
Arung pun menerjang ke arah cahaya hitam pekat yang menjulang ke atas tersebut.
Dia pun mulai mengayunkan Golok dengan bilah kristal berwarna ungu tersebut ke arah Ksatria Sanbon dalam wujud Vampire Supernya.
"Tring............. " Suara saat Golok Naga Kristal Ungu menyabet leher Ksatria Sanbon.
Sabetan tajam dan berat tersebut tidak berpengaruh apa-apa terhadap Juday Vampire, sang Vampir Super pun menendang perut Jendral Naga hingga ia terpental ke arah lembah nestapa.
Arung pun bersalto beberapa kali dan menstabilkan tubuh nya di pinggiran lembah nestapa.
"Kulit nya sekeras baja..... "
"Dia benar-benar berbeda dari Vampire yang sebelumnya." Gumam Jendral Naga lalu mengarahkan telapak tangan nya ke arah Juday.
Sinar hitam di sekeliling Juday pun menghilang, Vampir Super setinggi empat meter itu pun melesat ke arah Arung.
"Dashh....... "
"Dashh...... "
"Dashh...... " Suara Vampire Super saat melesat.
Arung pun menembakkan seberkas sinar hitam ber elemen Black Hole ke arah Juday.
Dengan sangat mudah nya Juday pun menerjang sinar hitam itu dan terus melaju ke tempat Jendral Naga berada saat ini.
"Apa tidak mempan juga..... " Gumam Arung lalu menghentikan serangan nya.
Jendral Naga pun menyesuaikan ukuran tubuh nya dengan ukuran Vampire Super menggunakan elemen raksasa nya.
Tubuh Jendral Naga pun membesar perlahan, raut wajah Juday tampak sedikit terkejut.
"Dia memang benar-benar Raja Sage.... "
"Elemen Raksasa itu sangat langka.... " Gumam Juday lalu mulai mengarahkan tinju-tinju berelemen kegelapan murni nya.
Dengan mata petir, Jendral Naga dapat melihat dengan jelas gerakan-gerakan tinju hitam tersebut, dengan lincah Arung pun berhasil menghindari serangan tersebut kemudian mulai berteleport ke balik punggung Ksatria Sanbon.
"Blitzzzz.............. " Suara jurus teleportasi Arung.
Serangan tapak sembilan api pun di lesatkan oleh Jendral Naga dari jarak yang sangat dekat.
"Duarghhhhhhh............. " Suara ledakan yang sangat dahsyat.
Asap pun memenuhi tempat tersebut, dari balik asap tersebut sebuah tinju hitam pun berhasil mengenai pelipis mata sebelah kiri Jendral Naga.
"Akhhh.......... " Teriak Arung lalu terpental ke arah pepohonan di sekitar nya.
Tubuh nya pun kembali ke ukuran nya yang semula, ternyata tinju hitam tersebut sangat lah dahsyat, ia pun tampak kesakitan.
"Dari segi kekuatan fisik dan ranah kultivasi aku ketinggalan jauh, aku harus memikirkan cara untuk melawan nya.... " Gumam Arung lalu mulai meniup asap hitam berelemen magnet.
"Whusssss................ " Hembusan asap hitam yang memenuhi tempat tersebut.
__ADS_1
Gaya gravitasi di tempat tersebut pun meningkat menjadi sepuluh kali lipat, namun hal tersebut tidak berpengaruh terhadap Arung.
"Elemen Magnet.... " Gumam Vampire Super lalu mulai menembakkan beberapa bola berlemen petir raksasa ke arah Arung.
"Dzzzittt.......... "
"Dzzzittt.......... "
"Dzzzittt........... " Suara percikan petir di sekitar bola berelemen petir hitam yang tengah melesat tersebut.
Arung pun bangun kemudian mulai mengeluarkan jurus avatar pohon milik nya untuk menahan serangan-serangan tersebut.
Ratusan pohon pun mulai muncul dari dalam tanah dan membentuk sebuah perisai alami.
"Duarghhhhh............ "
"Duarghhhhh............ "
"Duarghhhhh............. " Suara ledakan dahsyat saat bola berelemen petir hitam menghantam perisai pohon milik Arung.
Arung pun mengeluarkan senjata andalan nya yaitu Palu Hitam Emas Surgawi nya kemudian mulai berteleport ke balik punggung Vampire Super.
"Blitzzzzz........... " Suara jurus teleportasi milik Arung.
Dalam satu kali kedipan mata Jendral Naga pun berpindah tempat ke belakang punggung Ksatria Sanbon.
Aura black hole tampak melingkupi tubuh Arung dan Palu Emas Hitam Surgawi nya, Palu Emas pun membesar.
"Rasakan ini. . ....... " Ucap Arung lalu memartil kepala Vampire Super dengan Palu Emas Hitam Surgawi milik nya.
"Akhhh......... " Ucap Vampire Super lalu terduduk dengan kedua lutut nya di atas tanah.
Ranah kultivasi nya pun turun satu level, namun tempurung kepala nya baik-baik saja.
"Kulit nya sungguh sangat keras, jurus apa itu???" Gumam Arung lalu menembakkan jaring Laba-laba emas dari dalam mulut nya.
Jaring-jaring itu pun berhasil membungkus tubuh Vampire Super tersebut, ia pun kehilangan seluruh kekuatan nya.
Boneka Vodoo milik Ratu Santet pun melesat meninggalkan tubuh Ksatria Sanbon menuju menara Miring.
"Apa itu..... " Gumam Arung saat melihat lesatan cahaya merah tersebut.
"Apa ini...... "
"Kenapa semua kekuatan ku menghilang..... " Ucap Ksatria Sanbon dalam wujud Vampire Super nya.
"Sudah lah, kau ikut saja dengan ku.... "
"Ada yang ingin ku tanyakan.... "
"Mengenai Aliansi Sanbon.... " Ucap Arung lalu memegang pundak Vampire Super tersebut.
Arung pun berteleport meninggalkan tempat tersebut setelah nya, bersama dengan Ksatria Sanbon.
__ADS_1
"Blitzzzzz.............. " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.
Boneka Voodoo itu pun melesat langsung ke lantai teratas, di lantai teratas tampak sang Ratu Ilmu Hitam tersebut tengah bermeditasi di sebuah segel segi enam.
Di ujung tiap segel segi enam tersebut tampak sebuah guci berisikan bunga tujuh warna dan juga dupa yang terbakar.
Boneka voodoo dari jerami itu pun melayang di hadapan sang Ratu Sanbon.
"Boneka Voodoo ku, seperti nya Juday mengalami masalah..... " Gumam Ratu Santet lalu seberkas sinar merah melesat dari dahi boneka voodoo tersebut ke dahi sang Ratu.
Sinar merah itu pun memberikan informasi mengenai pertarungan Jendral Naga dengan Ksatria Sanbon secara rinci, setelah itu boneka voodoo pun berubah menjadi kalung.
Kalung bermata boneka voodoo kecil itu pun bertengger di leher sang Ratu Sanbon.
"Ternyata dia adalah Raja Sage...... "
"Aku tidak mengira dia secerdik itu.... "
"Wujud sempurna beast vampire bisa di taklukan nya dengan mudah..... " Gumam Ratu Sanbon.
Ratu Sanbon pun kembali bermeditasi di tengah-tengah segel segi enam tersebut.
Beberapa saat kemudian lima orang vampir wanita pun memasuki ruangan yang gelap tersebut, tampak kelima vampire tersebut mengenakan jubah perang berwarna hitam pekat.
Tampak mereka berlima seperti enggan untuk memanggil Ratu Santet yang sedang bermeditasi di hadapan nya tersebut.
"Jingga..... "
"Kau saja yang bangun kan Ratu, aku gak berani.... " Bisik Asih.
"Ia Jingga, kau adalah Kakak Tertua kami,"
"Aku juga ngeri kalau harus mengganggu Ratu bermeditasi..... " Ucap Fernanda.
"Huft............ " Suara helaan nafas panjang Jingga.
Jingga Vampir pun mulai berjalan mendekati segel bintang segi enam tersebut.
"Ratu..... "
"Ratu...... " Ucap Jingga sambil memberikan hormat kepada Ratu Santet.
Mendengar panggilan dari sang murid, Ratu Sanbon pun membuka kedua belah mata nya.
Aroma kemenyan tercium sangat menyengat dari tubuh nya, wajah sang Ratu pun tampak sangat pucat.
Keempat murid lain nya pun tampak membungkukkan tubuh nya, mereka adalah murid langsung dari Ratu Ilmu Hitam tersebut.
"Jingga....... "
"Kebetulan sekali, aku mau memberimu tugas nanti nya... " Ucap Ratu Sanbon.
"Murid siap menerima tugas, Guru..... " Ucap Jingga.
__ADS_1
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya