
-[Malam Hari]-
Arung pun telah selesai berpakaian dan mulai menghilangkan perisai kultivasi tumbuhan yang menyelubungi nya selama ini, tampak Pendekar Setengah Naga tersebut mengenakan Pakaian Hitam dengan rambut panjang terikat dan terlihat begitu tampan dan menawan di malam tersebut.
"Wah......... "
"Tampan sekali, so cute..... "
"Gagah nya, apa dia akan mengajak ku bermalam mingguan malam ini, aku pastiin si ucok kecil gak akan kecewa dan bakalan nempel terus dengan ku setelah malam ini?" Gumam Sonia yang berharap di ajak oleh Arung bermalam mingguan tersebut.
Kebetulan sekali di malam hari tersebut adalah malam mingguan yaitu malam yang sangat keramat bagi sepasang kekasih.
Budaya malam mingguan di Planet Kegelapan tersebut maupun di Benua Es Api hampir sama dengan Budaya malam mingguan di dunia asal Arung sebelum nya.
Dimana pada malam mingguan tersebut sepasang kekasih saling memadu kasih dengan cara nongkrong bareng atau ngapel di rumah kekasihnya semalaman.
"Sonia, aku mau melihat-lihat Kota dulu, kau mau ikut menemani ku?" Tanya Arung dengan lembut.
Sonia pun mulai beranjak bangun dari kursinya dan langsung pergi ke tempat Arung berdiri saat ini.
"Aku yes Arung...... "
"Ayo Sayang..... " Ucap Sonia lalu mulai menggandeng lengan Pendekar Setengah Naga tersebut dan menganggap ajakan itu adalah ajakan kencan.
"Sayang?"
"Kasian juga Ratu Laba-Laba Emas, sepertinya dia benar-benar tulus kepada ku." Gumam Arung yang mulai tersentuh saat Gadis Cantik tersebut mulai menggandeng lengan nya dan memperlihatkan ketulusan nya tersebut.
"Dengan begini tidak akan ada Gadis-Gadis lain nya yang mencoba melirik Calon Imam ku ini." Gumam Sonia yang ternyata memiliki sebuah agenda tersembunyi tersebut.
Saat Arung membuka pintu kamar nya tampak Delayla Jangbaek saat ini sedang berdiri di depan pintu kamar tersebut dengan pose hendak mengetuk pintu kamar tersebut.
"Pelakor..... " Gumam Sonia yang sangat benci dengan Naga Betina jelmaan Buaya Liar tersebut.
"Delayla, ada apa?" Tanya Arung yang kaget saat melihat nya tiba-tiba ada di depan pintu tersebut.
Tampak saat ini Delayla Jangbaek sedang membawa sekendi Arak Jangbaek di tangan nya berniat merayakan bergabung nya mereka dengan Pasukan Pengawalan Delayla.
"Aku sebenarnya hendak merayakan masuknya kalian berdua ke Pasukan Pengawalan Delayla ku dengan minum arak Jangbaek ini bersama, Arung." Ucap Delayla Jangbaek sambil menunjukkan arak tersebut.
"Jangbaek, kenapa arak ini bisa memiliki nama yang sama dengan Kerajaan asal Jendral Api?" Gumam Arung.
Padahal sebelumnya Delayla pun telah memperkenalkan nama lengkapnya kepada Arung, yaitu Delayla Jangbaek, namun pada saat itu Arung sedang terluka parah dan tidak terlalu fokus sehingga ia tidak menyadari nama belakang Delayla sebelum nya.
"Oh...... "
"Maaf Delayla, aku berniat jalan-jalan di kota ini malam ini bersama dengan Sonia,"
"Kita bisa minum minuman tersebut nanti setelah aku kembali ke penginapan, Delayla." Ucap Arung.
"Benar yang dikatakan Arung, minggir sana,"
"Kami mau malam mingguan dulu, jangan jadi Perusak Rumah Tangga Orang yach...." Ucap Sonia sambil menggandeng lengan Penyelamat Hidup nya tersebut.
"Kalian aja masih pacaran?" Gumam Delayla Jangbaek yang tidak terlalu menggubris perkataan Nona Laba-Laba tersebut.
