
Saat ini Arung dan juga Sonia telah kembali ke masa 3400 tahun yang lalu setelah terjatuh ke dalam sebuah White Hole saat berjalan bersama ke arah pintu keluar di kamp sebelum nya, masa itu adalah masa di mana Jendral Api telah wafat selama 100 tahun.
Di zaman tersebut keadaan Kerajaan Jangbaek tidak stabil secara keamanan maupun secara politik, keadaan Kerajaan saat itu tengah genting bahkan beberapa Kerajaan-Kerajaan Federasi sedang mengalami peperangan saudara.
Pada saat itu pula ketiga Benua Besar di Planet Bumi tersebut telah berada di bawah Kerajaan Jangbaek tersebut.
Adapun ketiga Benua tersebut ialah Benua Besi, Benua Hitam, dan Benua Es Api dan letak dari Ibu Kota Kerajaan Jangbaek saat itu berada di Benua Es Api.
"Oh......... "
"Jadi saat ini kita berdua terdampar ke masa lalu?"
"Masa lalu di Dunia tempat mu berasal sebelum nya?" Tanya Sonia dengan penasaran.
"Ya seperti itu lah Sonia, saat ini aku tidak tahu ke tahun berapa kita terdampar." Jawab Arung.
"White Hole sama aneh nya dengan diriku yang saat ini sedang amnesia dan falling in love, Sayang." Gumam Sonia sambil menikmati wajah tampan Naga tersebut.
Sore pun mulai menjelang malam di dalam hutan tersebut.
"Hah........ "
"Susah juga kalau bepergian tanpa membawa artifak Bola Ruang, sepertinya malam ini kami berdua harus tidur di atas pucuk pohon ini." Gumam Arung sambil melihat ke atas pohon besar tersebut.
"Sonia, sebaik nya kita beristirahat di atas puncak pohon ini saja, aku khawatir Beast-Beast Buas tersebut akan menyerang kita di malam hari jika kita beristirahat di bawah sini." Ucap Arung sambil melihat ke atas.
"Kenapa dia harus takut dengan Beast Buas, dia dan aku kan Beast Buas Ras Dewa." Gumam Sonia.
Setiap Beast yang mengidentifikasi jenis Beast Arung mereka pasti akan mencium aroma bau dari Black Hole Dragon yang merupakan Ras Beast Dewa.
"Ayo....... " Ucap Sonia.
Mereka berdua pun mulai melesat memanjat ke atas puncak pohon tersebut menggunakan Jurus meringankan tubuh milik nya masing-masing.
Di atas puncak pohon tersebut Arung pun mulai mengayunkan lengan nya kemudian akar-akar pohon pun mulai bermunculan lalu mulai membentuk sebuah gubuk dari akar-akar yang saling menganyam tersebut.
"Sonia, sebaiknya kita masuk ke dalam Gubuk dulu,"
"Sepertinya sebentar lagi hari sudah mau hujan." Ucap Arung lalu mulai masuk ke dalam Gubuk tersebut.
Sonia pun ikut masuk ke dalam gubuk berbentuk lingkaran tersebut berukuran 2,5 x 2,5 meter tersebut, Arung pun mulai mengeluarkan senter dan menyangkut kan nya di dinding gubuk tersebut sebagai penerangan di waktu malam hari.
Tak lama berselang hujan pun mulai turun dan mengguyur dengan lebat di Hutan Tak Bernama tersebut.
"Byuurrrr................. " Suara hujan deras.
"Ugh......... "
"Udara di dalam sini makin dingin aja, apa Naga itu gak ke pengen?" Gumam Sonia sambil mencuri pandang ke arah Arung.
Arung pun menyadari tatapan penuh nafsu tersebut.
"Pasti Laba-laba Emas ini berpikiran jorok saat menatap ku barusan, aku sudah biasa melihat tingkah para Gadis-Gadis yang lagi ***** sebelum mereka berubah menjadi Hewan yang Buas lalu mulai mencabik-cabik diri ku,"
"Sebaik nya aku tidur saja, luka ku pun belum pulih semua." Gumam Arung lalu pura-pura menguap dan membaringkan tubuh nya.
"Hoam........ " Suara menguap Arung.
"Yeilah...... "
"Di anggurin lagi, dasar Naga gak peka,"
"Apa aku kurang cantik dan aduhai?" Gumam Sonia sedikit kesal dengan Arung yang telah tertidur tersebut.
__ADS_1
"Zzztttt............... " Suara tidur Arung.
"Baru aja bangun dari koma seharian udah tidur lagi, dasar Naga tukang tidur...... "
"Huh........ " Ucap Sonia dengan kesal lalu mulai duduk dan memandangi hujan dari balik pintu gubuk akar tersebut.
"Byuurrrr.............. " Suara hujan deras.
"Ternyata Naga ini memiliki banyak rahasia di dalam hidup nya, kapan dia akan menyatakan cintanya kepada ku?"
"Apa aku saja yang duluan menyatakan cintaku kepada nya?"
"Baiklah mumpung lagi berada di kampung halaman nya aku akan mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan ku ini kepada nya." Gumam Sonia Golden Spider yang telah membulatkan tekad nya tersebut.
"Groaghhh....... "
"Groaghhh........ " Suara mendengkur Arung.
-[Tengah Malam]-
Arung dan juga Sonia telah tertidur lelap di dalam Gubuk Akar yang berada di pucuk pohon besar tersebut, sementara itu di kejauhan tampak sebuah Kereta Kencana yang di kawal oleh sepuluh Pendekar berpakaian serba putih sedang melaju dengan perlahan di jalanan berbatu di pinggir Sungai Tak Bernama tersebut.
"Tap....... "
"Tap....... "
"Tap....... " Suara langkah kaki Beast-Beast Kuda tersebut.
"Huft........ " Suara hembusan nafas salah satu pengawal.
"Dingin banget, mana masih lama lagi nyampek nya." Gumam Salah Satu Pengawal tersebut.
Ternyata rombongan Pendekar yang mengawal Kereta Kencana tersebut adalah Pasukan Pengawalan Delayla yang di pimpin oleh Delayla Jangbaek seorang Manusia Beast Naga Magnet Kuno.
"Sejauh ini masih aman." Gumam Delayla Jangbaek sambil memeluk Pedang Halilintar Ungu milik nya.
"Bos, sebaik nya kita istirahat dulu, dingin banget nih.... " Ucap Delpi Chen yang merupakan Wakil Ketua dari Pasukan Pengawalan Delayla tersebut.
"Delpi, aku sudah bilang misi adalah yang utama,"
"Kita akan beristirahat begitu kita sampai di Ibu Kota Kerajaan Jangbaek beberapa saat lagi." Ucap Delayla.
"Baik Bu Bos...... " Ucap Delphi.
"Nasib...... "
"Nasib...... "
"Punya Bos mantan militer.... " Gumam Delphi Chen.
Beberapa saat kemudian seorang Assasin di ranah alam siluman level awal dan tiga puluh Assasin di ranah alam langit mulai menghadang rombongan tersebut, mereka muncul dari balik pepohonan tersebut secara bersamaan.
"Iekkkk......... " Suara erangan Beast-Beast Kuda tersebut saat di berhentikan oleh Kusir secara mendadak.
Delayla Jangbaek pun langsung melompat dari Kereta Kencana tersebut sambil mencabut Pedang Halilintar Ungu nya dan bersiap bertarung.
"Dup......... " Suara saat tapak kaki Delayla mendarat dengan mulus di atas tanah tersebut.
"Delphi, lindungi Kereta.... " Perintah Delayla Jangbaek.
"Siap Bos..... " Ucap Delphi Chen lalu mulai mengeluarkan Pedang Api nya begitu pula dengan anggota pasukan pengawal lain nya.
Delphi Chen dan pasukan pengawal lain nya pun mulai mengerumuni Kereta Kencana tersebut sambil berniat melindungi nya.
__ADS_1
"Wah.......... "
"Wah..........."
"Ternyata Salah Satu Komandan Api yang menghilang tersebut menjadi seorang Kepala Biro Pengawalan Swasta sekarang,"
"Pantas saja Komandan Delayla jarang terlihat lagi di medan perang." Ucap Assasin bertopeng hitam tersebut sambil mengacungkan tongkat api nya ke arah Delayla Jangbaek.
"Bos memang sangat terkenal di tiga Benua ini, bahkan Assassin ini pun mengenali nya." Gumam Delphi Chen.
"Kau sudah tau siapa aku, lebih baik kalian pergi dari sini sebelum aku membakar kalian semua menjadi debu." Ucap Delayla Jangbaek sambil mengayun-ayunkan Pedang Halilintar Ungu nya tersebut.
"Kau memang sangat cantik seperti yang di rumor kan, kami akan pergi jika kau menyerahkan wanita yang ada di dalam Kereta Kencana tersebut." Ucap Assasin Bertopeng Hitam tersebut dengan nada suara yang keras dan mengancam.
"Kalau begitu akan terjadi pembantaian di malam yang dingin ini Pria Bertopeng, bersiap lah." Ucap Delayla Jangbaek dengan niat membunuh yang begitu besar.
"Kalian dengar itu teman-teman, Komandan Cantik itu katanya ingin membantai kita... " Ucap Assasin Bertopeng tersebut.
"Ha......... "
"Ha......... "
"Ha......... " Tawa Assasin Bertopeng Hitam tersebut.
"Sudahlah Bos, aku sudah lama tidak makan Naga,"
"Malam ini kita harus membunuh Naga tersebut." Ucap Salah Satu Assasin tersebut.
Komandan Delayla Jangbaek merupakan Manusia Beast Naga Magnet Kuno dan hampir seluruh penduduk Kerajaan Jangbaek mengetahui nya.
"Kau ingin memakan ku..... " Ucap Komandan Delayla Jangbaek lalu mulai menyimpan Pedang Halilintar Ungu nya dan mulai menjelma ke wujud Manusia Beast nya.
Seekor Naga Magnet Kuno sepanjang 50 meter muncul di atas Hutan Tak Bernama tersebut.
"Aurghhhhhhh................. " Suara raungan sang Naga Magnet Kuno di tengah guyuran hujan deras tersebut.
"Kalian hadapi lah cecunguk-cecunguk yang menjaga Putri Raja Aliansi Dagang tersebut, biar aku yang membunuh Komandan Api itu,"
"Sudah lama aku ingin menjajal kehebatan dari salah satu dari lima Komandan Api yang tersohor tersebut." Perintah Assasin bertopeng hitam tersebut kemudian mulai mengalirkan setengah tenaga dalam nya ke rantai yang melilit jantung nya.
"ERIC SILVER APES..... " Teriak Assasin Bertopeng Hitam tersebut saat akan mensummon Beast Kontrak nya.
Tak lama berselang seekor Kera Besi berbulu perak setinggi 30 meter muncul di tempat tersebut, tampak Assasin bertopeng hitam tersebut berdiri di atas kepala Kera besar tersebut.
"Wuk...... "
"Wuk...... " Suara erangan Kera Besi tersebut.
Beberapa menit kemudian.
"Xaverius Lang, siapa lagi yang hendak kau bunuh saat ini?" Tanya Kera Besi tersebut.
"Kita akan membunuh seekor Naga malam ini.... " Ucap Xaverius Lang sambil menunjuk ke arah Naga Magnet Kuno tersebut.
Sementara itu Assasin-Assasin lain nya mulai menyerang ke sepuluh pasukan pengawal tersebut.
"BUNUH MEREKA....... " Teriak salah satu Assasin sambil menerjang ke arah sekumpulan pasukan pengawal tersebut di ikuti oleh Assasin-Assasin lain nya.
"Huft........... " Suara nafas panjang Delphi Chen yang sudah bersiap menahan gempuran serangan dari Assasin-Assasin tersebut.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1