
Kereta Kencana pun terus melaju di tengah malam di tepian pantai tersebut, mereka pun pergi ke tujuan awal mereka yaitu menuju Kota Es Utara tempat Raja Aliansi Dagang tinggal.
Di dalam kereta kencana tampak Arung duduk bermeditasi guna memulihkan tenaga dalam nya yang hilang, tampak Ashiong dan Putri Michele tidak berani mengusik ketenangan nya.
"Kasian dia..... "
"Pasti lelah banget bertarung dengan beast-beast kunti itu... " Gumam Putri Michele.
Sebenarnya saat ini Pendekar Don Juan itu telah tertidur di dalam meditasi nya, ia benar-benar sangat lelah.
-[Dunia Di Dalam Dantian Arung, Dunia Naga Api]-
Tampak sebuah gunung berapi aktif yang di kelilingi oleh lautan api merah yang membara, tentunya suhu udara di Dunia Jiwa ini sangat lah tinggi.
Langit pun tampak merah, dari pemukaan Danau Api tampak sang Naga Api muncul dan terbang di langit lalu mulai mengitari gunung berapi tersebut.
Tak lama Naga Api pun menjelma ke wujud Manusia Beast nya, sesosok Pemuda Tampan dengan jubah merah pun mendarat di puncak Gunung Berapi tersebut.
"Dup......... " Suara tapak kaki Raidit.
"Bosen juga terus-terusan di sini, apa aku keliling aja yach???"
"Ku dengar Naga-Naga berelemen dewa itu selalu mengamuk si kandang nya dari Naga Emas... "
"Aku akan ke tempat Red Storm Dragon, katanya tubuh nya terbuat dari halilintar merah,"
"Konon katanya bangsa Naga itu sangat langka... " Gumam Naga Api.
Ia pun melentangkan kedua belah telapak tangan nya lalu semburan api panas pun keluar dari dalam telapak tangan nya dan membentuk sebuah portal menuju Dunia Jiwa Red Storm Dragon.
Tampak di dalam portal berdiameter tiga meter tersebut sebuah hutan yang terdapat gunung-gunung tinggi di dalam nya, kabut merah tampak menutupi beberapa tempat.
Hujan dan petir pun menghiasi Dunia tersebut.
"Byurrrr......... " Suara hujan deras.
Naga api pun masuk ke dalam dunia tersebut, tampak sebuah kerangkeng raksasa yang melayang di angkasa.
Sesosok Pemuda tampan dengan jubah merah yang mengalirkan petir sedang duduk dan bermain seruling merah.
"Wah....... "
"Rumornya Red Storm Dragon selalu mengamuk, kenapa dia begitu tenang saat ini???" Gumam Raidit saat melihat Naga Dewa tersebut.
Red Storm Dragon pun menyadari keberadaan Naga Api, ia pun menghentikan meniup seruling nya.
"SIAPA KAU???"
"BAGAIMANA BISA KAU ADA DI SINI???" Tanya Red Storm Dragon.
"Sial...... "
"Memang bangsa dewa, padahal aku sudah menghilangkan hawa keberadaan ku,"
"Tapi tetap saja dia menyadari nya.... "
"Mungkin dia Naga yang ramah, mungkin aku bisa berteman dengan nya... " Gumam Naga Api lalu terbang melayang ke hadapan kerangkeng emas tersebut.
__ADS_1
"Oh..... "
"Naga seperti aku, kebetulan sekali... " Ucap Red Storm Dragon.
"Kebetulan????"
"Kenapa firasat ku gak enak banget yach???" Gumam Raidit.
"Kau tidak kenal dengan bangsaku, walaupun kita sesama bangsa Naga???" Tanya Red Storm Dragon.
"Maksud mu???" Tanya Naga Api.
Red Storm Dragon pun menyetrum Naga Api dengan halilintar merah yang keluar dari dalam bola mata nya.
"Jderrrrr............ " Suara sambaran petir yang besar.
"Lho...... "
"Kok gak sakit???" Ucap Naga Api yang merasa aneh setelah tersambar Halilintar merah.
"Dah....... "
"Aku pergi dulu yach.... " Ucap Red Storm Dragon.
"Pergi???"
"Dia yang gila apa aku, bukan kah dia sedang di kurung???" Gumam Naga Api.
Saat ini Naga Api dan Red Storm Dragon telah berpindah tempat dengan Jurus Pemindah Petir. Raidit menggantikan Red Storm Dragon terkurung di dalam kerangkeng jiwa tersebut.
