Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Gerbang Hantu.


__ADS_3

Dari kejauhan Gadis Cantik itu pun melihat Assasin dengan penuh luka bakar tersebut sedang mengayunkan Pedang Assasin nya ke arah Delayla Jangbaek tersebut.


"Siapa pemuda psikopat itu?" Ucap Sonia dari kejauhan lalu langsung mengeluarkan Busur Arjuna milik nya dan menembakkan sebuah panah cahaya nya.


"Whuuusss....... " Suara hempasan angin saat Panah Cahaya tersebut melesat ke arah Assasin dengan tubuh penuh luka bakar tersebut.


"Duarghhh......... " Suara ledakan kecil saat panah cahaya milik Sonia tersebut berhasil mengenai kepala Assasin dengan tubuh penuh luka tersebut.


Delayla Jangbaek pun menoleh ke arah belakang sambil menghela nafas panjang dan terlihat Sonia sedang melesat ke arah nya sambil menggantungkan kembali Busur Arjuna nya ke punggung nya.


"Fiuh....... "


"Terima Kasih Sonia... " Ucap Delayla Jangbaek dengan perasaan lega.


"Brukkkk......... " Suara saat tubuh Assasin tanpa kepala tersebut tersungkur jatuh ke atas tanah.


Beberapa saat kemudian Laba-laba Cantik itu pun tiba di dekat Arung dan Delayla Jangbaek.


"Dup......... " Suara tapak kaki Sonia saat mendarat dengan mulus di atas tanah tersebut.


Kobaran api tampak di mana-mana, beberapa bagian di dalam hutan tersebut pun telah porak poranda serta ada banyak sekali kawah-kawah kecil dan berukuran besar di dalam Hutan tersebut.


Bau kayu terbakar pun tercium hampir di semua tempat tersebut, terlihat juga beberapa Beast-Beast Kecil yang tewas dengan tubuh penuh luka bakar di sekitar nya.


"Gadis Naga itu saja sampai terluka berat seperti ini, aku pasti telah melewatkan pertempuran dahsyat sebelum nya." Gumam Sonia lalu mulai menyimpan Pedang Assasin dan cincin milik nya lalu mulai memboyong tubuh Arung yang tidak sadarkan diri tersebut di pundak nya.


"Delayla, kau masih sanggup berjalan kan?" Tanya Sonia.


"Aku hanya perlu beristirahat beberapa menit saja Sonia, setelah itu aku sudah mulai bisa bergerak lagi,"


"Sonia coba kau tolong lihat keadaan Anggota-Anggota Pasukan Pengawalan ku dan juga keadaan Putri Raja Aliansi Dagang." Ucap Delayla Jangbaek dengan nada suara yang sedikit lemas tersebut.


"Dasar Kaum Naga, tubuh nya saja sudah nyaris tidak bisa bergerak lagi namun masih memikirkan yang lain nya,"


"Sifat mu tidak jauh berbeda dari Naga Jantan ini." Gumam Sonia sambil menghela nafas nya.


"Baik Delayla... " Ucap Sonia lalu mulai memeriksa keadaan yang lain nya di sekitar hutan tersebut.


Beberapa saat setelah Sonia meninggalkan Delayla Jangbaek dan pergi mengecek keadaan yang lain nya tersebut.


"Hah......... " Suara nafas panjang Delayla Jangbaek.


"Semoga ada dari Bocah-Bocah itu yang selamat." Gumam Delayla Jangbaek lalu mulai duduk dan bermeditasi untuk memulihkan cedera dan tenaga dalam nya.


Aura berwarna-warni pun mulai berkumpul di sekujur tubuh nya.


"Ugh........ "


"Badan ku serasa mau remuk semua nya.... " Gumam Delayla Jangbaek sambil menahan kesakitan tersebut.


-[Pulau Assasin, Guild Assasin Hitam di Dasar Lautan]-


Pada waktu yang sama setelah kepala Assasin tersebut meledak terkena panah cahaya milik Sonia.


