
-[Beberapa Jam Kemudian]-
Dua tenda sudah selesai di bangun, saat ini para selir sedang menata interior di dalam tenda tersebut.
Akhirnya sang Pendekar Setengah Naga pun mendapatkan waktu luang nya dan pada saat ini ia pun sedang duduk di luar tenda, tepat nya dia duduk di atas sebuah kursi giok dan sebuah meja giok pun berada tepat di hadapan nya.
Kaki Pendekar itu pun di naikkan ke atas meja giok tersebut, di tangan nya pun ada sekaleng bir yang telah terbuka.
"Kalau setiap malam keadaan nya tenang begini kan enak...."
"Sebenarnya kemana portal Black Skull itu membawa kami???"
"Lalu bagaimana caranya Kunci Giok ini bisa melepas segel di dalam penjara Black Skull Yach???" Gumam Arung kemudian mulai meneguk bir tersebut.
Tak lama berselang seorang Pemuda sambil berlari-lari dengan nafas yang terengah-engah pun tiba di dekat Arung.
Arung pun bangun, Pendekar Setengah Naga tersebut pun mengenali Pemuda tersebut.
"Komandan Chilia???"
"Kebetulan sekali...."
"Kami sedang mencari Ratu mu, kami sudah menemukan kunci nya...." Ucap Arung.
"Benarkah, Jendral...."
"Syukurlah......"
"Tapi saat ini Ratu Medusa sedang di kuasai sosok aneh..." Ucap Komandan Chilia dengan lesu.
Karena mendengarkan suara percakapan dari arah luar, ketiga wanita cantik itu pun keluar.
"Mana Ratu, berambut ular itu???" Gumam Kira White Hole Dragon.
"Coba ceritakan pada ku, apa yang sebenarnya terjadi...." Ucap Arung.
Komandan Chilia Black pun menceritakan seluruh kejadian tersebut kepada Jendral Naga.
-[Keesokan Pagi nya]-
Tampak mereka berlima sedang sarapan di luar tenda.
"Makan lah dulu Komandan, bagaimanapun aku berhutang Budi pada kalian,"
"Aku akan mencari jalan untuk menyelamatkan Ratu kalian..." Ucap Arung.
"Terima kasih Jendral....." Ucap Komandan Chilia Black.
Mereka pun mulai sarapan pagi di tengah-tengah hutan bambu tersebut, sementara itu Sang Pendekar Pembunuh Berantai sedang memasang segel dengan kedua belah tangan nya.
"Hari pertama aku akan membiarkan kalian bermain dengan anjing-anjing hantu ku..."
"Jurus Summon Anjing Hantu....." Ucap Jack The God Slayer.
Sebuah portal pun muncul, dari dalam nya muncul puluhan anjing hantu.
Anjing hantu pun mulai mengelilingi Jack, sambil tersenyum tipis Pembunuh Berantai itu pun mulai mengangkat tangan nya ke atas serta berseru.
"Pergilah anak-anak ku....." Ucap Jack The God Slayer.
"Guk....,.."
"Guk......."
"Guk......." Suara gonggongan-gonggongan anjing hantu tersebut.
Anjing seukuran anjing normal itu pun mulai berlari dan menyebar di dalam hutan bambu.
Kulit mereka yang berwarna putih serta dua tanduk di kepala nya menambah kesan seram terhadap makhluk tersebut.
Anjing-anjing pun mulai menyebar secara bergerombol ke segala penjuru di dalam Hutan Bambu tersebut.
Beberapa anjing-anjing hantu pun sampai di tempat di mana Gadis Cantik berambut emas itu berkultivasi pada saat ini.
Sang gadis berambut emas pun mulai membuka kedua belah mata nya, kemudian mulai menutup hidung nya dengan sebuah syal.
Kekuatan nya saat ini baru pulih sekitar seperempat nya, Gadis Cantik itu pun mulai bangun.
"Sepertinya, Jack sudah memulai perburuan nya...." Ucap Gadis dengan tato teratai putih di dahi nya itu.
__ADS_1
Sekumpulan anjing pun mengerumuni gadis tersebut sambil menggonggong keras.
"Guk........"
"Guk........"
"Guk........" Suara gonggongan anjing hantu.
Beberapa saat kemudian sekumpulan anjing-anjing itu mulai menyerang, dengan anggun gadis itu pun mengayunkan lengan nya.
Beberapa teratai es pun muncul dan melesat mengenai anjing-anjing tersebut, seketika anjing-anjing itu pun berubah menjadi es.
Anjing-anjing hantu lain nya pun kabur dari tempat tersebut dan tidak berani mengganggu gadis cantik itu lagi.
"Dasar anjing-anjing penakut......" Ucap Gadis tersebut lalu kembali berkultivasi.
Kali ini aura berelemen teratai dewa itu pun mulai membungkus kemudian mulai membentuk teratai di sekitar Gadis Cantik tersebut.
Anjing-anjing lain nya pun tiba di sekitar tenda Jendral Naga, anjing-anjing itu kekuatan nya setara dengan Pendekar di ranah alam bumi puncak.
"Berani sekali anjing-anjing ini menyalak kepada kita...." Ucap Selir Nora.
"Guk..........."
"Guk.........."
"Guk..........." Suara gonggongan-gonggongan anjing hantu.
Saat ini mereka semua belum sadar jika kekuatan mereka sudah merosot tajam karena mencium bau lavender yang di keluarkan oleh bambu kematian tersebut.
"Jendral, biar aku yang membereskan makhluk-makhluk tidak tahu sopan santun ini...." Ucap Kira lalu mulai mengeluarkan topi bundar nya.
Ia pun bangun dan beranjak ke dekat sekumpulan anjing-anjing yang sedang menyalak tersebut.
Jendral Naga dan yang lain nya pun hanya duduk dengan tenang dan melihat ke arah Kira, begitu pula dengan yang lain nya.
Anjing-anjing hantu itu pun mulai melesat ke arah Kira secara bersamaan, dengan lincah Kira pun berhasil menghindari serangan-serangan tersebut.
Kira pun melemparkan Topi Hitam Bundar nya, topi itu pun berputar kemudian mulai memenggal kepala beberapa anjing hantu.
Seekor anjing hantu pun menembakkan bola putih berelemen hantu ke arah Kira, dengan tenang Kira pun hendak menembakkan bola berelemen white hole ke arah serangan tersebut berniat menepis nya.
"Kecillll...." Gumam Kira yang menganggap remeh serangan tersebut.
Sebuah bola berelemen hantu dengan diameter empat meteran melesat ke arah Kira.
"Rasakan ini......" Ucap Kira lalu menembakkan sebuah bola berelemen white hole.
Sebuah bola berelemen white hole berdiameter setengah meteran pun melesat ke arah serangan milik Anjing Hantu.
"Lho....."
"Kenapa tenaga dalam ku sangat kecil...." Ucap Kira kebingungan.
Bola berelemen hantu pun melahap bola berelemen white hole lalu terus melaju ke arah Kira.
"Kenapa dengan Kira???"
"Pasti ada sesuatu yang tidak beres...." Gumam Arung lalu bangun dan mulai berteleport.
"Blitzzzzzzz........." Suara jurus teleportasi Arung.
Dalam satu kali kedipan mata Pendekar Setengah Naga itu pun mulai berpindah ke hadapan Kita, Arung pun melesatkan jurus Tapak Black Hole nya.
Seketika boa berelemen hantu itu pun terhempas, serangan itu jua berhasil membunuh salah satu Anjing Hantu.
Kini hanya tersisa tiga anjing hantu, akhirnya Arung menyadari jika tenaga dalam nya pun mulai melemah.
"Ada yang aneh, sepertinya tenaga dalam ku pun melemah..." Gumam Arung.
Ketiga anjing hantu yang tersisa pun mulai melesat ke arah Pendekar Setengah Naga itu dan juga Kira.
Dengan tenang Arung pun membunuh ketiga anjing-anjing hantu itu dengan Jurus Tapak Black Hole nya.
Ketiga Anjing-anjing Hantu yang tersisa pun tewas.
"Kalian semua, apakah tenaga dalam kalian juga melemah???" Tanya Arung pada yang lain nya.
Selir Nora, Selir Keysha, dan juga Komandan Chilia Black mulai merasakan tenaga dalam nya masing-masing dan mereka juga baru menyadari jika tenaga dalam mereka mulai melemah.
__ADS_1
"Ia sama, tenaga dalam ku juga melemah??"
"Kenapa bisa begini, apa gara-gara semalam aku maen kuda-kudaan bertiga???" Gumam Selir Nora.
"Ia Jendral, tenaga dalam ku juga melemah...."
"Kenapa bisa seperti ini???" Tanya Komandan Chilia Black dengan kebingungan.
"Tenang lah, sebaik nya kita tenang dulu...."
"Hutan bambu ini pasti memiliki suatu rahasia, mungkin ada sebuah segel yang sama seperti di Pulau Black Skull yang membuat tenaga dalam kita melemah...."
"Sekarang yang paling penting yang harus kita lakukan dulu adalah menemukan Ratu Titan Medusa...." Ucap Arung.
"Jendral Naga benar...." Ucap Komandan Chilia Black.
"Kalau begitu ayo kita pergi mencari Ratu..." Ucap Kira.
Setelah membongkar tenda dan membereskan semua nya, Arung dan yang lain nya pun mulai berangkat mencari Ratu Titan Medusa di dalam hutan bambu kematian tersebut.
"Tap..........."
"Tap............"
"Tap....,......." Suara tapak kaki Arung dan yang lain nya saat kembali menelusuri Hutan Bambu Kematian.
Saat menelusuri Hutan Bambu itu sekumpulan anjing-anjing hantu pun kembali muncul, mereka pun kembali bertarung dengan makhluk-makhluk berkulit putih pucat tersebut
Sementara itu, Jack The God Slayer sedang tersenyum.
Kali ini dia berniat mensummon zombie-zombie dengan kepala tertutup karung.
"Oh........."
"Sepertinya mangsa ku tidak hanya ada satu, ada beberapa mangsa lain nya...."
"Perburuan ini semakin menyenangkan..." Ucap Jack The God Slayer lalu mulai mensumom zombie-zombie dengan kepala tertutup karung.
Zombie-zombie setinggi dua meteran bertubuh kekar pun keluar dari dalam tanah lalu mulai menyebar ke dalam hutan bambu kematian tersebut.
"Ha........"
"Ha........"
"Ha........" Tawa Jack The God Slayer.
"Berburu lah, makhluk-makhluk tak berotak...." Ucap Jack The God Slayer dengan penuh semangat.
Zombie-zombie dengan kepala tertutup karung pun mulai berjalan tanpa arah, makhluk-makhluk ini tidak dapat melihat dan kekuatan tiap zombie sangat kuat setingkat Pendekar di ranah alam naga.
Makhluk-makhluk ini menggunakan indera telinga nya untuk melacak mangsa nya, tampak sebuah lubang pada karung goni agar mulut nya bisa mengunyah mangsa nya.
Pemandangan di dalam Hutan Bambu Kematian saat ini begitu menyeramkan, di saat yang bersamaan tenaga dalam milik Arung dan yang lain nya semakin melemah.
Tenaga dalam mereka saat ini setara dengan Pendeka di ranah alam lautan puncak dan terus merosot di sebabkan mereka terus menghirup wangi lavender tersebut.
"Hah........."
"Hah........."
"Hah........." Suara nafas terengah-engah Selir Nora saat melawan makhluk-makhluk tersebut.
Tampak Selir Nora sedang menggunakan Gunting Emas dengan elemen telekinesis nya.
"Kenapa perasaan ku tenaga dalam ku terus berkurang???" Gumam Selir Nora sambil mengendalikan gunting emas dan membunuhi beberapa anjing-anjing hantu tersebut.
Tampak di sekitar Selir Nora, Arung dan yang lain nya sedang bertarung dengan anjing-anjing hantu lain nya.
"Slashhhh........"
"Slasshhhhh......."
"Slasshhhhh......." Suara saat Pedang Naga Khayangan memotong tubuh beberapa anjing-anjing hantu tersebut.
Terima Kasih atas dukungan dan Vote nya selama ini.
Kisah Pendekar Setengah Naga 2 ini telah tamat, kisah nya akan di lanjutkan ke season berikut nya.
Novel Pendekar Setengah Naga 3 sedang di tulis dan akan segera di terbitkan.
__ADS_1
Salam Novelis Jalanan, Salam Polygami.....