Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Desa Belut Listrik Bagian Ke Dua.


__ADS_3

Setelah berhasil memenggal kepala Prajurit-Prajurit Belut Listrik tersebut Arung pun mulai berpakaian dan membebaskan teman-teman nya dari dalam kerangkeng besi tersebut.


"Bagaimana bisa salah seorang Prajurit Belut itu menolong mu, Jendral?" Tanya Komandan Yuri.


"Aku pun tidak tahu Yuri, sebaiknya kita segera meratakan desa jahanam ini." Ucap Arung yang kesal dengan kelakuan penduduk Desa Belut Listrik tersebut.


"Kali ini aku setuju dengan mu, Tuan." Ucap Vladmira kemudian mulai melesatkan beberapa sambaran-sambaran petir ke arah gubuk-gubuk jerami tersebut.


Arung pun mulai meniupkan semburan api dari dalam mulut nya, begitu pula dengan Komandan Yuri yang juga menembakkan beberapa bola-bola berelemen petir ke gubuk-gubuk jerami tersebut.


"Duargh........ "


"Duargh........ "


"Duargh........." Suara ledakan akibat serangan mereka bertiga.


Kobaran api pun terlihat di mana-mana di tempat tersebut, dalam beberapa menit bangunan-bangunan yang ada di Desa tersebut habis terbakar.


"Kalian bertiga sangat kurang ajar, berani sekali kalian membakar Desa ku." Ucap Seorang Kakek-Kakek berkepala botak dengan kumis dan janggut putih tersebut dari atas langit.


"Kakek itu berada di ranah alam Naga Puncak,"


"Gawat......." Ucap Komandan Yuri.


"Tenang saja Komandan Yuri, akan kupenggal kepala Orang Tua itu sekalian." Ucap Arung kemudian mulai berteleport dari tempat tersebut.


"Blitzzzz............ " Suara jurus teleportasi milik Arung.


Sementara itu Lionel kecil hanya berdiri mematung saat melihat kehebatan mereka bertiga.


"Ugh......... "


"Naga itu begitu liar, Kakek itu sepertinya seorang Senior yang memyendiri." Gumam Vladmira.


Dalam satu kali kedipan mata Arung pun berpindah dalam sekejap ke balik punggung Kakek berbaju biru tersebut.


Pedang Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan pun mulai terayun ke arah leher nya, dengan dua buah jari yang telah di lapisi elemen perak Kakek tersebut pun berhasil menahan serangan Arung.


"Tring...... " Suara saat Pedang Arung beradu dengan jari milik Kakek tua tersebut.


"Apa..... "


"Elemen Perak, kenapa bisa sekuat itu,"


"Seharusnya perak itu sudah terbelah oleh tebasan pedang milik ku ini." Gumam Arung.


Komandan Yuri pun mulai menyadari elemen perak milik kakek tersebut merupakan elemen legenda maks.


"Itu elemen maks, hanya sesama pengguna elemen maks yang bisa menembus pertahanan kuat tersebut, atau kita harus menunggu saat ia lengah." Ucap Komandan Yuri yang berpengalaman saat melawan Beast Mumi pengguna elemen Pasir Merah Maks.


"Elemen maks. apa itu?" Gumam Vladmira yang baru pertama kali mendengar nya.


"He...... "


"He...... "


"He...... " Tawa kecil Kakek tersebut.


"Kau tidak akan pernah bisa mengalahkan ku Naga Muda." Ucap Kakek berjanggut putih tersebut.


"Kakek bau tanah ini sombong banget." Gumam Arung kemudian mulai kembali menyerang nya dengan Pedang Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan tersebut.


"HYATTTT.......... " Teriak Arung.


"Tring....... "

__ADS_1


"Tring........"


"Tring........" Suara saat Pedang milik Arung di tahan dengan dua jari yang di lapisi oleh elemen perak maks tersebut.


"Kakek ini benar-benar lihai dan sangat kuat, aku sudah menyerangnya berkali-kali dengan Jurus Langkah Petir Sempurna milik ku,"


"Namun dia dapat menahan nya dengan mudah sekali." Gumam Arung sambil kembali mengayunkan pedang nya ke arah Kepala Desa Belut Listrik tersebut.


"Tring........ "


"Tring........ "


"Tring........ " Suara saat tebasan-tebasan Pedang Ular Merah Jambu tersebut kembali berhasil di tahan dengan dua jari oleh Kakek Tua tersebut.


"Naga Muda, walau pun ranah mu dan ranah ku tidak terlalu jauh berbeda namun kau tidak selevel dengan ku." Ucap Kakek Berjanggut Putih tersebut lalu berhasil melesatkan telapak tangan yang di penuhi oleh tenaga dalam berelemen petir ke dada Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Akh............. " Teriak Arung saat tersetrum kemudian mulai terpental ke tanah.


"Duakkk....... " Suara saat tubuh Arung menabrak tanah.


Sebuah kawah kecil tercipta akibat tubrukan tersebut.


"Jendral....... " Teriak Komandan Yuri yang begitu khawatir dengan keadaan pimpinan nya tersebut.


"Naga Bodoh.... " Gumam Vladmira sambil mengurut-urut kepala nya.


"Ugh...... "


"Kakek itu kuat sekali, ia sekuat Rayla dan Ratu Adrienne." Gumam Arung kemudian kembali melesat dan mengayunkan pedang nya ke arah Kakek Tua tersebut.


"Tring........ "


"Tring......... "


Kakek Tua itu pun kembali berhasil menlayangkan beberapa kali hantaman telapak tangan nya ke arah dada milik Arung.


"Akh........... " Teriak Arung sambil mengeluarkan darah dari dalam mulutnya tersebut dan kembali terpental ke tanah.


Kawah kecil kembali tercipta akibat tubrukan tersebut.


Arung pun mulai menghembuskan api dari dalam mulutnya dengan sekuat tenaga nya.


"Whussss........ " Suara tiupan api yang membentuk sesosok Naga Api sedang menerkam mangsanya tersebut.


"Aku harus segera kabur dari sini." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut kemudian kembali berteleport ke arah Komandan Yuri dan juga Vladmira.


"Blitzzzz.............. " Suara jurus teleportasi milik Arung.


Dalam satu kali kedipan mata Pendekar Setengah Naga itu pun berhasil berpindah ke sebelah Vladmira dan juga Komandan Yuri.


"Yuri, pegang tangan Lionel,"


"Kita akan segera pergi dari sini." Perintah Arung kemudian mulai menggenggam pergelangn tangan Vladmira dan Komandan Yuri tersebut.


"Duarghhhh.............. " Suara ledakan saat Naga Api tersebut berhasil menerkam Kakek Berjanggut Putih tersebut.


Komandan Yuri pun mulai menggenggam pergelangan tangan Lionel, dengan sisa tenaga dalam yang di miliki oleh Pendekar Setengah Naga tersebut, ia pun kembali berteleport.


"Blitzzzzz............. " Suara jurus teleportasi milik Arung.


Dalam satu kali kedipan mata Arung dan yang lain nya pun mulai berpindah dari tempat tersebut.


Asap ledakan pun mulai menghilang dari sekitar Kakek Berjanggut Putih tersebut, ia pun mulai mengamati ke sekeliling nya.


"Mana Naga Muda itu?" Gumam nya.

__ADS_1


"Prajurit Belut, segera berpencar dan temukan b*jingan yang telah memporak-porandakan Desa kita." Perintah Kepala Desa yang sangat marah terhadap Naga tersebut.


Prajurit-Prajurit Belut Listrik yang tersisa pun mulai berpencar dan mencari Arung di sekitar Desa dan di sekitar terowongan air tersebut.


"Aku harus membunuh nya, belum pernah ada satu Manusia Beast pun yang berhasil keluar hidup-hidup dari Desa Belut Listrik ini." Gumam Kepala Desa Belut Listrik tersebut kemudian mulai terbang dan mencari keberadaan Arung.


-[Terowongan Air]-


Dalam satu kali kedipan mata Arung dan yang lain nya pun tiba di terowongan air tersebut, Belut-Belut listrik pum kembali keluar dari dalam celah-celah dinding terowongan air tersebut dan berniat menggigit mereka kembali.


"Yuri, Vladmira urus Belut-Belut ini,"


"Aku akan mengubur bola ruang milik ku." Perintah Arung.


"Wah......... "


"Kakak Naga Keren, itu pasti sebuah azimat pengusir Belut,"


"Ternyata Kakak Naga juga nyambi sebagai Kultivator Dukun." Gumam Lionel Kecil.


Vladmira dan Komandan Yuri pun mulai bahu membahu dalam menembak kan sambaran-sambaran petir-petir kecil ke arah puluhan Belut-Belut Listrik tersebut.


Beberapa saat kemudian, Arung pun telah selesai mengubur bola ruang milik nya di lantai terowongan air tersebut.


Ia pun bergegas menggenggam pergelangan tangan Yuri dan juga Vladmira karena khawatir Kakek Tua tersebut akan sampai ke tempat itu, Yuri pun langsung menggenggam pergelangan tangan Lionel yang berada di samping nya saat ini.


"CLARA..... " Teriak Arung.


Mereka berempat pun terhisap masuk ke dalam artifak bola ruang tersebut, sementara itu Belut-Belut Kecil itu bingung karena mangsa nya tersebut tiba-tiba saja menghilang.


Belut-Belut kecil itu pun kembali ke dalam celah-celah yang ada dinding-dinding sepanjang terowongan air tersebut.


-[Di Dalam Bola Ruang]-


"Dup.......... "


"Dup........... "


"Dup........... "


"Dup............ " Suara tapak kaki mereka berempat saat mendarat dengan mulus di depan gerbang masuk tersebutk.


Lionel kecil pun mulai mengamati ke sekeliling nya dengan takjub dan kagum dengan tempat tersebut.


"Tempat apa ini, Kak Yuri?" Tanya Lionel Kecil.


"Uhuk......... "


"Uhuk......... "


"Uhuk........... " Suara batuk darah Arung.


Pendekar Setengah Naga Setengah Ular itu pun mulai sempoyongan dan hampir saja terjatuh karena kehabisan tenaga dalam dan terluka parah, Vladmira pun bergegas memapah nya.


"Lionel, nanti akan Kakak jelaskan,"


"Sebaik nya kita bawa Jendral ke dalam untuk beristirahat terlebih dahulu." Ucap Komandan Yuri.


"Kakak Naga." Gumam Lionel Kecil.


Mereka pun mulai masuk kedalam Mansion Putri Naga Kecil tersebut dengan pakaian yang basah kuyup.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2