Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Kipas Dewi Taifun.


__ADS_3

-[Pagi Hari]-


"Byurrrrr............. " Suara hujan deras.


Jendral Dracule Vampir dan Syailendra Vampir terus bertarung sejak semalam, kekuatan mereka pun terlihat seimbang dan saling menekan silih berganti.


"Tring........ "


"Tring........ "


"Tring........ " Suara saat Golok-Golok Vampir tersebut saling beradu.


"Ugh....... "


"Sial, jika begini terus-menerus anggota-anggota ku bisa pada habis semua nya, aku sebaiknya segera menggunakan Kipas Dewi Taifun,"


"Aku harus bisa membalaskan dendam Bos Bruce Kanggoro." Gumam Syailendra Vampir sambil menebaskan Golok Vampir nya.


"Tring....... "


"Tring....... "


"Tring....... " Suara saat Golok-Golok Vampir tersebut kembali saling beradu.


Percikan-percikan elemen kegelapan murni pun kembali terlihat keluar saat kedua Golok Vampir tersebut saling beradu.


"Kesempatan.... " Gumam Syailendra Vampir saat melihat pertahanan Jendral Dracule mengendor.


"JURUS TELAPAK TANGAN IBLIS.... " Teriak Wakil Ketua Kelompok Kipas Utara tersebut sambil melesatkan telapak tangan nya ke arah dada Jendral Dracule Vampir.


"Aku lengah.... " Gumam Jendral Dracule saat menyadari serangan tersebut.


"Duakkkk............. " Suara saat telapak tangan Syailendra Vampir berhasil mengenai dada Jendral Dracule Vampir dan mementalkan tubuh nya sejauh beberapa meter.


"Akhhhhhh........... " Teriak kesakitan Jendral Dracule Vampir.


"Aku harus segera mengambil Kipas Dewi Taifun sekarang." Gumam Syailendra Vampir lalu mulai melesat ke arah Kereta Kencana tersebut menggunakan ilmu meringankan tubuh milik nya.


Tampak di dalam kereta tersebut terdapat sebuah peti upeti, Vampir tersebut pun mulai membuka nya dan mengambil sebuah Kipas di dalam nya lalu kembali ke Medan Pertarungan tersebut.


Beberapa saat kemudian,


"Kalian semua kembali ke belakang ku..... " Perintah Syailendra Vampir menggunakan Jurus Auman Petir nya.


"Kipas Dewi Taifun..... " Gumam beberapa Bandit tersebut lalu menghentikan pertarungan nya dan mulai beranjak pergi ke belakang Syailendra Vampir begitu pula dengan Bandit-Bandit yang lain nya.


"Kenapa mereka berhenti?" Ucap Komandan Afar.


"I...i...i...Itu..... "


"Kipas Dewi Taifun,.. " Ucap Komandan Garo saat melihat Kipas yang di pegang oleh Syailendra Vampir saat ini


"Ha....... "


"Ha....... "


"Ha....... " Tawa Syailendra Vampir yang merasa jika dirinya sudah menang saat ini.

__ADS_1


"Aku akan membunuh kalian semua dengan Kipas Dewi Taifun ini, dengan satu kali serangan saja." Ucap Syailendra Vampir kemudian mulai mengayunkan Kipas tersebut.


Saat ini Arung telah berhasil memulihkan setengah dari cedera dan tenaga dalam nya, ia pun bergegas melesat ke arah Komandan Afar dan yang lain nya.


Sepuluh tornado kegelapan murni pun mulai muncul di tengah guyuran hujan deras tersebut dan mengarah ke Arung beserta yang lain nya.


Tampak pepohonan di sekitar tornado tersebut terhisap ke dalam nya, hembusan angin pun mulai terasa menghempas dengan kencang saat menerpa tubuh mereka.


"Badai....... " Gumam Komandan Heinz.


"Jendral, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Komandan Indah.


"Tenanglah aku akan mencoba menahan serangan tersebut." Ucap Arung lalu mulai mengeluarkan Pedang Taifun dan Tornado Api nya.


Ia pun mulai menyalurkan seluruh tenaga dalam nya yang tersisa ke dalam kedua buah senjata suci tersebut kemudian mulai menebaskan nya.


"HYATTTTT........... " Teriak Pendekar Setengah Naga tersebut.


Sepuluh buah tornado api pun muncul dan mulai menahan ke sepuluh tornado kegelapan murni tersebut.


"Ugh....... "


"Jendral hebat..... " Ucap Komandan Heinz.


"Tornado api?" Gumam Komandan Indah.


Beberapa saat kemudian,


"Byurrr............... " Suara hujan deras.


Situasi pun menjadi semakin tegang di medan pertempuran tersebut, saat ini tampak ke dua puluh tornado tersebut saling mendorong satu dengan yang lain nya.


Beberapa saat kemudian,


"Ugh......... "


"Kalian pergilah, sepertinya aku tidak akan mampu menahan nya lebih lama lagi." Perintah Arung sambil menghunuskan kedua pedang nya dan menahan kesepuluh tornado kegelapan murni tersebut.


"Tidak Jendral, apa pun yang terjadi kita akan hadapi ini bersama." Ucap Komandan Indah.


