
Ketiga Jendral musuh pun mulai terbanh berpencar di atas langit di dekat perbatasan kota tersebut, Arung pun mulai mengajar Vladmira, sementara itu Ratu Adrienne mengejar Catur dan Dhieng mulai mengejar Meysi.
-[Kembali Ke Arung]-
"Kecepatan terbang Gadis Vampir ini begitu tinggi, jika aku ingin menangkap nya aku harus berteleport." Gumam Arung kemudian mulai mencabut kedua Pedang Ular Merah yang tergantung di pinggang nya tersebut.
"Blitzzz....... " Suara jurus teleportasi milik Arung.
Dalam satu kali kedipan mata Arung pun berpindah tempat dalam sekejap ke hadapan Vladmira yang sedang melaju terbang dengan kecepatan tinggi tersebut, dengan lincah nya Pendekar Setengah Naga itu pun mulai menebas kan kedua Pedang Ular Merah nya.
"Tring...... " Suara saat Pedang Iblis Hitam menahan sabetan dua buah pedang Ular Merah tersebut.
"Ugh........ "
"Hampir saja, dia sangat cepat." Gumam Vladmira sambil menahan ayunan kedua Pedang Ular Merah tersebut.
"Dia lincah juga." Gumam Arung.
Arung pun kembali berteleport ke belakang punggung Vladmira sambil kembali menebas kan kedua Pedang Beracun nya tersebut.
"Slasshhh.......... "
"Slasshhh......... " Suara saat Pedang Ular Merah berhasil menebas punggung Vladmira.
"Akh.................... " Teriak Vladmira kemudian mulai berbalik badan dan mulai mengayunkan Pedang Iblis Hitam nya kembali ke arah Arung.
"Tring........... "
"Tring............ "
"Tring............ " Suara saat ketiga Pedang tersebut mulai saling beradu.
Arung pun kembali berteleport beberapa kali dan kembali menebas tubuh Vladmira hingga jubah perang nya sobek-sobek.
Beberapa menit kemudian.
"Hah....... "
"Hah...... "
"Hah...... " Suara nafas terengah-engah Vladmira.
"Naga ini begitu kuat, walau pun ranah kultivasi kami berada pada alam yang sama,"
"Kekuatan nya jauh melebihi ku, siapa Pendekar Naga ini,"
"Kenapa aku belum pernah mendengar nama nya sekalipun." Gumam Vladmira.
"Sebaik nya kau menyerah Nona Cantik, jika tidak aku terpaksa memenggal kepalamu dengan kedua Pedang Beracun ku ini." Ucap Arung.
"Sombong sekali, aku tidak menyangka akan menggunakan jurus terlarang itu di sini." Gumam Vladmira kemudian mulai menyarungkan kembali Pedang Iblis Hitam miliknya tersebut.
__ADS_1
"Oh..... "
"Nona cantik ini ingin bertarung dengan tangan kosong, baiklah aku akan meladeninya." Gumam Arung yang juga menyarungkan kedua Pedang Ular Merah milik nya tersebut.
Aura kegelapan murni pun mulai menyelimuti tubuh nya, tenaga dalam nya tiba-tiba menjadi berlipat-lipat, ia pun mulai menerjang ke arah Arung dengan Telapak Tangan yang di penuhi oleh elemen kegelapan murni tersebut.
"JURUS ILUSI IBLIS.... " Teriak Vladmira.
"Sepertinya dia ingin mengadu telapak tangan dengan ku, baik lah." Gumam Arung sambil ikut menerjang ke arah Vladmira dengan telapak tangan di penuhi elemen cahaya tersebut.
Kedua belah telapak tangan tersebut pun mulai saling bersentuhan di atas langit dia atas hutan tersebut, sebuah Perisai Kultivasi Elemen Kegelapan Murni pun mulai membungkus tubuh mereka yang membentuk sebuah bola hitam pekat.
Ternyata Jurus Ilusi Iblis itu dapat membuat siapa pun yang terkena telapak tangan tersebut kesadaran nya akan terhisap masuk kedalam sebuah Dunia Jiwa milik Vladmira. Jurus ini begitu terlarang karena siapa pun yang kalah dalam pertarungan jiwa tersebut akan terikat menjadi budak dari pemenang nya seumur hidup nya.
Otak dari kultivator yang kalah dalam pertarungan jiwa tersebut akan mengikuti perintah dari pemenang nya tersebut, kesadaran pemilik tubuh tetap ada saat menjalankan perintah tersebut, oleh karena hal itulah Jurus Ilusi Iblis ini begitu terlarang di Kekaisaran Vampir.
-[Kembali Ke Dhieng Vampir]-
Saat ini Dhieng sedang mengejar Meysi di atas langit, ia pun mulai melesatkan beberapa tembakan bola petir ke arah Vampir Betina tersebut.
"Whusss........ "
"Whusss........ "
"Whusss........ " Suara hempasan angin saat ketiga bola berelemen petir tersebut mulai melesat ke arah Meysi.
