
Dalam satu kali kedipan mata, Pendekar Setengah Naga itu berpindah tempat dan berada di balik punggung sang Vampir Psikopat tersebut.
Sebuah Palu Emas berukuran raksasa telah siap menghantam punggung Vampir Psikopat yang sedang lengah tersebut.
"Rasakan ini." Gumam nya.
Palu Emas pun di ayunkan berlawanan arah jarum jam sehingga mengenai punggung Vampir Psikopat tersebut dan membuat nya terpental hingga ke atas langit.
"Akhhhh......... " Teriak Gadis Berkuku Hitam tersebut.
"Belum.... "
"Aku masih perlu satu kali pukulan lagi." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Sementara itu Ratu Adrienne yang melihat serangan mendadak itu hanya bisa membuka lebar-lebar mulut nya, ia sungguh begitu terkejut dengan serangan mendadak tersebut.
"Hah......... " Gumam nya.
Arung pun kembali berteleport sekali lagi ke atas langit, berniat kembali melayangkan satu kali hantaman Palu Emas kembali ke tubuh Vampir Psikopat tersebut.
"Blitzzz........... " Suara jurus teleportasi milik Arung.
Dalam satu kali kedipan mata Pendekar Setengah Naga tersebut kembali berpindah tempat ke dekat Vampir Psikopat tersebut sambil memegang Palu Emas Raksasa nya.
"Kau kalah Vampir Gila.. " Ucap nya kemudian kembali mengayunkan Palu Raksasa tersebut dan mengenai dengan telak kepala Vampir Psikopat tersebut.
"Akhhh............ " Teriak nya.
"Duak.............. " Saat tubuh Vampir Psikopat itu terpental ke atas tanah.
Melihat Vampir tersebut telah jatuh ke atas tanah, Naga Emas dan Ular Emas pun langsung melesat ke arah makhluk sadis tersebut.
"RASAKAN INI..... " Teriak kompak mereka.
Dari telapak tangan Naga Emas muncul sesosok tenaga dalam berelemen Cahaya Emas yang begitu panasnya yang berbentuk seekor Naga kemudian mulai melilit tubuh Vampir Betina tersebut, begitu pula dengan telapak tangan milik Ular Emas sesosok tenaga dalam berelemen Lahar Emas bersuhu tinggi yang berbentuk seekor Ular pun mulai kembali melilit tubuh Vampir Psikopat.
"Ugh........ "
"Apa ini, kenapa ranah ku bisa menurun." Gumam Vampir Psikopat tersebut sambil mencoba melepaskan diri dari kedua lilitan panas tersebut.
Akibat serangan Palu Emas milik Arung tersebut ranah kultivasi milik Vampir Psikopat pun turun dua tingkat secara drastis.
Zephyr, Arung dan juga Ratu Adrienne mulai beranjak mendekati Vampir Psikopat tersebut.
"Sebaik nya kau menyerah saja dan menyatakan kesetiaan mu kepada Ratu." Ucap Zephyr sambil mengacungkan Belati Hitam Jiwa nya ke leher Vampir tersebut.
"Ugh...... "
"Aku tidak punya pilihan lain nya, dengan berat hati aku terpaksa melayani Ratu lemah ini." Gumam nya.
"AKU ELIE DARK VAMPIR, DENGAN INI MENYATAKAN KESETIAAN KU KEPADA RATU ADRIENNE." Ucap nya dengan raut wajah kesal dan jengkel.
Ular Emas dan Naga Emas pun mulai melepaskan lilitan panas tersebut, sambil tersenyum puas setelah mendengar kan pernyataan kesetiaan tersebut.
"Baguslah..... "
"Kalau begitu, kami pamit dulu Naga Muda,"
"Masalah disini kelihatan nya sudah beres, aku mau mengontrol Naga-Naga lain nya." Ucap Naga Emas.
__ADS_1
"Terima Kasih Naga Emas, Ular Emas." Ucap sang Ratu.
"Baik Naga Emas, Ular Emas." Ucap Arung.
Naga Emas dan Ular Emas pun kembali berubah menjadi wujud seberkas cahaya keemasan yang melesat ke awan.
"Huh..... "
"Aku kalah karena lengah." Gumam Ellie dengan raut wajah yang kesal dan jengkel.
"Baiklah Adrienne, aku akan kembali dulu,"
"Rayla dan Dhieng pasti sangat khawatir dengan keadaan ku selama ini." Ucap Arung.
"Hah..... "
"Aku sampai lupa jika dia sudah memiliki dua orang istri, dan aku adalah istri ketiga nya." Gumam Ratu Vampir dengan sedikit perasaan kecewa.
"Baiklah Naga Muda... " Ucap Ratu Vampir tersebut.
"Ayo.... "
"Tuan Naga Muda... " Ucap Zephyr kemudian mulai menggenggam pergelangan tangan Arung.
"Dia pasti mau melancarkan saluran-saluran yang telah tersumbat selama beberapa puluh tahun,"
"Dasar Naga Buaya Darat..... " Gumam sang Ratu.
Seketika tubuh mereka berdua pun mulai berubah menjadi seberkas cahaya yang kemudian melesat ke atas langit, saat ini di Dunia Vampir Kegelapan Murni tersebut hanya tinggal Ratu Adrienne bersama dengan Ellie Dark Vampire saja.
"Baik lah Vampir, kita harus berbicara empat mata sekarang." Ucap Ratu Adrienne.
Mereka berdua pun mulai meluruskan permasalahan di antara mereka sebelum nya di temani guyuran hujan dan beberapa kali sambaran Halilintar Hitam di kejauhan.
"Jderrr......... "
"Jderrr......... "
"Jderrr.......... " Suara sambaran Halilintar Hitam di kejauhan.
"Byurrr........... " Suara hujan deras.
-[Goa Arung dan Dhieng]-
Saat ini di dalam Goa tersebut hari sudah menjelang sore, tampak Shayla Tiger seperti biasa nya memandangi wajah Papa Arung nya yang sedang bermeditasi tersebut.
"Papa... "
"Bangunlah, sudah 100 tahun Papa tidur namun Papa belum bangun-bangun juga." Ucap Shayla Tiger.
Beberapa saat kemudian dua buah berkas cahaya spiritual mulai memasuki dahi Arung, tak lama berselang Pendekar Setengah Naga itu pun terjaga dan mulai membuka kedua belah mata nya.
"Siapa Kau?" Tanya Arung.
"Papa Arung..... "
"Akhirnya kau terjaga....." Teriak Histeris Shayla Tiger kemudian memeluk Papa nya sambil mengalirkan air mata bahagia di pipinya tersebut.
"Papa Arung, mungkinkah dia anak nya Dhieng?"
__ADS_1
"Aku sampai lupa jika Dhieng hamil saat itu." Gumam nya.
"Kau pasti anak nya Dhieng, maaf ya aku sudah tidur selama 100 tahun ini." Ucap Arung sambil mengusap-usap punggung anak tirinya tersebut.
"Hiks....... "
"Hiks....... "
"Hiks......." Tangis haru Shayla Tiger.
"Ya ilah dia sampai nangis begini, bagaimana jika dia tahu kalau aku yang telah membunuh ayah kandung nya tersebut." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Gak apa-apa Papa Arung, yang penting kau sudah terjaga." Ucap nya sambil menghapus air mata di pipi nya tersebut.
Beberapa saat kemudian Rayla dan juga Dhieng pun mulai memasuki Goa tersebut.
"Arung..... " Teriak Dhieng Vampir kemudian ikut berlari dan memeluk Suami nya tersebut bersama dengan Shayla.
"Syukurlah.... "
"Kupikir aku akan menjadi janda untuk yang kedua kali nya." Ucap Dhieng.
"Hah...... "
"Ternyata Dhieng takut kembali menjadi janda." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Huh....... "
"Syukurlah kau sudah sadar." Ucap Rayla yang sedikit cemburu melihat kelakuan Dhieng.
"Aku hanya berkultivasi dan tiba-tiba tertidur selama 100 tahun, Rayla." Ucap Arung.
"Kupikir kau tidak akan bangun lagi selamanya." Ucap Rayla Poison Snake.
"Ya sudah kalau begitu aku akan menyiapkan makan malam buat merayakan berkumpulnya kembali keluarga Vampir kecil kita." Ucap Dhieng lalu mulai memasak makanan di pojokan goa kecil tersebut.
Arung, Rayla, dan juga anak tirinya tersebut mulai duduk dan berbincang ringan di meja makan giok tersebut.
Beberapa menit kemudian Dhieng pun mulai menghidangkan berbagai hidangan makanan lezat di atas meja tersebut, mereka pun mulai makan malam sambil berbincang ringan di dalam goa tersebut.
Tampak Shayla Tiger begitu antusias nya bertanya kepada Papa Arung nya tersebut.
-[Goa Ratu Adrienne]-
Malam hari nya, setelah meluruskan beberapa permasalahan bersama Ellie, Ratu Adrienne pun mulai terjaga dari meditasi 100 tahun nya.
"Ugh........ "
"Sudah lama sekali aku tidak menggerakkan tubuh ku." Gumam nya lalu mulai bangun dari meditasi nya dan beranjak ke luar goa.
Ia pun mulai melakukan sedikit pemanasan tubuh di luar.
"Kemana Naga Muda itu, kenapa dia belum juga menemui ku,"
"Saat di ruang bawah tanah dia selalu saja menempel dengan ku, bahkan mandi pun bareng,"
"Saat ini dia pasti lagi tidur dengan salah satu istri nya, dasar Naga Buaya." Gumam nya kemudian terus melanjutkan melakukan pemanasan di Tepian Telaga tersebut dengan perasaan cemburu.
___________________________________
__ADS_1
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.