"Aku adalah Janda dan aku tidaklah takut akan tornado ini." Gumam Janda Anak Satu tersebut.


"Benar Jendral..... " Sahut kompak Komandan yang lain nya.


Beberapa saat kemudian tornado api pun mulai lenyap dan tubuh Arung pun mulai terpental sejauh beberapa meter.


"Akhhhh.......... " Teriak Pendekar Setengah Naga tersebut lalu tidak sadarkan diri.


"JENDRAL....... " Teriak Komandan-Komandan tersebut.


-[Kembali ke beberapa menit yang lalu, saat tornado api tersebut masih menahan laju dari tornado kegelapan murni]-


Di kejauhan tampak Ratu Laba-Laba Emas telah sadar dan mulai bangun.


"Ugh........ "


"Tubuhku sakit semua nya." Gumam Sonia lalu melihat ke arah dua puluh tornado yang saling menekan tersebut di kejauhan.

__ADS_1


"B*jingan itu..... " Ucap Sonia kemudian mulai mengambil Busur Arjuna nya dan mulai menyalurkan seluruh tenaga dalam nya yang tersisa ke dalam senjata suci tersebut dan mengarahkan nya ke arah Syailendra Vampir yang sedang menghunuskan Kipas Dewi Taifun nya tersebut.


Wakil Ketua Kelompok Kipas Utara tersebut pun tidak menyadari, jika dirinya saat ini sedang di bidik oleh Sonia dari kejauhan.


Beberapa saat kemudian tornado-tornado api pun lenyap Arung pun mulai terpental sejauh beberapa meter dan tidak sadarkan diri.


"Matilah kalian semua nya.... " Ucap Syailendra Vampir dengan Jurus Auman Petir nya.


"Kau yang mati br*ngsek..... " Gumam Sonia lalu mulai melesatkan panah berelemen cahaya nya tersebut ke arah Syailendra Vampir.


"Whussss................ " Suara hempasan angin saat panah cahaya tersebut melesat kencang ke arah Syailendra Vampir.


"Duarghh.............. " Suara saat panah tersebut berhasil mengenai dan meledakkan kepala Syailendra Vampir.


Tornado Kegelapan Murni pun menghilang beberapa saat sebelum mengenai Komandan Indah dan yang lain nya di sebabkan oleh kematian Syailendra Vampir.


"Huftttt............." Suara nafas panjang Komandan Heinz lalu menoleh ke arah Syailendra Vampir yang telah tersungkur jatuh ke tanah tersebut.


Beberapa saat kemudian,


"Bos telah mati, sebaiknya kita pergi dari sini... " Teriak Salah Satu Bandit tersebut.


Bandit-Bandit yang tersisa pun mulai melarikan diri dari tempat tersebut, Sonia pun langsung melesat dari kejauhan ke arah terjatuh nya Arung saat ini menggunakan ilmu meringankan tubuh nya.


"Arung, bertahan lah.... " Gumam Sonia sambil melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh nya tersebut.


"Indah, ayo kita tolong Jendral Dracule... " Ucap Komandan Afar.


"Ayo.... " Ucap Komandan Indah.


Mereka berdua pun mulai berlari ke arah jatuh nya Panglima Perang Kerajaan Darah Biru tersebut.


"Kalian semua ikut dengan ku." Perintah Komandan Garo.


"Baik...... " Sahut kompak kedelapan tawanan tersebut.


Salah satu tawanan tersebut menghampiri Komandan Garo dan menyapa nya, ternyata tawanan tersebut adalah Perdana Menteri Kerajaan Darah Biru.


"Garo, siapa Naga tersebut?" Tanya Max Vampir.


"Perdana Menteri, mohon maaf aku tidak mengenalimu tadi." Ucap Komandan Garo yang terkejut kemudian mulai membungkuk dan memberi hormat.


"Tidak apa-apa Garo, coba ceritakan pada ku apa yang sedang kalian rencanakan saat ini, sampai kalian melakukan penyerangan yang terkesan di paksakan seperti ini?" Tanya Max Vampir.


Komandan Garo pun mulai menceritakan dan memberitahukan identitas sebenar nya dari Jendral Besar Arung kepada Max Vampir dan misi rencana penyelamat Raja Geitetsu Vampir.


Sementara itu di tempat lain nya beberapa tawanan tersebut membantu Sonia dan juga Komandan Indah dengan cara menandu tubuh Jendral Dracule dan Jendral Arung yang sudah tidak sadarkan diri tersebut.


"Arung..... "


"Aku sudah mengingatkan mu jika penyerangan ini terlalu berisiko, namun kau tidak pernah mendengarkan ku,"


"Aku seperti Butiran Debu di mata mu." Gumam Sonia dengan perasaan cemas sekaligus sedih terhadap keselamatan Arung saat ini.


Sementara itu Komandan Indah mulai meneteskan air mata nya saat melihat tubuh Jendral Dracule yang terbujur kaku di atas tandu tersebut dengan nafas yang terputus-putus seperti itu.


"Jendral, kau harus bisa bertahan, kau sudah kuanggap seperti abang ku sendiri.... " Gumam Komandan Indah sambil meneteskan air mata di pipi nya tersebut.

__ADS_1


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2