Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Sanbon Wars Part Final.


__ADS_3

Dengan tatapan sinis yang tanpa ekspresi tersebut, Ratu Sanbon Utara pun mulai menekan Arung dengan niat membunuh besar yang dimiliki nya.


Seakan-akan ada sebuah hempasan angin panas yang menerpa tubuh Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Ugh........... "


"Tekanan yang tidak biasa, dia memang lawan yang cukup tangguh... " Gumam Arung sambil menahan tekanan dahsyat yang di pancarkan oleh Ratu Santet tersebut.


Mata Ratu Sanbon yang penuh aura membunuh itu pun mulai beradu dengan mata petir milik Arung, di antara kedua mata tersebut seperti ada beberapa percikan-percikan petir yang meluap-luap.


"Jadi kau yang telah memimpin pemberontakan di dalam wilayah aliansi ku inj.... "


"Berani sekali kau mengacau di dalam wilayah kekuasaan ku ini.... " Ucap Ratu Ilmu Hitam tersebut.


"Aku belum tahu kekuatan seperti apa yang di miliki nya, aku harus waspada... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Aku hanya ingin melepaskan Raja Geitetsu Vampire, pemberontakan ini hanyalah bonus, Ratu.... " Ujar Arung dengan tenang.


"Bonus...... "


"Dasar Naga tidak tahu diri.... " Ujar Ratu Sanbon dengan penuh amarah.


Ratu Sanbon pun mulai memasang segel di kedua tangan nya, seketika itu Paku Raksasa yang di pegang nya pun mulai melayang-layang.


"Aku akan memberikan bonus Paku Berkarat ini buat mu.... "


"Terimalah...... " Ucap Ratu Ilmu Hitam tersebut.


"Bonus Paku Berkarat, apa maksud nya???" Gumam Arung.


Paku itu pun mulai melesat dengan cepat nya ke arah Arung.


"Whussss......... " Suara hempasan angin saat Paku Berkarat tersebut melesat.


"Blitzzzzz.......... " Suara jurus teleportasi milik Arung.


Arung pun bersusah payah menghindari serangan Paku yang sangat cepat tersebut dengan cara berteleport berkali-kali.


"Sial....... "


"Paku ini cepat sekali.... " Gumam Arung kemudian kembali berteleport dan menghindari serangan Paku Raksasa tersebut.


"Blizzzzzztttt...... " Suara jurus teleportasi Arung.


Di dalam lobi di lantai 99 itu terlihat Arung beberapa kali berteleport menghindari serangan-serangan Paku Raksasa yang menerjang ke arah nya berkali-kali dengan lintasan yang acak.


"Walaupun kau cepat, Paku berkarat ini pun lebih cepat.... " Gumam Ratu Sanbon Utara tersebut.


-[Kembali Ke Kereta Kencana Di mana Para Selir-Selir sebentar lagi akan bertarung melawan Komandan Garda Amazone]-


Ke empat avatar tampak sedang mengeroyok Komandan Garda Amazone tersebut dari berbagai penjuru mata angin.


"Tring......... "


"Tring......... "


"Tring......... " Suara saat Golok-golok vampire menekan Cakram Api milik Komandan Garda Amazone tersebut dengan ayunan-ayunan yang berat.


Di saat ke empat Avatar Kayu tersebut bertarung, kelima selir pun mulai bermusyawarah.


Di dalam hati kecil nya masing-masing dari mereka ingin membantu avatar-avatar milik suaminya tersebut untuk bertarung.


"Dari segi kekuatan kita bukan lah tandingan wanita berpepaya besar itu, Nora.... " Ucap Selir Keisha sambil melihat ke arah pepaya yang menggantung tersebut.


"Wanita dengan paha besar itu kuat dan beringas.... "


"Apa dia benar-benar wanita???" Ucap Selir Hana yang meragukan jenis kelamin milik Komandan Garda Amazone tersebut.

__ADS_1


"Benar..... "


"Bagaimana jika kita bekerja sama untuk mengalahkan nya, aku memiliki sebuah ide... " Ucap Selir Nora dengan penuh percaya diri.


Selir Nora pun mulai membisikkan rencana nya untuk mengalahkan Komandan Garda Amazone yang gagah perkasa tersebut.


Sementara itu Komandan Garda Amazone tersebut tampak sangat menikmati pertarungan nya melawan keempat Avatar Kayu, dengan penuh tenaga ia berhasil menendang jatuh dua Avatar Kayu milik Arung kemudian mulai menebas kepala nya dengan cakram api yang di miliki nya.


"Slasshhh......... "


"Slassshh......... " Suara tebasan cakram api saat berhasil memenggal dua buah Avatar Kayu milik Pendekar Setengah Naga tersebut.


Avatar Kayu itu pun kembali menjelma menjadi untaian akar-akar kayu yang saling beranyaman dan roboh ke atas tanah.


"Brukkkkk......... "


"Brukkkkk.......... " Suara saat tubuh kedua Avatar kayu roboh ke atas tanah.


"Dua sudah tumbang, tinggal dua lagi.... " Ujar Komandan Garda Amazone tersebut dengan penuh percaya diri.


"Apakah rencana nya akan berhasil, Nora???" Tanya Selir Helena yang menyangsikan rencana yang di buat oleh Nora tersebut.


"Tentu saja, Wanita Amazone itu memiliki ***** yang besar.... "


"Lihat aja tubuh nya yang jangkung dan tegap tersebut.... "


"Ingat begitu dia lengah.... "


"Kita berempat menyerang nya dengan elemen itu..... " Ujar Selir Nora.


