
"Byurrrr.............. " Suara hujan deras.
-[Satu Jam Kemudian]-
Tampak air hujan sudah mulai menggenangi dasar Lembah Nestapa tersebut dengan ketinggian genangan air sekitar 20 cm, mereka berdua pun terus menelusuri Lembah tersebut di dalam guyuran hujan deras tersebut.
Beberapa saat kemudian,
"Lho........ "
"Kenapa ada genangan air berwarna merah di sekitar
sini, Arung" Gumam Gold saat menoleh ke bawah kakinya kemudian mulai menghentikan langkah nya.
"Ada apa Gold, kenapa berhenti?" Tanya Arung dengan penasaran.
"Arung, kenapa genangan air di sini berwarna merah seperti darah?" Tanya Gold lalu menunjuk ke arah genangan air merah di bawah nya.
Arung pun mulai memperhatikan ke arah bawah dan baru menyadari ke anehan tersebut
Beberapa saat kemudian.
"Oh...... "
"Mungkin ada Beast besar yang jatuh di sekitar sini dan terluka parah, ini mungkin adalah tumpahan darah milik nya yang sudah bercampur dengan air hujan, Gold." Ucap Arung.
"Pasti seperti itu, kalau begitu bertahan lah Arung... " Ucap Gold lalu kembali memapah Arung.
Tak lama berselang mereka berdua pun tercebur ke dalam sebuah Kolam tanpa mengetahui jika di tempat tersebut ada sebuah Kolam.
"Blurrrpppp............. " Suara saat tubuh mereka berdua mulai tercebur ke dalam kolam tanpa mereka sadari.
"Ugh......... "
"Air berwarna merah?"
"Ternyata fenomena sebelumnya di sebabkan oleh luapan air dari dalam kolam ini." Gumam Arung.
Beberapa saat kemudian perisai angkasa pun mulai menghilang pertanda sisa tenaga dalam yang dimiliki oleh Pendekar Setengah Naga tersebut sudah tinggal sedikit lagi.
"Habis lah sudah.... " Gumam Arung yang mengira akan segera menemui ajalnya karena perisai Angkasa nya telah menghilang.
Gold pun mulai menyelam sambil membawa Arung ke arah cahaya terang yang ada di dasar kolam merah tersebut.
"Lho........ "
"Sepertinya Kolam dengan air berwarna merah ini dapat menahan racun asap abu-abu tersebut, kita tertolong." Gumam Arung.
Beberapa saat kemudian terlihat sebuah cahaya yang berkilauan di dasar kolam tersebut.
"Cahaya apa itu?" Gumam mereka berdua kompak lalu mulai menyelam ke arah cahaya terang tersebut.
Beberapa saat kemudian Gold dan juga Arung pun tiba di atas cahaya terang tersebut, ternyata di balik cahaya terang tersebut terdapat sebuah padang rumput ber diameter 10 meter dengan sebuah essensi berwarna coklat kehitaman di tengah nya.
Mereka pun mulai masuk ke dalam cahaya terang tersebut.
"Dup....... "
"Dup........" Suara saat tapak kaki mereka berdua mendarat dengan mulus di tempat tersebut.
"Arung...... "
"Kita selamat." Ucap Gold dengan raut wajah yang bahagia.
Arung pun mulai duduk dan menelan beberapa Pil Naga berniat untuk segera memulihkan cedera nya.
"Iya Gold,..... " Ucap Arung.
"Uhuk....... "
"Uhuk....... "
__ADS_1
"Uhuk....... " Suara batuk Arung sambil kembali mengeluarkan darah hitam yang kental dari dalam mulut nya tersebut.
"Sepertinya lukaku terlalu parah, aku tidak akan bertahan lebih lama lagi Gold, kau harus tetap hidup Gold." Ucap Arung dengan putus asa.
"Arung........ "
"Tidak adakah cara untuk menyelamat kan mu..." Tanya Gold sambil mengalirkan air mata di pipinya saat mendengar perkataan Pendekar Setengah Naga itu yang seperti salam perpisahan tersebut.
Suara Jendral Api Kerajaan Jangbaek pun mulai terdengar dan terngiang-ngiang kembali di dalam kepala Pendekar Setengah Naga tersebut.
"KAU DAPAT MEMULIHKAN KEMBALI DIRIMU DENGAN MELAKUKAN KULTIVASI GANDA.... " Suara di kepala Arung.
Arung pun mulai menatap ke arah Essensi yang berada di tengah-tengah padang rumput tersebut.
"Kebetulan sekali, aku memiliki satu buah Essensi Kabut Ilusi Cinta dan yang ada di tengah-tengah Padang Rumput tersebut adalah sebuah Essensi Raksasa,"
"Ternyata di balik bencana ini terdapat suatu berkah." Gumam Arung yang kembali bersemangat setelah mendengar wejangan dari Jendral Api tersebut.
Arung pun mulai mengeluarkan sebuah jubah perang berwarna putih dan sebuah Essensi berwarna merah jambu dari dalam cincin ruang penyimpanan milik nya tersebut.
"Uhuk........ "
"Uhuk........ "
"Uhuk........ " Suara batuk Arung lalu kembali mengeluarkan darah hitam yang kental dari dalam mulut nya.
"Arung....... " Gumam Gold dengan hati yang pilu.
"Ada satu cara untuk menyelamatkan ku Gold, pakailah pakaian ini." Ucap Arung sambil menyerahkan jubah perang berwarna putih tersebut.
"Apa dia ingin melihat aku berganti pakaian untuk yang terakhir kalinya, Naga ini memiliki hobi yang aneh,"
"Jika kau mau aku bisa melakukan apa pun yang kau inginkan Sayang." Gumam Gold.
Tanpa banyak berbicara Gold pun mengambil pakaian tersebut lalu mulai berganti pakaian dengan membelakangi Arung.
"Dasar mesum.... " Gumam Arung saat kembali melihat punggung mulus milik Ratu Laba-laba Emas tersebut.
Metode ini dapat juga di lakukan dengan berpakaian namun pakaian yang di gunakan haruslah senjata suci tipe jubah di ranah alam dewa seperti yang di kenakan oleh Arung dan yang saat ini sedang di kenakan oleh Gold.
Tampak sobekan di punggung dan bekas tusukan di depan jubah telah menghilang sepenuh nya, dan jubah pun telah tampak seperti sedia kala di sebabkan Jubah tersebut dapat meregenerasi dan memperbaiki kerusakan nya sendiri.
Beberapa saat kemudian, Gold pun mulai duduk di hadapan Arung kedua telapak tangan mereka pun mulai saling bersentuhan.
"Kok jantungku, deg-degan yach?" Gumam Gold.
"Gold, kau hanya perlu mengikuti ritme ku saja." Perintah Arung.
"Baik Arung..... " Ucap Gold.
Essensi berwarna merah jambu itu pun mulai melayang di tengah-tengah mereka berdua, dengan Jurus Telekinesis milik Arung Essensi raksasa yang berada di tengah-tengah tempat tersebut pun mulai melayang terbang ke dekat Essensi Kabut Ilusi Cinta tersebut.
Kedua Essensi pun mulai berputar secara teratur di atas mereka.
"Huft............... " Suara nafas panjang Arung.
Aura berwarna-warni pun mulai muncul di sekitar tubuh mereka berdua.
"Jurus apa ini?" Gumam Gold.
Arung dan Ratu Laba-Laba Emas pun mulai melakukan kultivasi ganda tersebut.
"Ugh......... "
"Rasanya begitu nyaman dan hangat." Gumam Gold saat merasakan tenaga dalam milik Arung mulai bersirkulasi di dalam pembuluh-pembuluh darah milik nya tersebut.
Potongan-potongan ingatan mengenai kultivasi milik Ratu Laba-Laba Emas itu pun mulai kembali ke dalam ingatan Gold sedikit demi sedikit.
"Ingatan ini.... " Gumam Gold yang mulai mengingat dasar-dasar kultivasi yang pernah di pelajari nya dahulu.
Ternyata metode kultivasi ganda tersebut tidak hanya dapat menyembuhkan cedera Arung namun juga dapat mengembalikan sedikit ingatan milik Ratu Laba-laba Emas tersebut.
__ADS_1
"Bagus...... "
"Ini bekerja, aku bisa merasakan jika luka-luka ku mulai menutup." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Mereka berdua pun terus melakukan Kultivasi Ganda tersebut.
"Ugh........... " Gumam Gold yang keenakan tersebut.
-[Seminggu Kemudian]-
Tampak kedua Essensi tersebut telah habis terserap sepenuh nya kedalam tubuh mereka berdua kemudian seberkas cahaya hitam kemerah jambuan pun mulai melesat keluar dari atas tubuh mereka lalu melesat ke atas yang menandakan metode kultivasi ganda tersebut telah selesai.
Arung pun mulai membuka kedua belah matanya begitu pula dengan Gold.
"Gold, kita sudah berhasil.... "
"Cederaku sudah pulih sepenuh nya." Ucap Arung kemudian mulai bangun dari meditasi nya tersebut.
"Syukurlah Arung..... "
"Ingatan ku juga sudah pulih sedikit." Ucap Gold.
"Gawat....... "
"Jika sampai ingatan nya pulih sepenuhnya dia pasti akan segera membunuh ku, baru saja pulih aku bisa mati." Gumam Arung.
Sebelum nya Arung telah membantai habis Klan Laba-Laba Emas di Hutan Kayu Cendana Emas saat hendak memetik Buah Emas di tempat tersebut untuk menyelamatkan Rike Vampir tempo lalu.
"Ingatan......."
"Maksudmu ingatan yang mana, Gold?" Tanya Arung mencoba memastikan nya dan sedikit khawatir.
Gold pun bangun lalu berdiri di hadapan Arung.
"Namaku adalah Sonia Golden Spider, dan aku mulai mengingat dasar-dasar kultivasi dan beberapa Jurus yang pernah kupelajari di masa lalu, Arung." Ucap Sonia.
"Sonia?" Ucap Arung.
"Ia...... "
"Sonia, panggil aku Sonia.... " Ucap Sonia lalu mulai mengeluarkan Pedang Kembar Laba-Laba Emas milik nya.
"Ugh........ "
"Aku harus mempersiapkan diriku saat Ratu Laba-laba Emas ini mulai mengingat semua nya.
"Sebaiknya aku bermeditasi saja kembali." Gumam Arung.
"Arung, aku akan mencoba berlatih dulu kau istirahat lah saja." Ucap Sonia.
"Lanjut Sonia.... " Ucap Arung lalu mulai berjalan menjauhi Sonia dan kembali duduk untuk bermeditasi.
Sementara itu Ratu Laba-Laba Emas pun mulai memainkan kedua Pedang Laba-Laba Emas nya tersebut dengan ayunan-ayunan pedang yang begitu berat dan begitu indah nya.
"Ugh....... "
"Aku mengingat semua gerakan-gerakan ini, aku sangat merindukan nya." Gumam Sonia sambil kembali mengayunkan Pedang Laba-Laba Emas tersebut.
"Slassshhh........ "
"Slassshhh......... "
"Slashhhhh.......... " Suara tebasan-tebasan Pedang Laba-Laba Emas saat menebas udara kosong beberapa kali.
"Fiuh......... "
"Gerakan yang sungguh indah dan menakutkan.... " Gumam Arung dari kejauhan yang khawatir jika ingatan Sonia Golden Spider kembali sepenuh nya.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1