
-[Kembali Ke Story nya Jamila]-
Jamila yang saat ini sedang merasuki tubuh milik **** sedang menelusuri Goa Gelap tersebut, Gadis Cantik itu pun akhir nya melihat sebuah keris yang sedang mengambang di atas sebuah telaga kecil.
Di sekitar telaga tersebut pencahayaan nya lumayan terang, Jamila pun melesat dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh nya dan berhasil meraih Keris tersebut.
"Pusaka...... "
"Ternyata ketiga bersaudari itu berkata jujur, memang ada sebuah pusaka di sini..... " Ujar Jamila.
Seketika lorong di dalam Goa Hantu Penggoda pun menjadi terang, di langit-langit Goa tersebut batuan roh berelemen petir pun mulai bersinar.
"Ini pasti ada kaitan nya dengan Keris ini..... " Gumam Jamila.
Tiba-tiba saja kesadaran Jamila pun menghilang, secara otomatis tiba-tiba saja tubuh nya yang menyatu dengan **** mulai berpisah.
Saat ini kedua Gadis Cantik itu pun terbaring tidak sadarkan diri di lantai Goa.
-[Dunia Jiwa Keris Mpu Halilintar]-
Ternyata Jiwa Jamila saat ini terhisap kedalam Dunia Jiwa milik Keris Pusaka tersebut, Jamila saat ini berada di atas sebuah batu yang melayang di tengah awan hitam yang bermuatan petir.
"Dzziiiittttt............. "
"Dzzziiittttt............. "
"Dzzziiittttt..............." Suara percikan petir pada awan-awan hitam tersebut.
Angin dingin pun bertiup sepoi-sepoi di dunia jiwa tersebut, ini adalah kali pertamanya Sang Gadis Cantik itu berurusan dengan Dunia Jiwa.
"Hatsyimmmm......... " Suara bersin Jamila.
"Tempat apa ini???"
"Bukankah aku tadi berada di Goa Hantu Penggoda.....???" Gumam Jamila.
Beberapa sambaran petir pun mulai menyambar secara tiba-tiba, salah satu sambaran petir pun menyambar di samping Jamila.
"Jderrrr.............. "
"Jderrrr............... "
"Jderrrr................ " Suara sambaran petir.
"Busetttt........ "
"Hampir aja aku jadi ayam crispy.... " Gumam Jamila dengan pose tubuh nya yang terkejut.
Petir-petir pun terus menyambar dan salah satu petir berubah menjadi sesosok Kakek-Kakek Tua dengan janggut panjang dan rambut panjang berwarna putih, pakaian Kakek tersebut pun berwarna putih.
"Siapa Kakek-Kakek tua ini???" Gumam Jamila.
"Ho......... "
"Ho.......... "
"Ho........... " Tawa Kakek Tua tersebut.
Jamila pun bingung, ia pun melihat pakaian nya.
"Apa aku pakek baju kebalik ya, makanya dia menertawai ku???" Gumam Jamila.
__ADS_1
"***...... "
"Selamat, hari ini kau resmi menjadi murid ku... " Ujar Kakek Tua tersebut sambil terbang dan mengelilingi Jamila.
"***...... "
"Nama ku Jamila, Kakek Genit..... "
"Mau ngapain loe, lihatin aku kayak gitu???" Ucap Jamila yang merasa risih dengan tatapan Kakek Tua tersebut.
"Ho.......... "
"Ho.......... "
"Ho.......... " Tawa Kakek Tua tersebut.
"Kau pasti risih dengan kelakuan ku tadi, Guru mu hanya ingin mengobservasi ranah kultivasi mu.... " Ujar Kakek Tua tersebut.
Kakek Tua itu pun mengangkat tangan nya, sekelebat Halilintar pun menyambar tangan nya tersebut dan berubah menjadi Keris Pusaka yang di temukan oleh Jamila.
"Itu kan keris ku...... " Ucap Jamila saat melihat keris tersebut.
Kakek tua itu pun memperagakan salah satu jurus yang terdapat di dalam keris tersebut.
Ia pun mengangkat tangan nya yang memegang keris tersebut, seketika puluhan petir menyambar di sekeliling nya dan menjadi ratusan hantu petir.
"Jderrrr.............. "
"Jderrrr............... "
"Jderrrr............... " Suara sambaran-sambara petir tersebut yang kemudian menjelma menjadi ratusan hantu petir.
"Mak jang........ "
"Aku bakal beneran jadi ayam crispy jika sampai membuat Kakek Mes*m ini marah..... " Gumam Jamila.