Sementara itu kedua Avatar Kayu pun kembali menyerang Komandan Garda Amazone tersebut dengan niat membunuh yang besar.


"Tring.......... "


"Tring.......... "


"Tring........... " Suara ayunan Golok-golok vampire saat beradu dengan cakram api milik Komandan Garda Amazone tersebut.


"Slassshhhh........ "


"Slashhhhhh........." Suara saat cakram api berhasil memenggal kepala kedua Avatar Kayu lain nya.


Sama seperti dua buah Avatar Kayu yang sebelum nya, Avatar Kayu itu pun kembali ke wujud asalnya menjadi untaian akar-akar kayu yang saling beranyaman dan roboh ke atas tanah.


"Brukkkkk......... "


"Brukkkkk......... " Suara saat tubuh ke dua Avatar Kayu yang tanpa kepala tersebut roboh ke atas tanah.


Dengan congkak nya Komandan Garda Amazone pun mulai menatap ke arah kelima Selir yang ada di dekat Kereta Kencana tersebut.


"Sekarang giliran kalian, majulah.... " Ucap Komandan Garda Amazone tersebut.


"Tenanglah jangan gugup.... "


"Kita bertarung sesuai rencana yang telah kita bicarakan sebelum nya.... " Ujar Selir Nora.


"Tap.......... "


"Tap.......... "


"Tap........... " Suara tapak kaki ke lima Selir.


Ke lima Selir pun mulai mengelilingi Komandan Garda Amazone tersebut dengan gugup dan sedikit takut.


"Kalian berlima seperti nya bukan lah seorang Pendekar, kalian lebih terlihat seperti seorang pel*cur bagi ku... " Ujar Komandan Garda Amazone tersebut.


"P*lacur..... "

__ADS_1


"Dasar Gadis Jangkung..... " Gumam Selir Nora.


"Fika....... "


"Sekarang...... " Teriak Selir Nora.


"Mau apa mereka???" Gumam Komandan Frizka Zonbie.


Selir Fika pun mulai memasang segel di kedua tangan nya, ia pun mulai menggunakan elemen perubahan wujud.


Aura berwarna-warni pun mulai meluap-luap di sekitar Selir Fika.


Sosok Wanita Cantik itu pun mulai berubah menjadi sosok Datuk Hitam namun sedang mengenakan pakaian yang transparan dan begitu menggoda bagi para kaum hawa.


Selir Helena pun menggunakan elemen ***** dan membuat sebuah aroma yang membuat lawan jenis tertarik.


Komandan Garda Amazone yang menyaksikan peristiwa tersebut dan mencium aroma penggoda itu pun lengah untuk sepersekian detik nya.


"Datuk Hitam...... "


"Tampan nya..... " Ucap Komandan Garda Amazon tersebut yang lengah dengan keadaan saat ini.


Untuk sepersekian detik nya, Komandan Frizka Zonbie pun lengah.


Ke tiga Selir pun langsung melesatkan elemen rantai hitam penghilang kultivasi nya ke arah Komandan Garda Amazone tersebut.


"Sretttt......... "


"Sretttt.......... "


"Sretttt........... " Suara saat rantai-rantai hitam tersebut berhasil mengikat Komandan Garda Amazone tersebut dengan erat.


"Apa ini.... "


"Kalian sungguh licik.... "


"Dasar p" Lacur..... " Ucap Komandan Frizka Zonbie yang kembali tersadar.


"Fiuh....... "


"Kita berhasil.... "


"Dasar nafsuan..... " Ucap Selir Fika kemudian kembali ke wujud asal nya dan beranjak ke hadapan Komandan Garda Amazone tersebut lalu mulai menyumpal mulut nya dengan kain yang lengket.


"Ugh...... "


"Ugh...... "


"Ugh....... " Ucap Komandan Frizka Zonbie.


Di kejauhan Jenifer pun melihat kejadian tersebut, prajurit Garda Amazone itu hanya bisa bergumam di hati karena kecerobohan dari Komandan nya tersebut.


"Hah......... " Helaan nafas panjang Jenifer Zonbie.


"Dasar Komandan, dia lengah saat melihat pose Datuk Hitam yang menggoda itu.... " Gumam Jenifer dengan pipi yang merona merah saat melihat pose Datuk Hitam sebelum nya tersebut.


Sebenarnya Jenifer dan beberapa prajurit-prajurit Garda Amazone lain nya pun sempat terpesona melihat penampilan Selir Fika dengan elemen perubahan wujud nya tersebut.


Ketiga Selir pun mulai berpelukan karena senang, mereka pada akhir nya berhasil memperdayai Komandan tangguh dari Aliansi Amazone tersebut.


"Teman-teman jangan senang dulu, kita masih harus bertarung.... " Ucap Selir Nora sambil melihat ke sekeliling nya.


Para prajurit-prajurit aliansi Sanbon Utara lain nya pun mulai menyerang ke arah ke lima Selir tersebut.


Ke lima Selir pun mulai mengambil Golok-golok vampire yang ada di sekitar nya dan mulai bertarung sengit dengan para prajurit-prajurit tersebut.


Sementara itu Komandan Garda Amazone itu tebaring di atas tanah dengan rantai hitam yang mengikat nya dan dengan mulut yang tersumpal sebuah kain lengket.

__ADS_1


To be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2