Di Dalam Kamar di lantai lima Guild tersebut, tampak seorang Gadis Cantik berambut hijau sedang duduk bermeditasi dengan anggun nya.


Aura pekat berwarna kehijauan pun terlihat di sekitar nya, beberapa saat kemudian ia pun dapat merasakan kematian Suaminya tersebut sang Assasin Bertopeng di Hutan Jangbaek.


"Galapagos Lang..... "


"B*ngsat, siapa yang telah membunuh suami ku." Gumam nya yang memiliki Kontrak Jiwa dengan Suami nya tersebut.


Gadis berambut hijau itu pun mulai bangun dari meditasi nya dan segera keluar dari dalam kamar tersebut dan berniat pergi menuju lantai ke sepuluh untuk menanyakan misi yang sedang di jalani oleh Suaminya tersebut sebelumnya dengan niat membunuh yang begitu besar.

__ADS_1


"Dup.......... " Suara saat pintu kamar tersebut tertutup.


-[Koridor Lantai Lima, Guild Assasin Hitam]-


"Aku akan mencabik-cabik tubuh Pembunuh Suami ku itu." Gumam nya sambil berjalan menuju tangga dengan niat membunuh yang begitu besar nya.


Seniman Bela Diri yang berada di ranah alam siluman puncak itu pun mulai menaiki tangga tersebut, tampak beberapa Assasin level rendah yang berpapasan dengan nya tertunduk dan memalingkan mata nya karena takut kepada Gadis Cantik tersebut.


"Ugh....... "


"Siapa yang berani membuat Nyonya Galapagos marah... " Gumam beberapa Assasin Level Rendah yang berpapasan dengan nya di tangga tersebut sambil menahan nafas.


-[3 Hari Kemudian]-


Dari 10 orang Anggota Pasukan Pengawalan hanya tiga orang yang tersisa dan berhasil selamat dalam pertempuran dahsyat tersebut yaitu Ashiang, Ashiong, dan juga Delphi Chen.


Tampak saat ini tubuh mereka bertiga di penuhi oleh perban dan sedang menjalankan Kereta Kencana tersebut dari bangku kusir dengan wajah yang di penuhi perban juga.


"Huff........... " Suara hembusan nafas panjang Delphi Chen.


Sementara itu di dalam Gerbong Kereta Kencana Arung, Delayla, Sonia, dan juga sang Putri sedang duduk dan saling berhadap-hadapan.


"Tap.......... "


"Tap.......... "


"Tap.......... " Suara tapak kaki kuda yang sedang berlari di jalanan berbatu tersebut.


Saat ini mereka baru saja keluar dari dalam Gerbang Ibu Kota Kerajaan Jangbaek dan berniat pergi ke Kota Es Utara untuk mengantarkan sang Putri.


"Arung, gimana keadaan mu saat ini?" Tanya Delayla Jangbaek.


"Apa dia berniat bertarung di kasur?"


"Bila-bila cederaku kambuh kembali." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Seperti yang kau lihat Delayla, tubuh ku saat ini sudah pulih namun masih perlu beristirahat beberapa hari lagi agar benar-benar pulih seperti sedia kala nya." Ucap Arung.


Putri Michele pun menatap Arung dengan pandangan tersipu-sipu dengan pipi yang merona merah tersebut.


"Terima Kasih Pendekar Arung, karena sudah menyelamatkan aku di Hutan saat itu." Ucap Putri Raja Aliansi Dagang tersebut dengan tulus.


"Wah........ "


"Ternyata dia tidak bisu, kukira selama ini dia bisu." Gumam Arung dan Sonia yang baru kali ini berkomunikasi dengan sang Putri.


"Sudah menjadi tugas ku Putri." Ucap Arung.


"Kenapa firasat ku gak enak ya melihat saat sang Putri yang terkenal dingin itu berbicara begitu hangat dengan Suami ku?" Gumam Delayla Jangbaek yang mencurigai Putri Michele.


Kereta Kencana pun terus melaju melalui jalan berbatu tersebut dan telah melewati beberapa Hutan dan melintasi beberapa gunung, tidak terasa tiga hari pun telah terlewati dan akhir nya mereka pun tiba di depan Gerbang Taman Pemakaman Kunti.


"Eghhhh.......... "


"Eghhhh.......... "


"Eghhhh.......... " Suara Keenam Ringkikan Beast-Beast Kuda saat di berhentikan mendadak oleh Ashiong di depan Gerbang Taman Pemakaman Kunti tersebut.


"Ashiong, kenapa berhenti?"


"Mana tengah malam lagi." Ucap Ashiang yang terbangun saat kereta tersebut berhenti.


"Lihat itu Ashiang, Delphi Chen... "

__ADS_1


"Taman Pemakaman Kunti... " Ucap Ashiong sambil menunjukkan tulisan yang terpahat di atas Gerbang yang sudah tua dan semak tersebut.


"Grugghhh....... "


"Grughhhh....... "


"Grughhhh....... " Suara Beast Burung Hantu menambah seram tempat tersebut.


Ashiang dan Delphi Chen pun saling bertatapan, mereka pun mengenali tempat tersebut berdasarkan legenda yang ada di Kerajaan Jangbaek.


"Sial..... "


"Taman Pemakaman Kunti ini tidak ada di Peta dan hanya muncul seratus tahun sekali atau lebih, konon katanya Taman Pemakaman ini di penuhi oleh Beast Kuntilanak.... "


"Gimana ini Delphi Chen.... "


"Bulu kuduk ku sampai merinding, tempat ini benar-benar menakutkan... " Ucap Ashiang.


"Hi......... "


"Hi......... "


"Hi......... " Suara sayup-sayup tawa kecil Kuntilanak dari dalam Tempat Pemakaman tersebut.


"Aku akan menanyakan nya ke Ketua... " Ucap Delphi Chen kemudian mulai membuka jendela kecil yang terhubung ke dalam bilik Kereta Kencana tersebut.


-[Di Dalam Kereta Kencana]-


"Ketua, ada yang aneh di luar sini,"


"Kita saat ini berada di depan Gerbang Desa Kuntilanak." Ucap Delphi Chen dengan nada suara yang pelan dan sedikit panik.


"Desa Kuntilanak?" Gumam Arung dan Sonia penasaran.


"Gawat.... "


"Kalau begitu kita bermalam saja dulu di pinggiran hutan ini dan baru melanjutkan perjalanan saat Desa Mistis tersebut telah menghilang." Ucap Delayla Jangbaek.


Konon katanya Desa tersebut akan menghilang dalam satu malam begitu cerita yang ada pada legenda tersebut.


"Baik Ketua... " Ucap Delphi Chen lalu mulai menjalankan Kereta Kencana menjauh dari Gerbang Hantu tersebut.


"Kuntilanak?"


"Mungkinkah ada hantu juga di Dunia Kultivasi ini, bukankah Kuntilanak hanya ada di tempat asal ku,"


"Dan itu hantu adalah hantu asli dari Indonesia?"


"Sebaiknya aku tanyakan pada Delayla saja." Gumam Arung yang semakin penasaran tersebut.


Sementara itu setelah menepikan Kereta Kencana dan mengikatkan tali kekang kuda ke salah satu pepohonan tersebut Delphi Chen dan yang lain nya pun mulai mendirikan dua buah Kamp di tempat tersebut.


"Delayla, apa itu Desa Kuntilanak?" Tanya Arung.


"Benar, aku juga ingin tahu mengenai Kuntilanak itu apa?" Gumam Sonia.


"Mereka seperti bukan penduduk di Kerajaan Jangbaek ini saja." Gumam kompak Delayla Jangbaek dan Putri Michele.


_________________________


To be Continued..............,


Bro di Vote, Like, and Comment ya untuk support nya, Terima Kasih... TTD NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2