
Sementara Arung sedang naik keatas guna mengambil hape nya, Dewi Seribu Kayu pun kembali menonton acara yang ada di layar televisi.
Pada saat ini acara drama percintaan sedang di selingi oleh berita demonstrasi mahasiswa yang terjadi besar-besaran di istana kekaisaran di Planet Dewa.
"Turunkan harga minyak....... "
"Turunkan harga minyak....... " Seru para demonstran dari layar televisi.
"Wah....... "
"Wah....... "
"Ternyata di ibu kota Kekaisaran sedang ada demo besar-besaran, ini pasti karena harga minyak goreng yang meroket.... " Ucap Dewi Seribu Kayu sambil membesarkan volume televisi nya.
Tampak para mahasiswa dan murid-murid dari perguruan silat ataupun dari kalangan lain nya kompak sedang berdemo dengan memegang karton-karton yang bertuliskan sindiran-sindiran terhadap Kekaisaran Dewa
Di Planet Dewa, sistem pemerintahan nya demokratis karena banyak nya pendekar-pendekar kuat Pemilihan Kaisar pun di lakukan tiap 10 tahun, dan tiap kaisar hanya boleh maju selama dua periode saja.
Namun di masa kaisar yang berkuasa pada saat ini harga-harga sembako pun mulai meroket sehingga terjadi demo besar-besaran di depan istana Kekaisaran.
Tampak salah seorang pendekar wanita cantik sedang memegang sebuah karton dengan tulisan yang menyindir pemerintah saat itu, Dewi Seribu Kayu pun mulai membaca isi dari tulisan sindiran tersebut.
"Aku mau 3 ronde bukan 3 periode.... " Ucap Dewi Seribu Kayu saat membaca isi tulisan yang sedikit mes*m yang tertulis di karton tersebut.
"Waduh....... "
"Mahasiswa zaman sekarang, ... "
"3 Ronde, emang dia kira tinju apa bercocok tanam...?? " Gumam Dewi Seribu Kayu dengan pipi yang memerah.
Dewi Seribu Kayu pun membaca tulisan yang di pegang oleh beberapa cewek mahasiswa lain nya.
"Harga minyak goreng kayak harga Mi-Chat... " Ucap Dewi Seribu Kayu.
"Mi-Chat..... "
"Waduh...... "
"Ini makin parahhhh..... "
"Makin kacau generasi sekarang bukan generasi Micin lagi tapi generasi Mi-Chat... " Gumam Dewi Seribu Kayu sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
Sementara itu Arung sudah berada di dalam kamar sambil memegang HP milik nya
"Gimana nich....? "
"Apa yang harus kulakukan....? "
"KALAU TIDAK MAU KETAHUAN PASWORD HAPE NYA, TINGGAL HANCURKAN SAJA HAPE NYA..." Suara Jendral Api yang terngiang di kepala sang Pendekar Don Juan.
Ia pun berhasil mendapatkan ide untuk menyelesaikan masalah pasword hape tersebut dari Jendral Api.
"Bingggo..... "
"Hanya ini caranya..... " Gumam Arung lalu keluar dari dalam kamar nya dan mulai berjalan menuju tangga.
Sementara itu sang istri masih menonton siaran berita mengenai demo di bawah, kali ini dia membaca tulisan lain nya yang di pegang oleh seorang Mahasiswa laki-laki.
"Open BO aja bisa Nego, masak minyak goreng tidak.... " Ucap Dewi Seribu Kayu.
"Ini lebih parah lagi.... "
"Kerjaan nya kayak nya open BO terus..... " Gumam Dewi Seribu Kayu.
"Sekarang saat nya aku selesaikan masalah hape ini... " Gumam Arung lalu mulai menjatuhkan hape yang berada di dalam genggaman nya pada saat ini.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian terdengar suara hape yang terjatuh dari atas tangga dan pecah.
"Kraakkkk......... " Suara hape yang pecah.
"Aduh...... "
"Ma..... "
"Hape Papa jatuh..... " Ucap Arung sambil menuruni tangga dan mengambil HP yang terjatuh tersebut.
Tampak HP milik Pendekar Don Juan tersebut telah rusak akibat terjatuh beberapa saat yang lalu.
"Whatsss..... " Ucap Dewi Seribu Kayu lalu mulai beranjak dari sofa dan mengambil HP yang rusak tersebut.
"Sepertinya dia sangat berharap mendapat kan pasword hape ku.... "
"Fiuh........ "
"Syukur lah.... "
"Thanks Jendral Api..... " Gumam Arung di dalam bathin nya.
Raut wajah sang istri pun tampak kesal, ia pun melirik ke arah Arung dengan lirikan yang tajam.
"Kau........ " Ucap Dewi Seribu Kayu lalu tiba-tiba bel pintu di rumah nya pun berbunyi.
"Ting........ "
"Tong........ " Suara bel rumah yang berbunyi.
Arung pun terselamatkan dari pertanyaan mengenai pasword hape tersebut, sementara itu Dewi Seribu Kayu pun teringat dengan iuran arisan nya.
"Itu pasti Anita.... "
"Aku lupa menyisihkan uang untuk arisan bulan ini, gara-gara belanja perlengkapan maen bola.... "
"Terimakasih kepada siapa pun yang memencet bel nya.... "
"Dia jadi lupa mengenai pasword hape ku.... "
"Fiuhhh.......... "
"Pernikahan ku pun terselamatkan..... " Gumam Arung yang bersyukur dengan kejadian tersebut.
Beberapa saat kemudian Dewi Seribu Kayu pun mendapat kan ide untuk menyelesaikan masalah arisan tersebut.
"Aha....... "
"Aku bersembunyi aja di atas..... "
"Pasti Anita gak akan menyadari nya," Gumam Dewi Seribu Kayu lalu mulai memegang kedua belah tangan Suaminya dengan tatapan yang serius.
"Mau ngapain dia, kok malah megang tangan aku....??? "
"Bukan nya bukain pintu....??? " Gumam Arung.
"Baby...... "
"Jika ada yang nyari aku, katakan aku gak da dirumah yach Sayang.... "
"Bilang pada nya, aku lagi dinas luar.... "
"Tanggal satu bulan depan baru pulang..... "
"Okeyyy....... " Ucap Dewi Seribu Kayu lalu langsung pergi menaiki tangga berniat bersembunyi di dalam kamar.
__ADS_1
"Tap....... "
"Tap....... "
"Tap....... " Suara tapak kaki Dewi Seribu Kayu yang sedang tergesa-gesa menaiki tangga berniat untuk bersembunyi di dalam kamar.
"Ting...... "
"Tong...... " Suara bel pintu kembali berbunyi.
"Siapa ya kira-kira....??? " Gumam sang Pendekar Don Juan kemudian mulai bergegas ke arah pintu lalu membuka nya.
Seorang Pendekar Wanita berpakaian ungu pun langsung nyelonong masuk, rupa nya tak kalah elok dari Dewi Seribu Kayu.
"Kraaakkkk.......... " Suara pintu saat terbuka.
"Cantik bingits..." Gumam Arung yang kagum dengan kecantikan wanita tersebut.
Sementara itu di lantai atas, sang Dewi pun mulai bersemedi kemudian mulai mengeluarkan jurus mata batin nya.
Sang Dewi pun dapat menyaksikan kejadian di lantai bawah dengan jurus tersebut.
"Tuch kan bener si Anita yang datang... "
"Untung aku sudah bersembunyi.... " Gumam sang Dewi dengan perasaan yang lega.
Kembali ke lantai bawah, Arung pun mulai menjulurkan tangan nya dan berniat bersalaman serta berkenalan dengan wanita cantik tersebut.
"Salam kenal..... "
"Nama ku Arung, kamu siapa ya??? " Tanya Arung.
Anita pun kemudian bersalaman dengan Arung, secara refleks Arung pun mulai mencium punggung telapak tangan Anita.
"Aku Anita..... " Ucap Anita sambil menarik cepat-cepat tangan nya.
Dewi Seribu Kayu pun melihat peristiwa tersebut dengan mata bathin nya, ia pun mulai kesal namun tetap positif thingking.
"Sabar Dewi..... "
"Dia pasti berbuat seperti itu karena tidak ingin aku ketahuan sedang berada di atas sini..... " Gumam Dewi Seribu Kayu yang berada di lantai atas.
"Maaf Tuan Arung, Dewi nya ada....??" Tanya Anita dengan pipi yang memerah.
"Ada....... "
"Dia sedang bersembunyi diatas...... " Ucap Arung yang keceplosan dan tidak bisa berbohong saat berbicara dengan wanita cantik.
Raut wajah Dewi Seribu Kayu pun merah padam melihat kejadian tersebut, seakan-akan keluar semburan asap dari kedua telinganya.
"Dasar tidak setiaaaaaa......... "
"Kau tega, Arunggg....... " Ucap Dewi Seribu Kayu dari atas.
Ucapan Dewi Seribu Kayu itu pun sampai terdengar ke lantai bawah, Anita pun bergegas beranjak ke atas sambil membungkuk beberapa kali kepada Arung.
"Pemuda itu sungguh jujur, dia benar-benar ada di atas.... " Gumam Anita sambil menaiki tangga.
"Waduh...... "
"Maafkan aku, Mama.... "
"Aku paling ak bisa berbohong di depan Wanita Cantik..... " Ucap Arung.
Tak lama berselang Dewi Seribu Kayu pun terjaga dari lamunan nya.
__ADS_1
"Buseeetttt...... "
"Gara-gara tindakan aneh Arung aku sampai berkhayal yang tidak-tidak....??? " Gumam Dewi Seribu Kayu yang saat ini sedang terlentang tak berdaya di dekat kuali besar milik sang Penyihir dengan seluruh tubuh di selimuti akar-akar hitam.