Ratu Ular tersebut.


Tampak raut wajah Komandan Yuri dan Gilbert berubah drastis menjadi begitu lesu dan sudah pasrah dengan apa yang akan menimpa nya kedepan.


"Four of kind Ratu... " Ucap Arung sambil membuka kedua buah kartu nya tersebut.


"Apa..... " Ucap kompak para bawahan Ratu Ular tersebut dengan mulut yang terbuka lebar karena terkejut dan seakan tidak percaya dengan apa yang di lihat nya tersebut.


"Aku kalah, kalian boleh keluar dari sini." Ucap sang Ratu kemudian mulai mengayunkan lengan nya.


Tiba-tiba saja mereka bertiga mulai berpindah ke sebuah dataran dengan tanah berwarna hitam yang mana langit di tempat tersebut juga gelap tanpa adanya bintang-bintang dan hanya ada sebuah bulan merah kecil yang menghiasi nya.


Tampak tubuh Ratu tersebut saat ini menjadi 10 kali lipat dari awal nya, tampak ia masih dalam posisi tidur menyamping dengan kepala bersandar di tangan nya.


Sebuah pintu berwarna hitam pun mendadak muncul di belakang mereka bertiga.


"Sesuai kesepakatan kita, kalian bertiga boleh pergi setelah Pendekar Setengah Naga dan Setengah Ular tersebut selesai menandatangi gulungan kontrak yang memuat tiga permintaan ku nant nyai." Ucap sang Ratu Ular.


Sebuah gulungan kontrak dan sebuah pena pun mendadak muncul di hadapan Arung.


"Baiklah Ratu biarkan kedua teman ku pergi terlebih dahulu, baru aku bersedia menandatangani gulungan ini." Ucap Arung.


"Setelah Komandan Yuri dan Komandan Gilbert pergi dari sini, aku akan melesat tepat ke depan pintu tersebut menggunakan jurus teleportasi milik ku." Gumam Arung.


"Baiklah.... " Ucap sang Ratu Ular tersebut.


"Jendral bagaimana dengan mu?" Tanya Komandan Yuri.


"Sudah kalian berdua pergilah, aku akan secepatnya menyusul kalian berdua nanti." Perintah Jendral Arung.


"Yuri, ayo kita segera pergi,"


"Jangan buang-buang waktu lagi." Ucap Komandan Gilbert sambil menarik pergelangan tangan Komandan Yuri.


"Jendral...... " Gumam Komandan Yuri.


Mereka berdua pun mulai pergi meninggalkan Jendral nya tersebut dan mulai memasuki pintu berwarna hitam yang sudah terbuka tersebut. Tampak senyuman di bibir kecil Arung saat ini, ia pun sudah bersiap-siap untuk segera berteleport ke depan pintu yang akan membawa nya keluar dari dalam dunia jiwa tersebut.


"Selamat tinggal Ratu..... " Ucap Pendekar Setengah Naga itu kemudian mulai berteleportasi ke depan pintu hitam yang sedang terbuka tersebut.


"Blitzzzzzz.................. " Suara jurus teleportasi milik Pendekar Setengah Naga Setengah Ular tersebut.


Dalam satu kali kedipan mata Arung pun mulai berpindah dari tempat ia berdiri saat ini ke depan pintu tersebut.


-[Di Bilik Kemudi]-


Komandan Gilbert dan juga Komandan Yuri pun mulai sadar dan mulai membuka kedua belah mata nya, sedangkan Jendral Arung saat ini masih tertidur di lantai tersebut.


"Ugh.......... "


"Kepala ku.... " Gumam Komandan Yuri sambil memegang kepala nya.


"Sepertinya kita berdua selamat, Yuri." Ucap Komandan Gilbert.

__ADS_1


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2