"Aku kenapa bisa ada di dalam sini???" Ucap Naga Api yang baru menyadari jika dirinya terkurung di dalam kerangkeng.
Red Storm Dragon pun memasuki portal tersebut meninggalkan Naga Api.
"Tunggu Red Storm Dragon....... " Teriak Naga Api.
Portal pun menutup, karena panik Raidit pun kembali ke wujud Beast nya dan mulai meraung-raung bermaksud memanggil bantuan.
"Aurghhhhh.......... "
"Aurghhhhh.......... " Ruangan Naga Api tersebut.
Arung pun membuka kedua belah matanya, pupil matanya berubah menjadi merah keungu-unguan yang menandakan Red Storm Dragon telah menguasai tubuh Pendekar Setengah Naga tersebut secara paksa.
"Hah..... "
"Akhirnya aku bisa melihat dunia luar, aku akan menikmati nya selagi Naga Emas tidak menyadari nya... " Gumam Red Storm Dragon.
Putri Michele tampak tersipu-sipu menatap Red Storm Dragon, Naga Dewa itu pun bingung melihat sikap sang Putri.
"Kenapa manusia wanita ini, apa dia lapar???" Gumam Red Storm Dragon.
Sementara itu Ashiong masih tertidur.
"Tuan Pendekar, begini,"
"Kita sudah dua hari berjalan menelusuri tepian pantai ini, seperti nya Ashiang dan Delphi Chen tidak akan mampu bertahan lagi,"
__ADS_1
"Racun nya telah menggerogoti tubuh mereka, kita gagal memperoleh buah saripati kehidupan,"
"Aku ingin mengatakan nya kepada Komandan Delayla tapi aku takut, Ashiong tampak sudah putus asa dan pasrah dengan keadaan ini,"
"Bisakah tuan memberitahukan nya kepada Komandan???" Ucap Putri Michele.
"Aku tidak mengerti maksud perkataan manusia wanita ini tapi aku tahu bentuk dan bau buah saripati kehidupan tersebut,"
"Aku dapat mencium dengan jelas bau buah itu berasal dari dalam cincin hitam ini... " Gumam Red Storm Dragon.
Tak lama berselang Ashiong pun bangun lalu melihat tubuh Delphi Chen dan Ashiang yang terduduk kaku di sebelah Arung.
"Ashiang....... "
"Del..... " Ucap Ashiong lalu kembali meneteskan air mata.
"Kasian Ashiong, sejak kemarin terus menangis.... " Gumam Putri Michele.
Red Storm Dragon pun mengeluarkan Buah Saripati Kehidupan dari dalam cincin tengkorak nya dan menunjukkan nya kepada Putri Michele.
"Apakah ini buah nya???" Tanya Red Storm Dragon.
Putri Michele pun diam dan memperhatikan buah itu dengan seksama, dan mengambil kesimpulan jika itu memang buah yang mereka cari.
"Benar..... "
"Itu dia.... " Ujar Putri Michele lalu mengambil buah tersebut dari tangan Red Storm Dragon.
Ashiong pun berhenti bersedih, semangat nya yang hilang dulu kembali lagi.
"Bos....... "
"Kita dapat buah nya..... " Teriak Ashiong dengan semangat.
Mendengar teriakan Ashiong, Delayla pun menghentikan laju kereta kencana dan turun dari kursi kusir setelah nya.
"Kraaaakkkk....... " Suara pintu terbuka.
"Naga Betina???" Gumam Red Storm Dragon.
Putri Michele pun turun kemudian menceritakan perihal buah saripati kehidupan tersebut, Ashiong pun mendirikan tenda.
"Darimana dia mendapat kan buah itu???" Gumam Sonia sambil mengikat tali kekang pada pohon di dekat tenda.
Red Storm Dragon tampak menikmati pemandangan pantai sore itu. Sementara itu Putri Michele pun mengeluarkan tungku obat dan mulai meramu pil untuk menetralisir racun kunti di dalam tenda di bantu Ashiong dan juga Delayla.
"Gelagatnya Don Juan ini tampak aneh sore ini, apa dia kesambet???" Gumam Sonia.
Tenda itu pun berada tepat di pinggir pantai, tampak pohon-pohon kelapa di sekitar nya.
Red Storm Dragon pun tampak melempangkan tubuh nya, ia tampak seperti sedang berolahraga.
"Dunia luar memang asik... " Gumam Red Storm Dragon.
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1