
Ksatria Kayu terlihat kesulitan akibat serangan yang super duper cepat nya dari Macan Kayu, Dewi Seribu Kayu pun kembali memasang segel dengan kedua belah tangan nya.
"Dash....... "
"Dash....... "
"Dash...... " Suara tapak kaki Macan Kayu saat menerjang Ksatria Kayu dan berhasil merobek beberapa titik pada tubuh Ksatria Kayu.
Seolah-olah tidak perduli dengan terjangan Macan Kayu, sang Ksatria Kayu pun mulai menancapkan Golok Pembunuh Iblis tersebut kedalam tanah, terjangan Macan Kayu pun berhenti.
"Heattttttt......... " Teriak Ksatria Kayu sambil mengangkat Golok Pembunuh Iblis dan berniat menancapkan nya ke dalam tanah.
"Jlebbbb........... " Suara saat Golok Raksasa tersebut di tancapkan kedalam tanah.
Tempat mereka berpijak pun mulai sedikit terjadi goncangan karena peristiwa tancapan golok super besar itu.
"Groaghhhh........ "
"Groaghhhh......... "
"Groaghhhh......... " Suara goyangan tanah.
"Apa ini...??? " Gumam Macan Kayu lalu mulai menengadahkan kepala nya ke atas.
Sebuah kubah biru pun Perlahan-lahan mulai menutupi langit-langit goa yang telah runtuh sebelum nya itu. Tiba-tiba saja ada banyak mata air keluar dari tempat tersebut dan dari berbagai arah.
"Kau tidak akan bisa berlari secepat itu lagi, Macan Kayu... " Ucap Dewi Seribu Kayu.
Air pun mulai menggenangi tempat tersebut, akhirnya Macan Kayu pun sadar maksud dari tancapan Golok Iblis sebelum nya itu.
"Ternyata dia ingin membatasi pergerakan ku dengan air, pinter..... " Gumam Macan Kayu.
"Kau memiliki akal juga, ternyata kau ingin menggenangi tempat ini dengan air... "
"Sehingga aku tidak bisa menyerang mu lagi dengan mengandalkan kecepatan,"
"Bravo..... " Ucap Macan Kayu.
Macan Kayu pun melompat kearah kubah biru tersebut dengan niat keluar dari tempat tersebut.
Sementara itu air pun semakin tinggi, tubuh macan kayu pun terhempas dan terjatuh kembali ke bawah.
"Dup......... " Suara saat tapak kaki Macan Kayu kembali mendarat di atas tanah.
Ternyata kubah air itu tidak bisa di lewati dari dalam, tak lama kemudian kubah air pun telah di penuhi oleh air.
"Bagaimana Macan Kayu, sekarang kecepatan mu itu tidak akan berarti... " Ucap Dewi Seribu Kayu.
Luka sabetan yang diterima oleh Ksatria Kayu pun perlahan mulai tertutup sendiri.
"Kau lupa jika sihir ku ini bertipe tanaman, air adalah sumber kehidupan tanaman..... " Ujar Macan Kayu lalu mulai mengaum di dalam air.
"Roaarrrrrr............ " Suara raungan Macan Kayu yang sampai tetdengar keluar kubah.
Raungan Macan Kayu pun membuat Dewi Seribu Kayu dan juga Ksatria Kayu waspada.
"Kenapa dia meraung....??? " Gumam Dewi Seribu Kayu.
Tak lama berselang akar-akar kayu besi dengan ujung-ujungnya yang runcing pun mulai muncul dari dalam permukaan tanah dan juga dari permukaan tebing-tebing goa lalu mulai menerjang keberbagai sisi dengan dua target yaitu Ksatria Kayu dan juga Dewi Seribu Kayu sang Pembantai.
"Ini..... "
__ADS_1
"Sihir Kayu Besi.... " Ucap Dewi Seribu Kayu saat melihat akar-akar besi tersebut.
Ksatria kayu pun segera mencabut Golok Pembunuh Iblis lalu mulai menangkis serangan akar-akar besi tersebut.
"Tring............ "
"Tring............ "
"Tring............ " Suara saat Golok Pembunuh Iblis beradu di dengan akar-akar besi.
"Kita lihat sampai kapan kau bisa menahan akar-akar besi ku.... " Gumam Macan Kayu.
Sementara itu dipinggiran kubah air, sang Pendekar yang tadi nya pingsan pun telah siuman.
"Ughhhhh....... "
"Tubuhku, sakit sekali.... " Gumam Arung.
"Kakak Naga..... "
"Syukur lah, kau sudah siuman....... " Ucap Bocah Berekor.
"Bocah kecil..... "
"Mana Macan Kayu itu...??? " Tanya Arung sambil menyeka darah di mulut nya.
Bocah Berekor pun menunjuk ke arah Kubah Air, Pendekar Setengah Naga itu pun mulai menggunakan mode mata api nya lalu mulai melihat kedalam Kubah tersebut.
