
-[Lima Tahun Kemudian, Goa Yin Yang Vampir]-
Shayla Tiger pun telah menjadi seorang bocah perempuan yang cantik dan lucu yang memiliki kultivasi di ranah alam kesatria puncak berkat terus-menerus menyerap aura kultivasi di dalam goa tersebut semenjak bayi, sementara itu Rayla masih berada di ranah alam Kesatria tingkat dua.
"Busetttt.......... "
"Kemajuan sang Ratu Agung ini bisa kalah dengan bocah bau kencur ini." Gumam Rayla yang saat ini sedang berlatih pernafasan dan menoleh ke arah Gadis Kecil tersebut.
Tampak di sebelah nya Shayla kecil mengikuti Mama Rayla nya berlatih pernafasan di Tepian Telaga tersebut.
"Mama Rayla, kapan Papa Arung bangun?" Tanya Shayla kecil.
"Fiuh...... "
"Pertanyaan itu lagi, aku sudah bosan terus menerus mendengar dan menjawab nya." Gumam nya.
"Sabar ya sayang..... "
"Papa mu saat ini sedang mengkultivasikan sebuah jurus yang begitu hebat nya, jadi mungkin dia akan lama bangun nya." Gumam Rayla kemudian mulai mengeluarkan Pedang Racun milik nya.
"Tapi kan aku rindu sama Papa Arung, bosan juga jika tiap hari hanya memandangi wajah nya tanpa bisa berbicara dengan nya, Ma.... " Ucap Shayla kecil kemudian mulai mengeluarkan Pedang Iblis Hitam pemberian Mama nya.
"Sudah.... "
"Sudah.... "
"Ayo temani mama berlatih pedang lagi." Ucap Rayla.
"Baik ma.... " Ucap Shayla kecil.
Mereka berdua pun mulai berlatih Pedang bersama, semenjak kecil Shayla terus di latih oleh Rayla dan juga Dhieng Vampir.
"Tring......... "
"Tring......... "
"Tring.......... " Suara saat ke dua pedang mereka saling beradu.
-[Goa Arung dan Dhieng]-
"Hah........... "
"Kapan Suamiku akan bangun, sudah lima tahun berlalu." Gumam Dhieng sambil memasak di pojokan ruangan tersebut.
Tampak tubuh Arung masih bermeditasi di tempatnya tanpa bergerak sedikit pun, aura berwarna-warni pun terus membungkus tubuh nya.
"Ratu Adrienne pun dalam kondisi yang sama dengan suami ku, kapan dia juga akan mulai terjaga?"
"Mungkinkah kondisi mereka berdua saling berkaitan?" Gumam Dhieng.
Dhieng pun mulai menghidangkan sarapan pagi tersebut di atas meja yang berada di tengah-tengah goa kecil tersebut, ia pun beranjak keluar berniat mengajak sarapan pagi Rayla dan juga Putri Vampir Kecil nya tersebut.
-[Di Luar]-
"Shayla....... "
"Rayla......... "
"Sarapan sudah siap, ayo kita makan terlebih dahulu." Teriak Dhieng.
__ADS_1
Mendengar teriakan dari Dhieng tersebut, Rayla dan juga Shayla pun mulai menghentikan latihan berpedang nya tersebut dan mulai beranjak ke tempat Dhieng Vampir berada, mereka berniat sarapan pagi terlebih dahulu baru kemudian melanjutkan latihan nya.
-[Di Ruang Bawah Tanah]-
Tampak saat ini Arung dan juga Ratu Adrienne sedang berlatih bertarung dengan tangan kosong.
"Dap........... "
"Dup........... "
"Dap........... "
"Dup........... " Suara saat tangan mereka berdua saling beradu.
Tampak pipi Arung mulai merona merah saat menatap dada milik Ratu Adrienne, gelagat aneh itu pun membuat sang Ratu Vampir curiga.
"Selama lima tahun ini,"
"Pipi nya selalu memerah saat memandangi ku?"
"Apa mungkin dia dapat melihat tembus pandang?" Gumam Ratu Adrienne.
Beberapa saat kemudian Ratu Adrienne pun tersandung oleh sebuah kerikil sehingga menyebabkan tubuh nya mulai oleng dan tersungkur kebelakang.
"Ratu...... " Ucap Arung kemudian mulai merangkul pinggang ramping milik sang Ratu tersebut.
Sorot mata mereka berdua pun mulai saling beradu, Arung sudah sangat lama memendam perasaan suka terhadap sang Ratu semenjak tinggal bersama di dalam ruangan bawah tanah tersebut.
Kali ini Pendekar Setengah Naga itu pun mulai memberanikan diri nya untuk menc*um bibir kecil nan imut milik sang Ratu Vampir tersebut.
"Apa..... "
Ternyata benih-benih cinta pun sudah mulai tumbuh di hati sang Ratu Vampir yang selama ini telah tinggal bersama dengan Arung, tanpa ia sadari ia pun membalas c*uman Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Adrienne...... " Gumam Arung.
Beberapa saat kemudian mereka pun mulai menyudahi c*uman nya tersebut, tampak wajah Ratu Adrienne memerah.
"Arung, lupakan yang telah terjadi tadi,"
"Kau dapat berlatih Jurus Dewa Bumi sendirian,"
"Aku akan mulai bermeditasi kembali." Gumam sang Ratu Vampir tersebut dengan malu-malu.
"Baik Ratu..... " Ucap Arung.
"Ugh..... "
"Apa yang kulakukan tadi, ini semua gara-gara mode mata api ini,"
"Aku jadi lepas kontrol untuk sesaat tadi." Gumam Arung kemudian mulai membaca salinan Jurus Kitab Dewa Bumi pemberian Ratu Adrienne.
"Berani-beraninya dia menc*umku, apa dia tidak tahu berapa usia ku saat ini,"
"Anak ku yang paling bungsu saja berusia 1000 tahun, dasar Naga berondong." Gumam Ratu Vampir tersebut yang sebenarnya juga menyukai Pendekar Setengah Naga tersebut.
Arung belum menyadari usia dari Ratu Vampir tersebut, ia mengira Ratu tersebut berusia sama dengan Jendral Es.
"Ratu Adrienne dapat dengan mudah membangkitkan elemen tumbuhan lalu berhasil menguasai jurus Avatar Elemen Kayu dan Jurus Avatar Pohon,"
__ADS_1
"Sedangkan aku butuh waktu bertahun-tahun hingga akhirnya berhasil menguasai kedua jurus tersebut,"
"Aku sudah mempelajari Jurus Dewa Bumi ini selama setahun penuh namun belum ada kemajuan apa pun, apa ini karena pengaruh mata mode api ku yang terus menerus melihat lekuk tubuh indah milik Ratu Adrienne." Gumam Arung kemudian mulai membaca salinan Kitab Jurus Dewa Bumi tersebut.
-[Di Goa Arung dan Dhieng]-
Tampak ketiga Gadis Cantik tersebut sudah sangat akrab, mereka pun sarapan pagi bertiga layak nya seperti sebuah keluarga, Rayla pun tidak memiliki niatan untuk membunuh Dhieng lagi dan sudah merelakan nya menjadi madu nya.
"Mama Rayla, kenapa kok bukan bangsa vampir seperti kami,"
"Papa Arung juga seekor Naga, aku kok gak jadi manusia atau jadi Naga, ma?" Tanya Gadis Kecil nan polos itu.
Rayla dan Dhieng pun saling menatap satu sama lain nya, ketika mendengarkan pertanyaan dari Gadis Polos tersebut.
"Begini Shayla, karena kamu lahir nya dari perut Mama Dhieng,"
"Makanya kamu mewarisi DNA Vampir dan menjadi Vampir kecil yang imut." Jawab Rayla yang sangat menyayangi Shayla sama seperti anak nya sendiri.
"Ohhhh....... " Ucap Shayla.
"Sudah...... "
"Shayla sarapan pagi aja terus, habis itu kita belajar membaca lagi." Ucap Dhieng.
"Huh...... "
"Bosen Ma, lebih asyik berlatih seni bela diri bersama Mama Rayla dari pada harus belajar membaca." Ucap Shayla Kecil.
"Shayla, jika Shayla tidak bisa membaca gimana caranya Shayla belajar seni bela diri dari kitab-kitab jurus nanti nya?" Tanya Rayla.
"Benar juga yang di katakan Mama Rayla, sebaik nya aku belajar membaca dulu." Gumam Gadis Kecil tersebut.
"Baiklah Mama Dhieng... " Ucap Shayla kecil.
Mereka bertiga pun saling berbincang ringan di meja makan tersebut sambil sesekali bersenda gurau.
-[Sore Harinya]-
Tampak Arung masih membaca Kitab Jurus tersebut sejak pagi hari namun belum berhasil memahami inti sari Jurus Dewa Bumi tersebut, ia pun memberanikan diri bertanya kepada Ratu Adrienne tersebut.
"Ratu Adrienne, aku sudah mempelajari Kitab ini sejak tadi, namun aku belum sekalipun memahami inti sari dari Jurus tersebut,"
"Apakah ada yang terlupakan saat aku mempelajari Kitab Jurus ini?" Tanya Arung.
Saat ini Ratu Vampir masih bermeditasi di ruangan tersebut, ia pun mulai membuka kedua belah mata nya.
"Kau perlu memahami elemen tanah dan juga harus memiliki hati yang bersih untuk menyatu dengan bumi planet ini." Ucap Ratu Adrienne kemudian kembali melanjutkan meditasi nya.
"Ugh.......... "
"Apakah Ratu Adrienne tau jika selama ini aku bisa melihat tembus pandang dari balik jubah yang di kenakan nya tersebut?"
"Atau gara-gara ci*man ku tadi, Ratu Adrienne mengatakan hati ku haruslah bersih?"
"Tapi kan dia membalas ci*man itu." Gumam Arung.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1