"Bagaimana, Nona Kunti..... "
"Ini adalah Jurus Hantu Petir, jurus ini hanya bisa di gunakan bersamaan dengan Keris Hantu Petir ini,"
"Dan hanya aku yang tau jurus ini, apa kau gak tertarik jadi murid ku, ***...... " Ucap Kakek Tua tersebut.
"Walaupun katanya dia hanya mengobservasi ku, tapi pipi nya merona merah saat melirik ke arah dada ku,"
"Aku sudah banyak di kadalin oleh cowok, aku gak mau di kadalin lagi..... "
"Terakhir kali aku di kadalin oleh Naga Jantan itu, sehingga aku harus terkurung di dalam Pagoda Hantu milik ku sendiri.... "
"Sebaik nya aku menanyakan dengan jelas masalah mengenai Guru dan Murid ini.... " Gumam Jamila lalu mengeluarkan sebuah meja dan dua buah kursi.
"Kakek Tua, silahkan duduk"
"Sebelum kira menjadi murid dan guru, kita harus membicarakan nya dengan jelas,"
"Masalah menjadi Murid dan Guru itu bukan lah masalah sepele, itu masalah yang serius.... " Ujar Jamila lalu duduk di kursinya.
"Ohhhh....... "
"Murid ku kali ini memiliki komitmen yang tinggi, bagus. ....... " Gumam Pria Tua dengan tanduk naga di dahi nya tersebut.
"Aku sudah tertipu oleh Naga Muda sebelum nya, aku gak boleh ketipu oleh Naga Tua ini..... " Gumam Jamila.
__ADS_1
Para Hantu-Hantu Petir pun tampak mengerumuni batuan yang melayang tersebut, Pak Tua itu pun memberikan kode dengan lambaian tangan nya agar Hantu-Hantu Petir tersebut kembali ke awan hitam.
Ratusan Hantu-Hantu petir itu pun melesat kelangit kemudian menghilang.
Suasana sedikit tegang di tempat tersebut, keringat pun menyucur di dahi Jamila.
-[Markas Besar Jendral Arung]-
Sang Pendekar Setengah Naga pun tiba di depan pintu gerbang markas nya, beberapa prajurit-prajurit yang melihat nya dari atas tembok pun mulai membukakan pintu gerbang kayu tersebut.
"Kraakkkkk........... " Suara saat pintu gerbang kayu tersebut terbuka.
Ksatria Sanbon yang terlilit oleh jaringan Laba-laba emas pun terus meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari jaring-jaring yang membelenggunya, namun hal itu sia-sia.
"Ugh........ "
"Elemen apa ini, kenapa seluruh kultivasi ku menghilang,.... "
"Sebaiknya kau lepaskan aku, Ratu pasti akan mengirimkan salah satu murid utama nya untuk melepaskan ku..... "
"Jika mereka datang kesini tempat ini pasti rata..... " Ancam Ksatria Sanbon.
Saat ini Arung sedang berjalan dan membawa Ksatria Sanbon dengan jurus Telekinesis nya.
Vampire super itu pun melayang di belakang Arung dan menjadi tontonan prajurit-prajurit yang ada di dalam markas tersebut.
"Ugh......... "
"Biar lah murid nya datang, toh kami juga sebentar lagi akan menyerang Aliansi Sanbon..... " Ucap Arung sambil memegang pelipis mata yang bengkak.
"Apa......... "
"Menyerang Aliansi Sanbo???"
"Kalian Gila..... " Ucap Ksatria Sanbon.
Arung pun tidak menanggapi Ksatria Sanbo, tak lama berselang ia pun berpapasan dengan Komandan Garo dan Komandan Heinz.
"Selamat Siang Jendral Naga...... " Ucap kedua Komandan sambil memberikan hormat.
"Pas kali aku ketemu dengan kalian, ini ada tahanan perang yang harus kalian interogasi,"
"Dia sangat kuat, jangan sampai ada yang melepas lilitan jaringan Laba-laba emas itu,"
"Jika tidak kita akan kesusahan.... " Perintah Jendral Naga lalu menghilangkan jurus Telekinesis nya.
"Brukkkk............ " Suara saat tubuh Vampire Super yang terlilit jaringan Laba-laba emas itu terjatuh di atas tanah.
"Siap Jendral....... " Sahut kedua Komandan.
Arung pun membelakangi Ksatria Sanbon dan berjalan menuju tenda para selir, ia berniat mandi dan merawat luka nya.
"B*ngsat........ "
"Mau kemana kau..... "
"Urusan kita belum selesai.... " Teriak Ksatria Sanbon.
"Dasar penjahat, berani sekali kau tidak sopan kepada Jendral..... " Ucap Komandan Heinz lalu menendang wajah Vampire Super tersebut.
To Be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya