
Dengan tubuh masih di selimuti aura keemasan Pendekar Setengah Naga itu kembali mengangkat sebelah lengan nya, seketika itu juga Palu Emas Hitam surgawi melesat ke genggaman nya.
"Ternyata Pagoda Hantu itu di kendalikan oleh pikiran pemilik nya, aku harus segera keluar dan menolong kedua istri ku... " Gumam Arung.
Sebuah portal dengan bingkai rantai putih yang melilit pun muncul.
"Jamila, kau tetap di sini sampai aku kembali... " Perintah Arung.
"Tunggu dulu Tangan, aku ikut... " Seru Jamila.
Jamila hendak mengikuti Arung yang mulai memasuki Portal tersebut namun tubuh nya tidak dapat di gerakkan.
"Huh........ "
"Dasar, aku tertipu dan kalah.... "
"Aku akan membalasnya suatu saat nanti.. " Teriak Jamila.
Arung pun memasuki portal tersebut dan keluar tepat di hadapan Pagoda Hantu, kunti-kunti lain nya pun keheranan karena yang muncul adalah Arung.
Tampak di luar masih terjadi pertarungan sengit, Naga Magnet Kuno pun masih mengamuk. Pagoda Hantu pun mengecil dan masuk ke dalam cincin tengkorak yang di kenakan Arung saat ini.
"Fiuh....... "
"Syukurlah Suamiku baik-baik saja... " Gumam Sonia.
Arung pun ikut bergabung bersama yang lain nya melawan Beast-Beast tersebut.
"Untunglah mereka masih bertahan selama aku di sekap wanita psiko itu... " Gumam Arung lalu terbang ke arah Naga Magnet Kuno.
"Whussss......... " Suara hempasan angin saat Arung melesat terbang.
-[Goa Buah]-
Red Kunti pun melihat kejadian di dalam Pagoda Hantu, ia pun berang.
"Ugh...... "
"Dasar gadis bodoh, sudah di bodohin oleh Naga itu, "
"Yang satu tukang boker, yang satu nya lagi gila laki-laki,"
"Sepertinya aku harus turun tangan sendiri... " Gumam Red Kunti lalu mulai membuka mata nya.
Ratu Kunti itu pun mulai melayang di hadapan ayunan nya.
"Kalian semua ikut aku.... " Ujar Red Kunti.
"Siap Ratu..... " Sahut kompak mereka.
Red Kunti beserta 3000 kunti-kunti yang memenuhi Goa Buah pun mulai keluar dari tempat tersebut melalui urat nadi raksasa Pohon Saripati kehidupan.
-[Toilet Kuno]-
Di saat Jamila telah kalah Kamila masih tetap santai boker di dalam pemakaman kuno tersebut.
"Ugh........ "
"Ah..... "
"Dikit lagi selesai.... " Gumam Kamil dari balik toilet kuno lalu sambil menghisap rokok daun.
__ADS_1
"Whussss....... " Suara hembusan asap rokok dari balik toilet kuno.
-[Pemakaman Kunti]-
Tampak para kunti-kunti tersebut telah banyak yang berguguran kemenangan sesaat lagi menjadi milik Arung dan yang lain nya.
Naga Magnet Kuno pun mulai memakan sisa-sisa beast Kunti yang ada di tempat tersebut.
"Aurghhhhh......... " Raungan Naga Magnet Kuno.
Keempat Avatar Arung pun masih bertarung melindungi kereta kencana.
-[Di Dalam Kereta Kencana]-
Sejak tadi Ashiong terus mengintip keluar, ia begitu takut dengan sosok kunti-kunti tersebut karena pengalaman hidup masa lalu nya.
"Ih serem..... "
"Aku sebenarnya ingin membantu Bos, tapi aku takut banget.... " Gumam Ashiong.
Sementara itu tampak Putri Michele gelisah, ternyata ia mengkhawatirkan keadaan Pendekar Don Juan tersebut.
"Sejak tadi suara ledakan di luar makin banyak aja, gimana keadaan nya Arung yach???" Gumam Putri Michele.
"Hi...... "
"Hi...... "
"Hi...... " Tawa Kunti dari luar.
Keringat dingin tampak mengucur di dahi Ashiong, salah satu Kunti pun berhasil mendekat ke kereta kencana dan mengejutkan Ashiong.
Tampak wajah Kunti tersebut tepat di samping pintu jendela kereta kencana. Suara ringkikan kuda pun terdengar sejak tadi namun kuda-kuda tersebut tidak dapat pergi kemana-mana karena tali kekang nya telah di ikat ke salah satu pohon oleh Avatar nya Arung.
"Hantuuuuuu....... " Teriak Ashiong kemudian pingsan.
Salah satu Avatar Arung pun menebas leher Kunti yang menakuti Ashiong tersebut setelah nya. Karena kuat nya tali kekang kuda-kuda itu hanya bisa meringkik dan terus mencoba kabur.
Goyangan pelan maupun besar terasa di dalam kereta kencana tersebut.
"Ugh...... "
"Malah pingsan lagi, perutku pun sudah mual sejak tadi kereta ini terus saja bergoyang.... "
"Uekkk...... " Ucap Putri Michele.
-[Kembali Ke Arung]-
Tampak Pendekar Setengah Naga itu sedang mengamuk, ia pun meremukkan kunti-kunti yang ada di sekitar nya dengan Palu Emas Hitam Surgawi nya.
"Akhhhhh..... "
"Akhhhhh...... "
"Akhhhhh...... " Teriak kunti-kunti itu saat tubuh nya remuk terhantam Palu Raksasa.
Kunti-kunti itu terus menyerang dan tidak mau kalah, Naga Magnet Kuno pun kembali ke wujud manusia beast nya dan melayang terbang ke sisi suaminya sang Pendekar Setengah Naga.
Kecemburuan pun timbul di hati Sonia saat melihat hal itu.
"Dasar istri muda.... "
__ADS_1
"Sementang ranah ku rendah, maen nempel aja.... " Ucap Sonia dengan kesal lalu menyalurkan kekesalan nya tersebut ke busur Arjuna nya.
Puluhan panah cahaya pun melesat dari busur Arjuna tersebut dan melesat ke arah puluhan kunti-kunti di sekitar pemakaman tersebut dan meledakkan kepala nya.
"Duarghhh....... "
"Duarghhh....... "
"Duarghhh....... " Rentetan suara ledakan akibat panah-panah cahaya itu pun menghiasi malam berhujan tersebut.
-[Kembali Ke Pagoda Hantu]-
Tampak Jamila duduk seorang diri di pinggir danau di lantai kedelapan tersebut. Ia terlihat begitu kesal nya karena tertipu oleh serangan telapak api ungu milik Pendekar Don Juan tersebut.
"Hah......... "
"Padahal rencana nya subuh ini mau makan enak, gak tau nya aku malahan kehilangan segalanya,"
"Pria memang licik, mangkanya Ratu gak mau nikah sampai saat ini,"
"Mungkin dia juga kena tipu selama ini, padahal banyak Pangeran yang melamar nya,"
"Sesudah Pangeran Josh, aku di tipu Pendekar Tamfan,"
"Bahkan aku kehilangan pusaka bangsa Kunti ini, semoga Ratu bisa menyelesaikan masalah ini,"
"Ini semua gara-gara kesalahan ku.... " Gumam Jamila sambil melempar batu ke permukaan danau tersebut.
Jamila pun bangun, ia pun mulai terbang kembali ke mansion nya yang berada di tepi danau tersebut.
"Whussss.......... " Suara hempasan angin saat Jamila terbang.
Jamila pun masuk lewat jendela tempat sebelum nya mereka keluar tersebut, Mansion Jamila ini memiliki dua lantai dan memiliki sepuluh kamar berdesain kuno.
Karena kelelahan Jamila pun turun keluar dari dalam kamar dan menuju toilet di lantai dua.
"Kraakkkkk......... " Suara pintu toilet terbuka.
Jamila pun mulai mengisi bak air bulat dari kayu tersebut dengan elemen sihir air yang keluar dari jari telunjuknya.
Setelah penuh Jamila pun mulai memanaskan air tersebut dengan elemen api sihir nya, setelah hangat Gadis Cantik berambut hitam itu pun masuk dan berendam sambil kembali merenungi kisah hidup nya.
"Benar kata Ratu, cinta penderitaan nya tiada akhir,"
"Aku cuman sor sama Pendekar Tamfan itu namun aku sudah menderita,"
"Kini aku hidup di dalam sangkar burung, gara-gara satu jantan aku jadi begini.... "
"Ratu selamatkan aku....... " Ucap Jamila.
-[Kembali Ke Nyonya Galapagos Lang]-
Istri sekaligus assasin yang baru saja kehilangan suaminya dalam misi itu pun terbang menuju Kota Es Utara.
Saat ini dia masih terbang di atas permukaan laut di tengah malam, dengan pedang besar tersangkut di punggung nya.
Pedang itu adalah Pedang Durian Peledak, salah satu dari 100 pedang terkuat di Benua Es Api.
"Aku sudah gak sabar buat meminum darah, Orang-orang yang membunuh suamiku... "
"Akan kutunggu mereka di dekat gerbang Kota Es Utara.... " Ucap Nyonya Galapagos Lang.
__ADS_1
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya