Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Benua Naga Part Ke Lima.


__ADS_3

Sang Putri Salju dengan rambut putih itu pun memandangi wajah Arung dengan sangat dekat nya sambil berjongkok, Tiba-tiba saja kedua belah kelopak mata Pendekar Setengah Naga itu pun mulai terbuka.


"Dia bangun.... " Gumam Putri Naga.


Karena terkejut Putri Naga pun terpleset lalu tanpa sengaja terjatuh ke arah Arung, bibir mereka pun saling bersentuhan.


"Siapa wanita ini, kenapa dia tiba-tiba mencium ku... " Gumam Arung.


Putri Naga pun buru-buru bangun lalu berdiri kemudian membungkuk beberapa kali.


"Maafkan aku, khisanat,"


"Aku gak sengaja mencium mu, karena terpleset tadi... " Ucap Putri Naga.


Arung pun mulai duduk lalu bangun, tampak luka-luka memar di tubuh nya masih terasa nyeri.


"Oooohhh..... "


"Jadi tadi itu tidak di sengaja yach???" Gumam Arung.


"Ya tidak apa-apa Nona Cantik, ngomong-ngomong sedang ada di mana kita sekarang???" Tanya Arung sambil memantau kesekeliling nya.


"Ups....... "


"Syukurlah dia tidak marah, malu nya aku,"


"Masak seorang bangsawan seperti ku berbuat tidak senonoh seperti itu... " Gumam Putri Naga.


"Khisanat, saat ini kita sedang berada di dalam sel milik nya Bajak Laut Janggut Merah,"


"Kita dan yang lain nya adalah tawanan mereka... " Ucap Putri Naga.


"Khisanat, gak enak banget dipanggil khisanat sama Gadis Cantik,"


"Sepertinya aku harus memperkenalkan diri ku pada nya... " Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut lalu menjulurkan sebelah tangan nya berniat berjabat tangan.


"Aku Arung Bijak Tiger, siapa gerangan nama Nona Cantik???" Tanya Arung.


Putri Naga tidak langsung berjabat tangan dengan Arung, gadis bertanduk emas itu sempat berpikir terlebih dahulu.


"Oow........ "


"Nama nya Arung, toh." Gumam nya lalu menjabat tangan Pemuda yang baru saja di cium nya tersebut.


"Aku Laura, panggil aja Laura.." Ucap Putri Laura.


"Laura, Clara.... "


"Kok namanya hampir mirip dengan Putri Naga Kecil, mungkinkah mereka berkerabat???"


"Tapi tidak mungkin ada kebetulan yang seperti itu... " Gumam Arung.


Arung pun melepaskan jabat tangan nya, ia pun mulai berjalan ke arah jeruji besi di sebelah nya.


"Wah...... "


"Ternyata benar aku sedang berada di dalam sel, yang penting istri-istri ku selamat." Gumam nya lalu melihat rantai hitam yang mengekang pergelangan kaki nya.

__ADS_1


"Duduk lah Arung, setidak nya aku memiliki teman satu sel... " Ungkap Putri Laura lalu kembali duduk sambil memeluk kedua kaki nya.


"Bagaimana caranya aku bisa melepaskan diri dari sini, semua kultivasi ku tersegel oleh rantai hitam ini." Gumam Arung lalu mulai duduk di sebelah Putri Laura.


"Arung bagaimana kau bisa berurusan dengan para Bajak Laut Janggut merah itu???" Tanya Putri Laura dengan penasaran.


"Tanpa sengaja kapal kami di cegat oleh Bajak Laut Janggut Merah tersebut, aku pun bertarung dengan laki-laki paruh baya berjanggut merah,"


"Lalu kalah, tapi teman-teman ku berhasil kabur... " Ucap Arung.


"Apa kau melawan Bajak Laut Janggut Merah salah satu dari lima Dewa Bajak Laut???" Tanya Putri Laura yang kembali penasaran.


"Ohhh..... "


"Dewa Bajak Laut, pantas saja dia sangat kuat.... "


"Dia menguasai elemen maks elemen angin, tidak mungkin aku bisa mengalahkan nya... "


"Yang penting teman-teman ku bisa kabur... " Ucap Arung.


"Pemuda ini sangat setia kawan, dia rela mengorbankan dirinya melawan Dewa Bajak Laut,"


"Jendral yang mengawalku saja tewas saat melawan kedua Putri nya, Pemuda ini bahkan baik-baik saja setelah melawan Janggut Merah,"


"Apa aku berikan dia Pil Elemen Maks Naga milik ku ya???"


"Tapi pil ini hanya ada satu di keempat Benua Naga ini, Papa marah gak ya???"


"Aku bisa melepaskan rantai hitam ini tapi aku belum tentu mampu melawan para Bajak Laut itu???"


"Lebih baik mencoba daripada tidak... " Gumam Putri Naga.


