Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Benih-Benih Cinta Part Awal.


__ADS_3

Di dalam Bola Ruang, tampak tubuh Putri Akasia yang terlentang di dekat gerbang.


"Dup........." Suara saat tapak kaki Ayam Cemani mendarat di atas tanah.


"Udin....."


"Fiuh......"


"Syukurlah kau berhasil menyelamatkan pemuda itu...." Ucap Putri Akasia Naga.


"Putri, aku akan menggotong pemuda ini dulu ke kamar.... "


"Setelah itu aku akan kembali dan mencairkan Es yang membekukan mu..." Ujar Ayam Cemani.


"Iya Din, kita juga harus segera menyelamatkan Doyok..."


"Dia pasti sedang tidak sadarkan diri saat ini..." Ujar Putri Akasia Naga.


Udin pun dengan segera bergegas menuju Mansion sambil menggotong Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Tap........"


"Tap......."


"Tap......." Suara tapak kaki Udin si Ayam Cemani.


Kembali ke Alam Mimpi Shilla Tiger, tampak kedua cewek cantik itu sudah kelelahan dan nafas nya pun ngos-ngosan.


"Hah........."


"Hah........"


"Hah........" Suara nafas terengah-engah Shilla Tiger.


"Dasaaaarrrr kentanggg...." Teriak Shilla.


Beberapa saat kemudian, Shilla pun terbangun di kamar tidurnya di Benua Es Api.


"Kentang........."


"Ternyata hanya mimpi....."


"Kenapa aku sampai bisa bermimpi tentang Play Boy itu???" Gumam Shilla Tiger lalu bangun dan pergi beranjak menuju kamar mandi.


"Tap........"


"Tap........."


"Tap.........." Suara tapak kaki Shilla Tiger saat beranjak menuju kamar mandi.


"Dasar nyebelin...." Ucap Shilla sambil membuka pintu kamar nya.


Scene pun beralih ke Pulau Asteroid Kuno, waktu sebulan sudah berlalu di tempat tersebut.


"Ratu, bagaimana ini???"


"Pimpinan Aliansi Naga belum juga kembali, apa yang harus kita lakukan....??" Tanya Komandan Chilia Black.


Saat ini Ratu Titan Medusa dan yang lain nya sedang makan malam bersama.


"Kita tunggu hingga portal kembali muncul..."


"Bagaimanapun juga, Pemuda itu sudah mendapatkan kunci nya..."


"Akhirnya kita bisa keluar dari dalam penjara Black skull itu setelah sekian lamanya...." Ujar Ratu Titan Medusa.


"Siap Ratu....." Jawab Komandan Chilia Black.


"Semoga aja kunci nya gak ilang..." Gumam Komandan Chilia Black.


Sementara itu Kira dan juga kedua Selir tidak berani berkomentar apa pun di hadapan sang Pemimpin berambut ular itu karena kharisma nya yang begitu besar.


"Jendral Naga, cepat lah kembali...." Gumam Kira.


Ratu Titan Medusa pun melihat ke arah langit, ia masih teringat akan Dewi Teratai Dewa yang telah menyelamatkan nya dari Jack The God Slayer.

__ADS_1


"Siapa wanita itu, kenapa dia bisa sekuat itu..."


"Baunya pun sangat berbeda dengan manusia beast di planet ku???" Gumam Ratu Titan.


"Kapan suami ku akan kembali ya, kangen rasanya..."


"Sudah sebulan berlalu namun kau belum juga muncul..." Gumam Selir Nora.


"Selir Keysha, bagaimana jika saja Jendral Naga tidak kembali???" Tanya Kira.


"Aku yakin dia pasti kembali, Kira...." Jawab Selir Keysha.


"Cepatlah kembali sayang...." Gumam Selir Keysha.


Mereka pun melanjutkan makan malam bersama di tempat tersebut.


Malam hari nya di dalam Bola Ruang, tampak Putri Akasia baru saja selesai mandi dan hendak berganti pakaian.


Pada saat ini di dalam kamar terbaring sosok Pendekar Setengah Naga dengan sekujur tubuh nya penuh dengan perban.


Sementara itu Biawak Emas masih terbaring di atas sofa dengan perban di sekujur tubuh nya juga.


"Udin, ngapain kamu liatin Doyok sampai segitu nya???" Tanya Putri Akasia.


Udin melihat Doyok hingga mengences.


"Aku keingat sate biawak tadi, Bos Put...."


"Enak banget...." Ucap Udin.


"Udin, jangan berfikir yang tidak-tidak, masa teman makan teman...."


"Rawat Doyok..."


"Aku mau berpakaian dulu...." Ucap Putri Akasia lalu langsung masuk kedalam kamar.


"Dup.........." Suara saat pintu kamar tertutup.


"Dasar Bos Put...." Gumam Udin.


"Ganteng nya...."


"Wangi lagi...." Ucap Putri Akasia kemudian mulai melepas handuk nya dan mulai berpakaian.


Arung pun mulai terjaga dan tanpa di sengaja ia melihat tubuh polos sang Putri.


"Kau......" Ucap Arung.


Putri pun menoleh ke belakang lalu langsung mengenakan pakaian nya.


"Kau melihat nya tadi???" Tanya sang Putri.


"Gak, Putri...."


"Gak sengaja keliatan...." Ucap Arung.


Putri pun berbalik dengan pipi yang memerah dan penuh dengan rasa malu.


"Karena kau sudah menyelamatkan ku, aku anggap kita impas..."


"Aku tunggu kau di luar, aku sudah siapin makan malam..." Ucap Putri Akasia lalu langsung keluar dari dalam kamar.


"Dup..........." Suara saat pintu kamar tertutup.


Saat ini Putri Akasia mengenakan celana shot pendek dan baju kemeja putih yang sedikit transparan.


"Ugh......"


"Malunya......" Gumam sang Putri lalu langsung menuju meja makan.


Ayam Cemani sejak tadi sudah duduk di atas kursi makan dan sedang menikmati makanan nya.


Tampak saat ini Ayam Cemani masih menggunakan mode Manusia ayam.


"Paha ayam nya enak banget...." Gumam Udin.

__ADS_1


Di dalam kamar Arung pun mulai bangun dan melihat tubuh, pakaian nya pun telah berganti piyama tidur.


"Apa nya yang impas, dia juga sudah melihat tubuh suci ku ini...."


"Dasar, ..." Gumam Arung.


Arung pun bangun dari tempat tidur kemudian beranjak keluar dari kamar tersebut.


"Ada manusia ayam???"


"Lho dia kok pegang paha ayam....???"


"Ayam makan ayam kah???" Gumam Arung kemudian beranjak menuju kursi makan.


"Wei....."


"Tuan Naga, sudah bangun..."


"Perkenalkan itu Bos ku, Putri Akasia,"


"Aku Jedrudin, panggi aja Udin...." Ucap Ayam Cemani yang ramah.


"Jedrudin, ..."


"Aku Arung, salam kenal..." Ucap Arung.


"Silahkan makan, Arung..." Ucap Putri Akasia.


"Kalian makan gak ngajak-ngajak..." Ucap Doyok yang baru saja bangun.


"Yok, Syukurlah kau sudah siuman, bagaimana luka mu???" Tanya Putri Akasia.


"Biawak???" Gumam Arung.


Doyok pun duduk di sebelah Putri Akasia Naga.


"Aku, Van Dewr Doyok..." Ucap Doyok.


"Aku Arung, ..." Ucap Arung.


"Yok, kukira kau gak bangun bangun lagi, aku udah nyiapin perapian tadi...." Ucap Ayam Cemani.


"Tega kali kau Din..... " Ucap Doyok.


"Husss....."


"Jangan pada berisik, kita lagi ada tamu...." Ucap Putri Akasia.


"Ayam ini, kejam kali..."


"Masaan kawan nya sendiri mau di makan..." Gumam Arung.


"Ayo, Arung..."


"Nanti keburu dingin..." Ucap Putri Akasia Naga.


"Iya Tuan Arung, ini masih hot makanan nya... " Ucap Jedrudin sambil mengedipkan mata nya ke arah pakaian **** yang sedang di kenakan oleh Putri saat ini.


"Iya Putri...." Ujar Arung.


Tampak pipi Putri Akasia Naga memerah saat memandang wajah tampan Arung.


"Ganteng nya...." Gumam Putri Akasia sambil tersenyum ke arah Arung.


Jedrudin pun melihat gelagat majikan nya, makhluk ini pun tahu jika Majikan nya tersebut mulai naksir kepada Pemuda itu.


"Sepertinya Bos Put menyukai Naga Jantan ini, seperti nya musim kawin akan dekat...."


"He......."


"He......" Gumam Jedrudin.


"Ugh......"


"Wangi banget, dia pakek parfum apa ya..." Gumam Arung saat mencium bau wangi dari tubuh Putri Akasia.

__ADS_1


__ADS_2