Dengan lincah nya Meysi pun mulai bermanuver di atas langit tersebut untuk menghindari serangan-serangan Bola-Bola Petir tersebut.
"Bagaimana mungkin Dhieng masih hidup setelah memasuki Hutan tersebut, aku baru ingat sekarang wanita cantik dan pemuda itu adalah murid dari Tetua Gilmore,"
"Kenapa kami tidak menjumpai nya saat berada di dalam Hutan tersebut." Gumam Meysi kemudian membalas serangan Dhieng dengan menembakkan beberapa Bola-Bola Berelemen Kegelapan ke arah Dhieng.
Dengan lincah nya Dhieng pun mulai menepis serangan-serangan tersebut menggunakan Pedang Iblis Hitam milik nya, ia pun mulai meledakkan Bola Berelemen Angin di telapak kaki nya yang memberikan dorongan yang kuat sehingga laju terbang nya meningkat berkali-kali lipat.
"Whusss............ " Suara saat tubuh Dhieng melaju terbang dengan cepat dan tiba di sebelah Meysi.
"Gawat...... " Gumam Meysi.
Dhieng pun mulai mengayunkan Pedang Iblis Hitam nya ke arah Meysi, kedua Pedang Iblis Hitam pun kembali beradu di atas langit tersebut.
"Tring......... "
"Tring........ "
"Tring........ " Suara saat kedua Pedang Iblis Hitam tersebut saling beradu.
-[Dunia Jiwa Vladmira]-
Arung pun tiba-tiba berada di depan sebuah gubuk yang berada di tenga-tengah hutan, tampak pakaian yang di kenakan nya saat ini adalah pakaian orang biasa pada umum nya.
"Dimana ini, bukan kah tadi aku sedang bertarung dengan Nona Vampir tersebut?" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
__ADS_1
"Suamiku, ngapain kamu bengong cepat potong kayu nya,"
"Sebentar lagi aku akan memasak menggunakan kayu tersebut." Ucap Seorang Gadis yang memiliki rupa seperti Xiao Mei Mei tersebut.
Gadis tersebut berdiri di depan pintu dengan sebuah keranjang di pundak nya.
"Xiao Mei Mei, di mana ini?" Tanya Arung.
"Oh...... "
"Jadi wanita cantik ini bernama Xiao Mei Mei." Gumam Vladmira.
Ternyata wanita dengan wajah Xiao Mei Mei tersebut adalah Vladmira yang sedang menyamar.
"Ia sayang, masak kau lupa kalau kita sudah tinggal di sini selama seratus tahun,"
"Ya sudah aku akan mencari makanan di hutan dulu." Ucap Iblis yang sedang menyamar tersebut.
"Seratus tahun?"
"Sebaik nya aku mengamati keadaan terlebih dahulu." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut bingung kemudian mulai membelah balok-balok kayu tersebut menggunakan kampak yang ada di dekat nya tersebut.
"Krakkk..... "
"Krakkk......"
"Krakkk..... " Suara saat Kapak yang di ayunkan oleh Pendekar Setengah Naga itu mulai membelah balok-balok kayu tersebut.
"Aku akan memberi kan nya kehidupan normal sehari dan membunuh nya di waktu subuh, tentu saja akan kubiarkan kau bersenang-senang terlebih dulu,"
"Setelah jiwa mu takluk dan menyerah kau akan menjadi pion ku Sayang." Gumam Vladmira sambil masuk ke balik pepohonan di sekitar gubuk mereka tersebut.
-[Kembali Ke Ratu Adrienne]-
Ratu Adrienne pun mulai memanjangkan kuku-kuku hitam nya, aura berelemen kegelapan murni pun mulai berkumpul di sekujur tubuh nya.
"Menyerah lah, atau aku akan memenggal kepala mu." Ucap Ratu Adrienne.
"Walau pun ranah kultivasi mu begitu tinggi namun kecepatan ku adalah yang tercepat di Benua Vampir Bangsawan." Gumam Catur dengan penuh percaya diri tersebut.
"Bocah Bau Kencur ini memilih mati ketimbang menyerah." Gumam Ratu Adrienne kemudian mulai melaju dengan kecepatan yang teramat tinggi dan mulai memenggal kepala Catur Vampir tersebut.
"Slasshhh........... " Suara saat Kuku Panjang Ratu Adrienne memenggal kepala Catur.
Tubuh Catur pun oleng dan jatuh ke dalam hutan, sementara kepala nya melayang di balik punggung Ratu Adrienne dengan Jurus Telekinesis milik nya tersebut.
"Sebaik nya aku terbang ke arah Dhieng dulu." Gumam Ratu Adrienne sambil mulai merasakan hawa keberadaan milik Dhieng Vampir.
"Whusss....... " Suara hempasan angin saat Ratu Adrienne mulai melesat terbang ke arah Dhieng Vampir.
___________________________________
__ADS_1
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.