Putri Salju pun mengeluarkan sebuah Pil dari dalam mulut nya, pil itu berwarna pelangi dan bersinar terang.


"Ugh........ "


"Apa itu???" Gumam Arung.


"Arung, ini adalah Pil Elemen Maks Naga, Pil ini akan membuat mu dapat mengeluarkan elemen maks hanya saat bertarung dengan Penggunaan Elemen Maks saja,"


"Telan lah, aku memiliki cara kabur dari tempat ini,"


"Cepatlah.... " Ucap Putri Laura.


"Menelan benda yang dia keluarkan dari dalam mulutnya, apa perempuan ini psiko???"


"Ah..... "


"Ah sudah lah, aku selalu saja kesusahan melawan pengguna elemen maks sebaik nya aku mengikuti perkataan Laura... " Gumam Arung lalu mengambil pil bercahaya pelangi itu dari tangan Laura dan mulai menelan nya.


Aura pelangi pun mulai membungkus tubuh Arung saat Pendekar Setengah Naga itu Meng kultivasi Pil Elemen Maks Naga.


"Hufttt............... " Helaan nafas panjang Putri Laura.


"Semoga saja dia tidak mati setelah mengultivasikan Pil Pusaka milik Naga Khayangan." Gumam Putri Salju.


Ternyata tanpa di sadari oleh Arung pil tersebut dapat membunuh Pendekar yang mengkultivasikan nya, Pil itu di jaga oleh salah satu pecahan jiwa Naga Khayangan.

__ADS_1


Arung pun mulai memasuki Dunia Pecahan Jiwa Naga Khayangan yang berelemen Perak.


-[Dunia Jiwa Naga Khayangan Perak]-


Tampak ada banyak gunung di tempat tersebut, dan dibawah nya penuhi dengan hutan yang lebat. Pohon di dalam hutan tersebut rata-rata berwarna keperakan.


Arung pun muncul secara tiba-tiba di dalam hutan Pohon berwarna keperakan tersebut, Pemuda Tampan Berambut Putih itu kembali kebingungan.


"Dimana aku???"


"Bukan kah aku tadi sedang mengkultivasikan Pil Elemen Maks Naga???" Ucap Arung sambil memperhatikan kesekeliling nya.


Tiba-tiba saja beberapa pedang perak besar melesat kearah nya dari arah langit.


"Jleb............. "


"Jleb............. "


"Jleb............ " Suara saat Pedang-Pedang tersebut menancap ke tanah.


Arung pun berhasil menghindari serangan tersebut, ia pun menengadahkan kepala nya ke atas.


Sesosok Pemuda berambut oranye dengan jubah perak sedang melayang di atas sambil mengarahkan telapak tangan nya ke arah Arung.


"Pemuda itu berada di ranah alam dewa, dia kuat.." Gumam Arung.


Ia pun tersenyum lalu melesatkan ribuan pedang perak ke arah Arung.


"Teratai Kebijaksanaan.... " Teriak Arung lalu sebuah Palu emas melesat dari langit ke genggaman tangan nya.


Arung pun melesat ke atas sambil menepis ribuan Pedang-Pedang perak tersebut menggunakan Palu Emas nya.


"Sepertinya aku terdampar di dalam dunia jiwa, tapi dunia jiwa siapa???" Gumam Arung sambil menepis Pedang-Pedang Perak tersebut.


"Palu Emas itu mirip dengan Palu Emas Hitam Surgawi milik ku, siapa Pemuda itu???" Gumam Pecahan Jiwa Naga Khayangan tersebut lalu menghentikan serangan nya.


"Lho...... "


"Kenapa berhenti???" Gumam Arung lalu mulai terbang perlahan ke hadapan Naga Khayangan.


"Naga Muda, dari mana kau dapatkan Palu itu,"


"Palu itu sangat mirip dengan Palu milik ku... ?" Tanya Naga Khayangan.


"Palu ini kudapatkan dari salah satu malam kuno milik Jendral Api, aku memiliki Palu yang mirip dengan ini,"


"Palu Emas Hitam Surgawi.... " Ucap Arung.


Air mata pun menetes dari kedua belah mata nya, Naga Khayangan pun mengingat telur yang dia dan istrinya tinggalkan di Goa di bawah Padang Tandus Naga beberapa ribu tahun yang lalu.


"Kenapa dia menangis???" Gumam Arung yang tidak mengetahui jika Palu Emas Hitam Surgawi itu merupakan senjata suci milik Naga Khayangan.


Niat membunuh yang besar sebelum nya pun mulai menghilang dari jiwa Naga Kayangan tersebut.


"Sepertinya dia sudah mengurungkan niat bertarung nya,"


"Syukurlah aku belum tentu bisa menang melawan Pendekar sekuat nya... " Gumam Arung.

__ADS_1


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2