
Tak lama berselang mereka pun tiba di depan pintu masuk Rumah Bordir Gadis Vampir tersebut, Arung dan yang lain nya pun mulai masuk ke dalam tempat nya mencari surga dunia tersebut.
Terlihat di kiri dan kanan mereka para Vampir-Vampir Betina itu sedang bermesraan dengan para tamu pria hidung belang tersebut, karena penasaran melihat kemesraan aneh tersebut Shayla Tiger pun mulai berbisik kepada Papa nya berniat menanyakan tentang apa yang dilihat nya itu.
"Pa.....?"
"Om... Om.... "
"Dan Tante..... Tante itu lagi pada ngapain Pa?" Bisik polos Shayla.
"Hah...... " Suara nafas panjang Arung.
"Kenapa Dhieng tidak mengajarkan pendidikan mengenai hubungan antara laki-laki dan wanita kepada Shayla, kenapa mereka terus menerus hanya mengajarkan mengenai seni bela diri kepada nya,"
"Hingga akhirnya dia tidak paham tentang apa yang terjadi di sekeliling nya saat ini." Gumam Papa Arung.
"Shayla, mereka cuman mengobrol sedikit intim,"
"Ayo kita temui teman Papa di atas." Bisik Arung.
"Baik Pak.... " Bisik Shayla sambil terus memperhatikan sekeliling nya.
"Intim..... "
"Apa itu?" Gumam nya.
Melihat Shayla dan Arung saling berbisik ketiga Gadis Cantik itu pun paham apa topik pembicaraan mereka berdua tersebut.
"Shayla pasti bingung melihat tingkah para laki-laki hidung belang yang ada di sini, dia pasti bertanya ke Papa nya soal itu,"
"Semoga saja Papa nya memberikan jawaban yang tidak nyeleneh." Gumam Dhieng Vampir yang sedikit cemas.
"Si bodoh itu, apa lagi yang di ajarkan nya kepada Shayla, kenapa Shayla terus memperhatikan sekeliling nya seperti itu,"
"Mungkinkah si Bodoh itu mengatakan jika laki-laki dan p*lacur-p*Lacur ini sedang bermain,"
"Pasti begitu, Shayla pasti sedang merekam permainan para laki-laki hidung belang tersebut." Gumam Rayla Poison Snake.
"Hah........... " Suara nafas panjang Ratu Adrienne.
"Kedua wanita ini benar-benar tidak waras kenapa mereka berdua membiarkan Suaminya ini menginap di tempat kotor seperti ini." Gumam Ratu Adrienne.
Saat ini Arung sudah dapat merasakan hawa keberadaan Rike Vampir berkat latihan berat nya di Goa Yin Yang Vampir sebelum nya.
-[Di Depan Kamar Rike Vampir]-
Tampak Arung mulai membuka pintu kamar tempat Rike Vampir berada tersebut.
"Kraakkk..... " Suara saat pintu kamar tersebut mulai terbuka.
Tampak seorang wanita cantik dengan kulit berwarna keemasan terbaring sekarat di tempat tidur tersebut. Wanita itu adalah Rike vampir, melihat teman nya yang sedang sekarat Arung pun langsung menghampiri nya.
"Rike, kenapa keadaan mu bisa sampai begini?" Tanya Arung.
Namun Rike saat ini tidak dapat berbicara apa-apa lagi, namun dia dapat mendengarkan dengan sangat jelas perkataan Arung. Air mata berwarna keemasan mengalir di pipinya saat menoleh ke arah sahabat-sahabat lama nya tersebut.
"Apa ini salah satu gundik dari Naga Biaya ini?"
"Seperti nya ia, mungkinkah mereka bertiga pernah tidur seranjang dengan Naga Buaya ini, sepertinya begitu,"
"Malang nya nasibku yang bisa mencintai Biaya kelas kakap seperti ini." Gumam Ratu Adrienne.
"Gadis ini sepertinya terkena Racun Emas, dia hanya memiliki waktu enam jam lagi." Ucap Ratu Adrienne.
"Enam jam?" Gumam Arung.
"Apakah tidak ada suatu cara untuk menolongnya Ratu?" Tanya Rayla yang bersimpatik dengan keadaan teman nya tersebut.
"Rike bertahanlah... " Ucap Arung sambil memegang tangan berwarna keemasan tersebut.
__ADS_1
"Ada, kita harus segera membuat Pil Emas menggunakan buah yang ada di Pohon Kayu Cendana Emas." Ucap Ratu Adrienne.
"Kita tidak akan sempat kembali ke sana dalam waktu enam jam, kasian Rike." Ucap Dhieng pesimis.
"Siapa Tante Rike ini?" Gumam Shayla Tiger.
"Aku memiliki tungku untuk membuat pil tersebut, namun kita memerlukan buah emas tersebut,"
"Dan hanya kultivator yang memiliki elemen api sembilan warna yang bisa membuat nya." Ucap Ratu Adrienne.
"Kalau begitu aku akan kembali ke Hutan Kayu Cendana tersebut." Ucap Arung lalu mulai melesatkan jurus teleportasi nya.
"Papa aku ikut...... " Ucap Shayla yang berniat mengikuti Papa nya.
"Blitzzz.................. " Suara jurus teleportasi milik Arung.
Dalam sekejap mata Pendekar Setengah Naga itu pun kembali ke dalam Hutan Kayu Cendana Emas.
"Lho...... "
"Kemana Papa...?" Tanya Shayla.
"Jurus aneh itu lagi, kita hanya bisa bergantung pada Papa mu saat ini Shayla." Ucap Dhieng.
"Benar...... "
"Kita harus menunggu nya." Ucap Ratu Adrienne lalu mulai duduk di kursi giok tersebut.
"Kasian Rike." Gumam Ratu Racun.
-[Hutan Kayu Cendana Emas]-
"Dup............ " Suara saat tapak kaki nya mulai mendarat di atas tanah di Hutan Lapis Ke Dua tersebut.
"Aku harus cepat mengambil buah Emas tersebut." Gumam Arung lalu terbang menuju salah satu Pohon besar tersebut.
"Ugh........ "
"Laba-laba Emas ini lagi." Ucap Arung kemudian mulai mengeluarkan dua Pedang Ular Merah Bertanduk Sembilan milik nya.
Ada sekitar seratus ekor Laba-laba Emas yang mengepung nya, Arung pun mulai mengeluarkan Jurus Avatar Elemen Kayu nya. Empat buah Avatar Arung pun muncul di sekitarnya ia pun membagikan Pedang Tornado Api, Taifun, Naga Khayangan, dan Pedang Ular Hitam kepada ke empat Avatar nya tersebut.
"Jurus apa itu, dia bisa membelah dirinya menjadi empat." Ucap Salah Satu Laba-laba Emas tersebut.
"Sudah..... "
"Walaupun dia kuat dia hanya seorang diri dan kita ada ratusan,"
"Sang Ratu pun akan segera kesini sebentar lagi." Ucap Laba-laba Emas lain nya.
"SERANG........ " Teriak Laba-laba Emas lain nya.
Pertarungan pun pecah di Hutan Kayu Cendana Emas tersebut, Arung dan ke empat Avatar nya mulai bertarung dan mulai menghabisi Laba-laba tersebut satu persatu.
"Slasshhh........ "
"Slasshhh......... "
"Slasshhh......... " Suara saat Arung dan keempat Avatar nya mulai memotong-motong tubuh beberapa Laba-laba Emas tersebut.
"JANGAN TAKUT, SERANG.... " Teriak Laba-laba Emas lain nya.
Laba-laba Emas tersebut pun mulai menembakkan jaring-jaring Emas nya ke arah Pendekar Setengah Naga tersebut, dengan tenang dan lincah Arung beserta ke empat Avatar nya mulai memotong-motong jaring-jaring tersebut.
"Slasshhh........ "
"Slasshhh......... "
"Slasshhh......... " Suara saat Arung dan keempat Avatar nya memotong-motong jaring-jaring emas dan beberapa tubuh Laba-laba Emas tersebut.
__ADS_1
"Mereka tidak ada habis nya, aku harus segera mendapatkan buah tersebut, Rike tidak akan bertahan lama." Gumam Arung kemudian mulai meniupkan asap hitam ber elemen magnet nya ke seluruh Hutan tersebut.
"Whussss......... " Suara hembusan asap hitam ber elemen magnet tersebut.
Seketika tubuh seluruh Laba-laba Emas tersebut mulai berat karena terpengaruh elemen magnet tersebut, hal itu tidak berlaku bagi Arung dan ke empat Avatar nya.
"Ugh........ "
"Kenapa tubuh ku terasa begitu berat nya... " Ucap Salah Satu Laba-laba Emas tersebut.
"Aku juga... " Ucap Laba-laba Emas lain nya.
Arung dan ke empat Avatar nya pun kembali menerjang ke arah gerombolan Laba-laba Emas tersebut kemudian mulai memotong-motong nya kembali.
"Slasshhh........ "
"Slasshhh......... "
"Slasshhh......... " Suara saat Arung dan ke empat Avatar nya memotong-motong tubuh beberapa Laba-laba Emas tersebut.
Beberapa jam kemudian seluruh Laba-laba Emas berhasil di kalahkan oleh Arung dan ke empat Avatar nya tersebut.
"Hah...... "
"Hah...... "
"Hah...... " Suara nafas terengah-engah Arung, kemudian mulai terbang dan mengambil sebuah Buah Emas dan menyimpan nya ke dalam cincin ruang milik nya tersebut.
Ia juga menyimpan semua senjata suci lain nya dan berniat kembali ke Rumah Bordil Gadis Vampir, tak lama berselang sang Ratu Laba-laba Emas pun mulai muncul.
Seorang Gadis yang sangat cantik berjubah Emas dengan motif laba-laba dan menggenggam dua buah Pedang Laba-laba Emas di tangan nya.
"Ada dendam apa kau dengan Klan Laba-laba Emas ku, kenapa kau membunuh seluruh anggota klan ku." Ucap Ratu Laba-laba Emas yang berada di ranah alam dewa tersebut.
"Gawat...... "
"Waktu ku sudah tidak banyak lagi, aku harus segera kembali." Gumam Arung lalu mulai menginstruksikan ke empat Avatar nya untuk menyerang Ratu Laba-laba Emas tersebut bersamaan.
"Maaf Ratu..... "
"Aku harus segera pergi... " Ucap nya kemudian mulai berteleport dari tempat tersebut.
"Blitzzzz......... " Suara jurus teleportasi milik Arung.
"HYATTT......... " Teriak kompak ke empat Avatar tersebut sambil melesatkan telapak tangan ber elemen tumbuhan nya ke arah sang Ratu Laba-laba Emas.
"Slasshhh....... "
"Slasshhh....... "
"Slasshhh....... "
"Slasshhh....... " Suara saat Ratu Laba-laba Emas mulai memotong-motong tubuh ke empat Avatar tersebut.
"Brukkk........... "
"Brukkk........... "
"Brukkk............ "
"Brukkk............ " Suara saat tubuh Avatar - Avatar yang telah berubah menjadi kumpulan akar itu jatuh ke atas tanah.
"B*JINGANNNN....... "
"AKU AKAN MEMBALASKAN KEMATIAN KLAN KU..... " Teriak Ratu Laba-laba Emas kemudian mulai pergi meninggalkan tempat tersebut guna membalaskan dendam kepada Pendekar Setengah Naga tersebut.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1