"Gawat...... "
"Kenapa Dewi Seribu Kayu bisa sekuat itu, bukankah dia sudah kehilangan seluruh kultivasi nya...??? " Ucap Arung saat melihat pertarungan tersebut.
"Tadinya mau ku berikan ke Kakak, tapi Kakak Cantik itu menunjukkan lencana token bintang lima nya, "
"Aku terpaksa memberikan nya pada nya, Kak... " Ucap Bocah berekor Kera.
"Pil Dewa Kayu, apa kau punya pil lain nya... "
"Kalau ada segera berikan kepada ku, sepertinya Dewi mulai kewalahan melawan nya, "
"Kita harus secepatnya membantu nya.... " Pinta Arung dengan tergesa-gesa.
"Aku hanya memiliki satu buah Pil Dewa Kayu, aku tidak memiliki pil lain nya, Kak... "
"Akan tetapi..... "
"Kalau pil extra joss ada, Kakak mau, Kak... "
"Efeknya sama seperti Pil Dewa Kayu.... "
"Tapi......... " Ucap Bocah Berekor lalu langsung di potong oleh Arung.
"Cepat berikan extra joss itu.... " Ucap Arung.
"Tapi, Kak.... " Jawab Bocah Berekor seperti agak enggan memberikan pil tersebut.
"Hah....... "
"Karena Kakak, maksa.... "
"Nih..... " Ucap Bocah Berekor lalu mulai memberikan Pil Extra Joss tersebut kepada Arung.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang Arung pun langsung menelan Pil tersebut dan terus mengkultivasi kan nya.
Tampak aura berelemen petir mulai melingkupi tubuh nya, sang Pendekar Don Juan itu pun mulai bermeditasi untuk mempercepat penyatuan pil extra joss tersebut kedalam dirinya.
"Dzzzittttt....... "
"Dzzzittttt........ "
"Dzzzzitttt........ " Suara percikan-percikan petir yang keluar dari dalam tubuh Arung.
"Sebaik nya kau menjauh, Bocah.... " Ucap Arung.
"Kenapa, Kak.... " Ucap Bocah Berekor tersebut.
Tiba-tiba saja sebuah petir menyambar tubuh Arung.
"Gelegarrrr............ " Suara saat sambaran petir dahayat itu menyambar Pendekar Setengah Naga itu.
Melihat Arung yang tersambar petir, Bocah berekor kera itu pun secepatnya menjauh.
"Kakak Naga, kau tidak apa-apa??? " Tanya Bocah Berekor Kera tersebut.
"Tenang saja, aku sedang mempercepat pemulihan diriku dengan bantuan petir.... " Ucap Arung.
Tak lama berselang sebuah petir pun kembali menyambar Arung yang sedang duduk bermeditasi.
"Gelegarrrrrr........... " Suara saat sambaran petir yang kedua menyambar tubuh Arung yang sedang bermeditasi.
"Ya... " Sahut Bocah Berekor.
"Sungguh ilmu bela diri yang aneh.... " Gumam Bocah Berekor.
Sementara itu di dalam Kubah Air terlihat Ksatria Kayu yang masih menahan serangan dari akar-akar besi.
"Tring............. "
"Tring............. "
"Tring.............. " Suara saat Golok Pembunuh Iblis saling beradu dengan akar-akar besi.
Macan Kayu pun menembakkan seberkas sinar laser dari dalam mulut nya ke arah Dewi Seribu Kayu.
Melihat serangan tersebut sang Dewi pun mulai memasang segel dengan kedua belah tangan nya.
Tak lama kemudian tangan-tangan dari akar-akar kayu pun muncul kemudian serta merta menahan sinar laser tersebut.
"Rasakan ini..." Ucap Dewi Seribu Kayu sambil melancarkan serangan akar-akar kayu yang membentuk kepalan-kepalan tinju raksasa ke arah Macan Kayu.
Tinju-tinju kayu pun di hancurkan dengan mudah oleh beberapa serangan sinar laser yang di keluarkan oleh Macan Kayu dari dalam mulut nya.
"Duarghhhh......... "
"Duarghhhh......... "
"Duarghhhh......... " Suara ledakan saat sinar laser tersebut menghancurkan kepalan-kepalan tinju kayu raksasa tersebut.
Ksatria Kayu pun mulai menebaskan Golok Pembunuh Iblis nya, sebuah Golok Raksasa berelemen cahaya pun melesat dan memotong akar-akar besi yang menghalangi nya di hadapan nya.
Golok cahaya pun melesat ke arah Macan Kayu, dengan santai nya Makhluk itu pun menangkap golok tersebut dengan mulut nya kemudian menghancurkan nya.
"Dia kuat..... " Gumam Dewi Seribu Kayu saat melihat peristiwa tersebut.
__ADS_1