
Zombie-zombie di luar tampak sangat kelaparan, makhluk-makhluk itu pun terus berusaha untuk masuk ke dalam Bus yang saat ini berada di atas atap sebuah Rumah Sakit yang sudah terbengkalai lama dan terlihat sangat angker.
"Kenapa bisa tidak ada sinyal di sini, gawat bagaimana ini,"
"Aku hanya memiliki sebuah pistol, bagaimana mungkin aku bisa menghadapi puluhan zombie-zombie tersebut???" Gumam Anggota TNI tersebut sambil melihat zombie-zombie tersebut dari balik jendela Bus dengan raut wajah yang kebingungan.
"Bagaimana, Pak???
"Apakah Bapak sudah berhasil meminta bantuan???" Tanya Arung dengan penasaran.
Raut wajah penumpang-penumpang bus lain nya pun terlihat begitu serius untuk mendengarkan jawaban dari Anggota TNI tersebut.
"Hah.........." Suara nafas panjang Anggota TNI tersebut lalu mulai menggeleng-gelengkan kepala nya beberapa kali yang menandakan bahwa sanya dia tidak berhasil mencari bantuan.
"Arung, kita gak tau masalah apa lagi yang akan muncul selanjutnya..."
"Sebaik nya kita menunggu kesempatan yang baik untuk bisa keluar dari dalam Bus ini dan mencari tempat yang aman...." Ujar Mitha.
"Tapi bagaimana dengan yang lain nya, Mitha???" Tanya Arung.
"Arung ini hanyalah dunia ilusi, setiap orang yang ada di sini hanyalah ilusi yang di ciptakan oleh Ratu Sanbon..." Ucap Mitha.
Beberapa saat kemudian dari arah pintu gedung di kejauhan, sesosok zombie setinggi dua meter dengan tubuh yang begitu kekar pun mulai muncul.
Suasana tegang pum kembali tercipta di dalam Bus tersebut saat kemunculan makhluk kekar dengan wajah yang mengerikan tersebut.
"Aurghhhhh............"
"Aurghhhhh............" Teriak Zombie Kekar tersebut lalu mulai berlari ke arah Bus dengan ganas nya.
"Apa itu......?"
"Hulk Zombie???" Ucap Kikan dengan terkejut dan takut saat melihat sosok yang mengerikan tersebut berlari ke arah Bus.
Arung pun mulai menoleh ke arah bilik toilet, ia pun mulai menganalisa kondisi pada saat itu dan memperoleh sebuah kesimpulan.
"Mitha, sebaik nya kita segera ke belakang,"
"Seperti nya pintu Bus itu gak akan mampu bertahan ...." Ucap Arung sambil memegang pergelangan tangan Jendral Es dan menarik nya ke arah bilik toilet.
"Kau benar, Arung....." Sahut Mitha.
Nagita dan Kikan yang ikut mendengarkan perkataan Arung pun mulai mengikuti Arung dan juga Mitha yang sedang beranjak ke bilik toilet dengan tergesa-gesa.
"Benar yang di katakan Pemuda itu...." Gumam Kikan.
Sementara itu, para penumpang bus lain nya tampak mengarahkan pandangan nya ke arah Hulk Zombie tersebut, sesampainya di depan pintu depan Bus tersebut, Hulk Zombie pun langsung menarik gagang pintu Bus tersebut hingga terlepas dan melemparnya ke kejauhan.
"Duakkkk.........." Suara saat pintu Bus tersebut terlempar ke atas lantai.
Para zombie-zombie pun mulai masuk dan mulai memangsa siapa saja yang ada di dalam Bus tersebut, suara teriakan-teriakan histeris pun terdengar.
"Arghhhhh..........."
__ADS_1
"Arghhhhh..........."
"Arghhhhh.........." Teriakan-teriakan penumpang Bus yang di mangsa oleh zombie-zombie tersebut hidup-hidup.
Sementara itu Arung dan Mitha pun berhasil keluar lewat pintu belakang, beberapa penumpang Bus lain nya pun berhasil kabur.
"Ayo Arung........"
"Kita harus segera mencari tempat untuk bersembunyi...." Ucap Mitha.
Sementara itu Arung terlihat masih mematung melihat kejadian yang mengerikan yang saat itu sedang terjadi di dalam Bus.
"Tolong............."
"Tolong............." Teriak penumpang-penumpang yang sedang menjadi mangsa zombie-zombie tersebut.
Zombie-zombie itu tidak mengenal belas kasih dan memakan hidup-hidup sebagian penumpang yang terjebak di dalam Bus, Mitha pun berulang kali menarik baju Arung berniat mengajak nya segera pergi dari tempat tersebut.
"Dasar Ratu Santet biadap...." Ucap Arung lalu pergi melarikan diri dari tempat tersebut bersama dengan Jendral Es.
"Sebaik nya aku mengikuti Pemuda itu...." Gumam Nagita lalu berlari dan mengikuti Arung memasuki gedung.
Kikan pun ikut berlari ke arah pintu masuk gedung mengikuti Pendekar Setengah Naga tersebut.
Ruangan di lantai lima tersebut terlihat sangat mengerikan, mereka pun mulai berjalan dengan hati-hati di dalam koridor ruangan tersebut.
"Siapa wanita itu???"
"Tenang lah Mitha, dia mungkin salah satu Survivor...." Ucap Arung.
Tiba-tiba saja sekumpulan zombie terlihat di dalam koridor tersebut, Arung dengan cepat menarik lengan kekasih nya dan masuk ke salah satu ruangan di sebelah nya.
"Dup..........." Suara saat pintu tertutup.
Arung pun segera mendorong sebuah lemari untuk menutupi pintu tersebut, mereka berdua pun duduk di atas salah satu ranjang tua di dalam ruangan berukuran 5 x 5 m tersebut.
"Ugh........."
"Lukaku baru terasa pedih sekarang......." Gumam Arung sambil memegang dada nya.
Jendral Es menyadari nya jika saat ini Arung sedang merasakan kesakitan di dada nya, gadis cantik berambut biru itu pun mulai memegang tangan kekasih nya tersebut dengan lembut.
Mata mereka berdua pun saling beradu, dengan tenang Jendral Love Killer itu pun mulai mendekatkan wajah nya ke dekat wajah Arung.
Mereka pun mulai bercium*n, tak lama berselang terdengar suara ketukan pintu dan minta tolong dari balik pintu.
"Tok............"
"Tok............"
"Tok............" Suara ketukan pintu.
"Tolong......."
__ADS_1
"Bang ........."
" Tolong buka pintu nya???" Teriak Nagita dari luar.
Arung yang mendengarkan teriakan tersebut pun menghentikan cium*n nya, ia pun mulai mengarahkan pandangan nya ke arah pintu tersebut dan berniat menolong Gadis yang sedang mengetuk pintu tersebut.
"Arung......."
"Semua yang ada di dunia ini hanyalah ilusi yang di ciptakan oleh Ratu Santet, jangan ambil risiko....." Ucap Mitha sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Walaupun ini hanyalah sebuah ilusi namun aku gak bisa menepis permintaan minta tolong tersebut, Mitha...." Ucap Arung lalu mulai beranjak ke depan pintu dan mulai mendorong lemari yang menutupi pintu kamar tersebut.
"Kraakkk.........." Suara saat pintu ruangan tersebut mulai terbuka.
Dengan terburu-buru, Gadis Cantik dengan sebuah linggis besi di tangan nya pun mulai masuk ke dalam ruangan tersebut.
Arung pun buru-buru menutup pintu tersebut dan mendorong lemari kayu tersebut.
"Hah........."
"Hah........"
"Hah........" Suara terengah-engah Nagita.
"Makasih banget, Bang......"
"Koridor di sini di penuhi zombie-zombie , Bang...." Ucap Nagita.
"Duduk lah dulu.." Ucap Arung.
Nagita pun mulai duduk di sebelah Jendral Es.
"Bagaimana ini, Mitha???"
"Apa yang harus kita lakukan???" Tanya Arung.
"Malam ini sebaiknya kita beristirahat di sini, ingat jangan sampai tertidur..."
"Besok pagi kita akan memikirkan cara keluar dari tempat ini...." Ucap Mitha lalu mulai duduk bersimpuh dan mulai menutup mata nya.
"Nona, sebaik nya nona tidur lah...."
"Sebaik nya jangan membuat keributan, jika tidak makhluk-makhluk itu akan menyadari keberadaan kita...." Ucap Arung lalu duduk bersimpuh di atas lantai dan mulai bermeditasi.
"Baik Bang, dan nama ku adalah Nagita bang bukan Nona...." Ujar Nagita.
Arung pun hanya tersenyum kecil sambil menutup kedua belah mata nya.
"Nagita, nama ku Arung..." Ucap Arung dengan pelan.
To Be Continued.....
Mohon Like and Vote nya.
__ADS_1