Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Desa Belut Listrik Bagian Awal.


__ADS_3

Beberapa jam kemudian mereka bertiga pun mulai terbangun dari mimpi tersebut, saat terbangun Arung dan yang lain nya pun terkejut bukan main.


"Ugh......... "


"Mataku masih ber kunang-kunang." Gumam Arung.


Saat terbangun ternyata mereka bertiga sedang berada di dalam sebuah kerangkeng dengan tangan di rantai oleh besi hitam penghilang kultivasi.


-[Malam Hari]-


"Ugh...... "


"Kepala ku, pusing banget." Gumam Komandan Yuri sambil memegang kepala nya.


"Dimana ini?" Gumam Vladmira Vampir.


"Seingatku tadi kita baru saja di gigit oleh beberapa belut di dalam terowongan air sebelum nya." Ucap Arung.


"Kakak..... "


"Kalian sudah sadar." Ucap Seorang Bocah Laki-laki yang ada di dalam kerangkeng tersebut.


Mereka saat ini berada di dalam sebuah kerangkeng yang berada di tengah-tengah sebuah desa, tampak di sekeliling Arung dan yang lain nya tersebut gubuk-gubuk tempat tinggal yang terbuat dari jerami.


"Siapa Kau Adik Kecil?" Tanya Komandan Yuri.


"Namaku Lionel, Kak." Ucap Lionel Kecil.


"Dimana kita saat ini Lionel?" Tanya Arung.


"Ini adalah Desa Kanibal Kak, mereka memakan Vampir hidup-hidup,"


"Ayah, dan ibu ku baru saja di makan oleh penduduk desa ini sebelumnya." Ucap Lionel Kecil dengan raut wajah yang sedih tersebut.


"Hiks...... "


"Hiks....... "


"Hiks....... " Tangis Kecil Lionel.


"Kasian, Bocah ini." Gumam Vladmira.


"Bagaimana ini Jendral?" Tanya Komandan Yuri.


"Yuri, seluruh kultivasi ku saat ini tersegel oleh rantai hitam ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa." Ucap Arung.


"Sepertinya kita tidak dapat melakukan apa-apa karena seluruh kultivasi kita sudah di segel." Ucap Vladmira.


"Huft......... " Suara nafas panjang Arung.


"Kakak, besok mereka pasti akan mengeksekusi kita." Ucap Lionel Kecil.


"Hah....... "


"Bagaimana ini?" Gumam Arung.


-[Keesokan Paginya]-


Tampak mereka berempat tidak tidur semalam di dalam kerangkeng, para prajurit-prajurit belut itu pun mulai datang satu persatu.


"Sepertinya menu makanan hari ini daging vampir lagi." Ucap Salah Satu Prajurit Belut.


"Daging Vampir memang nomer wahid." Ucap Prajurit Belut lain nya.


"Ugh....... "


"Belut-belut ini ingin memakan kita." Gumam Komandan Yuri sambil melihat beberapa Prajurit-Prajurit Belut yang sedang menyiapkan perapian.


"Kali ini tangkapan kita besar, lihat ada seekor Naga diantara Vampir-Vampir tersebut." Ucap Prajurit Belut lain nya.

__ADS_1


"Naga, aku tidak pernah makan Naga,"


"Sebaiknya pagi ini kita memanggang Naga ini saja dulu." Ucap Prajurit Belut lain nya.


"Setuju..... " Sahut Prajurit-Prajurit Belut lain nya.


"Fiuh...... "


"Sepertinya aku duluan yang akan di panggang." Gumam Arung.


Tampak perapian di tengah-tengah Desa Belut itu pun sudah mulai menyala. Dua orang Prajurit Belut pun mulai mengeluarkan Arung dari dalam kerangkeng tersebut.


Mereka pun mengikat kedua kaki dan tangan Arung kesebuah tongkat besi, dan mulai menandu nya ke arah perapian.


"Jendral...... " Gumam Komandan Yuri.


"Setelah Naga itu, siang ini pasti salah satu diantara kami yang jadi korbannya." Gumam Vladmira.


"Kasian Kakak Naga." Gumam Lionel Kecil.


"Mereka sungguh bar-bar memanggangg ku hidup-hidup." Gumam Arung.


"Hei lepaskan aku, aku akan memberikan beberapa harta buat kalian." Ucap Arung mencoba bernegosiasi dengan kedua Prajurit Belut tersebut.


"Kami bisa mengambil nya nanti Naga, aku sangat penasaran bagaimana rasanya daging dari seekor Naga tersebut." Ucap Prajurit Belut tersebut.


"Ha..... "


"Ha..... " Tawa Prajurit Belut lain nya.


Tampak Prajurit-Prajurit Belut itu memandangi Naga yang sedang di tandu tersebut menggunakan sebuah tongkat besi tersebut.


"Ugh..... "


"Apa yang harus ku perbuat." Gumam Arung.


Kedua Prajurit Belut itu pun meletakkan Naga tersebut ke perapian dan mulai memanggang Arung.


"Ugh...... "


Arung dapat bertahan dari kobaran api tersebut karena tubuh nya telah masuk ke level kesembilan ranah penempaan tubuh.


Ia mampu bertahan selama satu jam di dalam kobaran api tersebut.


"Lihat...... "


"Naga yang biasanya tinggal di Pulau Langit terbakar dan tidak bisa bergerak." Ucap Salah Satu Prajurit Belut tersebut.


-[Di Dalam Dunia Naga Emas]-


Tampak Naga Emas sedang duduk di dalam pondoknya yang ada di pinggiran kolam, ia pun merasakan mara bahaya lalu mulai memejamkan matanya.


"Gawat........ "


"Naga Muda dalam bahaya, aku harus segera menolong nya." Gumam Naga Emas.


Naga Emas pun mulai bangun dan melesat ke angkasa berniat menyelamatkan Naga Muda.


-[Kembali Ke Perapian]-


Sudah lima belas menit tubuh Arung terpanggang dalam kobaran api, tampak seluruh pakaian nya telah terbakar.


Dari dahi berlambang teratai tersebut seberkas cahaya emas mulai melesat ke dahi salah satu Prajurit Belut tersebut.


"Ugh........ "


"Panas banget..... " Gumam Arung.


Ternyata Naga Emas merasuk ke dalam tubuh salah satu Prajurit tersebut, tampak mata Prajurit tersebut berwarna emas.

__ADS_1


Ia pun mencabut Pedang Petir yang tergantung di pinggang nya tersebut, dan mulai melesat ke arah perapian kemudian mulai menebas rantai hitam yang mengikat kaki dan tangan Arung.


"Hei....... "


"Apa yang kaulakukan." Teriak Salah Satu Prajurit tersebut.


"Brukkkk......... " Suara saat tubuh Arung jatuh ke perapian.


"Apa....... " Sahut kompak Komandan Yuri dan Vladmira.


"Wah...... "


"Prajurit Belut itu pasti sedang mabuk." Gumam Lionel.


"Ugh..... "


"Bagus...... "


"Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi tapi itu bagus sekali, aku akan meratakan Desa ini." Gumam Arung kemudian mulai menutupi seluruh tubuh nya dengan asap hitam berelemen magnet.


Prajurit yang melepaskan nya sebelumnya pun pingsan dan tak sadarkan diri setelah nya, seberkas cahaya emas pun kembali melesat ke dahi Arung.


Tampak Prajurit-Prajurit tersebut mulai bersiap untuk bertempur, mereka telah mencabut Pedang Petir dari sarung nya masing-masing.


"Ugh...... "


"Gawat, panggil kepala desa,"


"Ramah Naga ini cukup tinggi dan ungsikan yang lain nya." Ucap Salah Satu Prajurit tersebut.


Arung pun mulai mengeluarkan Pedang Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan nya.


"Sepertinya kita tertolong Yuri." Ucap Vladmira.


"Ya, aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi,"


"Tapi ini hebat." Ucap Komandan Yuri.


"Wah...... "


"Kakak Naga, benar-benar keren." Ucap Lionel Kecil.


"Serang...... " Teriak Salah Satu Prajurit Belut tersebut.


"HYATTT...... " Teriak kesepuluh Prajurit-Prajurit Belut tersebut sambil menerjang ke arah Arung bersamaan.


"Aku akan memenggal kepala kalian satu persatu." Gumam Arung kemudian mulai berteleport beberapa kali sambil memenggal kepala Prajurit-Prajurit Belut tersebut.


Sementara itu penduduk desa yang berada di sekitar alun-alun desa pun mulai meninggalkan tempat tersebut.


"Slasshh.......... "


"Slasshh........... "


"Slasshh........... " Suara saat Pedang Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan memenggal kepala Prajurit-Prajurit Belut tersebut.


"Bruk.......... "


"Bruk..........."


"Bruk............ " Suara saat kepala-kepala Prajurit-Prajurit Beast itu jatuh ke tanah.


Vladmira dan Komandan Yuri yang menyaksikan pembantaian itu pun terpukau dengan kehebatan Jendral Naga tersebut.


"Wajar aku kalah melawan nya saat itu, dia begitu kuat." Gumam Vladmira.


"Jendral benar-benar kuat." Ucap Komandan Yuri.


"Kakak Naga Keren..... " Ucap Lionel Kecil yang sangat mengidolakan sosok Arung tersebut.

__ADS_1


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2