
Arung pun mulai mengarahkan para anggota band pengiring, perihal musik yang akan di bawakan nya tersebut.
Ia pun menggunakan mata lima elemen nya, bola mata nya pun berubah menjadi bola mata cahaya yang memiliki khasiat menarik lawan jenis khususnya dari ras manusia beast.
"Wah........ "
"Pemuda ini ganteng banget.... " Gumam Noni sang biduan cantik yang terpesona karena mata cahaya tersebut.
Arung pun memberitahukan note lagu serta lirik lagu yang akan di bawakan nya duet sesaat nanti.
"Bangs*t, cepat sikit kau nyanyi nya,"
"Jangan bertele-tele..... " Teriak Tuan Muda yang arogan tersebut.
"Dia pasti kesal karena gak bisa mencium Biduan itu, dasar mata keranjang,"
"Papa, kenapa dia menjodohkan ku dengan nya.... " Gumam Lila Wind Dragon lalu menatap ke arah Arung.
Laura pun ikut terpesona saat menatap Arung, libido nya pun kembali naik.
"Ugh........... "
"Tampan nya, tidak kusangka suami ku setampan ini..... "
"Nanti malam dia harus melayani ku, aku akan memberikan nya arak naga malam ini..... " Gumam Putri Salju lalu memanggil Pelayan dan memesan sekendi arak naga padanya.
"Gak sabaran kali, aku kan lagi ngarahin Gadis Cantik ini biar gak salah baca lirik nya.... " Gumam Arung sambil menunjukkan secarik kertas yang berisi lirik lagu dari dunia nya tersebut.
Beberapa saat kemudian, Band Pengiring pun mulai memainkan musik melow sesuai arahan dari Pendekar Don Juan tersebut.
Para Pengunjung khusus nya kaum hawa mulai terpengaruh dengan pesona Arung, mereka tampak seperti terhipnotis dan tidak memalingkan matanya dari Pendekar bermata cahaya tersebut.
"Tampan nya dan juga gagah..... "
"Andai aja Kailong seperti dia.... " Gumam Lila Wind Dragon.
"Tibalah saat ini bertemu dengannya,"
"Jantungku berdegup cepat,"
"Kaki bergetar hebat,"
"Akankah aku ulangi merusak harinya... "
Saat ini Pendekar Don Juan itu membawakan lagu berjudul Hari Bersama nya dari Grup Sheila on seven.
"Merdu banget........ "
"Suami ku benar-benar seorang vokalis dulu nya.... "
"Malam ini aku harus mengajak nya mencetak gol lagi.... " Gumam Putri Laura yang terpesona oleh mata cahaya tersebut.
"Alamak....... "
"Enak juga lagu nya walau bukan dangdut...... " Gumam Tuan Muda Kailong.
Pak Manajer dan beberapa pelayan pun kembali naik ke atas, mereka penasaran saat mendengar nyanyian yang merdu sekali dari Arung.
"Pemuda itu, siapa dia???"
"Apa dia Kultivator Artis dari ibu kota, tapi aku tidak pernah melihat nya.... " Gumam Pak Manajer yang berdiri di dekat tangga bersama beberapa pelayan.
Wanita-wanita yang sudah menikah di tempat tersebut pun melihat Arung dengan mata yang penuh hasrat.
"Ganteng nya, andai saja Suamiku kayak dia.... " Gumam salah seorang Pengunjung Wanita yang sedang duduk bersama suami nya.
"Wah.......... "
"Gak hanya suara nya yang merdu, penghayatan nya pun sangat bagus.....
__ADS_1
Lagu pun mulai memasuki refff, Arung dan Noni sang biduan pun mulai bernyanyi bersama.
"Deg........ "
"Deg........ "
"Deg......... " Suara detak jantung Noni saat pergelangan tangan nya di pegang oleh Arung.
"Kenapa jantungku berdetak tidak menentu, apakah ini cinta.... " Gumam Noni.
"Mohon Tuhan,"
"Untuk kali ini saja,"
"Lancarkanlah hariku,"
"Hariku bersamanya...." Nyanyian Pendekar Don Juan yang berduet dengan Biduan.
Hariku bersamanya. . ......... " Ucap Don Juan sambil melambaikan tangan nya ke arah pengunjung.
Tuan Muda Kailong pun memperhatikan sekeliling nya, ia berniat menghentikan Arung bernyanyi namun Tuan Muda yang arogan itu pun terhanyut oleh lagu tersebut.
"Enak juga lagu nya...... "
"Sial...... " Gumam Tuan Muda Kailong.
"Kau tahu betapa aku,"
"Lemah di hadapannya,"
"Kau tahu berapa lama,"
"Aku mendambakannya.... " Nyanyian Arung.
'Ia menggenggam tangan ku terus, apa dia menyukai ku???"
"Tapi bagaimana dengan istri nya..... " Gumam Noni sambil melirik sembunyi-sembunyi ke arah Putri Laura.
"Tuh kan.... "
"Siapa peduli, dia tampan banget..... " Gumam Noni dengan pipi yang merona merah.
"Tuhan tolonglah (beri kesempatan).... "
"Tuhan tolonglah (beri kesempatan).... " Nyanyian Arung.
"Tentu beibh........ "
"Aku akan berikan sejuta kesempatan.... " Gumam Noni di dalam bathin nya.
Para pengunjung pun terhipnotis hingga akhirnya lagu tersebut usai, tepuk tangan dan sorak sorai yang meriah pun menggema di dalam ruangan tersebut.
"Plok............ "
"Plok............. "
"Plok............. " Suara tepuk tangan yang meriah.
Tuan Muda Kailong pun tersadar, dan mulai emosi karena sebelum nya Pendekar Don Juan itu menghalangi nya mencium Noni.
Ia pun melirik ke arah Putri Laura dan terbesit sebuah rencana jahat.
"Walau memakai syal hitam, dia cantik juga.... "
"Aku akan mengajak nya bertaruh.... "
"Siapa suruh berani-beraninya mengganggu waktu dangdutan ku... " Gumam Tuan Muda Kailong lalu bangun dari kursinya.
"Tap........... "
__ADS_1
"Tap........... "
"Tap.......... " Suara tapak kaki Tuan Muda Kailong.
Seketika suasana di dalam tempat tersebut menjadi tegang,
"Ugh....... "
"Mulai lagi.... "
"Dia pasti ingin membuat keributan... " Gumam Lila Wind Dragon.
Mata elemen cahaya pun menghilang, Arung tampak tenang di atas pentas.
"Mau apa lagi, Tuan Muda sombong itu kemari..... " Gumam Noni sang Biduan lalu bersembunyi di balik punggung Pendekar Don Juan tersebut.
"Ugh... "
"Dasar barges....... "
"Ngapain pakek narik-narik baju Suami ku... " Gumam Putri Laura yang cemburu.
Notes : Barges kepanjangan nya adalah barang gesek.
"Bagaimana ini, dia adalah bintang baru.... "
"Tapi aku gak ingin membuat masalah dengan Tuan Muda Kailong, sebaik nya aku beritahu Ketua... " Gumam Pak Manajer lalu turun ke bawah berniat memberitahukan kejadian di atas sini kepada Ketua.
"B*ngsat...... "
"Kau sudah mengganggu kesenangan dangdutan ku tadi, aku mau kompensasi... " Ujar Tuan Muda Kailong dengan nada suara yang tinggi serta aura membunuh yang besar.
"Berapa batu roh yang kau inginkan Tuan...???"
"Aku akan membayar nya..... " Ucap Arung dengan tenang.
Tuan Muda Kailong pun semakin emosi mendengarkan perkataan Arung.
"Kau pikir ini masalah uang....???" Ujar Tuan Muda Kailong sambil menarik kerah baju Arung.
"Suamiku....... "
"Sebaik nya kita pergi dari sini.... " Ujar Laura menggunakan telepati.
"Laura, tenanglah....... "
"Aku akan memberinya beberapa pelajaran, setelah itu baru kita pergi dari sini.... " Ujar Arung menggunakan telepati.
"Dasar keras kepala...... "
"Terserah lah..... " Ujar Putri Laura menggunakan telepati.
Arung pun melepaskan genggaman tangan Tuan Muda Kailong dari kerah pakaian nya.
"Jadi mau mu apa.... " Ucap Arung yang membuat suasana semakin tegang.
"Bagaimana jika kita bertaruh..... "
"Jika kau bisa mengalahkan ku, aku akan memberikan istri ku pada mu.... "
"Jika kau kalah, kau akan memberikan wanita bersyal hitam itu pada ku....... " Ujar Tuan Muda Kailong.
Para pengunjung wanita lain nya di tempat tersebut pun semakin jijik melihat sikap kurang ajar Tuan Muda Kailong.
"Hah.......... "
"Mulai lagi, aku di jadiin barang taruhan..... " Gumam Lila Wind Dragon sambil menutup cermin rias nya.
To Be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya