
Pertarungan pun tampak berimbang di atas arena stadium tersebut, lesatan tinju-tinju petir berhasil Arung hindari.
"Dia cekatan juga, dia pasti mahir di ranjang... " Gumam Jamila lalu menghilangkan wujudnya.
Arung pun kembali kebingungan dengan jurus menghilang nya Jamila, tampak Pendekar setengah naga ini mengamati ke sekeliling nya.
"Brak...... "
"Bruk...... "
"Brak....... " Suara puluhan tinju yang mengenai Arung hingga Palu Emas Hitam Surgawi terhempas ke luar arena.
Penonton pun bersorak sorai saat Jamila yang tak kasat mata berhasil memukul jatuh Arung, sebuah kilatan petir pun berhasil mengenai Pendekar Don Juan tersebut.
"Jderrrr....... " Suara sambaran petir saat mengenai Arung.
"Akhhhhh..... " Teriak nya tampak bajunya mulai terkoyak-koyak dan gosong.
Beberapa saat kemudian jubah dewa itu pun beregenerasi seperti semula.
"Ugh....... "
"Serangan yang dahsyat.... " Gumam Arung.
Jamila pun tiba-tiba muncul di hadapan nya, sambil memeluk leher Pendekar Tamfan itu.
"Kau bukan tandingan ku, tamfan.... " Ujar Jamila lalu kembali menyetrum Arung dengan sengatan petir.
"Dzzzzitttt....... " Suara setruman yang teramat dahsyat hingga Arung terpental.
"Ugh....... "
"Kepala ku..... " Ucap Arung.
Penonton pun bersorak sorai saat melihat tubuh Arung terpental hingga hampir jatuh ke bawah, Pendekar Setengah Naga itu masih sempat berpegangan tangan di ujung arena.
Jamila pun berjalan ke arah jatuh nya Arung dan hendak memijak jari jemari nya yang sedang memegang ujung dari lantai arena tersebut.
"Ini kesempatan ku memenangkan pertarungan ini dengan berpura-pura terdesak, lalu melesatkan Jurus Telapak Api Ungu salah satu jurus dari Kitab peninggalan Jendral Api,"
"Kali ini kau kalah kunti.... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Beberapa menit kemudian Jamila pun tiba di pinggiran arena dan sedikit membungkuk melihat Arung yang tengah terdesak dan hampir jatuh.
"Tamfan, kau mau menyerah atau ku kalahkan???" Tanya Jamila yang seolah-olah telah memenangkan pertarungan tersebut.
"Aku laki-laki sejati, aku lebih baik berjuang dan kalah dari pada harus menyerah... " Ujar Arung.
"Kau memang calon budak idaman, akan kubuat kau ketagihan nanti nya... " Ujar Jamila lalu mulai mengangkat kaki kanan nya berniat menginjak jari jemari Arung.
"Sekarang saat nya.... " Gumam licik Pendekar Setengah Naga tersebut.
Beberapa detik sebelum jari nya terinjak, Arung pun menggunakan jurus teleportasinya.
"Blitzzzz......... "
"Blitzzzz.......... " Suara jurus teleportasi Arung lalu muncul di balik punggung Jamila dengan pose telapak tangan ke arah punggung Gadis Beast tersebut.
"Apa, sejak kapan dia ada di belakang ku????" Gumam Jamila.
"Jurus Telapak Api Ungu.... " Teriak Arung.
__ADS_1
Aura api Ungu pun membungkus tubuh Arung, dari telapak tangan nya sebuah telapak tangan raksasa pun menghempas tubuh Jamila hingga ke bawah.
"Duarghhhhhh......... " Suara ledakan yang teramat dahsyat.
Arung pun melompat ke belakang, setengah dari arena tampak hancur.
Bongkahan-bongkahan hasil dari ledakan itu pun menghantam tribun stadion. Asap Ungu pun memenuhi daerah yang terkena ledakan, tampak para penonton seolah-olah menghentikan nafas nya melihat jurus dahsyat tersebut.
"Hah....... "
"Hah....... "
"Hah....... " Suara nafas terengah-engah Arung.
"Sepertinya Gadis Hantu itu telah tewas... " Gumam Arung.
Tepuk tangan pun mulai terdengar dari arah tribun penonton.
"Plok...... "
"Plok....... "
"Plok...... " Suara tepuk tangan penonton.
Asap Ungu pun menghilang tampak tubuh Jamila tertelungkup di tanah, pakaian nya tampak koyak dan hangus.
Penjaga Pagoda Hantu pun terbang ke arah Arung, dan mengangkat sebelah tangan nya ke atas.
"Kau menang Pendekar.... "
"Selamat, Nona Jamila akan mengikuti semua permintaan mu... " Ucap Penjaga Pagoda tersebut lalu melesatkan rantai putih ke dalam dahi Jamila.
Jamila pun bangun, ia pun begitu malu dengan keadaan pakaian nya yang koyak lalu mulai menghilang kan wujud nya.
"Ugh...... "
"Aku lengah... " Gumam Jamila sambil berganti pakaian dalam kondisi menghilang.
"Kemana dia???" Gumam Arung.
Seketika stadium menjadi sepi dan Penjaga Pagoda hantu pun menghilang.
"Lho???"
"Kemana semua nya???" Gumam Arung yang bertambah bingung tersebut.
"Sebaik nya aku keluar dari Pagoda ini, aku gak sudi mengikuti apa kata nya... " Gumam Jamila lalu mulai terbang menjauhi Arung.
Tak sampai lima meter terbang sebuah rantai putih keluar dari dalam tanah di dekat Arung dan merantai Jamila lalu menarik nya ke dekat Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Brukkkk..... " Suara saat tubuh Jamil terduduk di tanah dengan kondisi terantai.
Wujud tak kasat mata Jamila pun tidak aktif kembali, Arung pun dapat melihat dengan jelas Jamila saat ini.
"Hah..... "
"Aku akan mencoba apakah gulungan Pagoda hantu itu ampuh... " Gumam Arung sambil memelototi tubuh Jamila.
"Ugh...... "
"Mau apa dia memelototi ku, tadi waktu di ranjang aja dia gak mau dan malah mintak bertarung???"
__ADS_1
"Apa dia berubah pikiran???"
"Dan saat ini dia tergoda dengan tubuh indah ku???" Gumam Jamila yang salah paham.
Arung sebenarnya sedang mencari benda pusaka yang melekat di tubuh Jamila.
"Kalau di lihat, Gadis Hantu ini cantik juga,"
"Tapi kalau ingat cerita nya, sebutan nya Jamil,"
"Ih seremmm..... "
"Wanita Palsu???" Gumam Arung.
Arung pun mendapatkan ide meminta cincin pusaka dan Pagoda hantu tersebut.
"Jamila, aku menginginkan cincin tengkorak hitam mu itu???"
"Bolehkan... " Ucap Arung.
"Tidak boleh.... " Ucap Jamila.
Rantai putih pun menghilang, tubuh Jamila tidak dapat di kontrol seperti kerasukan. Ia pun melepaskan cincin nya kemudian memberikan nya kepada Arung.
"Aku gak rela...... " Ucap Jamila.
"Terima Kasih Jamila... " Ucap Arung lalu mengambil dan mengenakan cincin tersebut.
"Wah...... "
"Sepertinya berhasil.... "
"Kali ini aku akan meminta Pagoda ini... " Gumam Arung.
"Huh........ " Ucap Jamila kesal.
"Jamila, berikan aku Pagoda ini... " Ucap Arung.
"Dasar laki-laki, dikasih hati mintak jantung... " Ucap Jamila.
Namun sekali lagi tubuh Jamila seolah-olah tidak dapat di kendalikan. Ia pun mengeluarkan sebuah kunci dari dalam mulut nya dan memberikan nya kepada Arung.
"Dasar rakus, nih telen... " Ucap Jamila.
Arung pun mengambil kunci tersebut dengan jurus Telekinesis nya kemudian merendam nya di dalam elemen air milik nya kemudian memanaskan nya.
"Ugh...... "
"Kau pikir aku pembawa penyakit, sampai-sampai kunci itu kau panaskan.... " Ucap Jamila dengan kesal.
"Kunci ini telah berada di dalam tubuh mu untuk jangka waktu yang lama, kita tidak tahu kan ada kuman bakteri apa yang nyangkut di kunci ini... " Ucap Arung kemudian mendinginkan kunci tersebut dengan elemen es nya.
"Ingin rasanya ku ketok kepalanya dan kutarik lidah nya yang banyak omong itu keluar,"
"Atau sekalian ku sate aja.... " Gumam Jamila.
Arung pun mulai memasukkan kunci Pagoda Hantu tersebut, tak lama berselang ingatan untuk mengendalikan Benda Pusaka itu pun perlahan mengalir ke dalam ingatan nya.
"Ini Manual S.O.P. nya, wah keren.... " Gumam Arung.
To Be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya