Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Tuan Muda Kailong.


__ADS_3

Tuan Muda Kailong pun tampak berdiri dengan sombong nya, ia tidak memperdulikan Pelayan yang jatuh pingsan tersebut.


Para Pengunjung lain nya hanya bisa menghela nafas panjang dan hanya bisa menonton perbuatan tidak baik tersebut.


Seperti saat pagi hari yang lalu, sang Manajer Rumah Makan pun tiba di tempat tersebut.


"Tuan Muda Kailong, maafkan anak buah ku yang sekali lagi membuat Tuan Muda marah.... " Ucap Manajer Rumah Makan tersebut sambil memberi kode kepada beberapa Pelayan lain nya untuk membopong Pelayan yang jatuh pingsan tersebut keluar dari tempat ini.


"Pak Manajer, aku hanya meminta kepada Pelayan ini untuk menghentikan lagu melow itu,"


"Namun dia bilang nanti setelah lagu ini selesai di mainkan baru dia akan menyuruh biduan itu membawakan lagu cinta satu malam permintaan ku,"


"Darah ku pun mendidih dan tanpa sadar aku menampar anak buah mu, begitu ceritanya Pak Manajer.... "


"Apa aku yang salah???" Tanya Tuan Muda Kailong.


Sementara itu sang Istri sibuk bersolek di meja nya, Wanita Cantik itu sudah terbiasa dengan sikap sombong dan arogan Suami nya tersebut.


"Dasar Kailong, kalau gak membuat masalah selama beberapa jam dia pasti gak bisa.... " Keluh Lila Wind Dragon di dalam hati nya.


Pak Manajer pun langsung merangkul Tuan Muda Kailong, sambil tersenyum dengan ramah Manajer itu mengarahkan Tuan Muda yang sombong itu kembali duduk di kursi nya.


"Tuan Muda Kailong sudah bener, biar aku yang urus...... "


"Para pelayan di sini memang perlu di beri pelajaran etika, Terima kasih atas pelajaran yang Tuan Muda berikan.... " Ucap Pak Manajer lalu membungkuk dan berjalan ke arah biduan di hadapan nya.


"Bagus, Pak Manajer memang bijak,"


"Pak Manajer, bilang ama Biduan nya,"


"Nyanyi nya yang energik dikit...... "


"Kalau bisa sampai panggung nya roboh.... " Ucap Tuan Muda Kailong.


Arung dan juga para pengunjung lain nya pun merasa jijik melihat sikap Tuan Muda Kailong, namun mereka enggan untuk ikut campur mengingat status Tuan Muda Kailong yang merupakan salah satu Tuan Muda di Paviliun Dewa Angin.


"Laura, Tuan Muda Kailong itu udah kelewatan,"


"Biarkan aku memberi nya beberapa pelajaran..... " Ucap Arung menggunakan telepati.


"Tenang Suami ku, aku gak mau kita berurusan dengan Paviliun Dewa Angin,"


"Memang sudah tabiat nya para Tuan Muda dari perguruan elit seperti itu,"


"Yang Sabar ya Suami ku....... " Ucap Laura dengan telepati nya.


"Huft............... " Helaan nafas panjang Arung sambil menahan diri nya.


Pak Manajer pun memerintahkan Biduan cantik berbaju ketat itu membawakan lagu cinta satu malam.


"Noni, nyanyi nya yang semangat,"


"Aku dengar Tuan Muda Kailong itu sedikit psikopat, dia maen tampar aja kalau gak seneng sama seseorang,"


"Kau udah liat sendiri kan tamparan dari seorang Pendekar di ranah alam naga,"

__ADS_1


"Sekali kenak.... "


"Bam........ "


"Pingsan... " Bisik Pak Manajer lalu memberikan beberapa batu roh kualitas sedang kepada Biduan tersebut.


"Siap bos, i do my best..... " Ucap Biduan yang bernama Noni tersebut.


Pak Manajer pun kembali ke bawah sambil tersenyum ramah kepada Tuan Muda Kailong.


"Hah......... "


"Semoga aja si biang kerok cepat pulang ke rumah nya, buat ribut aja..... "


"Kalau kayak gini, banyak anak buah ku yang bakal pingsan..... " Keluh Pak Manajer di dalam bathin nya.


Band pengiring pun mulai memainkan musik lagu dangdut tersebut, dengan penuh semangat sang Biduan pun mulai berjoget.


"Yihaaa........ "


"Itu baru mantep.... " Teriak Tuan Muda Kailong.


"Dasar kampungan.... " Gumam Arung yang jijik saat melihat tingkah Tuan Muda Kailong.


Dengan terpaksa biduan itu pun tersenyum ramah kepada Tuan Muda Kailong dari atas pentas, pengunjung lain nya tampak cuek dan tidak menggubris sikap Tuan Muda Kailong yang begitu antusias nya melihat performa Noni.


"Kalau udah dangdutan, binik di sebelah pun gak inget lagi.... "


"Bentar lagi dia pasti ikutan joget..... " Gumam Lila sambil memakai lipstik merah di bibir nya.


Sambil mengeluarkan dan menyawer beberapa batu roh kualitas sedang kepada Biduan tersebut.


"Cinta Satu Malam oh indah nya..... " Nyanyian Noni sambil memasukkan batu roh pemberian Tuan Muda Kailong ke dalam kantong ruang nya.


Tuan muda pun dangdutan bersama Noni di atas pentas, sementara itu Lila tidak menggubris sikap Suami nya itu.


Ia malah asyik memakai pencil alis dan perona pipi di wajah nya.


"Tuh kan..... "


"Bentar lagi pasti terjadi keributan... " Gumam Lila sambil menata alis nya dengan tangan kiri memegang cermin solek.


Lagu pun hampir mencapai akhir nya, Tuan Muda Kailong pun tampak berusaha mencium sang Biduan.


"Ayo lah, dikit aja..... " Ucap Tuan Muda Kailong.


"Kan itu dia udah mau mulai.... " Gumam Lila.


"Dasar serigala.... " Gumam salah satu Pengunjung yang tidak suka melihat sikap Tuan Muda Kailong.


Noni pun menghindari ciuman Tuan Muda Kailong, hingga akhirnya Tuan Muda yang arogan itu pun naik pitam.


"Dasar lont* di cium dikit aja gak boleh.... " Ucap Tuan Muda Kailong lalu mulai mengangkat tangan nya dan berniat menampar Biduan tersebut.


"Mati aku.... " Gumam Biduan tersebut.

__ADS_1


Beberapa saat sebelum tamparan tersebut mengenai Noni, Pendekar Setengah Naga itu pun muncul dan menahan tamparan Tuan Muda Kailong.


"Dasar........ "


"Sudah ku bilang jangan ikut campur..... " Gumam Laura.


"Siapa kau???"


"Berani sekali kau ikut campur urusan ku, apa kau cari mati...... "


"Jangan pikir jika ranah kultivasi mu sama seperti ku, kau pikir kita sudah setara.... " Ucap Tuan Muda Kailong.


Kemunculan Arung yang tiba-tiba tersebut membuat semua mata yang ada di dalam ruangan tersebut tertuju padanya, musik pun berhenti dan para anggota band pengiring mundur beberapa langkah ke belakang.


Mereka berpikir sebuah keributan pasti akan terjadi sebentar lagi.


"Maaf Tuan Muda, aku hanya ingin nyanyi berduet bersama Gadis Cantik ini.... "


"Aku gak ingin membuat masalah dengan Tuan Muda.... " Ucap Arung lalu melepaskan genggaman tangan nya.


"Baiklah....... "


"Kita lihat, apa kau bisa bernyanyi..... "


"Jika tidak, aku akan menghabisi mu... " Ucap Tuan Muda Kailong.


"Tenang saja Tuan Muda, aku dulunya adalah seorang Vokalis.... " Jawab Arung.


Tuan Muda yang sombong itu pun berbalik dan kembali ke meja nya, Noni pun membungkuk beberapa kali sebagai ucapan Terima kasih.


"Terimakasih Tuan, jika tidak aku pasti masuk rumah sakit dan tidak bisa bekerja selama beberapa hari,"


"Kasian anak-anak ku, aku tulang punggung nya satu-satu nya.... " Curhat Noni.


"Emang nya Bapak nya kemana???" Tanya Arung penasaran.


"Bapak nya gak balik-balik setelah jadi TKA Pendekar.... " Ucap Noni.


Sementara itu Laura pun tampak cemburu saat melihat Arung berbicara dengan Biduan sexi tersebut.


Apalagi saat Arung menanyakan kemana pergi nya Suami sang Biduan, hal itu membuat Laura memiliki pemikiran yang buruk terhadap Pria yang baru saja menjadi suaminya tersebut selama beberapa jam tersebut.


"Ehem...... "


"Ehem........ "


"Kalau mau nyanyi cepat bro...... "


"Apa kamu mau nyanyiin lagu Bang Toyib???"


"Yang tiga kali lebaran gak pulang???"


"Atau kau mau menjadi calon bapak baru???" Ucap Laura dengan telepati.


To Be Continued.......

__ADS_1


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2