"Kebetulan sekali, sepertinya kalian tidak begitu mengenal Ibu Kota Kerajaan Jangbaek ini, aku akan menjadi tour guide kalian,"
"Anggap saja ini hadiah karena telah membantuku saat di Hutan Jangbaek sebelum nya." Ucap Delayla Jangbaek.
Seperti mendengar suara geledek di pagi hari yang cerah, Arung begitu terkejut saat tahu dirinya dan Sonia kembali ke masa Kerajaan Jangbaek.
"Apa....... "
"Jadi ini zaman nya Jendral Api?" Gumam Arung yang akhirnya sadar di mana saat ini ia terdampar.
"Hello..... "
__ADS_1
"Hello..... "
"Hello Naga, bagaimana?" Tanya Delayla Jangbaek sedikit nakal.
"Kan sudah di bilang kami mau malam mingguan, dasar Pelakor..... " Ucap Sonia.
"Dasar Gadis Sinting, sejak kapan aku jadi Pelakor,"
"Wong kalian nikah aja belum..... " Gumam Delayla Jangbaek yang mulai kesal dengan sikap Sonia tersebut.
"Sonia, lebih aman jika kita pergi bersama dengan Delayla,"
"Aku khawatir nanti kita tersesat,"
"Ayo kita pergi Delayla." Ucap Arung.
"Huh......... "
"Dasar Pelakor.... " Ucap Sonia yang merasa malam mingguannya berantakan akibat Naga Betina Jelmaan Buaya Liar tersebut ikut.
Mereka bertiga pun mulai beranjak pergi dari penginapan tersebut dan berniat berjalan-jalan di Ibu Kota Kerajaan tersebut.
Sementara itu Delphi Chen dan pasukan pengawal lain nya mengintip dari kejauhan sambil menangis haru.
"Hiks......... "
"Hiks......... "
"Hiks......... " Tangis harus Delphi Chen dan yang lain nya.
"Akhirnya Kakak kita malam mingguan juga, walaupun dia jadi yang kedua,"
"Kakak cemungut...cemungut... " Ucap Salah Satu Pasukan Pengawal tersebut.
"Sudah seratus tahun sejak kematian Jendral Api, baru kali ini Kakak tersenyum gembira seperti itu,"
"Kalian semua harus bersiap, mungkin setelah ini Kakak akan berhenti mengelola Pasukan Pengawalan Delayla ini dan mulai membentuk sebuah keluarga bersama dengan Pendekar tampan dan madu nya tersebut,"
"Kakak semoga kau menjadi Ibu Rumah Tangga idaman.... " Ucap Delphi Chen lalu menangis makin keras.
"Hiks........ "
"Hiks......... "
"Hiks......... " Tangis haru Delphi Chen tersebut.
Semenjak kematian Jendral Api seratus tahun yang lalu Komandan Api tersebut tidak pernah sebahagia seperti yang di tunjukkan nya di malam ini.
Selama ini wajah Delayla Jangbaek selalu saja murung hingga hari dimana dia dan Arung bertemu.
Delphi Chen dan pasukan pengawal lain nya pun sudah menganggap Delayla Jangbaek sebagai Kakak nya sendiri jadi mereka sangat terharu saat melihat momen bahagia Komandan Api tersebut dan ikut bahagia juga.
"Hatsyim............ " Suara bersin Delayla Jangbaek saat keluar dari penginapan tersebut.
"Siapa yang membicarakan ku yach, mungkinkah keempat Kakak-Kakak ku yang lain nya?" Gumam Delayla Jangbaek.
Saat mereka hendak berjalan tiba-tiba saja sebuah Kereta Kencana melintas di hadapan mereka tampak di belakang kereta tersebut seratus orang prajurit-prajurit mengiringi nya.
Tampak para Pendekar maupun orang biasa berhenti sejenak dan membiarkan rombongan Kereta Kencana tersebut untuk melintas.
"Pasti orang yang ada di dalam Kereta Kencana tersebut merupakan orang penting di Kerajaan ini." Ucap Sonia.
"Sepertinya kita harus menunggu rombongan kerajaan ini melintas baru bisa berjalan-jalan di Kota ini." Ucap Arung.
"Kenapa ada rombongan bangsawan yang melintas, mereka hanya keluar di saat merayakan hari-hari penting saja?"
"Sebaiknya aku memeriksa nya, mereka bergerak ke arah alun-alun kota,"
__ADS_1
"Aku akan membawa dua sejoli ini ke alun-alun kota sekalian mengecek ada acara apa di alun-alun kota tersebut." Gumam Delayla Jangbaek.
"Arung, sepertinya bakal lama,"
"Kenapa kita gak terbang aja Sayang, kan lebih cepat?" Tanya Sonia.
"Sonia, kita harus menikmati hidup,"
"Aku malam ini berniat jalan-jalan di Kota, bukan terbang-terbangan di atas Kota,"
"Kamu Paham?" Tanya Arung.
"Iya Sayang, maaf...... " Ucap Sonia.
"Gimana kalau kita terbang-terbangan di atas ranjang Sayang." Gumam Sonia ngarep sambil menatap mata Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Arung, sepertinya ada acara di pusat kota, apa kau tidak ingin melihat nya?" Tanya Delayla Jangbaek.
"Wah........ "
"Mau donk, aku butuh hiburan setelah pertempuran panjang selama ini Delayla, semoga saja acaranya bagus." Ucap Arung.
"Kalau dilihat dari rombongan bangsawan yang panjang ini sepertinya acara nya bukan acara kaleng-kaleng Arung,"
"Pasti ada acara yang meriah di alun-alun Kota malam ini." Ucap Delayla Jangbaek kembali meyakinkan Arung jika acara nya pasti bagus.
"Bagus...... "
"Kita bisa menghabiskan waktu berdua sambil memadu kasih menikmati acara itu Sayang, dan biarkan Pelakor ini mukulin nyamuk sambil menghitung nya satu persatu.... " Ucap Sonia dengan ketus.
"Gadis Sinting.... " Gumam Delayla Jangbaek.
"Sonia, kita mau rileks bukan mau berantem yach,"
"Delayla sudah repot-repot mau menjadi tour guide kita, cepat minta maaf kepada nya." Ucap Arung.
"Iya...... "
"Iya...... "
"Maafkan aku Delayla." Ucap Sonia.
"Iya tidak apa-apa Sonia." Ucap Delayla Jangbaek yang sebenarnya sudah kesal dengan tingkah laku Sonia sejak di Kolam Pemandian Air Panas sore tadi.
"Walaupun agresif Ratu Laba-laba Emas ini ternyata sangat penurut, aku masih tidak bisa membayangkan saat ingatan nya kembali nanti,"
"Akankah dia masih menggandeng mesra aku seperti ini, atau kah meletakkan Pedang Kembar nya ke arah leher ku?"
"Semoga saja ingatan nya tidak pernah kembali." Gumam Arung yang sudah mulai nyaman dengan perhatian dan kasih sayang yang tulus dari Ratu Laba-Laba Emas tersebut.
Beberapa menit kemudian rombongan bangsawan tersebut pun telah berlalu, para Pendekar dan yang lain nya pun kembali beraktifitas seperti biasa nya.
Tampak lampu-lampu lampion terpasang di sepanjang jalan berbatu tersebut, lalu lalang pun tampak di sekitar mereka menambah ramai suasana di malam mingguan tersebut.
"Ayo....... " Ucap Delayla Jangbaek sambil menarik lengan pakaian Arung yang sebelah nya lagi.
"Aku apa Gadis ini sebenarnya Pacar Arung..... "
"Dasar Naga yang menjelma menjadi Buaya Betina." Gumam Sonia kesal dan jengkel saat Naga Betina tersebut menarik lengan Calon Imamnya tersebut.
"Huh........... " Ucap Sonia sambil tetap menggandeng lengan Arung yang satu nya lagi.
"Untung aku sudah terbiasa berada dalam kondisi cinta segi tiga seperti ini." Gumam Pendekar Fuckb*y tersebut.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1