
-[Sore Hari]-
Tampak Rombongan Kelompok Kipas Utara sudah mulai menyeberangi Jembatan Gantung tersebut, Kereta Kencana pun terlihat sudah mulai menyebrang kemudian di susul oleh Kereta Tawanan di belakang nya.
Ke 100 anggota kelompok tersebut pun tampak sudah mulai menyeberang Jembatan Gantung saat ini.
Kelompok tersebut di kenal dengan sebutan Kelompok Kipas Utara dan di Ketuai oleh sesosok Kultivator Ahli Tinju yaitu Bruce Kanggoro yang merupakan Manusia Beast Kangguru di ranah alam kesatria level tiga.
"Zafira, segera beritahukan Jendral Dracule jika Kelompok Kipas Utara telah tiba ke mari." Bisik Komandan Indah Vampir ke telinga Zafira.
"Baik Indah.... " Ucap Komandan Zafira lalu mulai melesat kembali ke markas.
"Whusss......... " Suara hempasan angin saat Komandan Zafira melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh nya.
Ke empat Komandan tersebut pun mulai mengawasi gerak-gerik dari Kelompok Kipas Utara tersebut.
"Bos Bruce, apa kita beristirahat saja dulu di sini,"
"Sepertinya hari sudah mau malam, Bos Bruce bisa bermain dulu dengan Naga Wanita itu di sini." Ucap Wakil Ketua Kelompok Kipas Utara tersebut yaitu Syailendra Vampir.
"Benar juga, kita baru saja menangkap Gadis Berambut Biru ini tadi,"
"Aku akan mencicipi nya malam ini." Ucap Bos Bruce sambil menarik rambut Naga Wanita tersebut.
"B*jingan, rambut ku..... " Gumam Naga Wanita tersebut.
Tampak Naga Wanita dengan dua buah tanduk emas tersebut tidak berdaya di sebabkan rantai hitam yang melilit sekujur tubuh nya tersebut.
"Cuih......... " Ludah Naga Wanita tersebut ke wajah Bos Bruce Kanggoro.
"Tenanglah Sayang, malam ini kita akan pergi ke awang-awang bersama." Ucap Bos Bruce Kanggoro kemudian mulai mengelap wajah nya yang di ludahi oleh Naga Wanita tersebut sebelum nya.
"Baji*gan ini menjebak ku tadi... " Gumam Naga Wanita tersebut.
"Dasar Bos Maniak..... " Gumam Syailendra Vampir lalu turun dari Kuda nya.
"Syailendra, beri tahu yang lain nya untuk segera menyiapkan Kamp. Kita akan beristirahat di tempat ini malam ini." Perintah Bos Bruce Kanggoro sambil memegang dagu Naga Wanita tersebut.
"Baik Bos...... " Ucap Syailendra Vampir lalu mulai mengikatkan tali kekang kuda nya dan juga tali kekang Kereta Kencana tersebut ke salah satu pohon di dalam hutan tersebut.
Setelah itu Syailendra pun mulai memerintahkan ke 100 Bandit-Bandit tersebut untuk mulai mendirikan kamp-kamp di tempat tersebut.
"Bagus...... "
"Akan lebih mudah membunuh mereka saat mereka beristirahat." Ucap Komandan Afar dengan nada suara yang pelan.
"Benar Afar, kita tinggal menyelinap saja ke dalam Kamp. tersebut di malam hari, saat mereka sedang nyenyak-nyenyak nya tidur,"
"Kemudian tinggal kita gorok saja leher mereka satu-persatu." Ucap Komandan Garo dengan nada suara yang pelan.
"Ngomong sih enak, Garo, kalau sampai ada dari mereka yang kebangun gimana?"
"Malah kita yang bakal di gorok." Ucap Komandan Heinz dengan nada suara yang pelan.
"Husss........ "
"Kita di tugaskan untuk mengawasi bukan untuk ngerumpi di sani, kalian udah kayak emak-emak aja,"
"Aku aja yang emak-emak gak ngerumpi." Ucap Komandan Indah dengan nada suara yang pelan.
"Dasar Jendess..... " Gumam Ke Tiga Komandan laki-laki tersebut lalu kembali mengawasi Bandit-Bandit tersebut.
Anggota-anggota dari Kelompok Kipas Utara tersebut pun mulai mendirikan sebelas buah Kamp. di dekat Jembatan Gantung tersebut. Sementara itu Bos Bruce Kanggoro terus saja menggoda Naga Wanita berambut biru tersebut di bawah sebuah pohon besar.
"Senyum donk cantik.... " Rayu Bos Bruce.
Naga Wanita itu hanya diam dengan raut wajah kesal terhadap Manusia Beast Kangguru Hitam tersebut.
"Dasar makhluk berkantung mesum..... " Gumam Naga Wanita tersebut.
"Kau makin cantik saja kalau cemberut." Ucap Bos Bruce Kanggoro.
-[Malam Hari]-
Saat ini Jendral Arung, Jendral Dracule, dan juga Sonia telah tiba di dekat Komandan Heinz dan yang lain nya.
"Dup......... "
__ADS_1
"Dup........."
"Dup......... " Suara tapak kaki Arung dan yang lain nya saat mendarat dengan indah di atas dahan pohon tersebut.
"Mana Zafira?" Gumam Komandan Indah saat menyadari kalau Komandan Zafira tidak datang bersama mereka.
Komandan Zafira saat ini sedang di tugaskan oleh Arung untuk menjaga keselamatan ke lima Selir nya di markas.
"Jendral Dracule, kita seperti nya harus menunggu mereka masuk ke dalam Kamp. terlebih dahulu, aku memiliki sebuah rencana untuk menghabisi mereka sekaligus dengan mudah." Ucap Arung dengan nada suara yang pelan.
"Bagaimana cara nya Jendral Arung?" Tanya Jendral Dracule dengan penasaran.
"Aku akan meniupkan Kabut Ilusi Cinta ke dalam tiap kamp. tersebut,"
"Setelah itu mereka akan pingsan, para Komandan-Komandan tinggal menggorok leher Bandit-Bandit tersebut." Ucap Arung sambil mengisyaratkan menggorok tenggorokan dengan tangan nya tersebut.
"Ternyata Jendral Arung ini kejam juga.. " Gumam ketiga Komandan Laki-laki tersebut.
"Rencana yang brilian Jendral..... " Ucap Jendral Dracule.
"Ugh......... "
"Tidak kusangka..... "
"Dia bisa memikirkan rencana sekejam itu." Gumam Sonia.
Mereka pun mulai menunggu hingga para Bandit-Bandit tersebut mulai memasuki kamp-kamp tersebut satu persatu.
Karena kelelahan sepanjang perjalanan Bos Bruce Kanggoro pun tidak jadi menggrepe-grepe Naga Betina tersebut, Manusia Beast Kangguru itu pun menarik Gadis bertanduk itu untuk ikut masuk ke dalam Kamp. nya.
"Syukurlah, Makhluk berkantung ini sedang kecapekan, untuk malam ini aku selamat." Gumam Naga Betina tersebut.
"Hah....... "
"Kukira bakal dapat menikmati tubuh Naga Betina itu, rupanya bos lagi capek,"
"Ya sudah lah, ayo kita kembali berjaga." Ucap Syailendra Vampir.
"Siap Wakil Bos...... " Ucap Bandit-Bandit yang berjaga tersebut.
Setelah itu wanita tersebut di bunuh dan di buang di hutan untuk menjadi santapan Beast-Beast Liar di dalam hutan tersebut.
-[Tengah malam]-
Tampak ke delapan puluh Bandit telah beristirahat di dalam tenda kamp-kamp tersebut dan tinggal dua puluh Bandit yang berjaga di luar bersama dengan Wakil Ketua Kelompok Kipas Utara tersebut yaitu Syailendra Vampir.
"Sonia, kau tetap di sini dan tunggu aba-aba dari ku untuk menembakkan panah cahaya itu." Perintah Arung.
"Baik Arung." Ucap Sonia yang sudah bersiap menembakkan panah berelemen cahaya tersebut dengan Busur Arjuna nya tersebut.
"Ayo.........."
"Pakai masker ini....." Ucap Arung lalu mulai membagikan masker kepada Komandan-Komandan tersebut.
"Jendral Besar Arung bahkan sudah mempersiapkan masker untuk penyergapan ini, dia memang berpengalaman sebagai seorang Jendral." Gumam Komandan Janda anak satu tersebut.
Mereka ber enam pun mulai menyelinap ke Kamp. tersebut, Arung pun mulai meniupkan asap Kabut Ilusi Cinta pada Kamp. yang pertama kali di temui nya tersebut.
"Whussss........... " Suara tiupan Kabut Ilusi Cinta.
Seketika ruangan di dalam tempat tersebut di penuhi oleh asap berwarna merah jambu, sementara itu Komandan Indah mulai menyelinap ke dalam Kereta Tawanan dari bawah dan mulai membebaskan ke sepuluh Tawanan tersebut.
"Komandan Heinz, masuk lah." Perintah Jendral Dracule.
"Baik Jendral..... " Ucap Komandan Heinz.
Komandan Heinz pun mulai masuk dan membantai Bandit-Bandit yang sedang tertidur di dalam ruangan tersebut satu demi satu.
"Kasian juga Bandit-Bandit itu." Gumam Jendral Dracule saat menyaksikan Komandan Heinz menggorok leher Bandit-Bandit tersebut satu persatu.
Beberapa menit kemudian,
Mereka pun telah berhasil membantai 60 Bandit-Bandit tersebut hingga pada akhirnya pembantaian tersebut ketahuan, salah satu Bandit yang berjaga melihat mereka saat hendak melakukan aksinya dan mulai berteriak keras.
"Penyusup....... "
"Penyusup......." Teriak Bandit tersebut.
__ADS_1
Para Bandit-Bandit pun mulai keluar dari kamp-kamp yang belum di bantai tersebut termasuk Bos Bruce Kanggoro. Bandit-Bandit itu pun mulai mengepung mereka berlima dengan memegang Golok Vampir di genggaman nya.
"Sial....... "
"Kita ketahuan.... " Ucap Arung.
Sementara itu Komandan Indah saat ini sedang membagikan Golok-Golok Vampir kepada ke sepuluh tawanan tersebut.
"Pendekar, ayo kita bantu teman-teman ku,"
"Sepertinya mereka saat ini sudah ketahuan." Ucap Komandan Indah.
"Baik..... " Sahut kompak ke sepuluh Tawanan tersebut.
Sebelumnya Komandan Indah juga telah memberikan Pil Gingseng Seratus tahun kepada Tawanan-Tawanan tersebut sehingga kondisi mereka saat ini sudah fit.
"Duakkkk......... " Suara saat pintu Kereta Tawanan tersebut di hancurkan oleh Komandan Indah dengan serangan telapak tangan nya yang di penuhi oleh elemen kegelapan murni.
"Apa......... "
"Siapa yang membebaskan Upeti-Upeti ku." Ucap Bos Bruce Kanggoro saat melihat Komandan Indah beserta para Tawanan-Tawanan tersebut keluar dari dalam Kereta Tawanan tersebut.
Komandan Indah dan para tawanan pun mulai bergabung dengan Arung.
"16 lawan 42, Jendral Dracule biar aku yang urus Pemimpin nya." Ucap Arung sambil menunjuk ke arah Bos Bruce Kanggoro.
"Baik Jendral..... " Ucap Jendral Dracule.
Bos Bruce Kanggoro pun mulai maju ke depan dengan sorot mata di penuhi dengan amarah tersebut.
"Padahal malam ini aku berniat memulihkan stamina ku, agar esok hari aku bisa berurusan dengan Naga Wanita itu,"
"Ternyata muncul Naga lain nya yang mengganggu istirahat ku, rasanya ingin kumakan saja Naga itu." Gumam Bos Kangguru Hitam tersebut.
"Hei Naga, apa kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa?" Tanya Bos Bruce Kanggoro dengan nada suara yang keras dan membentak.
"Siapa kau aku tidak perduli, aku sudah membunuh Bos Gen sebelumnya,"
"Saat ini adalah giliran mu untuk mati." Ucap Arung.
"B*jingan...... "
"Kau berani membunuh Gen.... " Ucap Bos Bruce Kanggoro dengan keras kemudian mulai menjelma ke wujud Beast nya.
Bos Bandit ini pun mulai menjelma menjadi seekor Beast Kangguru Hitam setinggi lima meter dengan sebuah tanduk tajam di hidung nya.
"Aurghhhhh............ " Raungan Kangguru Hitam tersebut yang memecah keheningan malam di tempat tersebut.
"Ugh...... "
"Sepertinya Bos Bruce sangat marah saat ini, dia dan Bos Gen adalah sahabat dekat, bahkan mereka kadang bertukar Selir." Gumam Syailendra Vampir.
"Kangguru raksasa, dia pasti sangat kuat sebelum di masukkan ke dalam Penjara Black Skull ini,"
"Wujud Beast nya saja sangat besar di ranah alam kesatria ini,"
"SONIA........" Teriak Pendekar Setengah Naga tersebut berusaha memberi isyarat kepada Sonia untuk mulai melesatkan anak panah nya.
Anak panah berelemen cahaya pun mulai melesat dari kejauhan ke arah Bandit-Bandit tersebut.
"Jlebbbb...... "
"Jlebbbb......." Suara saat anak-anak panah tersebut berhasil menembus punggung-punggung dan membunuh ketiga orang Bandit tersebut sekaligus.
"Mereka sangat licik, hati-hati terhadap anak-anak panah tersebut.... " Teriak Syailendra Vampir yang baru saja menyadari adanya pemanah jitu dari kejauhan tersebut.
Anak-anak panah berelemen cahaya pun mulai melesat kembali ke arah Bandit-Bandit tersebut, Syailendra Vampir pun mulai menembakkan beberapa sambaran petir dari telapak tangan nya untuk menghalau anak-anak panah cahaya tersebut.
"Jderrr........ "
"Jderrr........ "
"Jderrr........ " Suara saat anak-anak panah berelemen cahaya tersebut beradu dengan sambaran-sambaran petir yang di lesatkan oleh Syailendra Vampir.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1